Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Psychological First Aids Training Bagi Karyawan UPTD PPA Kota Makassar Widyastuti, Widyastuti; Cahyaningrum, Kartika; Gangka, Nur Arrad Tenri; Ramadani, Nur Fitri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPelatihan PFA untuk pegawai UPTD PPA Kota Makassar menjadi urgensi mengingat peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Makassar. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, terjadi peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebesar 15% pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini membutuhkan kesiapan pegawai UPTD PPA dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat bagi korban. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pegawai UPTD PPA Kota Makassar dalam memberikan Pertolongan Pertama Psikologis (PFA) bagi korban kekerasan, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan UPTD PPA Kota Makassar dalam membantu pemulihan kondisi psikologis korban kekerasan. Dengan transfer IPTEKS tersebut, pegawai UPTD PPA Kota Makassar memiliki kompetensi yang lebih baik dalam memberikan pertolongan pertama psikologis bagi korban kekerasan, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan UPTD PPA dalam membantu pemulihan kondisi psikologis korban kekerasan.Kata kunci: PFA, UPTD PPA, layanan
Psikoedukasi Perilaku Self Harm pada Remaja Akhir Pengguna Sosial Media Instagram Cahyaningrum, Kartika
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 5, No 2 (2025): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v5i2.78853

Abstract

Abstrak. Self harm adalah suatu bentuk perilaku yang dilakukan individu untuk mengatasi tekanan emosional atau rasa sakit secara emosional dengan cara menyakiti dan merugikan diri sendiri tanpa bermaksud untuk melakukan bunuh diri. Tujuan kegiatan psikoedukasi ini adalah membangun awareness yang dimulai dengan mengenali definisi dan gejala-gejala perilaku self harm, faktor penyebab, dan cara pencegahan maupun penanggulangan. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi ini adalah metode psikoedukasi dengan pendekatan Health Belief Model dengan dimensi perceived benefits. Sasaran psikoedukasi ini adalah remaja akhir pengguna sosial media Instagram. Tahapan dalam psikoedukasi ini adalah need assessment, pemberian pre-test, pembuatan materi psikoedukasi dengan video animasi, penyebaran materi psikoedukasi dengan video animasi, dan pemberian post-test. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji paired sample t-test dengan menggunakan program SPSS versi 25. Hasil dari kegiatan psikoedukasi ini menunjukkan bahwa video psikoedukasi telah memberikan materi yang informatif, mampu menyadarkan pentingnya menyayangi diri sendiri serta bahayanya melukai diri sendiri. Orang-orang yang sebelumnya telah melukai diri sendiri memiliki niat dan usaha untuk berhenti melakukan hal tersebut. Berdasarkan uji paired sample t-test dengan hasil 0,000<0,05 dapat diartikan bahwa ada perbedaan antara hasil pre-test dengan post-test. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari sebelum dan sesudah kegiatan psikoedukasi self harm pada remaja akhir pengguna sosial media Instagram.Kata Kunci: Psikoedukasi; Self Harm; Remaja; Media Sosial; Health Belief Model
Pengaruh Self-Esteem dan Regulasi Emosi Terhadap Tendensi Koping FFFFs Dewasa Awal Stres Tinggi di Makassar M, Nurul Auralia; Widyastuti, Widyastuti; Cahyaningrum, Kartika
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15435

Abstract

Early adulthood (ages 18–40) is a period vulnerable to high stress and quarter-life crisis, with the prevalence of emotional mental disorders in Makassar reaching 17.86% (higher than the national average of 9.8%). This study aims to examine the influence of self-esteem and emotion regulation on the tendency of 4F coping mechanisms (fight, flight, freeze, fawn) in early adults with high stress in Makassar City. Using a quantitative approach with a multinomial logistic regression design, the study involved 229 early adult respondents aged 18–40 years who had high stress levels based on the Perceived Stress Scale (PSS). Research instruments consisted of the Rosenberg Self-Esteem Scale, the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), and the Fight-Flight-Freeze-Fawn Test. Results showed the majority of respondents had moderate self-esteem (40.2%) and moderate emotion regulation (49.3%), with the freeze coping tendency being most dominant (41.9%). Regression analysis revealed emotion regulation had a significant influence on the 4F coping mechanism (p=0.001), while self-esteem was not significant (p=0.648). The combined contribution of both variables was 52.9% (R²=0.529), leaving 47.1% influenced by factors outside the model. The study concludes that emotion regulation ability is a critical factor in determining the tendency towards 4F coping mechanisms in this population, while self-esteem did not show a direct influence. These findings confirm the importance of interventions focused on strengthening emotion regulation to reduce maladaptive responses to high stress in early adults within urban contexts like Makassar