Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Mindfulness Intervention for Post-Stroke Patients: Literature Review Jerau, Emiliani Elsi; Magenda Bisma; Septiani, Febi
Java Nursing Journal Vol. 2 No. 3 (2024): July - October 2024
Publisher : Global Indonesia Health Care (GOICARE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61716/jnj.v2i3.61

Abstract

Introduction: Physical dysfunction can increase the psychological burden that hinders daily life and affects the quality of life in stroke patients. Appropriate management and treatment are needed to provide optimal recovery. One intervention that can be implemented is mindfulness. Aims: To identify and determine the benefits obtained by applying mindfulness interventions in stroke patients. Methods: This study used the method of literature review study and article search method using electronic databases Science Direct, Scopus, PubMed, and Google Scholar with a range of 2018 to 2024. Findings: The review of 7 articles showed that mindfulness interventions have benefits for post-stroke patients in improving cognitive skills, reducing post-stroke anxiety and depression, improving social and emotional well-being, and improving quality of life. Conclusion: Mindfulness intervention can be one of the holistic approaches that can be done in the chronic phase and post-stroke rehabilitation.
Video Simulasi Proses Anestesi Guna Mengedukasi Ibu Hamil untuk Mengurangi Tingkat Kecemasan Pra Sectio Caesarea Wismoyo, Novantyadi Gayuh; Wibowo, Tophan Heri; Jerau, Emiliani Elsi; Suandika, Made
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4488

Abstract

Operasi sectio caesarea melibatkan histerotomia, yang melibatkan pembuatan sayatan di dinding rahim melalui bagian depan perut atau vagina, untuk mengeluarkan janin dari rahim. Ketidak tahunan adalah salah satu penyebab timbulnya kecemasan, seperti seberapa banyak seseorang mengetahui tentang masalah yang dialaminya. Tujuan kegiatan PkM ini untuk menambah pengetahuan ibu hamil serta mengurangi tingkat kecemasan ibu hamil pra section caesarea. Metode PkM ini dilakukan dengan ceramah dan memberikan edukasi menggunakan video simulasi proses anestesi untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil. Lokasi PkM ini berada di Posyandu Desa Kecitran dengan jumlah peserta ibu hamil sebanyak 30 peserta. Hasil PkM yang dilaksanakan rata-rata tingkat kecemasan peserta sebelum dilakukan implementasi 21.03, dan setelah diberikan implementasi mengalami penurunan 15.56. Rata-rata penurunan tingkat kecemasan hingga 5.47. Outcome yang akan didapatkan pada kegiatan PkM ini yaitu HKI video simulasi proses anestesi serta jurnal publikasi.
Be Brave to Speak Up: Strategi Pengembangan Kepemimpinan Kolaboratif di Kalangan Mahasiswa Keperawatan Anestesuologi Universitas Harapan Bangsa: Strategi Pengembangan Kepemimpinan Kolaboratif di Kalangan Mahasiswa Keperawatan Anestesuologi Suandika, Made; Handayani, Rahmaya Nova; Susanti, Indri Heri; Nailli, Yuris Tri; Yudha, Magenda Bisma; Jerau, Emiliani Elsi; Tanjung, Ar-Rahman
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i2.1033

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan melalui pelatihan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) bertema "Be Brave To Speak Up In Positive Ways." Program ini diselenggarakan oleh HIMANES Universitas Harapan Bangsa dengan peserta sebanyak 45 mahasiswa. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, simulasi organisasi, roleplay, dan permainan edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep kepemimpinan, komunikasi efektif, dan kemampuan kerja tim. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak kader pemimpin mahasiswa yang solutif, inovatif, dan berkarakter. Abstract This community service activity aims to improve the leadership capacity of students in student organizations through the Basic Student Leadership Training (BSLT) with the theme "Be Brave To Speak Up In Positive Ways." This program was organized by HIMANES Universitas Harapan Bangsa with 45 students participating. The activity methods include delivering materials, discussions, organizational simulations, roleplays, and educational games. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the concept of leadership, effective communication, and teamwork skills. This training is a strategic step in producing student leaders who are solution-oriented, innovative, and have character.
Management Jalan Nafas Pada Pasien Obesitas Yang Menjalani Pembedahan Dengan Teknik General Anestesi: Systematic Literature Review Ayuni, Siska Putri; Suandika, Made; Jerau, Emiliani Elsi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.207

Abstract

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko penting yang dapat menimbulkan tantangan signifikan pada manajemen jalan napas selama pembedahan dengan general anestesi. Perubahan anatomi dan fisiologi pada pasien obesitas, seperti penurunan kapasitas residu fungsional, peningkatan jaringan adiposa di leher dan dada, serta gangguan fungsi paru, meningkatkan risiko kesulitan ventilasi dan intubasi serta komplikasi perioperatif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur terkait manajemen jalan napas pada pasien obesitas yang menjalani pembedahan dengan teknik anestesi umum. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA, melibatkan 10 artikel yang terbit pada tahun 2019–2025 dan telah dinilai kualitasnya menggunakan instrumen JBI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasien obesitas berisiko lebih tinggi mengalami desaturasi, hipoksemia, ventilasi masker sulit, serta komplikasi pasca ekstubasi. Beberapa faktor prediktor kesulitan jalan napas antara lain lingkar leher, jarak tiromental, serta skor Mallampati, sedangkan teknik intervensi seperti preoksigenasi dengan posisi kepala naik, penggunaan high-flow nasal cannula, videolaringoskop, dan ventilasi non-invasif terbukti efektif dalam menurunkan risiko komplikasi. Studi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi tim anestesi, persiapan alat bantu jalan napas, serta strategi ekstubasi yang hati-hati. Kesimpulannya, manajemen jalan napas yang komprehensif dan berbasis bukti pada pasien obesitas sangat penting untuk meminimalkan komplikasi intraoperatif maupun pascaoperatif, serta meningkatkan keselamatan pasien.
Edukasi Dan Penerapan Relaksasi Genggam Jari Dengan Terapi Musik Klasik Beethoven Terhadap Penurunan Kecemasan Pre Operasi Pasien Sectio Caesarea Purimahua, Christin J.; Jerau, Emiliani Elsi; Wirakhmi, Ikit Netra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.384

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi yang ditandai dengan rasa tidak nyaman, gelisah, takut, khawatir, dan tidak tentram. Salah satu teknik non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah relaksasi genggam jari yang dikombinasikan dengan terapi musik klasik. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan pasien pra operasi sectio caesarea. Peserta kegiatan berjumlah 25 pasien yang akan menjalani operasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian edukasi secara verbal menggunakan buku saku. Edukasi meliputi penjelasan tentang teknik relaksasi genggam jari, manfaat terapi musik klasik, serta dampak kecemasan jika tidak ditangani. Edukasi berlangsung selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan intervensi relaksasi genggam jari disertai terapi musik klasik Beethoven selama 15 menit. Untuk mengukur kecemasan digunakan kuesioner STAI-S melalui pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas peserta berada pada kategori kecemasan sedang 11 peserta (44%) dan kecemasan berat 11 peserta (44%). Setelah intervensi, mayoritas peserta mengalami penurunan kecemasan dengan 12 orang (68%) berada pada kategori kecemasan ringan. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi, relaksasi, dan musik klasik dapat menjadi strategi efektif dalam manajemen kecemasan pra operasi. Luaran kegiatan ini mencakup peningkatan pengetahuan pasien tentang relaksasi genggam jari dengan terapi musik klasik, penurunan kecemasan pra operasi berdasarkan hasil kuesioner STAI-S, penyusunan buku saku edukasi, dokumentasi kegiatan, serta data pendukung untuk publikasi artikel ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi genggam jari dan terapi musik klasik terbukti efektif menurunkan kecemasan pasien pra operasi.
Edukasi Puasa Pre Operatif dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Pasien General Anestesi Habibillah, Sultan Dafa; Jerau, Emiliani Elsi; Setyawati , Martyarini Budi
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i4.3398

Abstract

Preoperative fasting is an important procedure before surgery to prevent aspiration and anesthesia-related complications. However, many patients only know the rule of fasting from the night before surgery without understanding the medical reasons behind it. Lack of education may reduce compliance and increase the risk of complications. This Community Service activity aimed to assess participants’ knowledge and improve their understanding of the importance of preoperative fasting. The method used was health education through individual lectures for patients in the wards of Purwokerto Islamic Hospital, involving 20 participants from various backgrounds. Knowledge levels were measured using pre-test and post-test questionnaires. Results showed that before the education, 12 participants (60%) had low knowledge, 6 participants (30%) had moderate knowledge, and 2 participants (10%) had good knowledge. After the education, there was a significant improvement: 12 participants (60%) were in the good category, 6 participants (30%) in the moderate category, and only 2 participants (10%) in the low category. In conclusion, the lecture method proved effective in increasing patients’ knowledge about preoperative fasting as it allows two-way communication, structured information delivery, and adaptation to patients’ conditions, making the information easier to understand.
Penerapan Guided Imagery untuk Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Thessara, Shafira Octafia Ramadani; Jerau, Emiliani Elsi; Septiani, Febi
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.703

Abstract

Introduction: Cesarean section often causes postoperative pain that can hinder maternal recovery and comfort. Guided imagery, a non-pharmacological relaxation technique, can be used to help reduce pain and improve well-being. Objective: This community service to implement the guided imagery as a non-pharmacological method to reduce postoperative pain in cesarean section patients. Method: This community service activity was carried out in the inpatient ward of Purwokerto Islamic Hospital on July 9–25, 2025, by demonstrating guided imagery techniques to 27 post-cesarean section patients aged 17–35 years with mild to moderate pain levels.  The guided imagery intervention was conducted for three consecutive days, with each session lasting 15 minutes, covering relaxation, breathing focus, visualization of a calming place, and positive affirmations, using leaflets as a guide. Pain levels were measured before and after each session using a Numeric Rating Scale (NRS) to assess changes in pain intensity. Result: The results showed that before the intervention, the majority of participants on the first day experienced moderate pain, 21 participants (77.8%) on the first day and 23 participants (85.2%) on the second day while 20 participants (74.1%) reported mild pain on the third day. After applying guided imagery, the proportion of patients with moderate pain decreased to 18 participants (66.7%) on the first day, 22 participants (81.5%) reported mild pain on the second day, and by the third day all participants (100%) experienced only mild pain. Conclusion: These findings confirm that guided imagery is an effective non-pharmacological intervention for reducing postoperative pain in cesarean section patients, promoting greater comfort and supporting faster recovery.
Edukasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar pada Siswa Palang Merah Remaja dalam Kasus Gawat Darurat Pangestika, Widia; Susanto, Amin; Jerau, Emiliani Elsi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1395

Abstract

Gawat darurat merupakan suatu kondisi atau keadaan dimana terdapat suatu ancaman yang berbahaya. Keadaan ini disebut darurat, yang berarti diperlukan penanganan segera. Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah serangkaian tindakan yang bertujuan memulihkan dan mempertahankan fungsi vital organ pada saat henti jantung dan pernafasan. Generasi muda sangat penting untuk masyarakat umum di mana mereka dapat memberikan pertolongan secara maksimal pada korban yang mengalami kondisi gawat darurat di luar rumah sakit. Peserta PkM adalah siswa Palang Merah Remaja (PMR) sejumlah 30 orang. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini untuk meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan siswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Media yang digunakan berupa manekin, ambubag, dan buku saku. Kegiatan PkM ini menunjukkan pengetahuan siswa PMR di MAN 1 Banyumas meningkat setelah dilakukannya edukasi. Hal ini ditandai dengan sebelum edukasi sebesar 70% dengan kategori cukup, setelah edukasi meningkat sebesar 96.7% dengan kategori baik, dengan hasil rata-rata skor pre test dan post test tingkat pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi yaitu 71.33 dengan skor min-max 55-85, sedangkan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan peserta yaitu 91.17 dengan skor min-max 80-100. Kesimpulan pengabdian dari kegiatan PkM ini yaitu pengetahuan dan keterampilan siswa menunjukkan hasil peningkatan yang cukup signifikan. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar (BHD), Gawat Darurat, Palang Merah Remaja (PMR), Siswa
Implementasi Terapi Murottal untuk Mengurangi Kecemasan Pasien Pre-Operasi Hamka, Rasyid; Jerau, Emiliani Elsi; Setyawan, Martyarini Budi
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.655

Abstract

Introduction: Preoperative anxiety is a common condition, with reported prevalence ranging from 60% to 90%. Such anxiety can affect intra-anesthetic processes, influencing biological, psychological, social, and spiritual aspects. It may lead to increased blood pressure, elevated heart rate, and bleeding. Moreover, high levels of preoperative anxiety have been shown to correlate with a greater need for postoperative analgesics. Pre-anesthesia plays a crucial role in determining surgical outcomes; therefore, non-pharmacological preoperative management is essential. One such approach is Qur’anic murottal therapy, which has been shown to be effective in reducing anxiety. Objective: This intervention was intended to lower the level of preoperative anxiety among patients at RSUD dr. Soedirman Kebumen. Method: This service program was executed by the implementer assessed participants’ anxiety levels before and after listening to the murottal therapy using the APAIS questionnaire, with a total of 30 participants selected based on predetermined criteria. Result: The average anxiety level before receiving murottal therapy was 15.03 (pre-test), which decreased to 10.8 after the intervention (post-test). As a result of this community service activity, the majority of participants (23 individuals, 76.67%) experienced moderate levels of anxiety prior to the therapy, and this figure significantly declined to only 8 individuals following the administration of murottal therapy. Conclusion: Murottal therapy was found to reduce preoperative anxiety levels among patients at RSUD dr. Soedirman Kebumen.