Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Quality Standards for Pollution Prevention Countermeasures for Safety and Security at the Port of Surabaya (Survey o (Survey on Tanker Ships at the Port of Surabaya) Sutralinda, Dety
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 5 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v5i2.1071

Abstract

The purpose of this study is to determine and analyze the activities of the shipping fleet in the use and use of aids to prevent and prevent pollution of the marine environment, the attention and willingness of officers and crew on the prevention and prevention of pollution of the marine environment, as well as strategies for handling and preventing pollution of the marine environment to support safety and shipping security. By using descriptive qualitative research, data collection is done through interviews and documentation studies to be further processed and analyzed. The results of the first analysis showed that there were still ships that were not in accordance with international standards on the means of supporting marine pollution prevention equipment and there were still crew members who were not aware of the need to prevent sea pollution. The second analysis shows that the attention and willingness of the ship's officers and crew still aboard the ship's officers who neglected the prevention of pollution by ships, not all crew members have the habit of paying attention to pollution by ships. The results of the third analysis indicate that there are still shipping companies that have not yet fully equipped the pollution prevention aids on ships, when shipping equipment is damaged it is rather difficult to provide a replacement. The results of the fourth analysis show that the strategy for preventing and preventing pollution of the marine environment to support shipping safety and security is the result of an analysis of the strengths and weaknesses as well as opportunities and threats to increase the prevention and prevention of pollution of the marine environment to support shipping safety and security.
ANALISA AKAR MASALAH DALAM PENERAPAN MARPOL ANNEX V PADA PENANGANAN LIMBAH SAMPAH DI KAPAL MT. BUMI INDONESIA Purwitasari, Diyah; Siahaan, Renta Novaliana; Sutralinda, Dety; Setiawan, Renaldi Fajar
Jurnal 7 Samudra Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v9i1.156

Abstract

Indonesia memiliki target pada tahun 2025, sampah plastik di laut berkurang hingga 70%, namun dari tahun 2019 hingga 2022 produksi sampah plastik di laut baru berhasil dikurangi sebesar 28,5%. Pelibatan banyak pihak dalam upaya penanganan sampah plastik di laut sudah berjalan namun masih lambat. Walau Indonesia telah memiliki aturan dengan meratifikasi MARPOL 73/78, namun permasalahan dalam pengelolaan sampah di atas kapal masih banyak terjadi. Dalam upaya memahami hal tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti penerapan penanganan limbah sampah di atas kapal yang dapat berkontribusi dalam pencemaran air laut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data Root Cause Analysis (RCA) dari hasil observasi, wawancara, sebagai data primer dan studi literatur, garbage management plan, dan garbage record book sebagai data sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akar permasalahan dalam penerapan penerapan MARPOL 73/78 Annex V pada penanganan limbah sampah di Kapal MT. Bumi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal MT. Bumi Indonesia telah menerapkan prosedur penanganan sampah sesuai prosedur dalam Marpol 73/78, namun dalam kondisi tertentu penanganan limbah menjadi kurang efektif disebabkan karena rute yang panjang dan waktu berlayar yang relatif lama sehingga tempat penyimpanan dan pembuangan sampah melebihi kapasitas dan ABK menjadi lalai dalam pemisahan dan pembuangan sampah.
OPTIMALISASI PERAWATAN ALAT KESELAMATAN (LIFE SAVING APPLIANCE) DI KMP. TRISAKTI ADINDA GUNA MENUNJANG KESELAMATAN PENUMPANG DAN AWAK KAPAL Dewi, Ade Ita Kharisma; Sutralinda, Dety; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Susanto , Novrico
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 8 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi laut hingga saat ini masih memegang peranan yang sangat penting sebagai alat angkut dalam jumlah besar yang belum dapat dilakukan oleh angkutan lainnya. Oleh sebab itu tingkat keselamatan menjadi prioritas untuk menunjang keselamatan penumpang dan awak kapal. Untuk meningkatkan keselamatan telah diatur dalam regulasi SOLAS (Safety Of Life At Sea) Consolidated 2020Chapter III tentang Life Saving Appliances and Arrangements. Keadaan darurat di atas kapal bisa terjadi kapan saja dan mempunyai resiko bagi penumpang dan awak kapal. untuk menunjang keselamatan penumpang dan awak kapal maka alat keselamatan di atas kapal harus selalu dalam keadaan siap digunakan. Optimalisasi perawatan alat keselamatan di KMP. Trisakti Adinda perlu dilakukan berdasarkan Regulasi SOLAS Consolidated 2020. Data pada penelitian ini diperoleh langsung melalui wawancara dan observasi selama melaksanakan penelitian di KMP. Trisakti Adinda. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui secara menyeluruh mengenai sebab akibat dari penerapan Life Saving Appliances di KMP. Trisakti Adinda. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui ketersediaan peralatan keselamatan sesuai SOLAS Chapter III diatas kapal KMP. Trisakti Adinda dan bagaimana perawatan alat keselamatan yang dilakukan di atas kapal KMP. Trisakti Adinda serta mencari tahu bagaimana upaya mengoptimalkan peralatan keselamatan di atas kapal KMP. Trisakti Adinda. Serta mencari tahu sebab dan akibat penerapan alat keselamatan tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh SOLAS Consolidated 2020 Chapter III tentang Life Saving Appliances and Arrangements, LSA Code2017 Edition, maupun SMK Perusahaan. Dari hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa penerapan alat keselamatan belum sepenuhnya sesuai dengan SOLAS Consolidated 2020, LSA Code 2017 Edition, maupun SMK Perusahaan baik secara jumlah, spesifikasi, perawatan dan kurangnya perawatan alat keselamatan di atas kapal KMP. Trisakti Adinda. Ketidaksesuaian alat keselamatan di KMP. Trisakti Adinda diakibatkan kurang optimalnya perawatan dan juga belum sepenuhnya melakukan plan maintenance system selain itu jarang dilakukan inspeksi secara langsung di atas kapal. Sebaiknya plan maintenance system agar dijalankan untuk menunjang kelayakan alat keselamatan di atas kapal.
Analisis Kandasnya Kapal AHTS Etzomer 1601 saat Memasuki Alur Pelayaran Surabaya Andries, Arnnold Hendrich; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Yudianto, Prima Yudha; Sutralinda, Dety
Hengkara Majaya Vol. 5 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v5i2.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih lanjut mengenai alur pelayaran. Lebih tepatnya alur pelayaran Surabaya yang termasuk salah satu alur pelayaran yang cukup padat yang tidak lepas dari berbagai macam kapal. Penelitian ini dilaksanakan pada saat peneliti melakukan kegiatan praktek laut per tanggal 26 Agustus 2022 sampai dengan tanggal 27 Agustus 2023 di kapal AHTS ETZOMER 1601 dari perusahaan (PNEP) Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari yang mengarungi laut jawa, selat makassar dan sekitaran Bekapai Offshore. Untuk teknik analisis datanya sendiri peneliti menggunakan analisis yang bersifat kualitatif dimana penyusunannya dilakukan secara sistematis. Metode yang digunakan adalah Root Cause Analysis, Root Cause Analysis sendiri membantu mengungkap sumber sebenarnya dari suatu masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi saat peneliti melakukan penelitian di kapal Etzomer 1601, lalu dilakukannya wawancara terhadap petugas kapal dan kru kapal yang bertugas jaga saat kapal mengalami kandas, dan dokumentasi pribadi yang dipaparkan peneliti. Didapatkan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan kandasnya kapal baik faktor internal yang merupakan kesalahan dari kru kapal maupun faktor eksternal.
Upaya Meningkatkan Pemahaman tentang Sistem Keamanan Kapal Sesuai ISPS Code di MT XYZ Utomo, Tri Rizki; Sutoyo, Sutoyo; Setiawan, Ariyono; Sutralinda, Dety
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.16960

Abstract

Industri maritim memegang peranan penting dalam konektivitas dan perdagangan global. Namun, keamanan dan keselamatan pelayaran kian terancam oleh berbagai kejahatan, termasuk perampokan, pembajakan, dan pencurian di atas kapal. Untuk mengatasinya, International Maritime Organization (IMO) memberlakukan International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab ABK kurang memahami tentang ketentuan ISPS Code dan belum maksimal dalam penerapannya sekaligus dapat menjawab terkait upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman keamanan diatas kapal MT. XYZ.Dalam penelitian ini Teknik yang dilakukan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka, adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif, dimana suatu hal yang diteliti dideskripsikan dengan menggunakan informasi langsung yang dikumpulkan dari tempat praktek laut.
Analisis terlepasnya Marine Panama Chock MV. XYZ saat Unberhting di Pelabuhan Mirah Surabaya Darmawan, Bagas; Arleiny, Arleiny; Sutralinda, Dety; Widyaningsih, Upik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.17121

Abstract

Panama Chock terlepas di kapal XYZ ketika proses unberthing di Pelabuhan Mirah, Surabaya sehingga menyebabkan terjadinya hambatan proses unberthing serta berdampak pada kerusakan kapal. Tujuan penelitian ini adalah agar bisa mengetahui faktor penyebab, dampak, serta upaya yang dilakukan setelah terlepasnya panama chock di kapal XYZ. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam hal ini Teknik pengumpulan data berupa pendekatan pada objek melalui observasi, wawancara secara langsung dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan marine panama chock terlepas kurangnya perawatan pada marine panama chock yang menyebabkan banyaknya korosi yang merupakan faktor terbesar penyebab kejadian terlepasnya marine panama chock. Dampak dari terlepasnya marine panama chock MV. XYZ ketika unberthing di Pelabuhan Mirah Surabaya yaitu gangguan operasional dan penundaan, risiko keselamatan risiko lingkungan.
Application Of Personal Protective Equipment During Discharging To Ensure Crew Safety On Board The Mt Nolowati Iii Ship Sofyan , Sofyan; Sutralinda, Dety; Nofandi, Faris; Huda, Samsul
Jurnal Economic Resource Vol. 8 No. 1 (2025): March-August
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v8i1.1372

Abstract

Work safety is a form of effort that aims to create a work environment that is safety and prevents various accidents. To improve work safety efforts, namely by using the correct Personal Protective Equipment according to applicable procedures. Personal Protective Equipment is work equipment that must be used by the crew when working on the ship. This study aims to examine the importance of the use of Personal Protective Equipment by ship crews during the discharging process. And also to find out the actions and efforts of ship officers to optimise the application of the use of personal protective equipment during discharging. The author uses a qualitative method with data collection techniques through data observation, interviews and finally documentation. The author examines how the application of Personal Protective Equipment during discharging to maintain crew safety on board MT NOLOWATI III. After conducting research and analysis, it is known that the use of personal protective equipment during the discharging process on the MT NOLOWATI III ship used by the crew does not meet the applicable standards as evidenced by several work accidents. The ship's officer's actions and efforts to optimise the implementation of the use of Personal Protective Equipment during loading and discharging have been optimised, but indeed the crew's awareness of the importance of safety culture is very low. This, needs to be given more optimal actions and efforts to the crew so that they can use Personal Protective Equipment (PPE) in order to realise and improve safety for themselves, and others
Analisis Peran Kapal SV. Fiona 38 Dalam Mendukung Operasi Lifting Tanker di Wilayah Kerja PHE WMO Reyhnard Satria Prabowo; Tri Haryanto; Henna Nurdiansari; Sutralinda, Dety; Sitepu, Firdaus
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1538

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis peran krusial kapal SV. Fiona 38 dalam mendukung operasi lifting tanker berbasis Single Buoy Mooring (SBM) di wilayah kerja Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO). Penelitian ini dilakukan karena konsistensi penugasan SV. Fiona 38 dan minimnya kajian spesifik mengenai kontribusi teknis kapal tersebut. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi partisipasif, studi dokumen seperti laporan harian dan spesifikasi kapal, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan alasan dipilihnya SV. Fiona 38 serta menguraikan fungsi peralatan deck handling yang ada di kapal, seperti towing winch, tugger winch, work winch, capstan, shark jaw, dan towing pin dalam menunjang kelancaran dan keamanan operasi lifting tanker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan kapal SV. Fiona 38 dalam operasi lifting tanker mencapai 100%. Selain itu, analisis peralatan deck handling menunjukkan bahwa tugger winch merupakan peralatan dengan tingkat keterlibatan tertinggi sebesar 49,8%, serta memiliki durasi penggunaan terlama yaitu 71,4% atau selama 63 menit dari total waktu operasi lifting tanker. Kapal SV. Fiona 38 dipilih karena kelengkapan dan keandalan peralatan deck handling, kemampuan manuver yang stabil, serta kapastias towing yang memadai. Peran SV. Fiona 38 sebagai pengendali hose, pengatur posisi tanker, dan pendukung keselamatan operasional menunjukkan bahwa kapal ini merupakan komponen penting dalam menjamin kelancaran, efisiensi, dan keandalan kegiatan lifting tanker di wilayah kerja PHE WMO.
Optimalisasi Ballast Water Management Plan (BWMP) Dalam Upaya Pencegahan Pencemaran Air Laut: (Studi Kasus:MV. Ocean Perkasa) Azzah, Nadya Nurul; Haryanto, Tri; Nurdiansari, Henna; Sutralinda, Dety; Sitepu, Firdaus
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1554

Abstract

Pengelolaan air ballast yang tidak optimal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan laut akibat perpindahan organisme antar perairan. Oleh karena itu, penerapan Ballast Water Management Plan (BWMP) menjadi hal yang penting dalam mendukung kepatuhan terhadap ketentuan Ballast Water Management Convention (BWMC). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gangguan pada sistem Ballast Water Treatment System (BWTS), khususnya pada komponen pengolahan kimia dapat memengaruhi efektivitas pengelolaan air ballast. Pada penelitian ini memiliki keterbaruan pada foku s kajian optimalisasi penerapan BWMP melalui identifikasi akar permasalahan malfungsi sistem Total Residual Oxidant (TRO) akibat sumbatan pada T-strainer serta keterkaitannya dengan aspek operasional dan perawatan di atas kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak optimalnya penerapan BWMP dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan manajemen operasional. Sumbatan pada T-strainer sistem TRO akibat endapan yang tidak dibersihkan secara rutin menyebabkan kinerja sistem BWTS menjadi tidak stabil dan memicu alarm maupun kondisi trip. Selain itu, keterbatasan pemahaman kru terhadap pelaksanaan ballast operation turut memengaruhi efektivitas pengelolaan air ballast. Dengan peningkatan perawatan sistem secara berkala dan penguatan pemahaman awak kapal, penerapan BWMP dapat berjalan lebih optimal dan mendukung upaya pencegahan pencemaran air laut.
Implementation of the Plan Maintenance System (PMS) Function on Lifeboats to Support Sailing Safety on the Jambo VIII Ferry Motor Ship Putri Naftali, Salsabila; Sutralinda, Dety; Annas Amrullah, Romanda; Agung Istri Sri Wahyuni, Anak
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.373

Abstract

Sailing safety on passenger ships such as KMP Jambo VIII is often threatened by lifeboat failure due to suboptimal maintenance, even though the Plan Maintenance System (PMS) has been implemented. This study aims to analyze the implementation of the PMS function on lifeboats and identify its obstacles to supporting sailing safety. This type of qualitative descriptive research was conducted on the KMP Jambo VIII crew population with a purposive sample of 4 key informants (Captain, Chief Officer, Pumpman, Boatswain). The main research instruments were supported by semi-structured interview guidelines, observation sheets, and documentation; data analysis used the Miles and Huberman model (reduction, presentation, conclusion). The results show that the PMS runs through tiered inspections despite being hampered by a busy operational schedule, scarcity of spare parts, and administrative-field gaps. The conclusion recommends regular crew training and PMS digitalization for safety optimization.