Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pembuatan Website Desa Poogalampa Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan Juflyn Alim; Juharmin Suruambo; Yustiani; Ainun Hidayanti; Juharmin Wa Ode Sartina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3322

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun dan mengimplementasikan website resmi Desa Poogalampa sebagai sarana informasi dan layanan publik berbasis digital. Pembuatan website dilatarbelakangi oleh kebutuhan pemerintah desa untuk meningkatkan transparansi, efektivitas komunikasi, serta partisipasi masyarakat dalam pemerintahan. Pengabdian ini dilaksanakan melalui pendekatan community empowerment dengan tahapan: analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pelatihan penggunaan bagi perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa website desa menjadi media publikasi dan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan desa berbasis e-government. Keberadaan website juga meningkatkan literasi digital aparat dan masyarakat desa dalam mendukung pembangunan menuju smart village.
Comprehensive school-based intervention: Reducing bullying incidents at SMP Negeri 8 Baubau Suruambo, Juharmin; Alim, Juflyn; Indrawan, Yongky
Community Empowerment Vol 10 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.13654

Abstract

In response to the high number of bullying incidents at SMP Negeri 8 Baubau, this community service program aims to reduce these incidents through a comprehensive approach involving students, teachers, and parents. The program is implemented through outreach, practical skills training, and ongoing mentoring. Evaluations show an increase in participant knowledge (30% among students, 40% among teachers), a decrease in reported bullying cases, and a more positive attitude towards prevention. These results imply that this collaborative and comprehensive approach is effective in building a safe and supportive school culture and can be replicated in other schools.
Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Multikultural di Sekolah Dasar Juharmin Suruambo; Juflyn Alim; Yongki Indrawan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis multikultural di Sekolah Dasar, khususnya di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan memilih 10 guru Bahasa Indonesia yang memiliki pengalaman mengajar di kelas rendah dan tinggi, serta 50 siswa yang berasal dari kelas yang diajar oleh guru-guru tersebut dari tiga Sekolah Dasar yang berbeda di Kota Baubau. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi partisipan di kelas, serta studi dokumen berupa silabus, RPP, dan catatan siswa dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara, lembar observasi dan checklist analisis dokumen. Instrumen digunakan untuk mengukur pemahaman konsep multikultural, penerapan strategi pembelajaran, persepsi terhadap dampak pembelajaran, penggunaan metode dan materi pembelajaran yang beragam, interaksi dalam pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang berorientasi pada multikultural. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar di Kota Baubau memiliki dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa tentang keberagaman budaya, peningkatan sikap toleransi, dan peningkatan kemampuan berbahasa Indonesia. Namun, implementasi tersebut juga menghadapi tantangan, seperti kurangnya sumber daya yang mendukung dan kurangnya pelatihan bagi guru. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis multikultural efektif dalam mengembangkan karakter siswa yang inklusif dan toleran, namun perlu adanya dukungan yang lebih komprehensif dari berbagai pihak.
ANALISIS INTEGRASI MULTIMEDIA DENGAN PENDEKATAN KEMAMPUAN SOSIOLINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Suruambo, Juharmin; Firman Alamsyah Mansyur
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.33506

Abstract

This study aims to examine in depth the role of multimedia integration in improving the sociolinguistic abilities of elementary school students in Indonesian language learning, adopting a mixed-method approach. This study integrates a systematic literature review with primary data collection through classroom observation and interviews. A systematic literature search was conducted on the Scopus database, covering publications up to July 31, 2025, using keywords related to multimedia, sociolinguistics, Indonesian language learning, and elementary schools. Of the 2,666 studies identified, 32 studies met the inclusion criteria after undergoing a rigorous selection process, including a review of the full text. The literature findings show that educational videos and educational games significantly improve students' understanding of formal/informal language use and the social context of language. To enrich the literature findings, this study was followed up with primary data collection through case studies in several elementary schools. Classroom observations were conducted to directly observe the use of multimedia in Indonesian language learning and student interactions related to sociolinguistic aspects. Semi-structured interviews with teachers were also conducted to explore their understanding of the effectiveness of multimedia, implementation challenges, and its impact on sociolinguistic abilities. Primary data will be analyzed using thematic analysis and integrated with literature findings. The combined results show that multimedia, particularly educational videos and games, are effective tools for fostering the sociolinguistic abilities of elementary school students. These findings underscore the importance of planned and relevant integration of multimedia into the Indonesian socio-cultural context. This study identifies challenges in implementing technology in elementary schools, but also highlights significant opportunities to improve the quality of language learning. The implications of this study provide input for educators, curriculum developers, and policymakers to optimize the use of multimedia for the development of students' sociolinguistic competencies.
The Effectiveness of Connectivism Theory-Based Learning Media in Improving Digital Islamic Literacy Abdul Rahim; Rusli; Linda Lestari; Ani Pratiwi; Juharmin Suruambo
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 3 No. 2 (2025): JUNE, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital transformation in education necessitates innovative approaches in the development of learning media, including in Islamic Religious Education (IRE). One of the most relevant approaches to the information era is connectivism theory, which emphasizes the importance of knowledge networks in the learning process. This study aims to analyze the effectiveness of connectivism-based learning media in enhancing students’ digital Islamic literacy, defined as the ability to access, evaluate, and utilize Islamic information critically, ethically, and contextually through digital media. This research employed a qualitative approach using library research methods, analyzing primary and secondary sources related to connectivism, instructional media, and digital Islamic literacy. Data were thematically analyzed through interpretive and critical methods based on relevant scholarly literature. The findings indicate that implementing connectivism-based learning media is effective in promoting students’ active participation in Islamic digital knowledge networks, improving critical thinking skills toward online religious content, and fostering moderate religious attitudes. However, challenges such as limited technological access and teacher readiness remain significant barriers to implementation in certain educational settings. The study concludes that connectivism offers a strong theoretical foundation for designing IRE learning media that are contextual, interactive, and aligned with 21st-century educational characteristics. The research recommends the development of a connectivism-oriented digital IRE curriculum and intensive training programs for educators to support effective implementation.
Fasilitasi Peran Pemilih Pemula, Pemuda dan Karang Taruna dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif di Kabupaten Buton Selatan pada Pemilu Tahun 2024 Ahmad Daholu; Azaluddin; Juharmin Suruambo; La Ode Sahrin Djalia
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 2 No. 2 (2024): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v2i2.7060

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Fasilitasi Peran Pemilih Pemula, Pemuda, dan Karang Taruna dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif di Kabupaten Buton Selatan pada Pemilu Tahun 2024” bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif pemuda dan pemilih pemula dalam pengawasan pemilu guna memastikan transparansi dan akuntabilitas proses demokrasi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi, pelatihan, diskusi kelompok terfokus (FGD), pembentukan kelompok pengawas partisipatif, dan pemanfaatan teknologi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang mekanisme pengawasan pemilu. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan akses teknologi, kurangnya kepercayaan diri peserta, dan kesenjangan pemahaman antara peserta dari desa dan kota. Pembahasan mengungkap bahwa kegiatan ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya tentang pentingnya literasi politik dan pemanfaatan teknologi dalam pengawasan partisipatif. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan dari pemerintah daerah, lembaga pengawas pemilu, dan masyarakat, serta integrasi inisiatif ini ke dalam program kerja organisasi pemuda seperti Karang Taruna. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas demokrasi di Kabupaten Buton Selatan melalui partisipasi aktif pemuda dalam pengawasan pemilu.
Edukasi Penggunaan Media Digital yang Sehat dan Beretika Bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah La Ode Fajrul Islam Sabti; Juharmin Suruambo; Tarno; Acoci
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 1 (2025): APRIL, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i1.8054

Abstract

Perkembangan media digital yang semakin masif telah memengaruhi pola belajar dan perilaku siswa sekolah dasar, termasuk di lingkungan madrasah. Kondisi ini menuntut adanya upaya edukatif yang sistematis agar penggunaan media digital tidak menimbulkan dampak negatif, tetapi justru mendukung pembentukan karakter dan proses pembelajaran. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa MIS Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, mengenai penggunaan media digital yang sehat dan beretika. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan materi edukasi berbasis karakter dan nilai keislaman, pelaksanaan edukasi interaktif, pendampingan guru dan orang tua, serta evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang manfaat dan risiko media digital, serta perubahan sikap menuju perilaku bermedia yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Selain itu, guru dan orang tua menunjukkan peningkatan kesadaran dalam melakukan pendampingan dan pengawasan penggunaan media digital baik di sekolah maupun di rumah. Pengabdian ini memberikan implikasi penting bagi penguatan literasi digital di madrasah, khususnya dalam menanamkan etika bermedia sejak usia dini. Program ini diharapkan menjadi model edukasi literasi digital berbasis nilai yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah dasar dan madrasah lainnya.
Penguatan Pendidikan Karakter Siswa melalui Program Edukasi Berbasis Sekolah di SDN 2 Buton Tarno; Juharmin Suruambo; La Ode Fajrul Islam Sabti; Muhamad Ridwan; Maudin
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i2.8057

Abstract

Penguatan pendidikan karakter merupakan salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan dasar, terutama di tengah perubahan sosial dan perkembangan budaya digital yang semakin kompleks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui program edukasi berbasis sekolah di SDN 2 Buton. Pendekatan yang digunakan adalah edukatif-partisipatif dengan melibatkan guru, siswa, dan lingkungan sekolah sebagai satu kesatuan ekosistem pembelajaran. Program dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan kegiatan, implementasi pembelajaran berbasis nilai, serta evaluasi dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis sekolah mampu meningkatkan kesadaran dan keterlibatan siswa dalam menerapkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman guru terhadap pentingnya integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah. Program ini juga mendorong terbentuknya iklim sekolah yang lebih kondusif dan partisipatif dalam mendukung pembentukan karakter siswa. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan karakter yang kontekstual dan berkelanjutan. Model yang dihasilkan berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan lain dengan karakteristik serupa, serta menjadi rujukan dalam pengembangan program pendidikan karakter berbasis sekolah di tingkat pendidikan dasar.
PELATIHAN PEMBUATAN PROPOSAL KEGIATAN PADA KARANG TARUNA KELURAHAN KOLESE KECAMATAN LEA-LEA KOTA BAUBAU Juflyn Alim; Juharmin Suruambo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42212

Abstract

Pelatihan pembuatan proposal kegiatan pada pengurus dan pemuda Karang Taruna Kelurahan Kolese didasari atas observasi awal yang dilakukan oleh salah satu Tim Pengabdian. Mayoritas pengurus dan pemudanya belum mampu membuat proposal kegiatan. Hal ini menyebabkan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan karena terhalang masalah administrasi. Oleh karena itu Tim pengabdian menganggap pelatihan ini penting dilaksanakan untuk menyelesaikan masalah adminstrasi yang dialami oleh pengurus Karang Taruna Kolese. Metode yang digunakan dalam pelatihan yaitu 1) Observasi, 2) Ceramah, 3) Praktik dan Pendampingan, dan 4) Evaluasi. Fokus pelatihan yaitu sistematikan penyusunan proposal yaitu 1) Latar belakang dan dasar kegiatan, 2) Nama dan Tema Kegiatan, 3) Tujuan dan Manfaat kegiatan, 4) Waktu dan Tempat Kegiatan, 5) Peserta kegiatan, 6) Konsep Kegiatan, 7) Rencana Anggaran Biaya, dan 8) Penutup. Hasil kegiatan akhir ialah 80% peeserta pelatihan sudah mampu membuat 1) Latar belakang dan dasar kegiatan, 2) Nama dan Tema Kegiatan, 3) Tujuan dan Manfaat kegiatan, 4) Waktu dan Tempat Kegiatan, 5) Peserta kegiatan, 6) Konsep Kegiatan, 7) Rencana Anggaran Biaya, dan 8) Penutup secara mendiri