Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-PORTFOLIO FASHION DESIGN SEBAGAI MEDIA PERSONAL BRANDING PRIMA SHITA, NABILA; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v7i2.24891

Abstract

IMPLEMENTASI FASHION PERFORMANCE K-POP IDOL TERHADAP K-POP DANCE COVER DI SURABAYA DWI ANJANI PUTRI, AMALIA; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v7i3.25144

Abstract

Abstrak K-Pop Dance Cover adalah seorang individu atau suatu group menirukan penampilan koreografi sehingga merasa tampak seperti artis K-Pop asli, termasuk menirukan koreografi, pakaian dan aksesoris saat tampil, dan ekspresi wajah (Thanh, 2015:152).Fashion performance sangat berpengaruh pada setiap penampilan boygroup atau girlgroup K-Pop dengan konsep kostum, gaya rambut, make-up, hingga aksesoris yang berbeda sesuai dengan lagu yang ditampilkan (Park, 2011:30). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana group K-Pop Dance Cover mencari inspirasi untuk kostum fashion performance, mengetahui analisis deskriptif perbandingan kostum fashion performanceK-Pop dance coverdengan K-Pop Idol,dan mengetahui proses pengadaan kostum fashion performanceK-Pop dance cover. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode triangulasi teknik, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Analisis data yang dilakukan dengan tiga tahap yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa group K-Pop dance cover mendapatkan inspirasi kostum K-Pop idol yang dikenakan saat liveperformance atau musicvideo k-pop melalui media internet dan situs Youtube. Pada analisis perbandingan kostum fashion performance, dari busana utama hingga aksesoris yang dikenakan group dance cover tampak mirip seperti group k-pop idol. Kostum dance cover sebagian besar melalui pesanan khusus yang dibuatkan oleh penjahit, terdapat tim khusus yang membuatkan kostum dengan cara mencetak motif sendiri yang mirip dengan kostum k-pop idol. Pada penampilan setiap anggota group dance cover, mulai dari make-up, hair-do, kostum busana utama, busana pelengkap, akesoris serta detail dan hiasan busana dibuat mirip dengan setiap anggota group k-pop idol yang ditiru, sehingga melihat secara keseluruhan tampilan setiap group dance cover mirip dengan group k-pop idol. Kata kunci: k-popidol,dance cover, kostum,fashion performance Abstract K-Pop Dance Cover is a performance by individual or a group that imitate the choreography as looks like K-Pop idol, consist of imitating the choreography, costume fashion, accessories and facial expressions while performing. (Thanh, 2015:152). Fashion performance reflects a great effect of every boygroup and girlgroup performance in K-Pop industry by presents a distinct costume concept, hairstyle, make-up, and accessories in every different song performances.(Park, 2011:30). The purposes of this research are to find out how K-Pop dance cover group searching for inspiration of costume fashion performance, find out the description analysis of costume fashion performance between K-POP dance cover and K-Pop idol, and to find out the procurement process of costume fashion performance of K-Pop dance cover. The type of this research is descriptive qualitative by using triangulation technique as data accumulation, with three steps, insist of; observation, interview, and documentation. Data analysis by doing three steps, insist of; data reduction, data display, and conclusion drawing.The research result shows that K-Pop dance cover group got inspiration for costume wear by K-Pop idol in live performance or music video in internet and shared video website, Youtube. In comparison of costume, from the primary costume to accessories that wear by dance cover group looks very much same in similarity with K-Pop idol group, but in comparison result there is still lack and missing in details.Procurement in costume by special order to dressmaker or tailor, there is a special team within the group that making costume by self-produced printing. In appearance of every group member, from the make-up, hair do, costume, additional costume, accessories, also details and fashion ornaments are made really precise and looks very similar by K-Pop idol. The final appearance performance of K-Pop dance cover group looks very similar with K-Pop idol group. Keywords: k-pop idol, dance cover, costume, fashion performance.
PENERAPAN MOTIF DAUN PEPAYA DAN ADAS SOWA DENGAN TEKNIK ECO PRINTING PADA BLUS LARASATI, NANDA; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i2.27009

Abstract

Abstrak Alam dapat menjadi inspirasi utama dalam berkarya, salah satunya dalam pembuatan motif menggunakan bahan alam dengan teknik eco printing. Teknik ini memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan utama dalam pembuatan motif dengan cara memindahkan bentuk dan warna tumbuhan pada kain.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi motif daun papaya dan daun adas sowa dengan teknik eco printing pada blus menggunakan kain katun, linen dan rami ditinjau dari aspek warna yang muncul dan bentuk motif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dimaksudkan untuk mengamati hasil jadi motif eco printing pada blus, dengan menggunakan perhitungan data sebagai acuan untuk memaparkan hasil yang sudah diamati dalam bentuk tulisan. menggunakan dua aspek yaitu aspek munculnya warna dan aspek bentuk motif eco printing. Analisis data menggunakan perhitungan mean, data akan diubah dari nilai bentuk frekuensi ke dalam bentuk nilai rata-rata. Hasil analisis data tersebut menunjukkan hasil jadi motif daun pepaya dan daun adas sowa pada blus berbahan katun memperoleh nilai mean sebesar 2.17 pada aspek munculnya warna dan 3.40 pada aspek bentuk motif eco printing, sehingga kain katun dapat dikategorikan baik. Hasil jadi motif daun pepaya dan daun adas sowa pada blus berbahan linen memperoleh nilai mean sebesar 1.80 pada aspek munculnya warna dan 3.33 pada aspek bentuk motif eco printing, sehingga kain linen dapat dikategorikan cukup baik. Sedangkan Hasil jadi motif daun pepaya dan daun adas sowa pada blus berbahan rami memperoleh nilai mean sebesar 1.70 pada aspek munculnya warna dan 2.93 pada aspek bentuk motif eco printin, sehingga kain rami dapat dikategorikan cukup baik Kata Kunci : Teknik Eco Printing, Daun Pepaya, Daun Adas Sowa, Motif. Abstract Nature is an inspiration source for human being to make an artwork, one of which is the making of motifs using natural materials with eco printing techniques. This technique uses plants as the main ingredient in making motifs by transferring the shape and color of plants to the fabric. The aims of this resource was to study the results of the papaya leaves and adas sowa leaves motifs using eco printing techniques on blouses using different types of fabrics are cutton, linen, and rami interms of the appearance of color aspects and the shape of eco printing motif aspects.. The research method used in this research is quantitative descriptive which aims to produce the results of eco printing motif using two aspects of the appearance of color aspects and the shape of eco printing motif aspects. Data analysis used in this reasearch is mean calculations that the data transferred will be changed from the frequency form value to the average value. The results of this data analysis showed the results of the papaya leaves and adas sowa leaves motifs on cotton blouses obtained an average value of 2.17 in the appearance of color aspects and 3.40 in the shape of eco printing motif aspects, so cutton fabric can be categorized as good. The results of the papaya leaves and adas sowa leaves on linen blouses obtained an average value of 1.80 in the appearance of color aspect and 3.33 in the shape of eco printing motif aspects, so linen fabric can be categorized as fair. While the results of the papaya leaves and adas sowa leaves motifs on blouses made from ramie obtained an average value of 1.70 in the appearance of color aspects and 2.93 in the shape of eco printing motif aspects, so rami fabric can be categorized as fair. Key Word : Eco Printing Technique, Papaya Leaves, Adas Sowa Leaves, Motif
BATIK PACE PACITAN SHOLIKHAH, UMU; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i2.27135

Abstract

PENGARUH PERBANDINGAN AIR MINERAL DAN NATRIUM HIPOCHLORITE TERHADAP HASIL JADI MOTIF DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK DISCHARGE STAMP PADA ROK BERBAHAN DENIM DINI APRILIA, INDAR; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i2.27445

Abstract

Pengaruh Jenis Interfacing Terhadap Hasil Jadi Manipulating Fabric Box Pleats Pada Rok Suai SAADAH, UMI; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i3.28614

Abstract

Abstrak Interfacing merupakan kain pelapis yang ditambahkan dan di letakkan pada bagian buruk kain sebagai pendukung dan memelihara stabilitas bentuk pakaian. Pelapis interfacing ini biasanya digunakan pada bagian busana seperti kerah, manset, ikat pinggang, saku, lubang kancing, dan lain sebagainya. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui pengaruh penggunaan interfacing antara pelapis woven fusible interfacing 901, nonwoven fusible interfacing 25F, dan knit fusible tricot interfacing terhadap hasil jadi manipulating fabric box pleats pada rok suai. (2) Untuk mengetahui hasil jadi manipulating fabric box pleats yang terbaik antara penggunaan pelapis woven fusible interfacing 901, nonwoven fusible interfacing 25F, dan knit fusible tricot interfacing pada rok suai ditinjau dari aspek bentuk dan volume, proporsi, daya pakai, serta nilai estetika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian komparatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan metode observasi (check list) yang terdiri dari 30 responden yaitu dosen dan mahasiswa Tata Busana Unesa. Dalam pengolahan data penelitian ini menggunakan analisis statistik nonparametrik uji Kruskal Wallis dengan bantuan SPSS versi 20 taraf nyata 5%. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil penelitian sebagai berikut: (1) terdapat pengaruh jenis interfacing terhadap hasil jadi manipulating fabric box pleats pada rok suai. (2) Hasil jadi manipulating fabric box pleats pada rok suai yang terbaik adalah produk dengan penggunaan pelapis woven fusible interfacing 901. Kata kunci: jenis interfacing, manipulating fabric box pleats, rok suai.
PENGARUH JUMLAH MORDAN TAWAS DENGAN EKSTRAK BUNGA BELIMBING WULUH (AVERHOA BILIMBI L) TERHADAP PEWARNAAN GONI (JUTE) DWI LINDA AYU PUSPITASARI, ROFICA; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i3.28653

Abstract

PENGARUH JUMLAH MORDAN TAWAS DENGAN EKSTRAK BUNGA BELIMBING WULUH (AVERHOA BILIMBI L) TERHADAP PEWARNAAN GONI (JUTE) Rofica Dwi Linda Ayu Puspitasari Program Studi S-1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Roficadwilinda.rdl@gmail.com Yulistiana Dosen Pembimbing PKK, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Yulistiana@unesa.ac.idAbstrak Bunga Belimbing Wuluh ( Averhoa Belimbi L) mengandung pigmen warna dan memiliki kandungan zat antosianin dapat dijadikan zat warna alami ramah lingkungan. Pada penelitian ini zat warna alami (bunga belimbing wuluh) diterapkan pada pewarnaan goni (jute). Jenis mordan yang digunakan yaitu mordan tawas dengan jumlah yang berbeda, mordan tawas 100 gram, 150 gram, dan 200 gram. Tujuan penelitian ini adalah yang pertama untuk mengetahui pengaruh jumlah mordan tawas dengan perbandingan 100 gram ,150 gram, dan 200 gram terhadap hasil jadi pewarnaan goni (jute) dengan ekstrak bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L). Kedua untuk mengetahui hasil jadi pewarnaan terbaik dari perbandingan jumlah mordan tawas yang berbeda pada pewarnaan alami menggunakan ekstrak bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap goni (jute) ditinjau dari aspek kerataan warna, ketajaman warna, dan daya serap warna. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi yang diolah menggunakan uji anova tunggal (one way anova) dengan SPSS 23 dengan taraf signifikan ? ? 0.05. Hasil analisis anova tunggal menunjukkan bahwa adanya pengaruh Jumlah Mordan Tawas Dengan Ekstrak Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa Blimbi L) Terhadap Pewarnaan Goni (Jute) ditinjau dari aspek kerataan warna, ketajaman warna, dan daya serap warna. Dari jumlah mordan yang berbeda 100 gram, 150 gram, dan 200 gram dari aspek kerataan warna mordan tawas dengan jumlah mordan 200 gram lebih terlihat merata dengan baik dibandingkan mordan tawas dengan jumlah 150 gram, dan 100 gram. Dari aspek ketajaman warna mordan dengan jumlah 200 gram menghasilkan warna dengan kategori ketajaman yang baik, untuk mordan 150 gram tergolong kategori kurang baik, dan untuk mordan 100 gram tergolong kategori ketajaman tidak baik. Dari aspek daya serap warna hasil mordan tawas 200 gram lebih menyerap zat warna dengan baik dibandingkan dengan mordan tawas 150 gram, dan 100 gram. Kata Kunci : Pewarnaan, Bunga Belimbing Wuluh, Mordan Tawas, Goni Abstract Averhoa Belimbi L flower contains color pigments and has anthocyanin content which can be used as an environmentally friendly natural dye. In this study, natural dyes (Averhoa Belimbi L flower) were applied to jute staining. The type of mordan used is mordan alum with different amounts, mordan alum 100 grams, 150 grams, and 200 grams. The purpose of this study was the first to determine the effect of the amounts of mordan alum with a ratio of 100 grams, 150 grams, and 200 grams to the yield of jute staining with the extract of Averrhoa bilimbi L flower. Secondly to find out the best results of coloring from the comparison of the amount of different alum mordans on natural dye using the extract of Averrhoa bilimbi L flower to jute in terms of color flatness, color sharpness, and color absorption. Data collection techniques in this study were observations that were processed using a single anova test (one way anova) with SPSS 23 with a significant level of ? ? 0.05. The results of a single ANOVA analysis showed that there was an effect of the amount of Mordan Alum with Flower Extract Averrhoa Blimbi L on Jute staining in terms of color flatness, color sharpness, and color absorption. From the amount of different mordans 100 grams, 150 grams, and 200 grams of the flatness aspect of the mordan alum with 200 grams of mordan is more evenly distributed compared to mordan alum with 150 grams, and 100 grams. From the sharpness aspect of the mordan with the amount of 200 grams it produces color with a good sharpness category, for the mordan 150 grams is classified as a bad category, and for the 100 gram mordan is classified as a bad sharpness category. From the aspect of color absorption, the results of the 200 gram mordan alum absorb the dye better than the mordan alum 150 grams, and 100 grams. Keywords : Staining, Averrhoa Blimbi L Flower, Mordan Alum, Jute
KAJIAN ETNOGRAFI BATIK GENTONGAN TANJUNG BUMI MADURA PUJI PRATIWI, IRMEI; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i3.29995

Abstract

Desa Paseseh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan Madura menyimpan berbagai macam kebudayaan dan kearifan lokal yang sangat menarik untuk diteliti dan dipelajari. Mulai dari keindahan alam,kehidupan masyarakat yang ramah tamah,Mitos-mitos Batik Gentongan,serta arsitektur (Tanean Lanjang) yang sangat menarik untuk dipahami dan di lestarikan keberadaannya. Keindahan Batik Tulis Gentongan Tanjung Bumi mempunyai ragam hias ekspresif,tegas dan colourful. Beragam motif yang mengandung filosofi. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ingin meneliti tentang Motif,warna,filosofi dan proses pembuatan Batik Gentongan. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti saat ini adalah jenis penelitian kombinasi penerapan metode kualitatif dan metode etnografi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen pengumpulan data berupa, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik Triangulasi data digunakan untuk mengukur keabsahan data yang telah diperoleh. Hasil Penelitian menyatakan beberapa motif pakem mengenai Batik Gentongan diantaranya Sek Melayah, Panji Susi,ar Tel Cantil, Bang Ompay, Sabut, Mimbeh, Car Cenah, Vie Elvie, Sekoh Bujel, Rong Terong, Ajem Kateh,, Sek Buluh, Ajem Kekkok,, Krocok,Panceng Liris, Cumi-cumi,Oget. Ornamen Utama dan tambahan yaitu daun,bunga, buah, biji-bijian, Air, hewan laut maupun darat. Untuk Ornamen Isen sering kali juga mengambil Bunga, Binatang Laut maupun Binatang Darat. Warna Batik Gentongan yang asli adalah Coklat, Merah,Hitam. Setelah dikembangkandengan pewarna alami bahan-bahan yang lainnya, menghasilkan warna Merah Muda, kuning, hijau, Biru Tua, Abu-abu. Proses pembuatan Batik Gentongan berbeda dari Batik Yang lain untuk bagian awal sebelum digambar dengan canting. Kain mori direndam minyak dempel dan setelah kering baru dicanting, lalu untuk perendaman warna dilakukan di Gentong yang sudah turun-temurun dipakai oleh perajin. Untuk proses canting perajin memakai canting tradisional.
PENGARUH STRENGTH LEVEL SMUDGE TOOL PADA ADOBE PHOTOSHOP TERHADAP DESIGN FINISHING BUSANA PESTA SAUQI, AHMAD; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v9i1.30767

Abstract

PENERAPAN DESAIN MOTIF BUNGA PADA SCARF MENGGUNAKAN TEKNIK ECO PRINTING IKHSANI, NURUL; YULISTIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v9i2.33618

Abstract