Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penyuluhan Perlakuan Benih Sebelum Tanam pada GAPOKTAN Sido Makmur Desa Kuala Dua Kubu Raya Anggorowati, Dini; Palupi, Tantri; Ashari, Asri Mulya; Aprizkiyandari, Siti
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17108

Abstract

Desa Kuala Dua merupakan salah satu desa yang mendapat perhatian sebagai daerah pengembangan padi di Kalimantan Barat. Akan tetapi sampai saat ini belum dapat meningkatkan kemampuan petani dalam menjalankan sistem usahataninya. Berdasarkan survey pendahuluan pada gabungan kelompok tani Merak Mandiri, produktivitas padi di daerah ini masih dibawah 3 ton ha-1. Rendahnya produktivitas padi diduga karena cara budidaya yang belum maksimal. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan upaya peningkatan produktivitas padi, antara lain dengan memperbaiki cara budidaya dimulai sejak perlakuan benih sebelum tanam. Dengan melakukan perlakuan benih secara khusus sebelum tanam akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman padi di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya. Lokasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini akan dilaksanakan di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya. Upaya peningkatan produktivitas padi di Desa Kuala Dua, antara lain dengan memperbaiki cara budidayanya. Selain perbaikan cara budidaya, petani padi di Desa Kuala Dua juga didorong untuk melakukan perlakuan benih sebelum semai/tanam. Dengan melakukan perlakuan benih sebelum tanam akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman. Kegiatan PKM yang dilaksanakan berupa penyuluhan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi awal, memberikan penyuluhan tentang perlakuan benih sebelum tanam yang diberikan oleh TIM PKM, dan pada akhir kegiatan dilakukan diskusi dengan peserta penyuluhan. Hasil dari kegiatan PKM ini telah membuka cakrawala berfikir masyarakat tani di Gapoktan Sido Makmur, terutama tentang kegiatan perlakuan benih sebelum semai/tanam sebanyak 80%. Mereka kini telah dapat melakukan perlakuan benih sebelum semai/tanam sendiri dan merasakan manfaatnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang mereka usahakan
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN GANDASIL D TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH GAMBUT Putri, Resti Amelia; Darussalam, Darussalam; Aprizkiyandari, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.88636

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang digunakan sebagai bahan campuran sayuran pada beberapa jenis makanan popular di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dan mengetahui pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk Gandasil D berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak diasrama bengkayang Jln. Sepakat 2 ujung, Kota Pontianak, Kalimantan Barat berlangsung pada tanggal 25 Maret "“ 22 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) RAL dengan 2 (dua) faktor. Faktor pertama dosis pupuk kandang sapi sebagai main plot yang terdiri 3 taraf perlakuan, 10 ton/ha, 15 ton/ha, 20 ton/ha sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk gandasil D sebagai sub plot dengan 3 taraf perlakuan 0 g/liter air, 2 g/liter air, 4 g/liter air. Setiap unit percobaan diulang sebanyak 3 kali dan tanaman perpetak sebanyak 4 tanaman, sehingga jumlah tanaman berjumlah 108 tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah anakan, tinggi tanaman, berat segar tanaman, berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi antara dosis pupuk kandang sapi 15 ton/ha dan pupuk gandasil D 4 g/L sudah memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman, berat segar tanaman dan berat kering tanaman.
Pengaruh Pemberian Abu Cangkang Kerang Laut dan Pupuk SP-36 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat Pada Tanah Gambut Normalita Puteri, Afira Afra; Supriyanto, Supriyanto; Aprizkiyandari, Siti
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v15i1.89920

Abstract

The development of tomato plants on peat soils has problems including low soil pH and low nutrient availability. Efforts to overcome these problems require liming which aims to increase the pH of peat soil. The ameliorant material used is Sea Shell Ash to improve the biological, physical, and chemical properties of the soil, and the addition of SP-36 fertilizer to increase the growth and yield of tomato plants. This study aims to obtain the best dose of sea shell ash and SP-36 fertilizer for the growth and yield of tomato plants on peat soil. The research was conducted at Bengkayang Dormitory, Jalan Sepakat, from June to August. The design used was a complete randomized design (CRD) consisting of 2 factors, namely the Shell Ash factor (A) and SP-36 Fertilizer (P). The seashell ash factor is a1: with 100 g/polybag, a2: with 200 g/polybag, and a3; with 300 g/polybag. The SP-36 fertilizer factor is p1: with 2 g/polybag SP-36 fertilizer, p2: with 4 g/polybag SP-36 fertilizer, and p3: with 5 g/polybag SP-36 fertilizer. The observation variables in this study included: plant height (cm), root volume (cm3), plant dry weight (g), number of fruits per plant (fruit), fruit weight per plant (g), and weight per fruit (g). The results showed that SP-36 fertilizer had no effect on the yield of tomato plants, but cane ash did.
PREMIUMS CALCULATION OF TERMINAL ILLNESS INSURANCE Satyahadewi, Neva; Retnani, Hani Dwi; Perdana, Hendra; Tamtama, Ray; Aprizkiyandari, Siti
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 17 No 2 (2023): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Applications
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol17iss2pp0913-0918

Abstract

One related type of critical illness insurance is Long Term Care (LTC) Insurance. This study discusses the calculation of LTC insurance premiums with an annuity as a rider benefit. The benefit is included the cost of insurance care when diagnosed with a critical illness with a terminal condition or death because of any reason. The types of critical illnesses used in this study are cancer, heart disease, stroke, and diabetes mellitus. The data used are in the form of Indonesia's mortality table, and data on the prevalence of critical illness patients with terminal illness conditions. The net annual premium value in this study was obtained through the results of the multiple-state model determination of the transition probabilities of 10 states. The transition probability of an insured candidate is obtained from the prevalence of critical illness patients and the prevalence of mortality. Based on the case study, the amount of net annual premium that must be paid by an insured female aged years in good health is for the protection period and the payment period is years. The cost of insurance premiums for the male insured is greater than for the female insured. The higher the interest rate used, the smaller the net single premium that must be paid. The younger the age when registering the policy, the smaller the premium that must be paid. The longer the coverage period, the greater the premium that must be paid. This result is expected to be a recommendation for the prospective insured to adjust the suitable premium.
NET SINGLE PREMIUM ON CRITICAL ILLNESS INSURANCE WITH MULTI-STATE MODEL Taraly, Inggriani Millennia; Satyahadewi, Neva; Perdana, Hendra; Tamtama, Ray; Aprizkiyandari, Siti
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 17 No 2 (2023): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Applications
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol17iss2pp0989-0994

Abstract

The chances of someone getting a disease or suffering from a critical illness are very large, especially when they get older, the chances of getting a critical illness will be higher. A guarantee of the future is indispensable if a person suffers from a critical illness at any time and requires considerable costs to undergo treatment. Insurance is one of the right choices and is beneficial for people with critical illnesses. In this study, the calculation of Critical Illness insurance premiums was carried out to determine the value of premiums that must be paid by a person when suffering from a critical illness. The types of critical illnesses used include cancer, heart disease, stroke, kidney failure, diabetes mellitus, and hypertension. Health insurance that protects insureds suffering from critical illnesses is Long Term Care insurance with the Annuity as A Rider Benefit product. The multi-state model is used to determine the probability of a person suffering from a critical illness. The benefits obtained are in the form of death compensation, and treatment costs when the insured is diagnosed with a critical illness. The data used are data on the prevalence of critical illnesses and the percentage of deaths due to critical illnesses. In this study, we will compare the amount of premium that must be paid by the insured with different interest rates, gender, coverage period, and age. The higher the age at the beginning of following the insurance, the higher the premium. The higher the interest rate during the payer's period, the lower the premium.
Pengelompokan Provinsi di Indonesia Menggunakan Time Series Clustering pada Sektor Ekspor Nonmigas Putri, Aulia Nabila; Satyahadewi, Neva; Aprizkiyandari, Siti
Jambura Journal of Mathematics Vol 6, No 1: February 2024
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjom.v6i1.21921

Abstract

Indonesia's export activities are dominated by non-oil and gas exports consisting of four sectors, namely the processing industry, agriculture, mining, and others. The government must pay attention to non-oil and gas exports for each province because exports can play an essential role in a country's economic growth. This study was conducted to cluster provinces in Indonesia using time series clustering in the non-oil and gas export sector based on data patterns concerning Dynamic Time Warping (DTW) distance. The sectors used in this study are the manufacturing industry sector and the agricultural sector in 34 Indonesian provinces in the period 2017 - 2021. Time series clustering analysis uses the average linkage method with DTW distance and the selection of the optimum number of clusters using the silhouette coefficient method. The results of the analysis in the processing industry sector resulted in 3 optimum clusters, namely cluster 1 consisting of 1 province that has high processing industry exports, cluster 2 consisting of 8 provinces that have medium processing industry exports, and cluster 3 consisting of 25 provinces that have low processing industry exports. As for the agricultural sector, it produces 2 optimum clusters, namely cluster 1 consisting of 5 provinces that have high agricultural industry exports, and cluster 2 consisting of 29 provinces that have low agricultural industry exports. The clustering results in the processing industry sector and the agricultural sectors have a silhouette coefficient value of 0.778 and 0.798, so it is said to have a strong cluster structure.
RESPON PEMBERIAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH ALUVIAL Leowardi, Iknasius; Hendarti, Indri; Aprizkiyandari, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.96144

Abstract

Lobak merupakan salah satu tanaman hortikultura yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan, memiliki bentuk umbi yang mirip dengan tanaman wortel. Produksi tanaman lobak dilakukan pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi antara abu tandan kosong kelapa sawit dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. penelitian dimulai dari 13 September sampai 06 November 2024. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah abu tandan kosong kelapa sawit (a). Faktor kedua adalah pupuk NPK (b) yang masing-masing terdiri dari 3 taraf perlakuan sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 kombinasi dan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 27 unit percobaan. Faktor (a) dosis abu tandan kosong kelapa sawit yang terdiri dari 3 taraf yaitu: a1 = 3,5 ton/ha atau setara dengan 19 g/polybag, a2 = 5,0 ton/ha atau setara dengan 27 g/polybag, a3 = 6,5 ton/ha atau setara dengan 35 g/polybag dan Faktor (b) dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu: b1 = 250 kg/ha atau setara 1,3 g/polybag, b2 = 400 kg/ha atau setara 2,1 g/polybag, b3 = 550 kg/ha atau setara 2,9 g/polybag. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian tidak terjadi interaksi antara pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial. Pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 6,5 ton/ha memberikan hasil terbaik pada variabel berat segar tanaman dan berat segar umbi. Sementara hasil pemberian pupuk NPK dosis 250 kg/ha sama dengan hasil pemberian pupuk NPK dosis 400 kg/ha dan dosis 550 kg/ha.
RESPON BEBERAPA VARIETAS PADI YANG DIBERI RIZOBAKTERI PADA TANAH SALIN Palupi, Tantri; Anggorowati, Dini; Aprizkiyandari, Siti
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.8487

Abstract

Sejauh ini produktivitas padi  masih jauh di bawah potensinya. Diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi padi melalui perluasan pemanfaatan lahan marginal, termasuk lahan salin. Pemanfaatan rizobakteri diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi pada tanah salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi yang diberi perlakuan rizobakteri pada tanah salin. Penelitian dilaksanakan di Kota Pontianak pada bulan April sampai November 2023. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok, petak terpisah. Petak utama adalah perlakuan konsentrasi NaCl (G), yaitu g0 = 0 dS/m, dan g1 = 6 dS/m + rizobakteri. Anak petaknya adalah varietas padi (V), yaitu v1 = Inpari Arumba, v2 = Jeliteng, v3 = IR Nutri Zinc, v4 = Inpari 30, v5 = Inpari 32, dan v6 = Inpari 34.  Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah anakan umur 2 sampai 8 minggu setelah tanam, volume akar, bobot kering akar dan tajuk, panjang malai, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, dan bobot 100 biji gabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rizobakteri yang diberikan pada benih dan pada tanah yang dicekam salinitas mampu meminimalisir dampak salinitas pada tanah, yang ditunjukkan oleh respon pertumbuhan dan hasil yang sama dengan tanaman yang tanpa dicekam salinitas di setiap varietas yang diuji.
Penyuluhan Budidaya Jahe Kepada Kelompok Tani Karangkates Desa Sungai Raya Dalam Anggorowati, Dini; Palupi, Tantri; Aprizkiyandari, Siti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4642

Abstract

Desa Sungai Raya Dalam merupakan salah satu desa hasil pemekaran tahun 2009 di kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Misi profil Desa Sungai Raya Dalam adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. Adapun cara yang dapat dilakukan sebagai bentuk awal meningkatkan perkonomian yaitu adanya pendampingan berupa kegiatan penyuluhan-penyuluhan terutama di sektor pertanian. Salah satu bentuk penyuluhan yang dapat dilakukan adalah penyuluhan budidaya tanaman jahe. Jahe diyakini sangat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Oleh karena itu, maka penting untuk di lakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada kelompok tani karangkates oleh tim dosen Faperta Untan dengan judul adalah “Penyuluhan Budidaya jahe pada kelompok tani karangkates di Desa Sungai Raya Dalam”. Kegiatan PKM ini berlangsung selama enam bulan. Metode penyuluhan dengan prinsip SMART dan bentuk evaluasi yaitu kuisioner dengan teknik deskriptif dan inferensia adalah metode yang digunakan dalam kegiatan. Hasil penyuluhan menunjukkan penyuluhan budidaya jahe yang telah dilakukan oleh tim PKM dari Fakultas Pertanian UNTAN telah berjalan dengan baik dan efektif dan berdasarkan hasil evaluasi penyuluhan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan petani tentang budidaya jahe di Kelompok Tani Karang Kates Desa Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya meningkat setelah adanya penyuluhan.
GEOGRAPHICALLY WEIGHTED RIDGE REGRESSION MODELING AT THE OPEN UNEMPLOYMENT RATE IN WEST KALIMANTAN Adrian, Ferry; Yundari, Yundari; Aprizkiyandari, Siti
JURNAL DIFERENSIAL Vol 5 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Matematika, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jd.v5i2.12063

Abstract

Geographically Weighted Ridge Regression (GWRR) is a development of ridge regression by adding a weighting element as additional information. GWRR is used to overcome spatial data containing local multicollinearity by modifying the ridge regression and GWR. The purpose of this study was to construct the GWRR model and analyze the effectiveness of the GWRR model in overcoming multicollinearity problems in spatial data. The research data used consists of response variables, namely the value of the open unemployment rate $(Y)$ in districts/cities of West Kalimantan Province in 2021 and the explanatory variables used are district/city minimum wage $(X_1)$, population $(X_2)$, percentage of poor population $(X_3)$, labor force $(X_4)$, and average years of schooling $(X_5)$. The analysis process was first carried out by using multiple linear regression modeling and GWR modeling. After that, centering and scaling transformations were carried out on the data, followed by GWRR modeling to overcome the problem of multicollinearity in spatial data. After all the models were obtained, a model comparison was made in terms of the MSE value. Based on the results of the study, 14 GWRR models were obtained by dividing into three regional groups based on the factors that affect the open unemployment rate for each district/city in West Kalimantan Province. In the comparison of the models used, when viewed from the MSE value, the GWRR model has the highest MSE value compared to the linear regression model and the GWR model. Even though the MSE value in the GWRR model is the largest among the three models, in the GWRR model the problem of multicollinearity can be resolved.