Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Farmaka

KARAKTERISTIK MORFOLOGI TANAMAN KENCUR dan AKTIVITAS FARMAKOLOGI (Kaempferia galanga L.) Review SOLEH SOLEH SOLEH; Sandra Megantara
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2494.014 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22089

Abstract

ABSTRAKKencur (Kaempferia galanga L.) merupakan salah satu tanaman Indonesia yang memiliki khasiat obat. Bahan herbal yang memiliki khasiat obat dianggap lebih aman, lebih efektif, dan memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan dengan bahan kimia. Terdapat senyawa yang terkandung didalam kencur hasil isolasi diantaranya Ethyl Cinnamate 65,98 %, Ethyl p-methoxycinnamate 23,65%, (+)-3-Carene 3,42%, Beta-Pinene 2,09%, Camphene 1,67%, Hexadecane 1,61%, Alpha-Pinene 0,71%, Myrcene 0,50%, 1-Limonene 0,37%. Pada beberapa penelitian menunjukan bahwa kencur memiliki aktivitas seperti Antijamur, Antiinflamasi, dan Antibakteri. Hal ini membuktikan bahwa tanaman herbal seperti kencur memiliki berbagai manfaat.  Kata Kunci : Kaempferia galanga L., Fitokimia, Aktivitas Farmakologi 
SUMBER DAN MANFAAT KOLAGEN DALAM INDUSTRI KOSMETIK Shella - Widiyastuti; Sandra Megantara
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.34518

Abstract

Kolagen merupakan protein paling melimpah yang dapat ditemukan dalam tubuh hewan, yang banyak digunakan dalam industri kosmetik. Sumber kolagen dapat ditemukan pada berbagai jenis ikan, cumi-cumi, dan katak dengan ekstraksi ASC (Acid Solubilized Collagen) atau PSC (Pepsin Solubilized Collagen). Hasil review menunjukkan bahwa jumlah kolagen tertinggi terdapat pada jenis ikan Evenchelys macrura dengan jumlah 80% (berat kering) dan Scomberomorous niphonius dengan jumlah 13,68% (berat basah) untuk ekstraksi ASC, serta ikan jenis Chitala ornata dengan jumlah 44,6% (berat kering) dan 15,3% (berat basah) untuk ekstraksi PSC serta manfaat kolagen dalam industri kosmetik sebagai komponen utama dalam banyak formulasi yang berfungsi sebagai humektan serta pelembab sehingga dapat meningkatkan hidrasi kulit dan mencegah penuaan kulit, membantu jaringan untuk beregenerasi, meningkatkan elastisitas kulit, menetralisisr kerusakan penuaan kulit, serta sebagai scaffolding/skin substitute.Kata kunci: kolagen, industri kosmetik, ASC, PSC.