Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Realisasi Maqashid Syariah pada Lembaga Filantropi Islam (Pengentasan Kemiskinan melalui BUMMas: Asset Based Community Development Approach) Kusmilawaty, Kusmilawaty; Majid, M Shabri Abd; Harahap, Isnaini
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 10 No. 3 (2024): JIEI : Vol.10, No.3, 2024
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v10i3.15022

Abstract

The article aims to know how the mechanism of BUMMas establishments as poverty alleviation efforts with Asset Based Community Development Approach for the realitation of maqashid syariah in Islamic filantrophy institution. The research run by descriptive studies with qualitative analysis. Source of data this research from interview with Rumah Zakat and BUMMas Managements in Sumatera Utara, observation, and documentation studies. The result of study show that The mechanism for establishing BUMMas carried out by Islamic philanthropic institutions as an effort to eradicate poverty using an Asset Based Community Development approach is as follows: Rumah Zakat observes the resources and potential of the village. Human Capital is identified based on skills, expertise and educational background. Social capital is identified based on the closeness of relationships, networks, communities, and also prevailing habits or customs. Physical capital is identified based on existing infrastructure. Financial capital is identified based on the standard of living or income of potential beneficiaries. And environmental capital is identified based on the location where the Beneficiaries live; Rumah Zakat provides various business provisions and training to BUMMas. Also collaborates with the government through related agencies for business development. Rumah Zakat carries out guidance and monitoring of BUMMas by recruiting Inspiration Volunteers from community leaders on a regular and scheduled basis. With the success of BUMMas, the concept of maqashid sharia can be realized from all aspects, especially the economy. Hifz al-din (guarding religion), hifz al-nafs (guarding the soul), hifz al-maal (guarding wealth), hifz al-nasl (guarding descendants), and hifz al-aql (guarding reason).
Integrasi Good Amil Governance dan Sustainable Development Goals (SDGs): Tantangan dan Peluang Kusmilawaty, Kusmilawaty; Arismunandar, M. Fizdian; Sultoni, Ahmad Alauddin; Siregar, Saparuddin; Nasution, Yenni Samri Juliati
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 11 No. 02 (2025): JIEI : Vol. 11, No. 02, 2025
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat memiliki potensi besar dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan, pendidikan berkualitas, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi serta peluang dalam mengintegrasikan Good Amil Governance dengan SDGs. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dengan mengumpulkan informasi dari artikel, buku, dan laporan yang relevan mengenai Good Amil Governance pada lembaga zakat dan SDGs. Analisis juga mencakup bagaimana zakat berkontribusi terhadap pencapaian beberapa tujuan dalam SDGs, seperti pengurangan kemiskinan dan peningkatan pendidikan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tantangan dalam mengintegrasikan Good Amil Governance dengan pencapaian SDGs di Indonesia meliputi kurangnya kesadaran dan pemahaman, keterbatasan sumber daya, regulasi dan kebijakan yang kurang mendukung, serta kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Namun, di tengah tantangan tersebut, terdapat beberapa peluang, yaitu pendidikan dan pelatihan, pengembangan kebijakan yang mendukung, pemanfaatan teknologi informasi, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.