Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal UNIV.BI MENGABDI

WORKSHOP BUDIDAYA TANAMAN CINCAU HIJAU (PREMNA OBLONGIFOLIA MERR) DAN PENGOLAHAN DI DESA TANJUNG HARAPAN KELURAHAN MONENG SEPATI KECAMATAN LUBUKLINGGAU SETALAN II Loso, Sugito; Ma’shum, Halim; Siaga, Erna; Haryuni, Haryuni; Anggraini, Selviana
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 2 No 2 (2023): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v2i2.2205

Abstract

Tanaman Cincau hiau perdu (Premna Oblongifolia Merr) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai minuman penyegar. Selain itu tanaman cincau mempunyai potensi sebagai tanaman obat. Budidaya tanaman cincau hijau perdu di Indonesia masih tergolong rendah dikarenakan sulitnya teknik budidaya dan perbanyakan tanaman. Jenis tanaman cincau terdapat di Desa Tanjung Harapan Kelurahan Moneng Kecamatan Lubuklinggau Selatan II adalah cincau perdu (Premna oblongifolia Merr), cincau hijau (Cyclea barbata Miers), cincau hijau cina (Cocculus Orbiculatus), dan cincau sumbat kendi (Stephania capitata (Blume) Spreng). Tanaman cincau hijau perdu sangat potensial untuk dikembangkan di desa Tanjung Harapan, dilihat dari banyaknya tanaman cincau yang tumbuh di halaman rumah, di kebun, dan pinggiran sawah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan metode ceramah, diskusi, dan praktik. Materi teori bahan berupa power point (PPT) disertai dengan gambar, disampaikan memakai infocus, setelah materi selesai disampaikan peserta diberi kesempatan diskusi untuk menanyakan apa yang belum dimengerti. Materi praktek yang diberikan yaitu: pertama pengolahan daun cincau untuk dijadikan jelli dan kedua praktek perbanyakan tanaman. Anggota kelompok Tani Mukti Desa memperoleh pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman cincau, manfaatnya dan mendapat keterampilan cara pengolahan daun cincau hijau perdu. Memperoleh pengetahuan dengan kriteria paham, sudah jelas, sudah mengerti dalam budidaya, manfaat bagi kesehatan dan cara pengolahan daun cincau hijau perdu.
PEMBEKALAN SKILL URBAN FARMING BAGI KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA (KPN) PADA IPWL YAYASAN KARUNIA INSANI MUSI RAWAS Lumbantoruan, Santa Maria; Rudiansyah, Rudiansyah; Heirina, Anna; Loso, Sugito; Murtini, Sri; Anggraini, Selviana; Neksidin, Neksidin
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 3 No 2 (2024): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v3i2.2397

Abstract

Urban farming merupakan pertanian yang diterapkan di perkotaan dengan pemanfaatan lahan terbatas. Pemanfaatan urban farming disinyalir dapat meningkatkan ketahanan pangan dengan memberdayakan masyarakat yang memiliki lokasi perumahan yang sempit. Pengabdian ini di lakukan pada masyarakat yang pernah mengikuti rehabilitasi akibat terpapar oleh Narkotika, Psikotropika, dan bahan Adiktif lainnya (Napza). Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari penyulahan dan praktik langsung. Dalam pelaksanaan pengabdian ini dilakukan penyuluhan terkait pelaksanaan metode urban farming yang dapat dilakukan dengan mudah di rumah/tempat tinggal masyarakat korban penyalahgunaan Napza. Penyuluhan ini terkait tentang pentingnya peranan urban farming dapat meningkatkan ketahanan pangan. Penyulahan ini juga membahas tentang penerapan hiroponik. Hidroponik sederhana yang dapat dan mengurangi limbah plastik dan juga limbah styfoam. Metode selanjutnya pengabdian ini adalah melaksanakan praktik langsung pembuatan budidaya ikan dalam ember dan hidroponik sederhana dari bahan botol plastik juga stryfoam. Hasil pengabdian ini terlaksana budidaya ikan dalam ember, hidroponik sederhana dan nutrisi tanaman hidroponik. Pelaksanaan yang diikuti oleh warga binaan IPWL antusias mendengarkan dan ingin menerapkan langsung urban farming setelah keluar dari program rehabilitasi, sehingga mereka lebih produktif dan jauh dari godaan pengaruh Napza. Pegabdian merupakan kolaborasi Agroekoteknologi dan Ilmu perikanan. Pegabdian ini melibatkan mahasiswa untuk meningkatkan jiwa sosial di masyarakat dan penerapan ilmu selama di perkuliahan
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI KELOMPOK TANI GURILE DESA L SIDOREJO MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Loso, Sugito; Siaga, Erna; Ma'shum, Halim; Anggraini, Selvia; Dani, Sulis Tiwi Arum; Restiani, Selvi; Najjmussakib, Hilmi; Arigaya, Erti Arti
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 3 No 2 (2024): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v3i2.2407

Abstract

Tanaman Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman kelor merupakan tanaman perdu dengan ketinggian 7-11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Pemanfaatan daun kelor sebagai pupuk organik jarang dilakukan bahkan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat umumnya khususnya pada kelompok tani Gurile Desa L Sidorejo kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. Tanaman kelor mempunyai potensial untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, dilihat dari banyaknya taanaman kelor yang tumbuh di halaman rumah, di kebun, pinggiran sawah, dan di pinggir jalan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik. Materi teori disampaikan melalui pemaparan langsung menggunakan power point (PPT) disertai dengan gambar kemudain dilanjutkan dengan kegiatan diskusi bersama. Materi praktek yang diberikan yaitu: pertama menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, pemilihan daun kelor, memblender daun kelor, air cucian beras, mencampur gula merah, gula putih, yakul, bahan campuran masukan dalam jiregen, dan fermentasi selama 3 minggu. Kegiatan ini diharapkan akan memberikan pengetahuan kepada Kelompok Tani Gurile Desa L Sidorejo tentang mamfaat daun kelor dan mendapat keterampilan cara pembuatan pupuk organik dari daun kelor.