Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Interpretative Phenomenological Analysis tentang Penyesuaian DirI Mahasiswa Indonesia yang Kuliah di Thailand Firstania, Syahna Arzia Dewi; Hakim, Arif Rahman; Tyas, Devi Marganing
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.452

Abstract

Mahasiswa internasional memiliki tantangan dan hambatan lebih banyak daripada mahasiswa pada umumnya, sehingga diperlukan penyesuaian diri yang baik, jika tidak dapat menyesuaikan diri maka dapat menyebabkan terjadinya dampak psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran penyesuaian diri mahasiswa Indonesia yang kuliah di Thailand. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari empat orang mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Thailand dengan rentang tinggal yang bervariasi yaitu satu sampai tiga tahun dan dipilih berdasarkan metode purposive sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Transkrip wawancara kemudian di analisis menggunakan metode interpretative phenomenological analysis (IPA) dibantu dengan software nvivo. Pada penelitian ini didapatkan tiga tema induk, yaitu: dinamika proses memahami penyesuaian diri, dinamika psikologis proses penyesuaian diri dan aspek internal pendukung proses penyesuaian diri. Selain itu, terdapat enam tema superordinat yang ditemukan, yakni: (1) hambatan penyesuaian diri, (2) aktivitas terganggu, (3) stress akulturasi, (4) konsep diri rendah, (5) resiliensi diri, dan (6) self-improvement.
Komitmen Organisasi Ditinjau Dari Work Family Conflict Melalui Mediasi Kepuasan Kerja Pada Pegawai X Sanipah, Ratih; Mora, Linda; Tyas, Devi Marganing
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.455

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji komitmen organisasi ditinjau dari work family conflict melalui mediasi kepuasan kerja pada pegawai X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas asosiatif. Selain itu, pemilihan sampel menggunakan non-probability sampling dengan sampling jenuh. Alat ukur yang digunakan dan untuk mengukur tingkat komitmen organisasi yaitu skala Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), alat ukur untuk mengukur tingkat work family conflict yaitu Work Family Conflict Scale dan alat ukur untuk mengukur tingkat kepuasan kerja yaitu skala Minnesota Statisfaction Questionnaire (MSQ) versi short-form. Analisis data melalui path analysis dengan hasil menunjukkan adanya pengaruh mediasi parsial dan signifikan pada kepuasan kerja diantara work family conflict terhadap komitmen organisasi dengan nilai p= .001(p0.05). Work family conflict berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dengan nilai p= .001 (p0.05). Work family conflict berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai p= .001 (p 0.05). Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi pegawai dengan nilai p=.001 (p0.05). Hasil uji koefisien determinasi secara keseluruhan work family conflict dan kepuasan kerja memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 80.2% terhadap komitmen organisasi, sementara variabel lain yang tidak dibahas pada penelitian ini berpengaruh sebesar 19.8%.
PENGARUH SCHOOL WELL-BEING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TELUKJAMBE KARAWANG Wishal Zaelani Apryansyah; Nur Ainy Sadijah; Devi Marganing Tyas
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Telukjambe Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Telukjambe karawang sebanyak 352 siswa dan sampel sebanyak 187 siswa. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis accidental sampling. Populasi siswa terdiri dari siswa kelas XI menjadi subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan dua skala psikologi. Untuk mengukur school well-being menggunakan skala yang diadopsi dari Lathifah dkk. (2021) dengan 26 aitem valid sebesar (ɑ = 0.860). Untuk mengukur motivasi belajar menggunakan skala yangdiadopsi dari Nuraini (2021) dengan 25 aitem valid sebesar (ɑ = 0.867). Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana menunjukan nilai signifikan sebesar 0.000 (sig. <0.05) artinya terdapat pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji koefisien determinasi sebesar 0,274 atau pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar sebesar 27,4% This study aims to determine the effect of school well-being on learning motivation in class XI students of SMA Negeri 1 Telukjambe Karawang. This study uses a quantitative approach. The population in this study were grade XI students of SMA Negeri 1 Telukjambe Karawang as many as 352 students and a sample of 187 students. The sampling method used is non probability sampling with accidental sampling type. The student population consists of grade XI students being the subject of research. This study used two psychological scales. To measure school well-being using a scale adopted from Lathifah et al. (2021) with 26 valid items of (ɑ = 0.860). To measure learning motivation using a scale adopted from Nuraini (2021) with 25 valid items of (ɑ = 0.867). Data analysis using simple linear regression analysis shows a significant value of 0.000 (sig. <0.05), meaning that there is an effect of school well-being on learning motivation, which means Ha is accepted and Ho is rejected. The test result of the coefficient of determination is 0.274 or the effect of school well-being on learning motivation is 27.4%.
Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Perilaku Bunuh Diri Pada Remaja Di SMAK X Yulyanti Minarsih; Yohanes Hans Monteiro; Devi Marganing Tyas; Nur Ainy Sadijah
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7130

Abstract

Suicide is a consciouse effort and aims to end life, the individual consciously desires and attempts to realize his desire to die. Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence is a transtional period where it is often difficult to complete things problem. This difficulty gives rise to suicidal behavior in adolescents. Mental health refers to a good emotional and psychological condition, which allows individuals to use their congnitive and emotional abilities optimally in daily life. The aim pf this research was to determine the influence of mental health on adolenscent suicidal behavior at SMAK X. The research with a two group pretest-posttest design. The total sample for this study was 30 teenagers. The sampling technique is proposive sampling. The statistical test used is the paired samples T Test. There is an influence of mental health on suicidal behavior among teenagers at SMAK X.
SOSIALISASI: PENGUATAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PROGRAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Devi Marganing Tyas; Yulyanti Minarsih; Anggun Pertiwi; Vania Zaimatun Nisa; Bramusti Aji Prabowo
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 7 No 1 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v7i1.9930

Abstract

Kesuksesan anak dalam pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab para pendidik, tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua. Harmoni antara apa yang dipelajari anak di sekolah dan di rumah sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Orang tua bertanggung jawab mendidik anak di rumah, sementara pendidik bertugas dalam proses pendidikan di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, keduanya harus saling berkoordinasi agar dapat menghadirkan perlakuan yang konsisten dan sesuai dengan kesepakatan bersama dalam pengasuhan anak sehari-hari. Namun, pada kenyataannya salah satu masalah yang ditemukan adalah bahwa masih ada orang tua yang percaya bahwa tanggung jawab utama atas keberhasilan pendidikan anak mereka terletak pada guru, padahal seharusnya orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak prasekolah. Berdasarkan hal tersebut pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan urgensi keterlibatan orangtua dalam mendampingi pembelajaran anak. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TK KB Terpadu AL-Fajar, Juwiring, Klaten. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah dan diskusi yang melibatkan orangtua sisswa. Dengan adanya sosialisasi penguatan keterlibatan orangtua dalam proses Pendidikan anak, harapannya dapat meningkatkan dan membentuk kesadaran orang tua sebagai guru pertama terkhusus di lingkungan rumah dalam mendukung capaian pembelajaran anak. Serta, terciptanya suasana lingkungan yang kondusif bagi para anak usia dini dalam mencapai tahap perkembangannya.
Menjaga Kesejahteraan Psikologis Guru Honorer: Peran Harga Diri dan Optimisme di Kabupaten Karawang Prihatin, Desi Martiya; Riza, Wina Lova; Tyas, Devi Marganing
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i02.2187

Abstract

Guru honorer di Indonesia, khususnya di Kabupaten Karawang, kerap menghadapi tantangan psikologis seperti status pekerjaan yang tidak tetap, penghasilan rendah, serta kurangnya penghargaan atas kontribusi mereka. Keadaan tersebut bisa memengaruhi kondisi psikologis mereka. Tujuan utama dalam penelitian ini yakni untuk menggali bagaimana optimisme dan harga diri mempengaruhi kesehatan psikologis guru honorer. Pendekatan yang diterapkan merupakan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian berjumlah 204 orang yang dihimpun menggunakan strategi snowball sampling. Alat ukur penelitian ini menggunakan tiga instrumen terstandar, yaitu Ryff’s Scales of Psychological Well-Being (RPWB), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan Life Orientation Test-Revised (LOT-R) yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Temuan penelitian mengindikasikan adanya pengaruh signifikan antara harga diri dan optimisme terhadap kesejahteraan psikologis, memiliki tingkat signifikansi 0,000 yang berarti hasilnya sangat signifikan secara statistik. Hasil uji koefisien determinasi (R Square) mengindikasikan bahwa kedua variabel independen tersebut memberikan kontribusi sebesar 61% terhadap kesejahteraan psikologis.
SOSIALISASI: PENGUATAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PROGRAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Tyas, Devi Marganing; Minarsih, Yulyanti; Pertiwi, Anggun; Nisa, Vania Zaimatun; Prabowo, Bramusti Aji
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/hn9wt939

Abstract

Kesuksesan anak dalam pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab para pendidik, tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua. Harmoni antara apa yang dipelajari anak di sekolah dan di rumah sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Orang tua bertanggung jawab mendidik anak di rumah, sementara pendidik bertugas dalam proses pendidikan di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, keduanya harus saling berkoordinasi agar dapat menghadirkan perlakuan yang konsisten dan sesuai dengan kesepakatan bersama dalam pengasuhan anak sehari-hari. Namun, pada kenyataannya salah satu masalah yang ditemukan adalah bahwa masih ada orang tua yang percaya bahwa tanggung jawab utama atas keberhasilan pendidikan anak mereka terletak pada guru, padahal seharusnya orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak prasekolah. Berdasarkan hal tersebut pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan urgensi keterlibatan orangtua dalam mendampingi pembelajaran anak. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TK KB Terpadu AL-Fajar, Juwiring, Klaten. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah dan diskusi yang melibatkan orangtua sisswa. Dengan adanya sosialisasi penguatan keterlibatan orangtua dalam proses Pendidikan anak, harapannya dapat meningkatkan dan membentuk kesadaran orang tua sebagai guru pertama terkhusus di lingkungan rumah dalam mendukung capaian pembelajaran anak. Serta, terciptanya suasana lingkungan yang kondusif bagi para anak usia dini dalam mencapai tahap perkembangannya.
Peran Orang Tua Dalam Membentuk Motivasi Belajar Anak Di Usia Dini Firmansyah, Fitri Awan Arif; Tyas, Devi Marganing
KOLONI Vol. 4 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v4i3.736

Abstract

This paper discusses the role of parents in improving children’s learning motivation. The children refered to in this paper are children of primary school age (SD/MI) is those aged 3 years to 6 years. Parents have of very important role in the education of their children among them as a motivator. In this case the parents should always give encouragement to their children to have a passion in learning, especially in home study as a supporter of successful achiement in school. The efforts that can be done by parents in improving motivation to learn children include: 1) knowing the results, 2) providing rewards and punishments, 3) provide the necessary tools or facilities. Parents as educators should always pay attention to child’s personal development as a determinant in the treatment of education in accordance with the period or level of age and ability to think chil
Menghadapi Stres Akademik: Kontribusi Dukungan Teman Sebaya dan Konsep Diri pada Siswa SMP: Penelitian Yulyanti Minarsih; Devi Marganing Tyas; Nela Herlina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2326

Abstract

This study aims to analyze the influence of peer social support and self-concept on academic stress among students at SMP IT “X” Karawang. The research employed a non-probability sampling technique using purposive sampling, involving 100 respondents. Data were collected using the Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA) developed by Sun, Duune, Hou, and Xu (2011), the Peer Social Support Scale based on aspects proposed by Sarafino (2011), and the Tennessee Self-Concept Scale (TSCS) developed by Fitss and Warren (1996). Prerequisite tests, including normality and linearity tests, indicated that the data were normally distributed and had a linear relationship. Partial test results (t-test) showed that peer social support had a significant effect on academic stress (p = 0.035 < 0.05), and self-concept also had a significant effect on academic stress (p = 0.002 < 0.05). Simultaneous testing (F-test) revealed that peer social support and self-concept together significantly influenced academic stress with a significance level of p = 0.000 < 0.05. Additional analysis using the coefficient of determination test showed that the two independent variables simultaneously contributed 18.4% to academic stress, while the remaining 81.6% was influenced by other factors such as self-efficacy, optimism, achievement motivation, and family social support. This study highlights the importance of peer social support and self-concept in reducing academic stress among students and provides new insights for psychological interventions aimed at improving student well-being in the school environment.Abstract English version, written using Time New Roman-10, italic. Abstract contains research aim/purpose, method, and reseach results; written in one paragraph, single space among rows, using past tense sentences.
PARENTAL EDUCATION AND ITS IMPACT ON SIBLING RIVALRY AMONG TEENAGERS Rohim, Abdul; Sadijah, Nur Ainy; Tyas, Devi Marganing
EDUCATIONE Volume 3, Issue 2, July 2025
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v3i2.105

Abstract

Adolescence is a pivotal stage of development marked by emotional volatility and intensified sibling rivalry, a phenomenon particularly prevalent in Indonesian families. Prior evidence highlights parenting style as a critical determinant of sibling rivalry, yet research in Indonesian contexts remains limited. This study aims to analyze the influence of parenting styles—authoritative, authoritarian, and permissive—on the prevalence and severity of sibling rivalry among adolescents in Karawang. Utilizing a quantitative, causal-comparative design, 384 adolescents aged 11–17 completed validated scales assessing perceptions of parenting style and sibling rivalry. Multiple regression analysis revealed that authoritative parenting is significantly associated with reduced sibling rivalry, while both authoritarian and permissive parenting styles are linked to increased rivalry, with permissive parenting showing the strongest effect. Collectively, parenting styles accounted for 78.9% of the variance in sibling rivalry, emphasizing their central role in adolescent family dynamics. These findings affirm the universality of classic parenting theories and stress the urgent need for culturally adapted parental guidance programs in Indonesia. The study offers actionable recommendations for parents, educators, and policymakers seeking to foster harmonious sibling relationships and healthy adolescent development. Future research should investigate additional influencing factors, such as birth order, family stress, and socio-economic status, using longitudinal or mixed-method designs for a more comprehensive understanding.