Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Crispy Anchovy Processing in Amasing Village, South Halmahera Regency Wulandari, Tri Laela; Darmawaty, Darmawaty; Rumaiga, Faizal; Abdulkadir, Irwan; Mutmainnah, Mutmainnah; Djamhur, Martini; Kaidati, Bahar; Azis, Muh. Aksa
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 16 No. 2 (2023): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amasing village, located in South Halmahera Regency, North Maluku Province, is predominantly inhabited by a fishing community. This village boasts abundant natural resources, particularly a bountiful population of anchovies in its surrounding waters. However, the residents of Desa Amasing face several challenges in harnessing these natural resources to improve their economy. Therefore, the objective of this community service initiative is to add value to the fishermen's catch, particularly anchovies, by processing them into high-value crispy anchovy products. This initiative also aims to develop Desa Amasing into a model village based on the creative economy, especially in anchovy processing. This approach has the potential to significantly increase the income of the local community. Furthermore, we are making efforts to promote and market these crispy anchovy products to the general public. The implementation method involves aligning the program team's perceptions with community needs, collaborating with housewives, providing training in crispy anchovy production and business management, and offering marketing support. As a result of these activities, the housewives in Desa Amasing have successfully processed anchovies and have also improved the packaging of crispy anchovy products, making them more appealing to potential consumers. This initiative represents a significant step in empowering the local community and enhancing their economic resilience.
The abundance of zooxanthellae on massive and branching coral reefs at Bama Beach, Baluran National Park, Situbondo, East Java Widhi, Raut Nugrahening; Paluphi, Raut Wahyuning; Azis, Muh. Aksa; Abubakar, Salim; Sunarti, Sunarti
Depik 2025: Special Issue ICMF
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.0.0.46918

Abstract

Zooxanthellae are single-celled microalgae that live symbiotically in coral tissue. The porpose of this study was to determine the abundance of zooxanthellae in massive and branching corals. The research method used was descriptive analysis. The sampling technique used direct field sampling by chisels, both on massive coral reefs or branching coral reefs. Observation of zooxanthellae was conducted in the laboratory using a microscope. The results obtained from the research indicate that massive corals have a relatively higher abundance of zooxanthellae with values of 109 x 105 cells/cm than branching corals with values of 73 x 105 cells/cm. In addition, massive corals are more resistant to bleaching than branching corals due to their large reserves of zooxanthellae and their ability to adapt to environmental stress.Keywords:AbundanceZooxanthellaeMassiveBranching
Analysis Relationship of The Current Velocity and Primary Productivity on Coral Reef in Bama Beach Paluphi, Raut Wahyuning; Widhi, Raut Nugrahening; Azis, Muh. Aksa
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9402

Abstract

Coral reefs are one of the ecosystems with the highest biodiversity. The purpose of this study was to determine the relationship of current velocity has on primary productivity in coral reef ecosystems. Current velocity measurements using a current meter and primary productivity measurements using the Winkler method by ƒincubated for 5 hours. The results obtained from this study are that current velocity has an effect on primary productivity in coral reef ecosystems, R value 0.895 and R Square shows 80.1%. The significance value obtained Sig = 0,04, which means less than 0.05, it can be interpreted that the effect of current velocity on primary productivity is strong category. Based on the study results obtained, more research is necessary to find out how much the velocity of the current affects the primary productivity of the coral reef.
Pelatihan Pembuatan Briket dari Sampah Organik di Pesisir Pantai Kastela Disnawati, Disnawati; Adriani, Adriani; Supyan, Supyan; Azis, Muh. Aksa; Sabar, Mesrawaty; Widhi, Raut Nugrahening; Paluphi, Raut Wahyuning
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7207

Abstract

Akumulasi sampah organik  seperti kayu, ranting, dan dedaunan  di pesisir Pantai Kastela  Kota Ternate tidak terkelola dengan baik, yang menyebabkan pencemaran lingkungan, merusak ekosistem, dan berdampak negatif pada sektor pariwisata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan pengolahan sampah kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gam Lamo. Pelatihan ini memperkenalkan inovasi teknologi pengolahan sampah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan teknis. Berdasarkan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 90%, dengan skor rata-rata pre-test 52 dan post-test 94. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta. Selain mengurangi pencemaran dan emisi karbon, pembuatan briket juga menciptakan peluang usaha baru dan mendukung kemandirian ekonomi Masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa solusi berbasis komunitas efektif dalam mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir.
Financial analysis of the catching of blue swimming crab (Portunus pelagicus) in South Konawe Regency, Southeast Sulawesi: Analisis Finansial Usaha Penangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Azis, Muh. Aksa; Nainggolan, Chandra; Rahardjo, Priyanto; Findra, Muhammad Nur
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 6 No 1 (2022): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v6i1.43839

Abstract

Salah satu komoditas penting perikanan tangkap di Sulawesi Tenggara, khususnya perikanan skala kecil adalah rajungan dengan menggunakan alat tangkap bubu. Usaha penangkapan dikatakan berhasil apabila mendapatkan keuntungan yang maksimal bagi pelaku usahanya. Penggunaan jenis umpan yang berbeda pada alat tangkap bubu menghasilkan hasil tangkapan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa aspek finansial yang mencakup biaya, pendapatan, keuntungan, dan tingkat kelayakan finansial usaha penangkapan rajungan menggunakan umpan berbeda, yaitu ikan peperek dan ikan teri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu dengan cara peninjauan, pengamatan serta pengambilan data informasi secara langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tidak tetap yang dikeluarkan setiap tahunnya memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan biaya tetap. Penerimaan terbesar usaha penangkapan rajungan adalah dengan menggunakan umpan ikan peperek dengan keuntungan yang didapat sudah dapat menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan. Usaha penangkapan rajungan menggunakan ikan peperek dikatakan layak dan menguntungkan yang terlihat dari nilai NPV, IRR, dan B/C Ratio dengan pengembalian modal masuk kedalam kategori pengembalian modal sedang. Sedangkan dengan menggunakan umpan ikan teri mengalami kerugian, dimana penerimaan yang didapat tidak dapat menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan.