Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Relationship between Medical Surgical Patients' Perceptions and Nurses' Caring Behavior in the Emergency Room of Hospital X in Jakarta Susanti, Anisa; Juliani, Enni; Panjaitan, Ribka Sabarina
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.4364

Abstract

Caring behavior is at the core of nursing practice and significantly influences patient satisfaction and perceptions of nursing care. The Emergency Department (ED) is a high-pressure unit that requires nurses to be clinically responsive and consistently demonstrate Caring attitudes. This study aimed to investigate the relationship between medical-surgical patients' perceptions and nurses' Caring behavior in the ED at Hospital X in Jakarta. The study employs a descriptive analytical design with a cross-sectional approach. A total of 91 medical-surgical patients admitted to the ED were selected via porposive sampling. A closed-ended questionnaire was used to measure patients' perceptions of nurses' Caring behavior. Data analysis was performed using the Chi-square test. The results showed that most patients were female (58.2%), between 40 and 49 years old, and had a high school or vocational school education (40.7%). Most patients worked as employees or laborers (38.5%). The Chi-square test results revealed a significant correlation between patients' perceptions and nurses' Caring behavior (p = 0.000). It can be concluded that patients' perceptions of nurses' Caring behavior are influenced by the quality of nurses' interpersonal interactions, empathy, and communication during service delivery. Therefore, improving nurses' Caring behavior in the ED should be a priority to enhance the quality of nursing care.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan Hisyami, Siti Nurpaidiah; Panjaitan, Ribka Sabarina; Rizqa Wahdini
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 10 No 2 (2025): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v10i2.2088

Abstract

Background: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a digestive tract disorder caused by gastric acid reflux that causes typical symptoms, such as heartburn and regurgitation. Unhealthy lifestyle and diet are the main risk factors for GERD. Therefore, it is important to identify knowledge and behavior factors as preventive components. Objective: To determine the relationship between the level of knowledge and GERD prevention behavior at the Mampang Prapatan District Health Center. Method: This study used a descriptive correlation design and a cross-sectional approach. The sample of this study was 97 respondents with a history of GERD, taken using a total sampling technique. Data collection used a questionnaire and was analyzed using the Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Results: The results showed that 80.4% of respondents had good knowledge and 47.4% showed good prevention behavior. Statistical tests showed a p-value <0.001, which indicates a significant relationship between the level of knowledge and GERD prevention behavior. Conclusion: A good level of knowledge has a positive effect on GERD prevention behavior. This study emphasizes the importance of developing health education, both directly and through digital media, to increase public awareness of preventive behaviors and improve the quality of life of GERD sufferers in a sustainable manner.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Stunting Menuju Generasi Emas Tahun 2045 Harahap, Sarah Geltri; Ellynia , Ellynia; Gunawan, Tania; Panjaitan, Ribka Sabarina; Salim, Catherine Hermawan
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.511

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi rencana pembangunan jangka menengah nasional. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang diterima anak pada masa kritis pertumbuhan. Oleh karena itu, tingkat pengetahuan keluarga khususnya ibu menjadi penting sebagai langkah penanganan kasus tersebut. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat pengetahuan masyarakat dapat dipengaruhi oleh pendidikan kesehatan yang diberikan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Penelitian dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test sebanyak 20 soal sebelum dan sesudah edukasi dengan melibatkan 30 partisipan. Hasil penelitian kemudian dianalisis secara univariat untuk mengetahui nilai dari setiap uji yang dilakukan dan bivariat untuk melihat pengaruh yang ditimbulkan. Analisis univariat menunjukkan terdapat perbedaan kategori yang dihasilkan antara pre- test dan post-test yaitu pada post-test sebanyak 100% responden termasuk dalam kategori pengetahuan tinggi. Kemudian, pada perbandingan bivariat, ditemukan adanya pengaruh yang dihasilkan oleh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat (p = <0,001) mengenai pencegahan stunting. Dengan demikian, setelah pendidikan kesehatan dilakukan, diharapkan masyarakat mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan stunting secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari
FAST ACTION: Gerakan Masyarakat Kenali Gejala Stroke dalam 1 Menit Panjaitan, Ribka Sabarina; Dewi, Astrid Komala; Salim, Chaterine Hermawan; Ludovikus, Ludovikus; Suharyanto, Suharyanto; Nuryani, Dewi; Ramadani, Ririn
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3641

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat akibat rendahnya kemampuan penduduk mengenali gejala awalnya. Deteksi dini sangat penting karena keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko kecacatan permanen. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan warga mengenai tanda-tanda stroke menggunakan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time) melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan pembagian media edukatif. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, dengan sasaran masyarakat usia dewasa dan lanjut usia yang memiliki risiko lebih tinggi. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dari rata-rata 64,3 menjadi 84,5, dengan nilai N-Gain 0,6 yang menunjukkan efektivitas sedang. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa edukasi FAST mampu membantu masyarakat mengenali gejala stroke secara cepat dan tepat, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespons keadaan darurat. Program ini juga memberikan kontribusi terhadap upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas, terutama di wilayah padat penduduk dengan akses terbatas terhadap informasi kesehatan. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya edukasi berkelanjutan untuk memperluas pemahaman masyarakat dan mengurangi keterlambatan penanganan stroke.