Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PEMALSUAN DATA (Studi Kasus Putusan No.356/Pid.B/2020/PN.Bks) Dalna Yuzar, Dhiva; Okta Piana, Piona; Nasution, Kahirunnisyah; Gabriel Siahaan, Parlaungan; Fika Lumban Batu, Dewi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4357-4366

Abstract

Hukum administrasi Negara merupakan fenomena kenegaraan dan pemerintahan yang dimana keberadaanya setua dengan konsepsi Negara hukum atau muncul bersamaan dengan diselenggarakannya kekuasaan Negara dan pemerintahan berdasarkan aturan hukum tertentu.  Artikel ini bertujuan untuk menguraikan terkait pertanggung jawaban pidana terhadap pelaku pemalsuan data. Metode penelitian digunakan metode deskriptif dan penelitian kepustakaan. Dalam perspektif perundang-undangan Indonesia, administrasi kependudukan diatur di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006  tentang Administrasi Kependudukan yang kemudian disebut dengan Undang-Undang Administrasi Kependudukan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa  pelaku/terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah “melakukan, menyuruh dan turut serta melakukan perbuatan, tidak berhak mencetak, mengumumkan dan/atau mengedarkan surat kependudukan”; Pengaturan Pertanggungjawaban Pidana atas Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen Kependudukan dalam UU Tata Kependudukan. Terdakwa dijatuhkan pidana penjara selama 2 (dua) Tahun Dan denda sebesar Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dengan ketentuan bahwa jika denda tidak dibayar harus diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan; Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.
ANALISIS PELINDUNGAN HUKUM MOTIF TRADISIONAL DAN WARNA DALAM KAIN TENUN TRADISIONAL TARUTUNG SEBAGAI INDIKASI GEOGRAFIS Anjelina Lumbansiantar, Roselli; Hutapea, Nelly; Tobing, Sthepany; Manurung, Yunita; Gabriel Siahaan, Parlaungan; Bungana Br PA, Reh
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 10 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i10.2023.4814-4824

Abstract

Kain tenun tradisional merupakan bagian integral dari kekayaan budaya Indonesia yang memancarkan keindahan dan kekayaan tradisi masyarakat setempat. Secara khusus kain tenun tradisional Tarutung merupakan warisan budaya masyarakat Batak Toba yang memiliki keunikan motif dan warna yang terkandung di dalamnya. Dalam perkembangannya, kain tenun tradisional Tarutung sering kali menjadi objek peniruan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki izin atau lisensi dari pemilik hak cipta atau pemilik gambar aslinya. Kasus-kasus seperti ini yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan produksi dan pengembangan kain tenun Tarutung, serta merugikan para pengrajin dan seniman local. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tinjauan studi pustaka dan pendekatan hukum normative-empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, wawancara, observasi dengan tokoh masyarakat Tarutung, serta analisis peraturan hukum terkait hak kekayaan intelektual dan warisan budaya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelindungan hukum dalam kekayaan intelektual terhadap warna dan motif tenun tradisional Tarutung sebagai indikasi geografis.
FADING VALUES: ANALISIS MEMUDARNYA NILAI-NILAI PANCASILA DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT PERKOTAAN DI ERA MODERN Teja Br Bukit , Hanna; Smith Panggabean , Rahel; Oliviena br Manurung , Rachel; Fitri Andini Br Siahaan , Wulan; Napitupulu , Esrawati; Gabriel Siahaan, Parlaungan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43903

Abstract

Social changes in urban communities influenced by globalization and the development of digital technology have caused a shift in the application of Pancasila values, particularly in social interactions, which tend to be increasingly individualistic. This phenomenon creates a gap between the normative values of Pancasila and social practices in everyday life. This study aims to analyze the fading of Pancasila values, understand how society interprets these values, identify the factors influencing them, and examine their reception in the context of modern life. This research used a qualitative approach with a case study conducted in Kesawan Village, West Medan District. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results show that Pancasila values have not disappeared but have undergone a transformation into a more flexible and contextual form. This shift is evident in social practices such as mutual cooperation (gotong royong), which have begun to shift to digital forms. The interpretation of values is influenced by technological developments, modernization, and society's increasingly critical mindset. Furthermore, public reception of Pancasila values is dominated by a negotiated position, accepting the values but adapting them to the demands of modern life. Therefore, strengthening efforts are needed to ensure that Pancasila values remain relevant and can be effectively implemented in urban communities.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PANCASILA PADA PELAJAR DAN MAHASISWA Angelina , Christin; Pandiangan , Inriyani; Simbolon , Lasmaida; Elza Syahri Nst, Nadiyah; Yolanda Br Aritonang , Rumiris; Gabriel Siahaan, Parlaungan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43904

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of Pancasila-based character education in shaping the character of students at both the junior high school and university levels. The moral degradation among the younger generation, influenced by globalization and technological advancement, serves as the background for the importance of this study. A qualitative method was employed, with data collection techniques including direct observation, interviews with junior high school students and students of Universitas Negeri Medan, as well as documentation studies from various reputable journals and references. The results indicate that Pancasila-based character education is considerably effective in enhancing students' understanding and application of Pancasila values in academic life, including honesty, discipline, responsibility, cooperation, and mutual respect. However, several obstacles affect the effectiveness of its implementation, including less contextual teaching methods, insufficient supervision from teachers and parents, students' excessive focus on academic grades rather than value application, and low self-awareness in practicing Pancasila values. This study concludes that the success of Pancasila-based character education requires strong synergy between schools, families, and communities, accompanied by innovation in more contextual and student-centered learning strategies.
INTERNALISASI NILAI NASIONALISME BERBASIS PANCASILA PADA GENERASI Z DI TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS STUDI KASUS SMP SMA SWASTA UTAMA MEDAN Rotuani Siregar , Natali; Nur Qolbi, Nabila; Dilvinia Siregar , Nira; Triana Sianipar , Melva; Annisa , Nur; Gabriel Siahaan, Parlaungan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43943

Abstract

This study examines the internalization of Pancasila-based nationalist values among Generation Z students at the senior high school level in the context of rapid digital transformation. Technological developments and globalization influence students' mindsets, behaviors, and national identity, presenting both opportunities and challenges in strengthening nationalism. The results show that schools implement a systematic and integrated strategy through classroom learning, habituation activities such as flag ceremonies and extracurricular activities, and social and environmental activities. This approach is supported by contextual learning methods and the use of digital media appropriate to the characteristics of Generation Z. Consequently, students develop a broader and more dynamic understanding of nationalism, not merely as a symbol, but as a collective consciousness to maintain unity, tolerance, and social responsibility. However, various challenges remain, such as the influence of foreign cultures, the uncontrolled flow of digital information, a tendency toward individualism, and a lack of learning innovation. Therefore, strengthening digital literacy, innovation in learning, and collaboration between schools, families, and the community are necessary so that Pancasila values can be effectively internalized and become part of students' character in the digital era.
EFEKTIVITAS PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA ATAS PEMUTARAN LAGU DI RESTORAN DAN KAFE KOTA PEMATANG SIANTAR: ANALISIS TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 9 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NO 28 TAHUN 2014 nurhasanah, cindy; rizka aulia, ameytia; armando tamba, josua; putra hariando manik, alvin; gabriel siahaan, parlaungan; sinurat, yohana
Jurnal Supremasi Vol 16 No 1 (2026): Volume 16 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/supremasi.v16i1.5397

Abstract

Pelindungan hukum hak cipta atas pemutaran lagu di restoran dan kafe menjadi isu penting terutama di Kota Pematangsiantar. Meskipun sektor kuliner berkembang pesat kesadaraan pelaku usaha rendah terhadap kewajiban izin membayar royalti sesuai pasal 9 ayat 2 UU hak cipta. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas implementasi aturan keseimbangan antara hak pencipta dan pelaku usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengelola, manager maupun karyawan kafe dan restoran. Hasil menunjukkan perlindungan hak cipta atas pemutaran lagu masih lemah karena kurangnya sosialisasi LMKN, ketidaktahuan pelaku usaha UMKM dan beban ekonomi tarif royalti.