Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Reproductive Biology of Goby Amphidromous Dusky Sleeper (Eleotris fusca Forster, 1801) in Ummiding River, Polewali Mandar, West Sulawesi: Biologi Reproduksi Ikan Gobi Amfidromus Dusky Sleeper (Eleotris fusca Forster, 1801) di Sungai Ummiding, Polewali Mandar, Sulawesi Barat Nasyrah, Adiara Firdhita Alam; Lestari, Dian; Nur, Fauzia; Nur, Muhammad
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 26 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v26i3.2025.141-152

Abstract

Eleotris fusca merupakan spesies ikan gobi amfidromus yang ditemukan melimpah di perairan Sulawesi Barat, dan khususnya pada fase pasca larva dan juvenilnya dikenal sebagai ikan "penja", makanan khas daerah dengan kandungan gizi tinggi. Ikan ini bermigrasi memanfaatkan habitat sungai dan laut. Namun, aktivitas penangkapan ikan yang intensif selama fase awal kehidupan di muara, ditambah dengan degradasi habitat mengancam keberlanjutan populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biologi reproduksi E. fusca di Sungai Ummiding, Sulawesi Barat, untuk mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan. Pengambilan sampel dilakukan setiap bulan dari bulan Juni hingga September 2024. Sampel ikan dikumpulkan menggunakan alat kejut listrik (12 volt, 9 amp) dengan pola zig-zag berlawanan arah arus sungai sejauh 200 m selama 30 menit dan disimpan dalam botol sampel. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Perikanan, UPA Laboratorium Terpadu, Universitas Sulawesi Barat. Hasil penelitian menunjukkan rasio jenis kelamin (1:1,47). Kematangan gonad tertinggi terjadi antara bulan Juni dan Agustus. Ikan betina menunjukkan nilai IKG yang lebih tinggi dan fekunditas berkisar antara 912 hingga 27.910 butir telur. Penelitian ini memberikan data dasar yang penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan perikanan berkelanjutan, termasuk pengaturan penangkapan ikan, perlindungan habitat, dan upaya domestikasi.