Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Relationship between Clinical Guidance and Student Satisfaction During Clinical Practice at the Hospital Aslamiyah, Suwai Batul; Basit, Mohammad; Wijaksono, M. Arief; Fetriyah, Umi Hanik
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i4.3339

Abstract

Nursing students engage in clinical practice to apply nursing theory, integrate theoretical knowledge and practical skills. Effective clinical supervision allows students to experience satisfaction during clinical practice and meet cognitive, psychomotor, and affective competencies. It is important to research studying clinical supervision and student satisfaction in the Nursing DIII program during clinical practice at Hospital, so the objective this research is to determine the relationship between clinical guidance and the satisfaction of DIII Nursing students during clinical practice at Hospital. Methods: this study is descriptive with quantitative design with cross sectional. Sampling using continous sampling and sample used was 75 students of DIII regular nursing XXV. Data collection using questionnaires that tested valid and reliability. Analysis of data using Fisher Exact Test. Results: most of the clinical guidance is good majority (69.3%) and on the satisfaction of respondents when the majority clinical practice is satisfied (89.3%). The relationship of clinical guidance with nursing student satisfaction during clinical practice at the hospital with the results of p value 0.016 with (α = 0.05). Conclusion: there is a relationship of clinical guidance with nursing student satisfaction during clinical practice at the hospital. it is expected that the clinical supervisor to increase empathy by conducting clinical guidance to students in order to have a positive impact on students.
Gambaran Pemberian Komunikasi Terapeutik Perawat pada Pasien Lansia Heriyanti, Citta Ayunda; Wijaksono, M. Arief; Tasalim, Rian
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4509

Abstract

Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan dipengaruhi faktor komunikasi terapeutik yang baik. Komunikasi terapeutik dilaksanakan untuk membantu penyembuhan atau pemulihan pasien. Keberhasilan hubungan professional terapeutik antara perawat dan pasien akan menentukan komunikasi yang baik dapat meningkatkan kepatuhan klien dalam hal pengobatan dan perawatan penyakitnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran pemberian komunikasi terapeutik perawat pada pasien lansia di Puskesmas Pulang Pisau. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2024. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah pasien jumlah lansia rata-rata yang berobat perbulannya ke Puskesmas Pulang Pisau Kabupaten Pulang Pisau yaitu berjumlah sekitar 43 orang. Pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling adapun kriteria responden dalam penelitian ini adalah pasien lansia yang berobat ke Puskesmas Pulang Pisau, bersedia menjadi responden, tidak mengalami gangguan pendengaran dan tidak mengalami gangguan jiwa sehingga didapatkan 30 responden. Data dikumpukan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner data demografi responden dan kuesioner komunikasi terapeutik perawat dengan nilai r hitung (0,347-0,798) < r tabel (0,316) serta hasil uji reliabilitas nilai alpha cronbach 0,857>t tabel (0,514). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Gambaran Pemberian Komunikasi Terapeutik Perawat Pada Pasien Lansia di Puskesmas Pulang Pisau pada tahap prainteraksi adalah kategori baik 25 responden (83,3%), pada tahap orientasi adalah kategori cukup baik 23 responden (66,7%), pada tahap kerja adalah kategori baik 22 responden (73,3%) dan pada tahap terminasi adalah kategori baik 25 responden (83,3%). Hasil analisa disimpulkan gambaran pemberian komunikasi terapeutik perawat pada pasien lansia di Puskesmas Pulang Pisau mayoritas baik.
Pemberdayaan Remaja Melalui Pelatihan Hormonal Awareness dan Kesehatan Reproduksi Berbasis Display Model 3D Fase Hormonal Friscila, Ika; Rizali, Muhammad; Wijaksono, M. Arief; Fitriani, Aida
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3437

Abstract

Adolescence represents a critical phase of development, particularly concerning hormonal changes and reproductive health. It was observed that several female students were unable to accurately track their menstrual cycles, sometimes necessitating their early dismissal from school due to Premenstrual Syndrome (PMS). Open discussion regarding reproductive health content remains infrequent, with students often reporting feelings of awkwardness and a lack of confidence in engaging in such discussions. The program's primary objectives were to enhance awareness and understanding of hormonal phases and sexually transmitted infections (STIs), and to develop display model 3D-based educational media as a visual and interactive aid for comprehending the hormonal system. The activity was conducted at Senior High School, involving 80 female students as participants. The socialization material covered hormonal phases and STIs. To assess the level of understanding, pre- and post-tests were administered. The results indicated a significant increase in knowledge following the intervention. A key outcome of this program was the production and dissemination of new 2- and 3-dimensional hormonal display model designs, which were subsequently integrated as learning materials.
Perbedaan pemberian kompres hangat dan dingin dalam mengurangi nyeri sendi lansia radang sendi reumatoid Muliani, Sri; Syahlani, Ahmad; Wijaksono, M. Arief; Manto, Onieqie Ayu Dhea
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/61cx6c13

Abstract

Latar Belakang: Penatalaksanaan non-farmakologis seperti kompres air hangat dan kompres air dingin menjadi alternatif terapi.  Kompres air hangat dan dingin memiliki proses yang berbeda dalam perbaikan jaringan. Maka dalam penelitian ini bertujuan menganalisa perbedaan pemberian kompres air hangat dan dingin dalam menurunkan intensitas nyeri sendi pada lansia dengan radang sendi reumatoid.Metode: Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien lansia yang tinggal di Panti PPRSLU Budi Sejahtera di Kalimantan Selatan yang terdiagnosis Radang sendi reumatoid sebanyak 24 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan lembar pengkajian nyeri Numeric Rating Scale dan SOP Kompres hangat dan dingin.Hasil: 58,3% responden kelompok kompres air hangat mengalami penurunan nyeri sebesar 4 poin, dan 41,7% mengalami penurunan 3 poin. 58,3% pada kelompok kompres air dingin mengalami penurunan 2 poin, sedangkan 41,7% mengalami penurunan 3 poin.Kesimpulan: Hasil menunjukkan kompres air hangat lebih efektif dibandingkan dengan air dingin dalam menurunkan intensitas nyeri sendi. Disarankan kompres hangat digunakav untuk membantu melemaskan otot-otot yang tegang, mengurangi kekakuan sendi, dan menurunkan spasme otot.