Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Kombinasi Pupuk NPK dan Pupuk Bokashi Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L.) Zahara, Kardea; Siaga, Erna; Herlina, Herlina; Loso, Sugito
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1198

Abstract

Komoditas sayuran di Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan konsumsi per kapita. Kesadaran akan konsumsi sayuran yang berkualitas baik dan sehat serta aman untuk di konsumsi menjadi hal alasan perlu dikembangkannya produk sayuran salah satunya yaitu sawi melalui pemberian pupuk organik dan mengurangi pupuk anorganik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari respon pertumbuhan tanaman sawi terhadap kombinasi pemberian pupuk NPK dan pupuk bokashi kotoran ayam. Rancangan penelitian yang diterapkan yaitu rancangan acak lengkap satu faktor dengan perlakuan terdiri atas P0 (tanpa pemupukan NPK dan pupuk bokashi kotoran ayam), P1 (0 g pupuk bokashi kotoran ayam + 3 g NPK), P2 (200 g pupuk bokashi kotoran ayam + 3 g NPK), P3 (200 g pupuk bokashi kotoran ayam + 6 g NPK), dan P4 (400 g pupuk bokashi kotoran ayam + 6 g NPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima perlakuan yang diberikan pada tanaman sayuran memberikan hasil berbeda tidak nyata pada hasil tinggi tanaman, jumlah daun, berat panen, berat basah akar dan berat basah daun. Pemberian pupuk bokashi kotoran ayam dan NPK pada penelitian ini tidak menunjukkan respon yang berbeda secara statistik antar perlakuan yang dimungkinkan oleh telah tercukupi hara dan mineral pada tanaman sawi dari media tanam ataupun pertumbuhan terhambat.
TARAF DOSIS PUPUK PELENGKAP CAIR (PPC) DAN MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO.L) Loso, Sugito
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 2 (2022): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i1.95

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peranan pentingdalam perekonomian Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkanmutu bibit kakao dengan cara taraf dosis pupuk pelengkap cair dan macam media tanam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam taraf dosis pupuk pelengkap cair dan macammedia tanam yang tepat terhadap pertumbuhan bibit kakao serta untuk mengetahui interaksiantara kedua faktor tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental denganRancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan sembilan kombinasi perlakuan yangdiulang sebanyak tiga kali. Setiap satuan percobaan terdiri atas 5 tanaman, setiap ulangansebanyak 45 tanaman sampel, dan jumlah tanaman yang dibutuhkan sebanyak 135 tanaman.PPC (P) dengan dosis yang terdiri : 1. P1 : tanpa pemberian , 1. P2 : 2 ml/liter air, P3 : 4ml/liter air. Macam Media Tanam (M) terdiri dari tiga kombinasi, yaitu : 1. M1 : Campuranantara tanah dan pupuk kotoran ayam 1 : 1, 2. M2 : Campuran antara tanah dan pupuk kotoranayam 2 : 1, dan 3. M3 : Campuran antara tanah dan pupuk kotoran ayam 3 : 1. Parameter yangdiamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter pangkal batang, jumlah akar lateral, bobotbasah berangkasan dan bobot kering berangkasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwamenunjukkan perlakuan taraf dosis pupuk pelengkap cair dengan konsentrasi 2 ml/liter air (P2)merupakan perlakuan yang terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman kakao.Perlakuan macam media tanam antara tanah dan pupuk kotoran ayam dengan perbandingan 2:1(M2) merupakan macam media tanam yang terbaik bagi pertumbuhan bibit tanaman kakao.
Penerapan Teknologi Biopori dan Jenis Biomassa Dalam Perbaikan Sifat fisik dan Kimia Tanah Pada Tanaman Kelapa Sawit Application of Biopore Technology and Types of Biomass in Repair Physical and Chemical Properties of Soil in Oil Palm Plants (Elaeis Loso, Sugito; Haryanti, Nely
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 4 No 1 (2023): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) APRIL 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v3i1.103

Abstract

Biopori adalah lobang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas makro dan mikro organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kadar air dalam tanah dan peningkatan kadar unsur hara di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penerapan teknologi biopori dan jenis biomassa dalam perbaikan sifat fisik dan kimia tanah pada tanaman kelapa sawit. Untuk mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut, penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan acak kelompok faktorial (RAK faktorial) maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Perlakuan terdiri atas satu faktor yaitu biomassa dari golongan tanaman monocotyl (S1), biomassa dari tanaman dicotyl (S2), biomassa dari bagian tanaman kelapa sawit (daun, pelepah, tandan buah, dan buang jantan (S3), biomassa campuran (monokotil, dikotil, dan bagian dari tanaman kelapa sawit) (S4). 1. Perlakuan biomassa campuran memberikan hasil terbaik terhadap perlakuan kadar air tanah, kadar unsur hara pada jarak 5 cm dari LRB, dan bulk dencity 2. Interaksi perlakuan teknologi biopori dan biomassa campuran hasil terbaik terhadap perlakuan kadar air tanah, kadar unsur hara jarak 0-5, 5-10, dan 10-15 cm dari lubang resapan biopori.
SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN RAWA PASANG SURUT DI DESA TELANG KARYA, P87S, BANYUASIN mashum, Halim; Loso, Sugito
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 4 No 2 (2023): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) OKTOBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v4i2.166

Abstract

Tanah merupakan bagian dari tubuh alam yang sangat penting bagi seluruh aspek kehidupan makhluk hidup, tanpa terkecuali. Bagi tanaman tanah merupakan media tumbuh dan sumber nutrisi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tamanan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika memiliki sifat tanah yang baik pula. Lahan rawa pasang surut merupakan lahan sub-optimal dengan banyak faktor pembatas salah satunya adalah kemasaman tanah. Analisis sifat tanah menjadi salah satu kunci untuk mengetahui potensi lahan dalam pengembangan lahan pertanian tak terkecuali pada lahan rawa pasang surut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia tanah pada lahan pasang surut tipe A, Desa Telang Karya, P87S, Banyuasin. Metode yang digunakan adalah metode survei dan obsevasi. Sampel tanah diambil menggunakan metode purposif sampling sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH tanah pada lokasi penelitian cenderung masam (4,25 – 4,94), kandungan C-Oranik cenderung tinggi dan kandungan N-Total yang rendah. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan lahan rawa pasang surut agar layak untuk kegiatan pertanian adalah dengan cara pemberian amelioran dan pengelolaan air yang tepat.
Response of Germination of Cocoa (Theobroma Cacao L.) Seeds to Types of Storage Media and Various Storage Times Loso, Sugito; Ma'shum, Halim; Kriswantoro, Haris
Journal of Smart Agriculture and Environmental Technology Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025, Published 2025-04-07
Publisher : Indonesian Soil Science Society of South Sumatra in Collaboration With Soil Science Department, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60105/josaet.2025.3.1.18-24

Abstract

Cocoa plants are plantation crops, one of the export commodities that can contribute to efforts to increase Indonesia’s foreign exchange. This research aims to determine the type of storage media, storage time and treatment interactions on the germination response of cocoa seeds. The research was carried out in Madang Village, Sumber Harta District, Musi Rawas Regency from February-March 2024. The research method used a Completely Randomized Factorial Design, the observation data was  analyzed using R-Studio software. If the results of the variance test are significant at the 5% level, mean that the treatment shows a significant or very significant effect, then it will be continued with high significancy different test (HSD). The first factor consists of the type of storage media: without treatment (M0), sawdust storage media (M1), wood charcoal powder storage media (M2), and rice husk storage media (M3), the second factor is length of storage time: without treatment (W0), stored for 5 days (W1), stored for 10 days (W2), stored for 15 days (W3) and repeated 3 times. Based on the results of the research, sawdust storage media treatment had a significant effect on: germination at age 1-10 days and 11-20 days, root length, leaf length and leaf area; without storage  treatment had a significant effect on: at age 1-10 days and 11-20 days, root length, leaf length, and leaf area.
WORKSHOP BUDIDAYA TANAMAN CINCAU HIJAU (PREMNA OBLONGIFOLIA MERR) DAN PENGOLAHAN DI DESA TANJUNG HARAPAN KELURAHAN MONENG SEPATI KECAMATAN LUBUKLINGGAU SETALAN II Loso, Sugito; Ma’shum, Halim; Siaga, Erna; Haryuni, Haryuni; Anggraini, Selviana
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 2 No 2 (2023): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v2i2.2205

Abstract

Tanaman Cincau hiau perdu (Premna Oblongifolia Merr) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai minuman penyegar. Selain itu tanaman cincau mempunyai potensi sebagai tanaman obat. Budidaya tanaman cincau hijau perdu di Indonesia masih tergolong rendah dikarenakan sulitnya teknik budidaya dan perbanyakan tanaman. Jenis tanaman cincau terdapat di Desa Tanjung Harapan Kelurahan Moneng Kecamatan Lubuklinggau Selatan II adalah cincau perdu (Premna oblongifolia Merr), cincau hijau (Cyclea barbata Miers), cincau hijau cina (Cocculus Orbiculatus), dan cincau sumbat kendi (Stephania capitata (Blume) Spreng). Tanaman cincau hijau perdu sangat potensial untuk dikembangkan di desa Tanjung Harapan, dilihat dari banyaknya tanaman cincau yang tumbuh di halaman rumah, di kebun, dan pinggiran sawah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan metode ceramah, diskusi, dan praktik. Materi teori bahan berupa power point (PPT) disertai dengan gambar, disampaikan memakai infocus, setelah materi selesai disampaikan peserta diberi kesempatan diskusi untuk menanyakan apa yang belum dimengerti. Materi praktek yang diberikan yaitu: pertama pengolahan daun cincau untuk dijadikan jelli dan kedua praktek perbanyakan tanaman. Anggota kelompok Tani Mukti Desa memperoleh pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman cincau, manfaatnya dan mendapat keterampilan cara pengolahan daun cincau hijau perdu. Memperoleh pengetahuan dengan kriteria paham, sudah jelas, sudah mengerti dalam budidaya, manfaat bagi kesehatan dan cara pengolahan daun cincau hijau perdu.
PEMBEKALAN SKILL URBAN FARMING BAGI KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA (KPN) PADA IPWL YAYASAN KARUNIA INSANI MUSI RAWAS Lumbantoruan, Santa Maria; Rudiansyah, Rudiansyah; Heirina, Anna; Loso, Sugito; Murtini, Sri; Anggraini, Selviana; Neksidin, Neksidin
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 3 No 2 (2024): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v3i2.2397

Abstract

Urban farming merupakan pertanian yang diterapkan di perkotaan dengan pemanfaatan lahan terbatas. Pemanfaatan urban farming disinyalir dapat meningkatkan ketahanan pangan dengan memberdayakan masyarakat yang memiliki lokasi perumahan yang sempit. Pengabdian ini di lakukan pada masyarakat yang pernah mengikuti rehabilitasi akibat terpapar oleh Narkotika, Psikotropika, dan bahan Adiktif lainnya (Napza). Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari penyulahan dan praktik langsung. Dalam pelaksanaan pengabdian ini dilakukan penyuluhan terkait pelaksanaan metode urban farming yang dapat dilakukan dengan mudah di rumah/tempat tinggal masyarakat korban penyalahgunaan Napza. Penyuluhan ini terkait tentang pentingnya peranan urban farming dapat meningkatkan ketahanan pangan. Penyulahan ini juga membahas tentang penerapan hiroponik. Hidroponik sederhana yang dapat dan mengurangi limbah plastik dan juga limbah styfoam. Metode selanjutnya pengabdian ini adalah melaksanakan praktik langsung pembuatan budidaya ikan dalam ember dan hidroponik sederhana dari bahan botol plastik juga stryfoam. Hasil pengabdian ini terlaksana budidaya ikan dalam ember, hidroponik sederhana dan nutrisi tanaman hidroponik. Pelaksanaan yang diikuti oleh warga binaan IPWL antusias mendengarkan dan ingin menerapkan langsung urban farming setelah keluar dari program rehabilitasi, sehingga mereka lebih produktif dan jauh dari godaan pengaruh Napza. Pegabdian merupakan kolaborasi Agroekoteknologi dan Ilmu perikanan. Pegabdian ini melibatkan mahasiswa untuk meningkatkan jiwa sosial di masyarakat dan penerapan ilmu selama di perkuliahan
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI KELOMPOK TANI GURILE DESA L SIDOREJO MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Loso, Sugito; Siaga, Erna; Ma'shum, Halim; Anggraini, Selvia; Dani, Sulis Tiwi Arum; Restiani, Selvi; Najjmussakib, Hilmi; Arigaya, Erti Arti
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 3 No 2 (2024): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v3i2.2407

Abstract

Tanaman Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman kelor merupakan tanaman perdu dengan ketinggian 7-11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Pemanfaatan daun kelor sebagai pupuk organik jarang dilakukan bahkan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat umumnya khususnya pada kelompok tani Gurile Desa L Sidorejo kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. Tanaman kelor mempunyai potensial untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, dilihat dari banyaknya taanaman kelor yang tumbuh di halaman rumah, di kebun, pinggiran sawah, dan di pinggir jalan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik. Materi teori disampaikan melalui pemaparan langsung menggunakan power point (PPT) disertai dengan gambar kemudain dilanjutkan dengan kegiatan diskusi bersama. Materi praktek yang diberikan yaitu: pertama menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, pemilihan daun kelor, memblender daun kelor, air cucian beras, mencampur gula merah, gula putih, yakul, bahan campuran masukan dalam jiregen, dan fermentasi selama 3 minggu. Kegiatan ini diharapkan akan memberikan pengetahuan kepada Kelompok Tani Gurile Desa L Sidorejo tentang mamfaat daun kelor dan mendapat keterampilan cara pembuatan pupuk organik dari daun kelor.
TARAF DOSIS PUPUK PELENGKAP CAIR (PPC) DAN MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO.L) Loso, Sugito
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 2 (2022): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i1.95

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peranan pentingdalam perekonomian Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkanmutu bibit kakao dengan cara taraf dosis pupuk pelengkap cair dan macam media tanam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam taraf dosis pupuk pelengkap cair dan macammedia tanam yang tepat terhadap pertumbuhan bibit kakao serta untuk mengetahui interaksiantara kedua faktor tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental denganRancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan sembilan kombinasi perlakuan yangdiulang sebanyak tiga kali. Setiap satuan percobaan terdiri atas 5 tanaman, setiap ulangansebanyak 45 tanaman sampel, dan jumlah tanaman yang dibutuhkan sebanyak 135 tanaman.PPC (P) dengan dosis yang terdiri : 1. P1 : tanpa pemberian , 1. P2 : 2 ml/liter air, P3 : 4ml/liter air. Macam Media Tanam (M) terdiri dari tiga kombinasi, yaitu : 1. M1 : Campuranantara tanah dan pupuk kotoran ayam 1 : 1, 2. M2 : Campuran antara tanah dan pupuk kotoranayam 2 : 1, dan 3. M3 : Campuran antara tanah dan pupuk kotoran ayam 3 : 1. Parameter yangdiamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter pangkal batang, jumlah akar lateral, bobotbasah berangkasan dan bobot kering berangkasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwamenunjukkan perlakuan taraf dosis pupuk pelengkap cair dengan konsentrasi 2 ml/liter air (P2)merupakan perlakuan yang terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman kakao.Perlakuan macam media tanam antara tanah dan pupuk kotoran ayam dengan perbandingan 2:1(M2) merupakan macam media tanam yang terbaik bagi pertumbuhan bibit tanaman kakao.
Penerapan Teknologi Biopori dan Jenis Biomassa Dalam Perbaikan Sifat fisik dan Kimia Tanah Pada Tanaman Kelapa Sawit Application of Biopore Technology and Types of Biomass in Repair Physical and Chemical Properties of Soil in Oil Palm Plants (Elaeis Loso, Sugito; Haryanti, Nely
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 4 No 1 (2023): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) APRIL 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v3i1.103

Abstract

Biopori adalah lobang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas makro dan mikro organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kadar air dalam tanah dan peningkatan kadar unsur hara di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penerapan teknologi biopori dan jenis biomassa dalam perbaikan sifat fisik dan kimia tanah pada tanaman kelapa sawit. Untuk mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut, penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan acak kelompok faktorial (RAK faktorial) maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Perlakuan terdiri atas satu faktor yaitu biomassa dari golongan tanaman monocotyl (S1), biomassa dari tanaman dicotyl (S2), biomassa dari bagian tanaman kelapa sawit (daun, pelepah, tandan buah, dan buang jantan (S3), biomassa campuran (monokotil, dikotil, dan bagian dari tanaman kelapa sawit) (S4). 1. Perlakuan biomassa campuran memberikan hasil terbaik terhadap perlakuan kadar air tanah, kadar unsur hara pada jarak 5 cm dari LRB, dan bulk dencity 2. Interaksi perlakuan teknologi biopori dan biomassa campuran hasil terbaik terhadap perlakuan kadar air tanah, kadar unsur hara jarak 0-5, 5-10, dan 10-15 cm dari lubang resapan biopori.