Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Fenomena Umrah Dalam Perspektif Dakwah Dan Bisnis Pattaling, Pattaling; Akram Ista; Patmawati, Patmawati; Akhmad Sukardi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.12873

Abstract

Fenomena umrah di Indonesia mengalami perkembangan pesat, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai persoalan, seperti maraknya kasus biro perjalanan umrah yang tidak bertanggung jawab, penyelewengan dana jamaah, serta pergeseran motivasi pelaksanaan ibadah dari orientasi spiritual menuju kepentingan duniawi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena umrah dalam dua perspektif utama, yaitu dakwah dan bisnis, serta melihat bagaimana kedua dimensi tersebut saling berinteraksi dalam praktik sosial-keagamaan masyarakat Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui telaah terhadap literatur, artikel jurnal, dan dokumen terkait penyelenggaraan umrah, baik dari sisi dakwah maupun ekonomi syariah. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap hubungan antara nilai spiritual dan aktivitas ekonomi dalam konteks ibadah umrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan umrah memiliki dua dimensi yang saling melengkapi: pertama, sebagai sarana dakwah yang menumbuhkan kesadaran spiritual, ukhuwah Islamiyah, dan penguatan nilai-nilai ibadah; kedua, sebagai sektor bisnis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian umat, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan industri pariwisata religi. Namun demikian, munculnya praktik komersialisasi berlebihan menunjukkan perlunya penegakan etika bisnis Islam agar tidak mengaburkan makna sakral ibadah. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara nilai dakwah dan prinsip bisnis syariah dalam pengelolaan perjalanan umrah. Para penyelenggara diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga menanamkan nilai amanah, kejujuran, dan tanggung jawab spiritual, sehingga pelaksanaan umrah tetap menjadi ibadah yang membawa keberkahan bagi jamaah dan masyarakat luas.
Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Prinsip Sustainable Development Dalam Meningkatkan Kualitas Lingkungan Kerja Yang Produktif: Sebuah Kajian Literatur Ista, Akram; Hadiasman Ibrahim; Suhra Wardi; Ferdi Fathurohman; Aiedil Pebri Suwarna
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15600

Abstract

Pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang tidak berkelanjutan menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang berimbas langsung pada kualitas lingkungan kerja. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dalam pengelolaan SDA terhadap penciptaan lingkungan kerja yang produktif. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif melalui library research, dengan mengumpulkan berbagai macam referensi yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam berbasis sustainable development khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas di lingkungan kerja. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan sustainable development dalam pengelolaan sumber daya alam dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja yang produktif berdasar dalam 4 P, yaitu: profit (efisiensi ekonomi), planet (keberlanjutan lingkungan), people (keadilan sosial) dan partnership (kolaborasi lintas sektor). Penerapan 4 prinsip ini mendorong perusahaan dan lembaga publik untuk menjadikan sustainability sebagai bagian dari budaya organisasi, guna memastikan keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan kesejahteraan sosial-ekologis jangka Panjang. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam mendesain kebijakan manajemen lingkungan kerja yang berbasis pada prinsip-prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan berkelanjutan.
The Message of Tauhid in Seserahan: Reinterpreting Premarriage Traditions Through the Lens of Maqashid Syariah Fikri, Mursyid; Usman, Abur Hamdi; Rudianto; Syahruddin, Muhammad; Ista, Akram
Palita: Journal of Social Religion Research Vol. 11 No. 1 (2026): Palita : Journal of Social Religion Research
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v11i1.8194

Abstract

The tradition of seserahan in Indonesian Muslim society constitutes an important part of the premarital process and carries symbolic, moral, and spiritual meanings. However, in contemporary practice, seserahan is often reduced to a display of prestige, consumption, and social status, thereby obscuring its religious substance. This study aims to reinterpret the tradition of seserahan through the perspective of tauhid and maqāṣid al-syarī‘ah, and to examine the extent to which this tradition remains aligned with the principle of maslahah in Muslim family life. This research employs a qualitative systematic literature review of 20 scholarly publications published between 2021 and 2025, selected from relevant academic sources on marriage, premarital traditions, Islamic law, and maqāṣid al-syarī‘ah. The data were analyzed thematically using two analytical parameters, namely tauhid as a spiritual-theological framework and the five essential objectives of maqāṣid al-syarī‘ah: hifzh ad-dīn, hifzh an-nafs, hifzh al-‘aql, hifzh an-nasl, and hifzh al-māl. The findings show that seserahan can reflect Islamic values and contribute to the realization of the objectives of sharia when it is practiced proportionally, ethically, and with a worship-oriented intention. At the same time, the literature also indicates a shift in meaning in modern society, where seserahan is frequently shaped by materialism and social pressure. This study concludes that reconstructing seserahan on the basis of tauhid and maqāṣid al-syarī‘ah is necessary in order to restore its function as a medium of moral education, spiritual commitment, and the formation of a sakinah family.