Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Nilai Al Islam Ke-Muhammadiyah-an dalam pengembangan Kurikulum Berbasis Video Pembelajaran di Sekolah Dasar Rahim, Abdul; Djalia, La Ode Sahrin; Jumaydin; Fayyaza, Adiela; Arman
TAKSONOMI: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2024): Taksonomi Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum berbasis maritim juga terkadang kurang terintegrasi dengan kurikulum umum, sehingga peserta didik mungkin tidak memahami secara komprehensif bagaimana aspek-aspek maritim berdampak pada kehidupan sehari-hari dan berbagai sektor lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai Al Islam Ke-Muhammadiyah-an dalam pengembangan kurikulum berbasis video pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan jenis penelitian Field Research, yaitu berdasarkan hasil yang diperoleh melalui penelitian lapangan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan jenis penelitian Field Research, yaitu berdasarkan hasil yang diperoleh melalui penelitian lapangan. Mengenai objek yang di bicarakan sesuai kenyataan yang terjadi di Sekolah Dasar di Kota Baubau. Jenis penelitian ini pendekatan semantik. Pendekatan semantik adalah pendekatan untuk melihat nilai AIK dalam pengembangan Kurikulum Berbasis Video Pembelajaran. Hasil Penelitian menunjukan bahwa integrasi nilai Al-Islam dan Ke-Muhammadiyah-an dalam materi pembelajaran di SD Negeri 1 Kaobula dan SD Negeri 2 Wameo terbukti menjadi prioritas penting dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Guru-guru di kelas IV secara aktif mengintegrasikan prinsip-prinsip ini ke dalam kurikulum dengan pendekatan yang relevan dan menarik, menunjukkan dampak positif dalam pengembangan karakter siswa.
Persepsi Guru PAI terhadap Penggunaan Telepon Seluler dalam Pembelajaran pada Siswa Sekolah Dasar Djalia, La Ode Sahrin; Nanti, Syarifuddin; Ayu, Sofya; Sopiah; Tanjung, Rezky Arifin
TAKSONOMI: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 3 (2024): Taksonomi Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana persepsi guru PAI dalam mengintegrasikan telepon seluler dalam kegiatan pembelajaran agama Islam, mengeksplorasi bagaimana manfaat potensial dan juga kendala dan tantangan terhadap penggunaan telepon seluler dalam pembelajaran agama Islam, dan bagaimana wawasan guru terhadap dampak penggunaan telepon seluler pada peserta didik. Data-data yang akan dihadirkan dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif atau dengan kata lain data yang dihimpun bersumber langsung di lapangan penelitian melalui angket dan wawancara kepada guru PAI sebagai sumber utama penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa persepsi guru PAI SD Negeri 2 Bone-Bone terhadap penggunaan telepon seluler dalam pembelajaran memberikan ruang yang efektif bagi siswa dalam mengakses kebutuhan sumber belajarnya, selain dari buku dan juga ceramah yang disampaikan oleh guru, dan siswa juga tidak mudah bosan mengikuti kegitan pembelajaran. Adapun manfaat potensial penggunaan telepon seluler yaitu siswa aktif dan mudah paham dalam pembelajaran.  Sedangkan kendala dan tantanganya tidak semua siswa memiliki telepon seluler. Sementara wawasan guru PAI terhadap dampak penggunaan telepon seluler dalam kegiatan pembelajaran lebih mengutamakan pada kondisi siswa yang rata-rata tidak semuanya memiliki telepon seluler, dan juga pada aktifitas siswa yang melampau batas dalam penggunaan telepon seluler.
Pendampingan Literasi Al-Quran Pada Anak-Anak Taman Baca Al-Quran Desa Bungi Buton Tengah Djalia, La Ode Sahrin; Jufri, Jufri; Kartika, Nia; Jumaydin, Jumaydin
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i1.2191

Abstract

PKM ini bertujuan untuk mengetahui edukasi orang tua tentang Pendidikan seks pada anak usia dini. Edukasi ini dilakukan kerana banyak hal-hal yang terjadi dimasyarakat seperti kurangnya edukasi tentang Pendidikan kepada orang tua tentang Pendidikan seks paada anak usia dini. pendidikan seks pada usia dini memiliki peran penting dalam membangun kesadaran akan privasi tubuh, membekali anak untuk mengenali bahaya kekerasan seksual, serta membentuk pondasi moral yang kuat sejak dini. PKM ini menggunakan bentuk sosialisasi kepada orang tua untuk mengidentifikasi dan mengedukasi orang tua mengenai pendidikan seks pada anak usia dini. Kajian ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua tentang Pendidikan seks pada anak usia dini. Pendidikan seks pada anak usia dini sangat penting untuk membantu mereka memahami dan mengenali batasan tubuh mereka, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan untuk melindungi diri dari potensi ancaman kekerasan seksual, ada beberapa cara mengedukasi orang tua tentang Pendidikan seks yaitu orang tua dalam menyampaikan informasi ini sangat penting, baik dalam hal waktu, cara penyampaian, maupun pemilihan kata yang sesuai dengan usia anak. Mennggukan Media alternatif, Pendekatan Pendidikan berbasis agama dan Pentingnya kerjasama orang tua dan Sekolah.
Educating Early Childhood Prayer Procedures Through ChatGPT-Based Interactive Media with Studio Ghibli Style Visuals Jufri, Jufri; Djalia, La Ode Sahrin; Ramadhan, Arfan Fadil; Khatimah, Nurul
Abdi Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i1.8929

Abstract

 Early childhood Islamic education plays a strategic role in shaping spiritual, moral, and social character. One essential aspect is teaching prayer procedures, which not only fulfill religious obligations but also instill values such as discipline, cleanliness, and focus. However, conventional teaching methods are often ineffective for young learners who require visual, auditory, and kinesthetic engagement. This community service initiative aimed to develop an innovative learning media combining ChatGPT-based interactivity with Studio Ghibli-inspired visual design to enhance children's understanding of prayer. The method involved four stages: problem analysis, media development, and implementation. The program was conducted at TK IT Rumah Anak Saleh in Buton and involved active participation from early childhood educators. The resulting media featured AI-driven natural language interactions and visually engaging illustrations created via ChatGPT and designed with Canva. Implementation involved guided learning sessions using visual posters and multisensory approaches to teach prayer movements and recitations. The results showed high enthusiasm and engagement among children, improved understanding of prayer, and effective memorization through enjoyable learning experiences. In conclusion, integrating AI technology and imaginative visuals proved effective in delivering Islamic education to young children and offers a promising model for enhancing spiritual literacy in the digital era. 
PELATIHAN BIMBINGAN MANASIK HAJI SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMBERIKAN PEMAHAMAN TENTANG TATACARA IBADAH HAJI BAGI CALON JAMAAH HAJI SE KECAMATAN BATAUGA KAB. BUTON SELATAN TAHUN 2024 Haniru, Rahmat; Yahya, Safaruddin; Djalia, La Ode Sahrin; Kaswandi, Kaswandi; Yasin, Muh.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34869

Abstract

Ibadah haji merupakan rukun Islam ke lima yang wajib ditunaikan bagi seseorang muslim yang telah mampu baik secara finansial dan Kesehatan. Dalam pelaksanaan ibadah haji bekal pengetahuan dan ilmu menjadi hal yang sangat penting. Untuk itu perlu memeproleh bimbingan terkait manasik haji agar dapat mandiri dalam melaksanakan serangkain poresesi ibadah haji. Penelitian PKM ini memebrikan kontribusi kepada calon jamaah haji untuk memperoleh pengetahuan dasar berkaitan tuntunan ibadah haji. Metode yang digunakan dalam PKM ini berupa ceramah, diskusi, tanya jawab dan demonstrasi. Dalam pelatihan ini media gambar, miniagur ka’bah dan video visual yang menayangkan aktivitas ibadah haji dipilih untuk memberikan pemahaman secara konkrit terkait aktivitas haji baik berupa perintah atapun larangan-larangan dalam ibadah haji. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pasca pelatihan bimbingan manasik haji yang dilaksanakan oleh Kementerian agama Kabupataen Buton Selatan, mampu meningkatkan pemahaman bagi calon jamaah haji terutama yang berkaitan dengan tatacara ibadah haji, dzikir-dzikir dan doa yang wajib maupun sunnah untuk dibaca selama prosesi ibadah haji.
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN Santika Haira; Abdul Rahim; La Ode Sahrin Djalia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42314

Abstract

Self-confidence is a fundamental psychological aspect that significantly influences students' success in the learning process and their personality development. This study aims to examine the efforts of Islamic Religious Education teachers in enhancing students' self-confidence and to analyze the forms of self-confidence that develop during the learning process at SDN 1 Baluara. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation of the learning process in Grade IV, in-depth interviews with the Islamic Religious Education teacher and five students, and documentation including learning notes and activity photographs. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model through data condensation, data presentation, and conclusion drawing stages. Data validity was tested through source triangulation, method triangulation, and member checking. The findings reveal that teachers implement five main strategies: consistent verbal motivation, varied teaching methods, creation of a safe and supportive learning environment, role modeling in every interaction, and intensive communication with parents. The forms of self-confidence that developed include courage to express opinions, active participation in discussions and presentations, ability to express oneself through various works, positive attitude toward mistakes, and more confident social interactions. This research contributes to achieving SDGs goal 4 on inclusive and participatory quality education, goal 3 on students' mental health and well-being, and goal 10 on reducing inequalities by ensuring every student receives optimal support to develop their self-confidence in Islamic Religious Education learning.
Non-Muslim Students' Perceptions of the Al-Islam and Muhammadiyah Course at the FKIP UM Buton La Ode Sahrin Djalia; Sulasri; Kaharun; Wulandari
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 3 No. 2 (2025): JUNE, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the perceptions of non-Muslim students regarding the Al-Islam and Muhammadiyah Studies (AIK) course within the multicultural learning environment of the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) at Universitas Muhammadiyah Buton. Using a qualitative research method, data were collected through in-depth interviews and direct classroom observations involving both AIK lecturers and non-Muslim students from the Primary School Teacher Education Program. The findings reveal that non-Muslim students generally perceive AIK as an informative introduction to Islamic values and Muhammadiyah thought. However, some students find certain materials normative and less relevant to their beliefs, indicating the need for more inclusive and contextual teaching approaches. Furthermore, classroom dynamics and social interactions with Muslim peers are influenced by the level of tolerance fostered by lecturers and fellow students. This research aligns with previous studies emphasizing the importance of religious education that promotes interfaith understanding in multicultural settings. It concludes that AIK, when delivered with empathy, openness, and respect for diversity, can serve as a valuable medium for character building and interreligious tolerance.
The Effectiveness of Interactive Learning Media in Hadith Instruction at Madrasah: A Quasi-Experimental Study Abdul Rahim; La Ode Sahrin Djalia
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 3 No. 4 (2025): DECEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the effectiveness of interactive learning media in Hadith instruction at Madrasah Aliyah Al Qayyum Hendea. The research was motivated by the continuing dominance of conventional, teacher-centered approaches in Hadith learning, which often limit student engagement, motivation, and understanding of the meaning and relevance of Hadith in everyday life. In response to the growing demand for pedagogical innovation in the digital era, this study investigates whether interactive learning media can improve the quality of the learning process and outcomes in Hadith instruction. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving an experimental class and a control class. The experimental class was taught using interactive learning media, while the control class received conventional instruction. Data were collected through pre-test and post-test, classroom observation, and student response questionnaires. The data were then analyzed using descriptive and inferential statistics to determine differences in learning outcomes, student activity, and responses toward the learning process. The findings reveal that interactive learning media significantly improved students’ learning outcomes, classroom participation, and positive responses to Hadith instruction. Students in the experimental class demonstrated higher post-test scores, greater learning mastery, more active involvement during instruction, and stronger motivation compared to those in the control class. These results indicate that interactive media not only enhance cognitive achievement but also enrich the learning experience by making Hadith instruction more engaging, contextual, and meaningful. In conclusion, interactive learning media are effective in improving the quality of Hadith instruction in madrasahs. The study recommends the integration of interactive media into Islamic religious education to support more student centered, relevant, and adaptive learning practices in the contemporary educational context.
Sosialisasi Anti Bullying melalui Media Animasi sebagai Upaya Edukasi dan Pencegahan di Kalangan Pelajar Jufri; Abdul Rahim; La Ode Sahrin Djalia; La Jusu; Basri; Muhammad Alfaharizman; Atun Nikmat
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 2 No. 2 (2024): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v2i2.7044

Abstract

Bullying merupakan salah satu masalah serius di lingkungan sekolah yang berdampak negatif pada perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Di SMPN 9 Buton Tengah, fenomena bullying, baik verbal maupun fisik, masih cukup sering terjadi, dengan rendahnya kesadaran siswa mengenai dampak negatif dari tindakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sosialisasi anti-bullying melalui media animasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang bahaya bullying serta cara pencegahannya. Dalam pelaksanaannya, sosialisasi ini menggunakan animasi dengan konten lagu edukatif yang mengajarkan nilai-nilai persahabatan, toleransi, dan pentingnya saling menghormati. Hasil dari pelaksanaan sosialisasi menunjukkan bahwa media animasi efektif dalam menarik perhatian siswa dan menyampaikan pesan secara lebih mudah dipahami. Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai bullying dan lebih peduli terhadap sesama. Meski demikian, diperlukan program lanjutan untuk memastikan perubahan perilaku yang berkelanjutan, seperti pelatihan keterampilan sosial dan pembentukan kelompok siswa yang bertugas mengkampanyekan nilai-nilai anti-bullying. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih positif, inklusif, dan bebas dari bullying.
Fasilitasi Peran Pemilih Pemula, Pemuda dan Karang Taruna dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif di Kabupaten Buton Selatan pada Pemilu Tahun 2024 Ahmad Daholu; Azaluddin; Juharmin Suruambo; La Ode Sahrin Djalia
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 2 No. 2 (2024): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v2i2.7060

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Fasilitasi Peran Pemilih Pemula, Pemuda, dan Karang Taruna dalam Meningkatkan Pengawasan Partisipatif di Kabupaten Buton Selatan pada Pemilu Tahun 2024” bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif pemuda dan pemilih pemula dalam pengawasan pemilu guna memastikan transparansi dan akuntabilitas proses demokrasi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi, pelatihan, diskusi kelompok terfokus (FGD), pembentukan kelompok pengawas partisipatif, dan pemanfaatan teknologi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang mekanisme pengawasan pemilu. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan akses teknologi, kurangnya kepercayaan diri peserta, dan kesenjangan pemahaman antara peserta dari desa dan kota. Pembahasan mengungkap bahwa kegiatan ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya tentang pentingnya literasi politik dan pemanfaatan teknologi dalam pengawasan partisipatif. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan dari pemerintah daerah, lembaga pengawas pemilu, dan masyarakat, serta integrasi inisiatif ini ke dalam program kerja organisasi pemuda seperti Karang Taruna. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas demokrasi di Kabupaten Buton Selatan melalui partisipasi aktif pemuda dalam pengawasan pemilu.