Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perubahan Sikap Mad’u Mahasiswa KPI Angkatan 2022 dan Penggunaan Instagram sebagai Media Dakwah Salwa Intan Fatikah; Supriadi Supriadi; Muhammad N. Abdurrazaq
JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora (JISPENDIORA)
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/jispendiora.v4i3.3412

Abstract

This thesis examines the influence of Islamic preaching (dakwah) through Instagram on attitude changes among students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program (KPI), class of 2022, at Al-Zaytun Islamic Institute of Indonesia (IAI AL-AZIS), Indramayu. The main phenomenon explored is the use of Instagram as a medium for dakwah and the extent to which it can trigger changes in students’ attitudes. The study aims to analyze cognitive, affective, and conative attitude changes resulting from exposure to dakwah content on Instagram, as well as to understand students’ preferences in selecting effective dakwah content. The research employs a qualitative descriptive-analytical approach with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, and the data were thematically analyzed to identify patterns and meanings derived from students’ experiences. The findings show that Instagram is perceived as an effective medium of dakwah among KPI students. They prefer concise, visual, and easy-to-understand content such as short videos, reels, quotes, and carousels. The main factors attracting students are persuasive delivery styles, the relevance of themes to their daily lives, and appealing visual designs. Their motivation to follow dakwah accounts is primarily driven by the need for inspiration, motivation, and spiritual support. The impact of Instagram-based dakwah is evident in cognitive (religious knowledge), affective (religious feelings and attitudes), and conative (religious practices) aspects. However, these changes tend to be temporary and inconsistent. Thus, although Instagram is effective as a medium of preaching dakwah, both internal and external reinforcement are required to ensure more sustainable impacts
PENGARUH KONSEP DIRI DAN INTENSITAS KOMUNIKASI TERHADAP EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI KALANGAN MAHASISWA Nida Khapidatul R; Muhammad N. Abdurrazaq; Anjar Sulistyani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34824

Abstract

Masih banyak mahasiswa Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia yang kurang efektif dalam berkomunikasi, baik melalui media digital ataupun secara langsung. Menurut Devito konsep diri dan intensitas komunikasi termasuk kedalam faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal, maka dari itu penelitian ini mengkaji hubungan konsep diri, intensitas komunikasi, dan efektivitas komunikasi interpersonal di kalangan mahasiswa serta seberapa besar pengaruh konsep diri dan intensitas komunikasi terhadap efektivitas komunikasi interpersonal di kalangan mahasiswa yang masih terbatas. Penelitian ini mengadaptasi alat ukur TSCS yang dikembangkan oleh Wiliam H. Fitts, instrumen intensitas yang dikembangkan dari teori terpaan media oleh Rosengren, dan efektivitas komunikasi interpersonal yang dikembangkan dari teori Devito. Variabel dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas yaitu konsep diri dan intensitas komunikasi, serta satu variabel terikat efektivitas komunikasi interpersonal. Transformasi data dilakukan dengan teknik normalisasi min-max untuk menjaga proporsionalitas nilai. Uji asumsi parametrik klasik seperti normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas dilaksanakan untuk memastikan kelayakan model. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif dan signifikan pada taraf 95%, sedangkan uji korelasi parsial juga menunjukkan hasil positif dan signifikan pada taraf 90%. Selain itu, uji F melalui ANOVA pada model regresi linear berganda menunjukkan pengaruh yang signifikan, demikian pula uji t terhadap masing-masing koefisien regresi dan titik potong pada efektivitas komunikasi interpersonal. Nilai koefisien determinasi (R²) dalam penelitian ini sebesar 22,3%. Maka dari itu, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara konsep diri, intensitas komunikasi, dan efektivitas komunikasi interpersonal pada mahasiswa. Kedua variabel independen ternyata berpengaruh signifikan baik secara simultan maupun parsial terhadap efektivitas komunikasi interpersonal, dengan pola hubungan yang konsisten terhadap sampel yang ada, maupun sampel baru.