Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna jalan pada Ruas Bolu–Rantepao sebagai salah satu koridor utama di Kabupaten Toraja Utara yang melayani mobilitas lokal maupun regional. Lima variabel pelayanan jalan dianalisis, yaitu kondisi fisik jalan (X₁), kelancaran arus lalu lintas (X₂), fasilitas keselamatan dan penerangan (X₃), kenyamanan lingkungan dan fasilitas pejalan kaki (X₄), serta manajemen dan pengaturan lalu lintas (X₅). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel pelayanan terhadap kepuasan pengguna jalan (Y), serta Importance–Performance Analysis (IPA) dengan pendekatan derived importance untuk menentukan prioritas peningkatan pelayanan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan (X₁) dan kelancaran arus lalu lintas (X₂) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna jalan, sedangkan variabel fasilitas keselamatan dan penerangan (X₃), kenyamanan lingkungan dan fasilitas pejalan kaki (X₄), serta manajemen dan pengaturan lalu lintas (X₅) tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Hasil IPA menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan (X₁) berada pada Kuadran I sebagai prioritas utama peningkatan karena memiliki tingkat kepentingan tinggi namun kinerja rendah, terutama terkait kondisi perkerasan, marka, dan rambu pada segmen tertentu seperti jembatan Sungai Sa’dan. Variabel kelancaran arus lalu lintas (X₂) berada pada Kuadran II sehingga kinerjanya perlu dipertahankan. Temuan ini memberikan dasar yang jelas bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan pelayanan jalan secara efektif dan tepat sasaran.