Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Effect Of Asmaul Husna Dhikr On Blood Pressure In Hypertension Patients Pre-Anesthesia At Yogyakarta Islamic Hospital PDHI Az Zahra, Hana; Azizah, Aisyah Nur; Rosidah, Istiqomah
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v9i2.7155

Abstract

Increased blood pressure during pre-anesthesia if not treated will cause bleeding both intra and post-operatively.Furthermore, it also increases the anesthetic dose, which prolongs the patient's recovery period after anesthesia. One therapy that can lower blood pressure is the recitation of the Asmaul Husana (Asmaul Husana) because it has a relaxing effect on the body.This study aims to determine the effect of dhikr Asmaul Husana on blood pressure in pre-anesthesia hypertension patients at the Yogyakarta Islamic Hospital PDHI..This research method used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design with the Wilcoxon test. The sample in this study were 54 pre-anesthesia patients with accidental sampling. The results of data processing using the Wilcoxon test obtained a p-value of 0.000 (p <0.05), which means Ha is accepted. These results indicate that there is an effect of dhikr Asmaul Husana on blood pressure in pre-anesthesia hypertensive patients at the Yogyakarta Islamic Hospital PDHI. Kata kunci: Dzikir Asmaul Husna, Tekanan Darah, Pre Anestesi
PENGARUH VIDEO EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUMAH SAKIT PADA MAHASISWA Putra, Akbar Aji Pamungkas Suprapto; Handayani, Nia; Rosidah, Istiqomah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 14 No 2 (2025): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v14i2.423

Abstract

Latar Belakang: Infeksi nosokomial merupakan masalah kesehatan global serius di berbagai fasilitas kesehatan. Infeksi ini dapat menyebabkan berbagai dampak seperti mengakibatkan perpanjangan masa rawat inap, resistensi mikroorganisme terhadap antimikroba hingga kematian yang sangat negatif bisa menginfeksi pasien, keluarga, tenaga kesehatan, termasuk mahasiswa yang sedang menjalani praktik klinik di rumah sakit. Pengetahuan pencegahan infeksi nosokomial yang kurang, dapat meningkatkan risiko terpapar infeksi nosokomial. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan infeksi ini salah satunya dengan menggunakan media yang efektif seperti video animasi. Tujuan: Mengetahui bagaimana pengaruh video edukasi terhadap tingkat pengetahuan tentang pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi angkatan 2023. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian pre experimental dengan one group pretest posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling berjumlah 61 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa kuisioner tingkat pengetahuan dan video animasi yang berisi materi mengenai pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit. Hasil: Sebelum diberikan video edukasi, tingkat pengetahuan mahasiswa berada pada kategori “kurang” (83.6%). Setelah diberikan video edukasi, tingkat pengetahuan pada mahasiswa meningkat menjadi “cukup” (50.8%) dan “cukup baik” (42.6%), dengan hasil uji wilcoxon signed test sebesar 0.0000 dengan p-value < a (0.05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.
Effect of Coloading Fluid on The Incidence of Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) in Patients Post Spinal Anesthesia : A Study at RSUD Wates Hubabillah, Fauziyyah; Rosidah, Istiqomah; Azizah, Aisyah Nur
Adult Health Nursing Journal Vol 2, No 2 (2025): Strengthening Adult Nursing Practice: Clinical Outcomes, Patient Safety, and Nur
Publisher : Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ahnj.v2i2.11797

Abstract

Introduction:  Surgery with spinal anesthesia can lead to complications such as nausea and vomiting due to hemodynamic imbalances during and after anesthesia. Perioperative fluid status plays a crucial role in maintaining patients' hemodynamic balance during surgery. One fluid management strategy that can be implemented is co-loading fluid therapy. Objectives: This study aims to determine the effect of co-loading fluid on the incidence of Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) in patients after spinal anesthesia at RSUD Wates. Methods: This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design. The study design used was a two-group posttest only. The sampling technique utilized non-probability sampling with consecutive sampling, resulting in 36 respondents according to inclusion and exclusion criteria. Data collection was conducted using observation sheets, and data processing in this study utilized the Mann-Whitney test. Results:  Data analysis using the Mann-Whitney test yielded a p-value of 0.015 (p < 0.05), indicating that the alternative hypothesis (Ha) is accepted. This result shows that there is an effect of co-loading fluid therapy on the incidence of Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) in patients undergoing spinal anesthesia at RSUD Wates. Conclusions:  There is an effect of co-loading fluid therapy on the reduction of Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) in patients after spinal anesthesia at RSUD Wates.
Application of Acacia Honey Dressing to Post-Debridement Wound Care in Type 2 Diabetes Patients Dewa Darma, Dimas; Rosidah, Istiqomah; Nurazizah, Wika
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (DM) is a chronic disease whose prevalence continues to increase in Indonesia. One complication of DM is difficult-to-heal wounds due to chronic hyperglycemia, impaired tissue perfusion, decreased angiogenesis, and peripheral neuropathy. If the wound experiences necrosis or infection, debridement is often performed to support the healing process. Purpose to describe the application of honey therapy to the wound care process in patients with type 2 DM post-debridement. Methodology This study used a descriptive method with a treatment period of 12 months. Honey therapy was administered for three days, with a frequency of one treatment per day. Results showed improvement in wound condition. On the third day, Mr. Y showed improved skin integrity: Upgraded to level 4, reduced redness, moisturized skin, reduced peeling, and a feeling of comfort. Mr. T also showed similar improvements with improved skin texture, increased moisture, and reduced redness.
PERBANDINGAN PEMBERIAN TINDAKAN SUCTION TEKANAN 100 DAN 150 TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN EKSTUBASI DENGAN GENERAL ANESTESI Alia Nadira; Rosidah, Istiqomah; Pramita, Ellyda Septiani
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.771

Abstract

Jumlah tindakan pembedahan terus meningkat setiap tahun, dan sebagian besar menggunakan anestesi umum yang membutuhkan intubasi dan ekstubasi. Ekstubasi berisiko menimbulkan komplikasi seperti penurunan saturasi oksigen, terutama akibat akumulasi sekret di saluran napas. Tindakan suction digunakan untuk membersihkan sekret, namun tekanan yang digunakan perlu disesuaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian tindakan suction tekanan 100 dan 150 terhadap saturasi oksigen pada pasien ekstubasi dengan general anestesi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan two group pre-post test. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik insidental sampling yang berjumlah 56 responden, setiap kelompok berjumlah 28 responden. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, mesin suction, bedside monitor dan untuk metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan uji mann-whitney. Hasil analisis menunjukkan mayoritas responden berusia 46–55 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan memiliki IMT normal. Uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah tindakan suction tekanan 100 mmHg (p = 0,025) dan 150 mmHg (p = 0,001) terhadap saturasi oksigen. Uji Mann–Whitney juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua tekanan suction tersebut (p = 0,036), sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua tekanan berpengaruh dan memiliki efek yang berbeda terhadap saturasi oksigen pasien ekstubasi.
PENGARUH DILAKUKAN VISITE ANESTESI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI BEDAH ORTOPEDI SPINAL ANESTESI DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Annisa, Rahma; Rosidah, Istiqomah; Riyadi, Raden Sugeng
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.800

Abstract

Operasi merupakan tindakan lanjutan penanganan kegawatdaruratan berdasarkan kondisi pasien. Tindakan pembedahan dipandang sebagai peristiwa besar yang dapat menimbulkan respon fisiologis dan psikologis khususnya kecemasan pada pasien dan keluarga pasien. Kecemasan pre operasi secara signifikan memengaruhi hasil pembedahan. Penatalaksanaan kecemasan pasien dapat dilakukan saat visite pre-operasi oleh tim anestesi. Kunjungan atau visite ini tidak hanya memungkinkan perkenalan, konfirmasi kondisi medis, dan penjelasan peran anestesi, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mendiskusikan kekhawatiran spesifik pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dilakukan visite anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien pre-operasi bedah ortopedi spinal anestesi di bangsal RS PKU Muhammadiyah Gamping. Dengan metode penelitian kuantitatif desain one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan accidental sampling didapatkan 42 responden dengan rumus slovin. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner APAIS versi Indonesia. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Sebelum dilakukan visite anestesi responden berada pada tingkat kecemasan ringan (16.7%), sedang (47.6%) dan berat (35.7%), kemudian setelah dilakukan visite anestesi tingkat kecemasan pasien menurun dengan rata rata pada tingkat cemas ringan (59.5%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value 0.000 (<0.05), sehingga Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh dilakukan visite anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien pre-operasi bedah ortopedi spinal anestesi di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Peningkatan visite anestesi sebagai intervensi krusial dalam persiapan pasien pre operasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Peningkatan komunikasi efektif, empati, pemberian informasi yang jelas dan edukasi pasien yang komprehensif selama visite.