Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Strategi Pemasaran Digital bagi Pengrajin Kemplang di Desa Pelabuhan Dalam Kabupaten Ogan Ilir Budiman, Muhammad Akbar; Riswan Jaenudin; Agung Putra Raneo; Nafilah Khoirunnisa; Try Darma Agustiawan
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i4.17910

Abstract

This community service activity aims to enhance the capacity of kemplang artisans in financial management and digital marketing strategies through the use of social media and online marketplaces. The implementation methods included socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. The innovations introduced involved the use of templates from the Simple Accounting Module and the utilization of Shopee, Facebook, and TikTok for digital marketing. The evaluation employed observation instruments and assessment guidelines analyzed using descriptive quantitative methods. The results show improvement in both aspects: 80% of participants achieved a Good to Very Good category in financial management skills, including the accuracy of transaction recording and preparation of simple financial reports. Meanwhile, in the digital marketing aspect, 80.95% of participants also reached the Good to Very Good category in promotional content creation, advertisement visual quality, and the construction of effective messages on social media and marketplace platforms. These findings indicate that this community service activity effectively contributes to strengthening local economic independence by enhancing the managerial and digital capacities of kemplang artisans.
Peningkatan Product Branding Pengrajin Kemplang melalui Pendampingan Digital Content Production Berbasis Media Sosial di Desa Tebing Gerinting Dwi Hasmidyani; Budiman, Muhammad Akbar; Riswan Jaenudin; Beny Dwi Saputra
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5239

Abstract

ABSTRAK Desa Tebing Gerinting, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, merupakan salah satu sentra produksi kemplang panggang terbesar di Sumatera Selatan dan memiliki potensi besar dalam pengembangan industri makanan khas daerah. Namun, pengrajin kemplang di desa ini masih menghadapi berbagai permasalahan terkait aspek Product Branding dan Pembuatan Konten untuk Media Sosial yang menghambat perkembangan usaha mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) memberikan pelatihan dan pendampingan product branding agar produk lebih mudah dikenali oleh konsumen; dan (2) meningkatkan kemampuan pengrajin dalam memanfaatkan media sosial melalui pembuatan konten digital yang konsisten untuk mendorong awareness. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi hasil pelaksanaan dilakukan berdasarkan strategi branding logo usaha, penggunaan media sosial Instagram, tiktok, dan Facebook, serta pembuatan konten di media sosial. Setiap aspek dievaluasi menggunakan instrumen observasi dan pedoman penilaian. Hasil kegiatan menunjukkan 100% pengrajin kemplang berhasil membuat logo sebagai branding usahanya, 100% pengrajin kemplang sudah memiliki akun media sosial Instagram, tiktok, dan Facebook, serta berhasil membuat konten untuk diunggah di media sosial. Kata kunci: Product Branding; Konten Digital; Media Sosial; Pengrajin Kemplang; Pemberdayaan UMKM; Pemasaran Digital   ABSTRACT Tebing Gerinting Village, located in Indralaya Selatan District, Ogan Ilir Regency, is one of the largest kemplang (traditional grilled fish cracker) production centers in South Sumatra and has significant potential for developing local food-based industries. However, local artisans continue to face challenges related to product branding and the creation of social media content, which hinder the growth of their businesses. This community engagement program aimed to: (1) provide training and mentoring on product branding to help artisans develop recognizable brand identities; and (2) enhance their ability to utilize social media through consistent digital content creation to increase product awareness. The implementation methods included socialization, training, mentoring, and evaluation. The evaluation focused on three key aspects: branding through logo development, the use of Instagram, TikTok, and Facebook for business promotion, and the production of social media content. Each aspect was assessed using observation instruments and scoring rubrics. The results indicate that 100% of participating artisans successfully created logos as part of their branding strategy, 100% established business accounts on Instagram, TikTok, and Facebook, and all participants produced content ready for upload on their social media platforms. These outcomes demonstrate significant improvements in branding capability and digital marketing readiness among the artisans. Keywords: Product Branding; Digital Content; Social Media; Kemplang Artisans; MSME Empowerment; Digital Marketing
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penyusunan Asesmen HOTS Berbasis Artificial Intelligence di SMP Negeri 2 Indralaya Selatan Riswan Jaenudin; Budiman, Muhammad Akbar; Dewi Koryati; Dian Eka Amrina
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5241

Abstract

ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen asesmen formatif dan sumatif berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Indralaya Selatan dan melibatkan 29 guru melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan konseptual, workshop penyusunan instrumen asesmen, penerapan teknologi AI, serta pendampingan dan evaluasi. Guru dilatih memahami taksonomi Bloom revisi, karakteristik soal HOTS, penyusunan kisi-kisi dan rubrik, serta penggunaan platform AI seperti ChatGPT, Quillionz, dan QuestionWell. Hasil pretest dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata nilai meningkat dari 57,24 menjadi 83,30. Guru mampu menghasilkan minimal sepuluh soal HOTS lengkap dengan indikator dan rubrik yang kemudian dikompilasi menjadi bank soal sekolah. Program ini juga menghasilkan rencana keberlanjutan berupa pembentukan komunitas praktik, penyusunan SOP pemanfaatan AI, serta pelatihan lanjutan mandiri. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi asesmen dan pemanfaatan teknologi guru sehingga mendukung peningkatan kualitas praktik evaluasi pembelajaran di sekolah. Kata kunci: HOTS; asesmen formatif; asesmen sumatif; kecerdasan buatan; pemberdayaan guru; pengembangan instrumen; AI dalam pendidikan.   ABSTRACT This community service program aims to enhance teachers’ competencies in developing formative and summative assessment instruments based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) by utilizing Artificial Intelligence (AI) technology. The activities were conducted at SMP Negeri 2 Indralaya Selatan and involved 29 teachers through a participatory and collaborative approach. The series of activities included orientation, conceptual training, workshops on assessment instrument development, the application of AI technology, as well as mentoring and evaluation. Teachers were trained to understand the revised Bloom’s Taxonomy, the characteristics of HOTS questions, the development of test blueprints and rubrics, and the use of AI platforms such as ChatGPT, Quillionz, and QuestionWell. Pretest and post-test results showed a significant improvement, with the average score rising from 57.24 to 83.30. Teachers produced at least 10 complete HOTS questions, with indicators and rubrics, which were then compiled into a school question bank. The program also resulted in a sustainability plan involving the formation of a community of practice, the development of standard operating procedures (SOPs) for AI utilization, and self-directed advanced training. Overall, this initiative successfully improved teachers’ assessment literacy and technology use, thereby enhancing the quality of learning evaluation practices in schools. Keywords: HOTS; formative assessment; summative assessment; artificial intelligence; teacher empowerment; assessment instrument development; AI in education.