Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDIDIKAN PANCASILA: NEGARA, AGAMA, DAN WARGA NEGARA Hutabarat, Dany Try Hutama; Sari, Ajeng Alda; Wella, Anggun; Elfindra, Anzas; Lubis, Firman Febrian; MHD, Faras Musyarih; MPR, Fadillah Asmuni; Rahmadani, Siti
JURNAL RISET PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 1 No. 1 (2022): JANUARY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.103 KB) | DOI: 10.55047/jrpp.v1i1.202

Abstract

The state is defined as the highest organization among a group of people who have the aspiration to unite, live in the region, and have a sovereign government. The goals of the state, among others, are to expand power, maintain law and order, and achieve general welfare. Of course, in a country there are citizens who take shelter in it. According to the 2006 UUKI, what is meant by a citizen is a citizen of a country that is determined based on statutory regulations. The state is a place for the growth of religion. In the relationship between the state and citizens is very closely related. Citizens play an important role in maintaining the integrity of a country. Muslims in Indonesia must be smart to be a pillar of inter-religious harmony. The plurality of Indonesian citizens in terms of religion, race, ethnicity, and between groups, conflicts often occur which can have an impact on the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia, abbreviated as NKRI. However, the spirit of maintaining inter-community and ethnic harmony and maintaining the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia is starting to be forgotten by the successors of this nation. The problem starts with religion or ethnicity.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK DI DESA DANAU SIJABUT Fajri, Surya; Syahminar, Syahminar; Safruddin, Safruddin; Lubis, Firman Febrian; Wella, Anggun; Harahap, Siti Ramadani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32273

Abstract

Desa Danau Sijabut menghadapi masalah limbah dari sisa tanaman dan rumah tangga yang belum dimanfaatkan. Menggunakan sisa tanaman dan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik dianggap sebagai solusi untuk mengurangi masalah pengelolaan limbah sambil meningkatkan produktivitas dan pendapatan pertanian secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa ini bertujuan untuk menyosialisasikan dan mendidik masyarakat di Desa Danau Sijabut, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan serta praktik pembuatan pupuk organik secara langsung. Peserta kegiatan meliputi petani lokal dan ibu-ibu rumah tangga di desa tersebut. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah menjadi pupuk organik, yang dapat berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga mereka. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan dan keinginan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengelola limbah secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertanian ramah lingkungan.
PENDIDIKAN PANCASILA: NEGARA, AGAMA, DAN WARGA NEGARA Hutabarat, Dany Try Hutama; Sari, Ajeng Alda; Wella, Anggun; Elfindra, Anzas; Lubis, Firman Febrian; MHD, Faras Musyarih; MPR, Fadillah Asmuni; Rahmadani, Siti
JURNAL RISET PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 1 No. 1 (2022): JANUARY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jrpp.v1i1.202

Abstract

The state is defined as the highest organization among a group of people who have the aspiration to unite, live in the region, and have a sovereign government. The goals of the state, among others, are to expand power, maintain law and order, and achieve general welfare. Of course, in a country there are citizens who take shelter in it. According to the 2006 UUKI, what is meant by a citizen is a citizen of a country that is determined based on statutory regulations. The state is a place for the growth of religion. In the relationship between the state and citizens is very closely related. Citizens play an important role in maintaining the integrity of a country. Muslims in Indonesia must be smart to be a pillar of inter-religious harmony. The plurality of Indonesian citizens in terms of religion, race, ethnicity, and between groups, conflicts often occur which can have an impact on the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia, abbreviated as NKRI. However, the spirit of maintaining inter-community and ethnic harmony and maintaining the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia is starting to be forgotten by the successors of this nation. The problem starts with religion or ethnicity.
Pendampingan Pengrajin Gula Semut menjadi Oleh-Oleh Khas Asahan Siregar, Hamida Sari; Sutriono, Sutriono; Optari, Leni Kurnia; Wella, Anggun; Pratiwi, Widya Ayu; Apriansyah, Ahmad
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17271

Abstract

Tanaman aren merupakan salah satu sumber daya alam yang multiguna dan berharga secara ekonomi, terutama melalui getahnya, yang disebut nira. mayoritas masyarakat yang daerahnya memiliki potensi nira masih memproduksi gula merah cetak, sedangkan gula semut (palm sugar) umumnya dihasilkan oleh industri dengan bahan baku gula cetak produksi petani. Meskipun produk yang dibuat berkualitas tinggi dan memiliki potensi pasar yang luas, bisnis tersebut masih menghadapi beberapa masalah. Yang paling menonjol adalah pemasaran melalui teknologi digital. Pertumbuhan pesat teknologi informasi memberi pengrajin peluang besar untuk memasarkan produk mereka secara lebih efisien. Strategi pemasaran yang berbasis teknologi digital, seperti media sosial dan e-commerce, memiliki potensi untuk memperluas pasar produk gula semut. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, pengrajin harus tahu bagaimana mengadaptasi teknologi pemasaran digital ke dalam bisnis mereka. Setelah kegiatan selesai, beberapa hal dapat disimpulkan: Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pemasaran: Untuk memperluas pasar produk gula semut mereka, pengrajin telah menggunakan pemasaran digital. Melalui penggunaan platform e-commerce dan media sosial, serta kolaborasi dan sinergi: keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kerja sama antara pengrajin, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta. Dengan kerja sama ini, jaringan pemasaran dan distribusi produk gula semut diperkuat.
Pelatihan Cara Pembuatan pupuk Organik Cair (POC) dan Pestisida Nabati berbasis Mikroba di Desa Pasar Lembu Sutriono, Sutriono; Lubis, Ade Fipriani; Fhitri, Nisfu; Hakiki, Nurdini; Wella, Anggun; Nirmalasari Lubis; Ahmad Apriansyah; Putri, Siti Indriani Halim; Pratiwi, Widya Ayu
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17274

Abstract

Penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan oleh petani di Desa Pasar Lembu, Kabupaten Asahan, menimbulkan permasalahan degradasi tanah, pencemaran lingkungan, serta risiko kesehatan. Padahal, desa ini memiliki ketersediaan bahan organik lokal yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC) dan pestisida nabati. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Harapan dalam pembuatan dan penerapan POC dan pestisida nabati berbasis mikroba. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik langsung, dan pendampingan lapangan. Bahan lokal seperti buah maja, mengkudu, daun kelor, lidah buaya, dan batang pepaya dimanfaatkan melalui proses fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan lebih dari 80% peserta mampu memproduksi dan mengaplikasikan POC serta pestisida nabati secara mandiri. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan pendampingan efektif meningkatkan kapasitas petani, mengurangi ketergantungan terhadap input kimia, serta mendukung penerapan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.