Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pengguna Jalan Ruas Bolu–Rantepao Rilva Toding Bua'; Sombolinggi, Azril Tangke; Ambun Rombe Dendo , Ermitha
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Maret 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/wvy9qf17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna jalan pada Ruas Bolu–Rantepao sebagai salah satu koridor utama di Kabupaten Toraja Utara yang melayani mobilitas lokal maupun regional. Lima variabel pelayanan jalan dianalisis, yaitu kondisi fisik jalan (X₁), kelancaran arus lalu lintas (X₂), fasilitas keselamatan dan penerangan (X₃), kenyamanan lingkungan dan fasilitas pejalan kaki (X₄), serta manajemen dan pengaturan lalu lintas (X₅). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel pelayanan terhadap kepuasan pengguna jalan (Y), serta Importance–Performance Analysis (IPA) dengan pendekatan derived importance untuk menentukan prioritas peningkatan pelayanan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan (X₁) dan kelancaran arus lalu lintas (X₂) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna jalan, sedangkan variabel fasilitas keselamatan dan penerangan (X₃), kenyamanan lingkungan dan fasilitas pejalan kaki (X₄), serta manajemen dan pengaturan lalu lintas (X₅) tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Hasil IPA menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan (X₁) berada pada Kuadran I sebagai prioritas utama peningkatan karena memiliki tingkat kepentingan tinggi namun kinerja rendah, terutama terkait kondisi perkerasan, marka, dan rambu pada segmen tertentu seperti jembatan Sungai Sa’dan. Variabel kelancaran arus lalu lintas (X₂) berada pada Kuadran II sehingga kinerjanya perlu dipertahankan. Temuan ini memberikan dasar yang jelas bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan pelayanan jalan secara efektif dan tepat sasaran.
Inovasi Awal Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat di Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla Utara, Kabupaten Tana Toraja Sombolinggi, Azril Tangke; Rilva Toding Bua; Abdias Tandi Arrang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/jpkm.v7i01.1571

Abstract

Pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism/CBT) merupakan pendekatan pengembangan pariwisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi wisata. Pendekatan ini dinilai penting karena mampu mendorong keberlanjutan pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla Utara, Kabupaten Tana Toraja memiliki potensi wisata alam dan budaya yang cukup besar, namun belum dikelola secara optimal melalui pendekatan pariwisata berbasis masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong inovasi awal pengembangan wisata berbasis masyarakat melalui pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan melibatkan aparat lembang dan masyarakat setempat sebagai mitra utama. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, sosialisasi, diskusi, pelatihan, dan pendampingan masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi potensi wisata, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep CBT dan keberlanjutan, serta perumusan konsep awal pengelolaan wisata berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata. Masyarakat mulai mampu mengidentifikasi potensi wisata alam dan budaya lokal, serta menunjukkan inisiatif dalam pengembangan sarana pendukung wisata secara swadaya. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan dan pendekatan partisipatif efektif dalam mendorong kesiapan masyarakat sebagai pelaku utama pengembangan wisata. Kegiatan pengabdian ini memiliki makna penting sebagai langkah awal dalam membangun pengelolaan wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Lembang Saluallo.
Evaluasi Pengadaan Konstruksi Jalan Berbasis SPSE di Toraja Utara dan Tana Toraja Sombolinggi, Azril Tangke; Bua', Rilva Toding
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Maret 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/z7tvdc75

Abstract

Pengadaan pekerjaan konstruksi jalan memegang peranan strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah serta menjamin pemanfaatan anggaran publik yang efektif dan akuntabel. Proses pengadaan tidak hanya ditentukan oleh nilai penawaran terendah, tetapi juga oleh kelayakan kualifikasi dan kesiapan teknis penyedia jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi kualifikasi dan penawaran teknis pada pengadaan pekerjaan konstruksi jalan berbasis Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) di Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Tana Toraja Tahun Anggaran 2025. Data yang digunakan berupa dokumen hasil evaluasi pengadaan terhadap 83 peserta tender, yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji Chi-Square, dan analisis proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelulusan kualifikasi peserta tender tergolong sangat tinggi, sedangkan kelulusan pada tahap evaluasi teknis relatif lebih rendah dan bervariasi antar lokasi. Uji Chi-Square menunjukkan bahwa faktor peralatan dan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) memiliki hubungan signifikan terhadap kelulusan evaluasi teknis, sedangkan faktor personil manajerial tidak konsisten. Analisis proporsi menunjukkan perbedaan signifikan tingkat kelulusan evaluasi teknis antar lokasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seluruh faktor teknis memiliki peran yang sama penting dalam sistem evaluasi gugur, sehingga ketidaksesuaian pada salah satu aspek teknis akan menyebabkan penawaran tidak lolos serta mempengaruhi tingkat persaingan dan nilai pengadaan konstruksi jalan.