Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Alternatif Pengelolaan Sampah Menjadi Ekoenzim untuk Mendukung Ekonomi Kreatif Masyarakat Edinov, Sanny; Fauzi, Rezki; Yuliana, Liza
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2024): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i4.432

Abstract

Secara umum pengelolaan sampah organik masih menjadi masalah besar karena biasanya langsung dibuang di TPA tanpa diolah atau dimanfaatkan terlebih dahulu serta dapat menimbulkan masalah seperti emisi gas, gas rumah kaca, gas metana yang berasal dari proses dekomposisi anaerobik sehingga dapat menimbulkan bau yang tidak sedap, selain itu lindi dari sampah berpotensi sebagai pencemar lingkungan. Salah satu jenis sampah yang dapat dimanfaatkan kembali adalah sampah buah. Ekoenzim merupakan cairan alami serbaguna yang berasal dari sisa buah/sayur, gula dan air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan peserta antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Pada kegiatan ini dibuat ekoenzim dengan memanfaatkan bahan sampah organik dari kulit buah. Proses fermentasi ekoenzim, senyawa organik diurai untuk memperoleh energi dari mikroorganisme. Ekoenzim dilihat dari segi ekonomi salah satunya dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk membeli bahan antimikroba dan antibakterial. Apabila ekoenzim dibuat dalam jumlah banyak akan menunjang perekonomian rumah tangga karena ekoenzim dapat dimanfaatkan dari segala aspek, misalnya dapat digunakan sebagai pupuk maupun sebagai bahan pembersih. Limbah kulit buah diolah menjadi produk ekoenzim dengan menambahkan gula aren sebagai substrat dan difermentasi. Hasil yang diperoleh dari fermentasi selama tiga bulan berupa cairan berwarna kuning kecokelatan dengan aroma asam segar dan endapan berwarna kuning. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekoenzim yang dibuat layak untuk digunakan sesuai peruntukannya.
The Integration of Environmentally Friendly Fish Capture Technology for Fishermen in Padang City Uzra, Murhenna; Febrianto, Iwan; Saputra, Roni; Edinov, Sanny; Sari, Siska Fitrima; Aryzegovina, Reffi; Yuliana, Liza; Sari, Mistia
The Future of Education Journal Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i1.446

Abstract

One part of the influence of technological developments is fishermen's fishing gear. The aim of using modern fishing gear is to make it easier for fishermen to reach a wider range of fishing activities and optimize their catch. However, not all fishing gear used by fishermen can have a positive effect on preserving the aquatic environment. Such as the use of trawl nets, chemicals and explosives can damage the potential of marine resources. It is necessary to understand and raise awareness among fishermen regarding the use of fishing gear that is not environmentally friendly. The Method for Conveying Understanding of the Integration of Environmentally Friendly Fishing Equipment Technology for Fishermen in the city of Padang is a form of Tridharma tertiary service for lecturers at Nahdlatul Ulama University, West Sumatra in creating resources that understand the sustainability of water potential so that they can be utilized sustainably for future generations. The results of this service activity motivate fishermen to work together to protect the aquatic environment by not using fishing gear that can damage the waters and have the potential to protect aquatic resources in the future.
Pelatihan Pemanfaatan Alternatif Pengelolaan Sampah Menjadi Ekoenzim untuk Mendukung Ekonomi Kreatif Masyarakat Edinov, Sanny; Fauzi, Rezki; Yuliana, Liza
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i4.432

Abstract

Secara umum pengelolaan sampah organik masih menjadi masalah besar karena biasanya langsung dibuang di TPA tanpa diolah atau dimanfaatkan terlebih dahulu serta dapat menimbulkan masalah seperti emisi gas, gas rumah kaca, gas metana yang berasal dari proses dekomposisi anaerobik sehingga dapat menimbulkan bau yang tidak sedap, selain itu lindi dari sampah berpotensi sebagai pencemar lingkungan. Salah satu jenis sampah yang dapat dimanfaatkan kembali adalah sampah buah. Ekoenzim merupakan cairan alami serbaguna yang berasal dari sisa buah/sayur, gula dan air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan peserta antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Pada kegiatan ini dibuat ekoenzim dengan memanfaatkan bahan sampah organik dari kulit buah. Proses fermentasi ekoenzim, senyawa organik diurai untuk memperoleh energi dari mikroorganisme. Ekoenzim dilihat dari segi ekonomi salah satunya dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk membeli bahan antimikroba dan antibakterial. Apabila ekoenzim dibuat dalam jumlah banyak akan menunjang perekonomian rumah tangga karena ekoenzim dapat dimanfaatkan dari segala aspek, misalnya dapat digunakan sebagai pupuk maupun sebagai bahan pembersih. Limbah kulit buah diolah menjadi produk ekoenzim dengan menambahkan gula aren sebagai substrat dan difermentasi. Hasil yang diperoleh dari fermentasi selama tiga bulan berupa cairan berwarna kuning kecokelatan dengan aroma asam segar dan endapan berwarna kuning. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekoenzim yang dibuat layak untuk digunakan sesuai peruntukannya.
KAJIAN INDEKS STANDAR PENCEMAR UDARA (ISPU) KARBON MONOKSIDA (CO) TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA PADANG Wahyu, Ridia; Edinov, Sanny; Sari, Mistia; Mukhtar, Dertha
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4194

Abstract

Abstract: This study aims to examine the Carbon Monoxide (CO) Air Pollutant Standard Index (ISPU) and its impact on public health in Padang City. With the increasing number of motorized vehicles and industrial activity, air quality in Padang City has declined, potentially endangering public health. The CO ISPU data was obtained from the Air Quality Monitoring System (AQMS) installed in Padang City during 2024. The results showed that the average CO concentration was in the "Good" category (0-50 ppm) from January to November, with December recording an increase to 54 ppm, which falls into the "Moderate" category (51-100 ppm). Although air quality was generally considered good, community interviews revealed mild health symptoms such as fever, cough, headache, and nausea, which may be related to exposure to CO and other pollutants. This study concluded that although the CO ISPU indicates relatively safe air quality, mild health impacts are still felt by the community, especially vulnerable groups. Therefore, it is recommended that the government increase air quality monitoring and outreach regarding the impacts of air pollution to protect public health.Keyword: Air Pollutant Standard Index, Carbon Monoxide, Air Quality, Public Health, Padang City.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Karbon Monoksida (CO) dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di Kota Padang. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan aktivitas industri, kualitas udara di Kota Padang mengalami penurunan, yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Data ISPU CO diperoleh dari alat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang terpasang di Kota Padang selama tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi CO berada dalam kategori "Baik" (0-50 ppm) dari bulan Januari hingga November, dengan bulan Desember mencatatkan peningkatan menjadi 54 ppm, yang masuk dalam kategori "Sedang" (51-100 ppm). Meskipun kualitas udara secara umum tergolong baik, wawancara dengan masyarakat mengungkapkan adanya gejala kesehatan ringan seperti demam, batuk, sakit kepala, dan mual, yang mungkin terkait dengan paparan CO dan polutan lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ISPU CO menunjukkan kualitas udara yang relatif aman, dampak kesehatan ringan masih dirasakan oleh masyarakat, terutama pada kelompok rentan. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah meningkatkan pemantauan kualitas udara dan sosialisasi mengenai dampak polusi udara untuk melindungi kesehatan masyarakat.Kata kunci: Indeks Standar Pencemar Udara, Karbon Monoksida, Kualitas Udara, Kesehatan Masyarakat, Kota Padang.
ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG EKONOMI SIRKULAR DENGAN PENDEKATAN LOOP DYNAMICS MENUJU CITA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Edinov, Sanny; Egim, Ash Shadiq; Efrina, Gusnita; Fauzi, Ahmad; Desabta, Gita
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5578

Abstract

Abstract: Rapid population growth and urbanization make solid waste management a pressing environmental and socio-economic challenge. The transition from a linear "take-use-dispose" economy to a restorative and regenerative circular economy model is imperative. This research in-depth analyzes how Community-Based Waste Management (CWBM) initiatives can contribute to achieving a circular economy, focusing on the interacting systematic dynamics. Using a Loop Dynamics approach, this study identifies and examines the complex cause-and-effect relationships and feedback loops in Padang City's waste management ecosystem. Through a quantitative survey of 100 respondents, it was found that the variables studied simultaneously had a significant influence on management success. However, no variable had a significant effect on the outcome. Loop Dynamics modeling revealed reinforcing loops (R1-R6) that drive positive cycles, such as increased revenue from recycling that stimulates participation, and balancing loops (B1-B3) that maintain system balance. These findings confirm that PSBM is not simply a mitigation strategy, but rather a strategic intervention point capable of driving a circular transition, creating local economic opportunities, and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). The results of this study are expected to guide policymakers and communities in designing more innovative and adaptive waste management strategies. Keywords: Waste Management, Circular Economy, Loop Dynamics, Sustainable Development. Abstrak: Laju pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat menjadikan pengelolaan sampah sebagai tantangan lingkungan dan sosial-ekonomi yang mendesak. Transisi dari ekonomi linier "ambil-pakai-buang" menuju model ekonomi sirkular yang restoratif dan regeneratif menjadi imperatif. Penelitian ini menganalisis secara mendalam bagaimana inisiatif Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) dapat berkontribusi pada pencapaian ekonomi sirkular, dengan fokus pada sistematis yang saling berinteraksi. Menggunakan pendekatan Loop Dynamics, studi ini mengidentifikasi dan menguji hubungan sebab-akibat serta umpan balik kompleks di ekosistem pengelolaan sampah Kota Padang. Melalui survei kuantitatif terhadap 100 responden, ditemukan bahwa variabel yang diteliti secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan pengelolaan. Namun, secara parsial tidak ada variabel yang memiliki pengaruh signifikan. Pemodelan Loop Dynamics mengungkap adanya reinforcing loops (R1-R6) yang mendorong siklus positif, seperti peningkatan pendapatan dari daur ulang yang memicu partisipasi, serta balancing loops (B1-B3) yang menjaga keseimbangan sistem. Temuan ini menegaskan bahwa PSBM bukan sekadar strategi mitigasi, melainkan titik intervensi strategis yang mampu mendorong transisi sirkular, menciptakan peluang ekonomi lokal, dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pembuat kebijakan dan komunitas dalam merancang strategi pengelolaan sampah yang lebih inovatif dan adaptif. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Ekonomi Sirkular, Loop Dynamics, Pembangunan Berkelanjutan.
ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG EKONOMI SIRKULAR DENGAN PENDEKATAN LOOP DYNAMICS MENUJU CITA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Edinov, Sanny; Egim, Ash Shadiq; Efrina, Gusnita; Fauzi, Ahmad; Desabta, Gita
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5939

Abstract

Abstract: Rapid population growth and urbanization make solid waste management a pressing environmental and socio-economic challenge. The transition from a linear "take-use-dispose" economy to a restorative and regenerative circular economy model is imperative. This research in-depth analyzes how Community-Based Waste Management (CWBM) initiatives can contribute to achieving a circular economy, focusing on the interacting systematic dynamics. Using a Loop Dynamics approach, this study identifies and examines the complex cause-and-effect relationships and feedback loops in Padang City's waste management ecosystem. Through a quantitative survey of 100 respondents, it was found that the variables studied simultaneously had a significant influence on management success. However, no variable had a significant effect on the outcome. Loop Dynamics modeling revealed reinforcing loops (R1-R6) that drive positive cycles, such as increased revenue from recycling that stimulates participation, and balancing loops (B1-B3) that maintain system balance. These findings confirm that PSBM is not simply a mitigation strategy, but rather a strategic intervention point capable of driving a circular transition, creating local economic opportunities, and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). The results of this study are expected to guide policymakers and communities in designing more innovative and adaptive waste management strategies. Keyword: waste management, circular economy, loop dynamics, sustainable development. Abstrak: Laju pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat menjadikan pengelolaan sampah sebagai tantangan lingkungan dan sosial-ekonomi yang mendesak. Transisi dari ekonomi linier "ambil-pakai-buang" menuju model ekonomi sirkular yang restoratif dan regeneratif menjadi imperatif. Penelitian ini menganalisis secara mendalam bagaimana inisiatif Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) dapat berkontribusi pada pencapaian ekonomi sirkular, dengan fokus pada sistematis yang saling berinteraksi. Menggunakan pendekatan Loop Dynamics, studi ini mengidentifikasi dan menguji hubungan sebab-akibat serta umpan balik kompleks di ekosistem pengelolaan sampah Kota Padang. Melalui survei kuantitatif terhadap 100 responden, ditemukan bahwa variabel yang diteliti secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan pengelolaan. Namun, secara parsial tidak ada variabel yang memiliki pengaruh signifikan. Pemodelan Loop Dynamics mengungkap adanya reinforcing loops (R1-R6) yang mendorong siklus positif, seperti peningkatan pendapatan dari daur ulang yang memicu partisipasi, serta balancing loops (B1-B3) yang menjaga keseimbangan sistem. Temuan ini menegaskan bahwa PSBM bukan sekadar strategi mitigasi, melainkan titik intervensi strategis yang mampu mendorong transisi sirkular, menciptakan peluang ekonomi lokal, dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pembuat kebijakan dan komunitas dalam merancang strategi pengelolaan sampah yang lebih inovatif dan adaptif.. Kata kunci: pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, loop dynamics, pembangunan berkelanjutan.
DAMPAK PENGGUNAAN PLASTIK SEKALI PAKAI TERHADAP LINGKUNGAN PERKOTAAN WILAYAH JALAN HIU KELURAHAN ULAK KARANG SELATAN Nasution, Aisyiah; Edinov, Sanny; Sari, Mistia; Mukhtar, Dertha
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4219

Abstract

Abstract: This study aims to describe the habit of using single-use plastics, analyze its environmental impacts, and explore public perceptions and awareness levels in Jalan Hiu, Ulak Karang Selatan Village. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving 10 purposively selected informants. The findings reveal that the use of single-use plastics remains high, driven by practicality, abundant availability, and the lack of eco-friendly alternatives. The resulting impacts include clogged drainage channels, air pollution from burning plastic waste, and a decline in environmental aesthetics. Although some community members understand the negative impacts of single-use plastics, such awareness has not been fully translated into behavioral change. Constraining factors include insufficient waste management facilities, weak enforcement of regulations, and a culture of instant consumption. This study concludes that education-based interventions, the provision of alternative packaging, and stronger policy enforcement are needed to reduce the communitys dependence on single-use plastics.Keyword: single-use plastic; habit; environmental impact; public awareness; PadangAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai, menganalisis dampaknya terhadap lingkungan, serta menggali persepsi dan tingkat kesadaran masyarakat di wilayah Jalan Hiu, Kelurahan Ulak Karang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan plastik sekali pakai masih tinggi, didorong oleh faktor kepraktisan, ketersediaan yang melimpah, dan minimnya alternatif ramah lingkungan. Dampak yang ditimbulkan meliputi penyumbatan saluran drainase, pencemaran udara akibat pembakaran sampah plastik, serta menurunnya estetika lingkungan. Meskipun sebagian masyarakat memahami dampak negatif plastik sekali pakai, kesadaran tersebut belum sepenuhnya diikuti perubahan perilaku. Faktor penghambat mencakup kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, lemahnya penerapan regulasi, dan budaya konsumsi instan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi berbasis edukasi, penyediaan alternatif kemasan, dan penguatan kebijakan diperlukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap plastik sekali pakai.Kata kunci: dampak, kelurahan, lingkungan, perkotaan, plastik