Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Code-Switching and Code-Mixing Strategies in Multilingual Family Communication on the Ueno Family Japan YouTube Content Lestari, Kafifah Ayu; Sofyaningrum, Rosita
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 15 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to describe the forms of code-switching and code-mixing and to analyze their use as language strategies in the YouTube channel Ueno Family Japan. A qualitative descriptive method was employed through video observation and detailed utterance recording. The findings reveal that code-switching and code-mixing are consciously used to adapt language for the audience, assert the family’s multicultural identity, foster emotional closeness, and enhance communication effectiveness. Code-switching mainly occurs inter-sententially and via tag insertions, while code-mixing appears as foreign words inserted into Indonesian sentences. These findings suggest that code-switching and code-mixing are not merely linguistic phenomena but functional and adaptive communicative strategies in multilingual family interactions on digital platforms.
Tradisi Sadranan sebagai Ekspresi Folklor dan Identitas Budaya Masyarakat Desa Kalisari Ariviani, Yossi Aliya; Sofyaningrum, Rosita
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 15 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describes the form, implementation, values of local wisdom, and efforts to preserve the Sadranan tradition in Kalisari Village, Rowokele District, Kebumen Regency. This study uses a descriptive qualitative approach with a folklore study based on Alan Dundes' theory. Data were obtained through observation, in-depth interviews with village heads, hamlet heads, traditional leaders, and community members, as well as documentation of Sadranan activities. The results of the study indicate that the Sadranan tradition in Kalisari Village is a folklore that is still practiced in society, encompassing oral, partly oral, and non-verbal folklore. The implementation of this tradition includes communal prayer, tahlil (religious remembrance), pilgrimage, kenduri (celebration), and communal eating as a form of respect for ancestors and an expression of gratitude to God Almighty. The values of local wisdom contained in the Sadranan tradition include religious values, togetherness, mutual cooperation, social solidarity, respect for ancestors, and preservation of tradition. Efforts to preserve the tradition are carried out through hereditary inheritance, active involvement of the community across generations, and the role of village officials in organizing activities. Even though there are changes in the form of implementation due to developments in people's lifestyles, the essence and socio-cultural function of the Sadranan tradition remains intact.. Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan bentuk, pelaksanaan, nilai-nilai kearifan lokal, serta upaya pelestarian tradisi Sadranan di Desa Kalisari, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian folklor berdasarkan teori Alan Dundes. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala desa, kepala dusun, tokoh adat, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan Sadranan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Sadranan di Desa Kalisari merupakan folklor yang masih dipraktikkan dalam masyakarat yang mencakup folklor lisan, sebagian lisan, dan nonlisan. Pelaksanaan tradisi ini meliputi doa bersama, tahlil, ziarah, kenduri, dan makan bersama sebagai wujud penghormatan kepada leluhur dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Sadranan meliputi nilai religius, kebersamaan, gotong royong, solidaritas sosial, penghormatan terhadap leluhur, dan pelestarian tradisi. Upaya pelestarian tradisi dilakukan melalui pewarisan turun-temurun, keterlibatan aktif masyarakat lintas generasi, serta peran perangkat desa dalam pengorganisasian kegiatan. Meskipun terdapat perubahan dalam bentuk pelaksanaan akibat perkembangan gaya hidup masyarakat, esensi dan fungsi sosial-budaya tradisi Sadranan tetap terjaga  
Konstruksi dan Reproduksi Bahasa Kasar YouTuber Gaming dan Penggunaannya oleh Generasi Z Firmansyah, Arif; Sofyaningrum, Rosita
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 15 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describes the use of an abusive language in gaming content produced by Silvan Vannes as a gaming YouTuber and its reproduction in Generation Z's digital communication. The study uses a sociolinguistic approach with descriptive qualitative methods. The research data consists of 20 utterances containing offensive language. The data were analyzed using taboo domain classifications including sexual taboos, body parts, animals, activities, and emotional expressions, as well as pragmatics. The results show that an abusive language in gaming YouTuber content functions not only as an expression of anger or annoyance, but also as an entertainment strategy, emotional expression, digital identity, and a marker of solidarity within the gaming community. In addition, some words experience changes in meaning through the processes of euphemism, amelioration, and pejoration, demonstrating the flexibility of meaning in digital communication. These forms of an abusive language are then reproduced by Generation Z in their online interactions across various digital communication platforms, thus shaping their language style and interaction patterns within the virtual community.. Abstrak Artike ini mendeskripsikan penggunaan bahasa kasar dalam konten gim yang diproduksi oleh Silvan Vannes sebagai You Tuber gaming serta reproduksinya dalam komunikasi digital Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa 20 tuturan yang mengandung bahasa kasar. Data dianalisis menggunakan klasifikasi domain tabu meliputi tabu seksual, bagian tubuh, binatang, aktivitas, dan ekspresi emosional, serta pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa kasar dalam konten YouTuber gim tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi kemarahan atau kekesalan, tetapi juga sebagai strategi hiburan, ekspresi emosi, identitas digital, dan penanda solidaritas dalam komunitas gamer. Selain itu, beberapa kata mengalami perubahan makna melalui proses eufemisme, ameliorasi, dan peyorasi yang menunjukkan fleksibilitas makna dalam komunikasi digital. Bentuk bahasa kasar tersebut kemudian direproduksi oleh Generasi Z dalam interaksi daring mereka di berbagai platform komunikasi digital sehingga membentuk gaya bahasa dan pola interaksi dalam komunitas virtual.