Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISA HASIL PENGELASAN SMAW PADA SISTEM SAMBUNGAN PIPA AISI C-1020 STEAM H2O2 (BOILER) SECARA DT DAN NDT PADA PT. PUPUK ISKANDAR MUDA M. ZAHRUL BAWAZIR; SARIYUSDA SARIYUSDA; DARMEIN DARMEIN
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 6, No 2 (2022): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v6i2.3329

Abstract

Perkembangan teknologi yang berkembang pada saat ini salah satunya adalah bidang pengelasan. Ruang lingkup teknik pengelasan pada era industrialisasi saat ini banyak dipergunakan pada bidang konstruksi suatu pemesinan, bangunan, perkapalan, pesawat terbang dan bidang lainnya. Luasnya penggunaan teknologi pengelasan ini disebabkan karena kontruksi bangunan dan mesin yang dibuat dengan teknik pengelasan menjadi lebih ringan dan lebih sederhana dalam proses pembuatanya. Hal ini juga didasarkan pada biaya yang murah, hemat tenaga dan penghematan energi. Pengelasan yang sering ditemui dilapangan adalah las oksi asetilin dan las listrik. Pengelasan SMAW banyak di pergunakan dalam proses pengelasan busur. Proses ini mempunyai fleksibilitas maksimum dan mampu untuk pengelasan berbagai macam logam, industri otomotif, perkapalan dan lain- lain sebagainya. Las busur listrik termasuk salah satu jenis pengelasan yang banyak dipakai dalam proses pengelasan kontruksi baja.Kata Kunci:  SMAW,Baja Karbon AISI C-1020,Elektroda
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BUAH COKLAT DENGAN DAYA 5.5 HP M Nur Hubaizah Haris; Sariyusda Sariyusda; Hamdani Hamdani; Zaini Zaini
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 2 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i2.2010

Abstract

Tujuan dari pembuatan mesin pemecah buah coklat dengan daya 5.5 HP ini adalah: (1) pemilihan mesin yang sesuai untuk proses permesinan, (2) pemilihan bahan yang sesuai untuk alat, (3) menghitung biaya pembuatan alat, (4) gambar assembly dan detail, (5) menganalisa component mesin menggunakan software catia v5.Konsep pembuatan mesin pemecah buah coklat dengan daya 5.5 HP ini mengacu pada tahapan konsep perencanaan Pahl dan Beitz yaitu: (1) perencanaan dan penjelasan tugas, (2) prencanaan konsep produk, (3) perencanaan bentuk pada produk, (4) perencanaan rinci/detail. Alat-alat yang digunakan untuk membuat mesin pemecah buah coklat dengan daya 5.5 HP ini adalah: (1) kertas, (2) pensil, (3) kom-puter, (4) software catia, (5) printer. Langkah proses pembuatan mesin pemecah buah coklat dengan daya 5.5 HP ini adalah: (1) mencari produk jadi yang tersedia dipasaran, (2) me-milih material dan teknik produksi, (3) mendalami keter-batasan ruang, (4) mengidentifikasi komponen-komponen produk, (5) menge-mbangkan interface atau titik kontak antara dua buah komponen, (6) member bentuk, (7) evaluasi, (8) perbaikan material dan cara produksi, (9) perbaikan bentuk.Mesin pemecah buah coklat ini me-mpunyai spesifikasi antara lain: (1) berdimensi 500 x 1300 x 1100 mm, (2) me-mpunyai daya penggerak motor bensin  dengan daya 5.5 HP, (3) system transmisi mengguna-kan sabuk dan puli, (4) proses me-mecahkan buah coklat me-merlukan wakti 288 kg/jam (288 kg dalam waktu 1 jam), (5) taksiran harga jual yang ditawarkan adalah senilai Rp. 2.958.260,- Kata kunci: buah, coklat, daya, mesin
MEMBUAT MESIN PENGUPAS KULIT BUAH PINANG KERING Deny Alfian; Darmein Darmein; Sariyusda Sariyusda
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v2i1.641

Abstract

Pengupasan kulit buah pinang dengan menggunakan mesin tergolong lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan pengupasan buah pinang secara manual, berdasarkan hal tersebut saya sangat tertarik untuk membuat ” Mesin Pengupas Kulit Buah Pinang Kering”. Pada pembuatan mesin pengupas kulit buah pinang ini saya mendesain diameter poros 19 mm, panjang sabuk 1549 mm dengan no sabuk 61, diameter puli motor 110,6 mm, diameter puli besar 186,8 mm dan kapasitas hopper 14,89 dm3. Selanjuntnya mesin pengupasa kulit buah pinang direncanakan akan mampu menampung buah pinang dengan kapasitas 30 Kg/jam dengan daya motor 1 HP. Setelah semua komponen jadi maka akan dilakukan perakitan, pengecatan dan test performance. Setelah pengujian dilakukan pengupasan buah pinang kering menggunakan pisau atau parang membutuhkan waktu yang lumanyan lama mencapai 15 menit dalam proses pengupasan, pada pengujian ini dilakukan 1 Kg pinang 88 buah yang sudah kering. Sedangkan pengupasan kulit buah pinang kering  menggunakan mesin cuma membutuhkan waktu 2 menit. Dalam hal ini maka pengupasan buah pinang kering lebih efektif  menggunakan mesin. Kata kunci :  Mesin pengupas kulit buah pinang kering, Mata pisau, Pengujian performance
MODIFIKASI PISAU PEMARUT PADA RANCANG ULANG MESIN PEMARUT SAGU DENGAN DAYA 0,5 DAN PUTARAN 1420 RPM Abdul Azis; Sariyusda Sariyusda; Fakhriza Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v2i2.530

Abstract

Alat parut sagu yang telah dihasilkan pada perencanaan dan perancangan ini adalah alat parut sagu bertenagamotor listrik dengan putaran 1420 dengan daya 0.5 HP, dengan diameter silinder parut 55 mm, panjang 20 mmdan kecepatan putar 1420 rpm. Dengan adanya pabrikasi dan aplikasi teknologi alat pemarut sagu padaindustri di pedesaan, akan medorong pengembangan industri dengan peran utama adalah petani. secaralangsung akan bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat, perbaikan pendapatan dan kesejahteraan,penyedian bahan pangan karbohidrat dengan mutu yang memadai serta meningkatkan bahan bakuindustri.Karena bahan-bahan yang dibutuhkan untuk proses pembuatan alat ini masih bisa didapatkan denganmudah dan terjangkau. Serta karena pemodifikasian pemarut sagu ini dirancang supaya bisa bergerak danmudah dioperasikan maka berarti alat ini layak diterapkan pada industri-industri kecil didesa yang digunakanuntuk pengolahan sagu.Kata Kunci : Modifikasi, Pisau Pemarut Sagu, Sagu, Putaran 1420 RPM
Fabrikasi Rangka Alat Pencetak Piring Dari Pelepah Pinang Berbasis Sistem Kontrol Elektro Pneumatik Marzuki Marzuki; Samsul Bahri; Sariyusda Sariyusda; Nawawi Juhan; Hamdani Hamdani
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v12i1.15278

Abstract

Sebagai komponen struktural utama, rangka pada alat pencetak piring dari pelepah pinang berfungsi sebagai tulang punggung mekanis dari seluruh unit sistem elektro pneumatic dan sitem pemanas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang serta memfabrikasi rangka yang kokoh, aman, dan ergonomis sehingga mampu menjamin stabilitas proses pengepresan pelepah pinang menjadi piring biodegradable. Metode penelitian meliputi Desain rangka menggunakan software CAD, pemilihan material konstruksi, perhitungan pembebanan statis dan dinamis, pembuatan gambar kerja, proses pemesinan, pengelasan SMAW, serta perakitan komponen. Material baja ASTM A36 dipilih karena memiliki kekuatan tarik dan kelenturan yang memadai untuk menahan beban tekan dan panas. Hasil analisis menunjukkan tegangan maksimum pada rangka sebesar 182,7 MPa, masih di bawah batas luluh material dengan faktor keamanan 1,29. Dimensi akhir rangka adalah 680 × 688 × 1460 mm, sesuai dengan desain yang direncanakan.Proses fabrikasi melibatkan pemotongan, penggerindaan, pengeboran, milling, dan pengelasan SMAW. Estimasi waktu total fabrikasi adalah 17.5  jam yang terdiri dari waktu pemesianan 6 jam dan waktu pengelasan atau perakitan 6 jam dan waktu pengecatan 5.5 Jam. Uji fungsional membuktikan bahwa rangka mampu menopang seluruh sistem pneumatik dan unit pemanas tanpa deformasi signifikan, serta memungkinkan pergantian mold secara praktis. Dengan demikian, rangka hasil fabrikasi dinyatakan layak untuk mendukung produksi piring dari pelepah pinang yang ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif pengganti plastik sekali pakai.. Kata kunci—1;Desain Rangka, 2;Fabrikasi Rangka, 3;Proses Pemesinan, 4;Proses Pengelasan,   5; Proses Perakitan