Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA DALAM PEMBINAAN RUMAH TANGGA ISLAM PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI KELURAHAN DUFA-DUFA, KECAMATAN TERNATE UTARA, KOTA TERNATE Haris Abbas, Abdul; Alhadar, Muhdi; Abd. Djalal, Marini; Sucipto, Sucipto; Husna, Husna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengkaji bagaimana nilai-nilai moderasi beragama diterapkan dalam pembinaan rumah tangga pada masyarakat Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara. Kegiatan ini menggunakan pendekatan participatory action reseach dengan mengumpulkan data melalui observasi, Focus Group Discussion, wawancara dan angket.Temuan pengabdian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap moderasi beragama berada pada kategori tinggi, terutama terkait sikap toleran, kemampuan berdialog, dan komitmen anti-kekerasan. Pembinaan rumah tangga di wilayah ini berlangsung secara relatif harmonis melalui komunikasi, musyawarah, serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Adat lokal seperti Adat Seatorang dan Balakusu Sekano-Kano berperan sebagai pilar harmoni dalam menanamkan nilai keselarasan, penghargaan, dan penyelesaian konflik secara damai dalam keluarga. Meski demikian, tantangan masih ditemui, antara lain perbedaan budaya pasangan, terbatasnya pemahaman tentang manajemen konflik, serta belum meratanya pemahaman moderasi beragama di seluruh keluarga.Pelaksanaan program pengabdian berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat, program ini menegaskan bahwa integrasi nilai moderasi beragama dengan adat lokal merupakan pendekatan yang efektif dalam menciptakan keluarga yang harmonis di lingkungan multikultural
Sunni Islamic Thought and the Development of Religious Tolerance in North Maluku: Perspective of Sufism and Maslahah Giling, Mustamin; Thalib, Abdullah; 'Ulama' I , Khaerul Asy'aey; Alhadar, Muhdi; Santalia, Indo
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v10.i1.26267

Abstract

Indonesia is home to the world’s largest Sunni Muslim population, where Islam historically developed within the framework of ahl al-sunnah wa al-jamā‘ah, grounded in the creeds of al-Ash‘ari and al-Maturidi, the four Sunni schools of jurisprudence, and classical Sufism. This study examines the role of the Sunni tradition in fostering interfaith tolerance in North Maluku. Employing a qualitative approach, the research draws on field observations, in-depth interviews, and literature analysis, and is analytically informed by Sufi perspectives in Islamic thought and the concept of maṣlaḥah (public welfare) in Islamic law. The findings reveal that the Sunni tradition, particularly through its Sufi teachings, promotes a balanced model of religious moderation that integrates firm theological commitment with social openness. In Indonesia, Sunni Islam has played a significant role in nurturing interfaith tolerance not only at the theological level but also across social, cultural, and political dimensions, both conceptually and in everyday practice. In North Maluku specifically, from the era of the sultanates to the present day, the Sunni tradition has consistently contributed to harmonious interreligious relations, positioning religion as a source of universal compassion. As the majority religious orientation, Sunni Islam advances moderate teachings that encourage peaceful coexistence, as reflected in Sufi ethics and Shafi‘i jurisprudence, which emphasizes the pursuit of social welfare. Consequently, the Aswaja tradition has profoundly shaped Indonesian Islam as an inclusive, humane, and socially responsive religious expression.