Bakri, Hasbi
Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Muslim Indonesia, Makassar

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal Geomine

PEMODELAN SUMBERDAYA NIKEL LATERIT PADA BLOCK C PT. ANUGERAH HARISMA BARAKAH KABAENA SELATAN TALAGA RAYA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Ardiansyah Rahman
Jurnal Geomine Vol 1, No 1 (2015): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.727 KB) | DOI: 10.33536/jg.v1i1.2

Abstract

PT. Anugerah Harisma Barakah adalah perusahaan tambang nasional yang bergerak dalam pertambangan Nikel di daerah Kabaena Selatan dan Talaga Raya, Kabupaten Bombana Propinsi Sulawesi Tenggara yang mulai melakukan eksplorasi bijih Nikel pada tahun 2007. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model sumberdaya nikel laterit dalam bentuk 2 dimensi dan 3 dimensi serta menghitung sumberdaya. Data yang diperlukan untuk membuat model 2 dimensi dan 3 dimensi meliputi data titik bor Blok C. Data diambil dalam bentuk data hasil pemboran berupa data topografi, dan data kadar yang berjumlah 91 titik bor selain itu peta penyebaran titik bor juga sangat diperlukan. Dari hasil penelitian dijumpai kedalaman ore berkisar antara 3 sampai 14 meter dengan kadar 1,5% – 2,0% serta jumlah sumberdaya sebesar 1.553.325 Ton.
Analisis Pengaruh Kapasitas Penetralan Batugamping Dengan Menggunakan Metode Acid Buffering Characteristic Curve Firman Nullah Yusuf; Alfian Nawir; Zulkifli Zulkifli; Arif Nur Warkito; Nur Asmiani; Moh Salman Said; Hasbi Bakri; Mubdianan Arifin; Citra Aulian Chalik; Muhamad Hardin Wakila
Jurnal Geomine Vol 9, No 1 (2021): Edisi April 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i1.852

Abstract

Air Asam Tambang (AAT) merupakan sebuah permasalahan lingkungan sebagai salah satu akibat dari kegiatan penambangan yang mempunyai nilai pH dan kandungan logam terlarut yang relatif tinggi. Salah satu material yang dapat dimanfaatkan dalam mengatasi permasalahan AAT yaitu batugamping. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik penetralan batugamping dalam menetralkan asam dan untuk mengetahui pengaruh ukuran butir batugamping terhadap kapasitas penetralan. Penelitian dilakukan dengan metode pengujian Acid Buffering Characteristic Curve (ABCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel batugamping berukuran 0,074 mm (100 mesh) mampu mempertahankan pH atau menunjukkan sifat buffer-nya pada rentang pH 5 setelah terjadi penambahan asam sebanyak 8,4 Kg H2SO4/t. Sementara sampel batugamping berukuran 0,149 mm (200 mesh) mampu mempertahankan nilai pH pada rentang pH 6 atau menunjukkan sifat buffer-nya setelah terjadi penambanahan asam sebanyak 1,2 Kg H2SO4/t. Kemudian semakin kecil ukuran butir batugamping maka semakin tinggi nilai pH yang dapat dipertahankan dan semakin besar ukuran butir batugamping maka semakin rendah nilai pH yang dapat dipertahankan.
Karakteristik Mineraloid Opal Limbong, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan Alam Budiman Thamsi; Muhammad Aswadi; Habibie Anwar; Hasbi Bakri; Muhamad Hardin Wakila; Andi Fahdli Heriansyah
Jurnal Geomine Vol 8, No 3 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v8i3.735

Abstract

Opal is classified as gems that are scattered in several places in the world and specifically in Indonesia is located in Banten, West Java Province and in Limbong, South Sulawesi Province. Opal in Limbong, North Luwu Regency, South Sulawesi Province has never been conducted research, so researchers are interested in conducting research. This research aims to determine the classification of opal mineraloids, host rock, and know the opal mineraloid paragenesis in the Limbong area, Luwu Regency North, South Sulawesi Province. The research method is carried out sampling in the field—laboratory analysis using Petrographic analysis and XRD analysis. The results of the study in the laboratory are then processed to answer the research objectives. The results obtained by opal mineraloid carrier rocks are andesite rocks with a mineral composition consisting of plagioclase, k-feldspar, biotite, muscovite, and quartz. The microscopically visible textures are euhedral, myrmekite, radiated, colloform, and banded. Based on XRD data, the main peak is at 2 Ø: 21.62 with a price of d: 4.0626; the second peak at 2 Ø: 25.16 with a value of d: 3.5147. Another peak with low intensity and bias at 2 Ø: 65.08, with a value of d: 1.4247, is classified as opal-C.
ANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN DATA VWP (VIBRATING WIRE PIEZOMETER) PADA PT.NEWMONT NUSA TENGGARA NUSA TENGGARA BARAT Rio Fathurrahman Zhani
Jurnal Geomine Vol 2, No 1 (2015): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.352 KB) | DOI: 10.33536/jg.v2i1.31

Abstract

Kestabilan lereng merupakan hal terpenting dalam penggunaan sistem tambang terbuka  ( open pit) . Tujuan penelitian menentukan besarnya pengaruh tekanan air tanah ( groundwater pressure ) terhadap nilai faktor keamanan ( safety factor ) dari suatu lereng di  phase5  untuk mendapatkan kondisi lereng yang stabil saat  ultimate pit mencapai  phase6 . Data air tanah di peroleh dari data VWP  (Vibrating Wire Piezometer). analisis dilakukan dengan metode GLE/Morgenstern-price dan bhishop simple. Metode analisis pada model yang di pakai adalah  dengan melakukan pengujian penurunan  pressure pada tiap sensor dan pengurangan  pressure pada kedalaman horisontal. Berdasarkan hasil analisis gambar simulasi nilai FK yaitu 1.308 pada kelipatan kedalaman 25 Meter pada tekanan 400 Kpa,tekanan 450 Kpa, FK 1.211, 500 Kpa, FK 1,001 sedangkan pada kedalaman kelipatan 50 meter hanya berbeda tekanan akan tetapi dengan FK yang sama yaitu 800 Kpa, 900 Kpa, 1000 Kpa,kesimpulan umum berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh  water pressure terhadap faktor keamanan lereng, semakin besar tekanan air tanah maka semakin turun nilai factor keamanan pada lereng, serta dengan mengurangi besar  water pressure pada suatu dinding lereng akan berarti meningkatkan nilai faktor keamanan lereng.
Karakterisasi Kandungan Mineral dan Sifat Kerentanan Magnetik Pasir Besi Pantai Galesong Takalar Sulawesi Selatan Suriyanto Bakri; Alfian Nawir; Miftah Farid; Muhammad Idris Juradi; Firdaus F; Muhamad Hardin Wakila; Emi Prasetyawati Umar; Arif Nurwaskito; Abdul Salam Munir; Hasbi Bakri; Alam Budiman Thamsi
Jurnal Geomine Vol 9, No 3 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i3.1115

Abstract

Pasir besi adalah endapan pasir yang mengandung partikel besi yang terdapat di sepanjang pantai terbentuk karena proses penghancuran oleh cuaca, air dan gelombang terhadap batuan asal. Keterdapatan pasir besi di Pantai Galesong Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan cukup menjanjikan untuk dimanfaatkan namun belum pernah dilakukan karakterisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral dan kerentanan magnetik pasir besi Pantai Galesong. Metode yang digunakan menggunakan analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk jenis dan kadar mineralnya dan pada penentuan kerentanan magnetik yaitu dengan menggunakan alat Magnetic Susceptibility Meter. Hasil penelitian menunjukkan pasir besi daerah penelitian tersusun dari mineral kalsium magnesium, kuarsa, hornblende, biotit, siderite, magnetit dan hematit dengan kadar Fe2O3 sampel SB-1 dan sampel SB-2 masing-masing yaitu 19,89% dan 17,32% dengan kerentanan magnetik antara 68,51 x 10-5 m3kg-1 – 151,06 x 10-5 m3kg-1.
PEMODELAN DAN ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT DAERAH “X” MENGGUNAKAN SOFTWARE DATAMINE STUDIO 3 PADA PT. VALE INDONESIA LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN Diansyah Afriandi
Jurnal Geomine Vol 2, No 1 (2015): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.908 KB) | DOI: 10.33536/jg.v2i1.32

Abstract

Pemodelan endapan merupakan suatu tahapan yang dilakukan setelah kegiatan eksplorasi pemboran untuk memberikan gambaran kondisi geologi dan karakteristik geometri suatu endapan. Pemodelan endapan nikel laterit yang dilakukan dengan konsep model blok. Dari hasil model blok endapan nikel laterit yang didapatkan kemudian dilakukan estimasi atau penaksiran terhadap jumlah sumberdaya. Dalam penelitian ini metode estimasi yang digunakan yaitu metode  Inverse Distance Weighting menggunakan  software  Datamine Studio 3. Penelitian dilakukan menggunakan data titik bor sebanyak 69 titik dan jarak spasi bor 50 meter menghasilkan jumlah sumberdaya yang telah dihitung dalam bentuk model blok pada zona Limonit sebanyak 4.185.000 ton dengan rata – rata kadar Ni : 1,06 %, Fe : 40,80 % dan MgO : 1,29 %. Zona saprolit sebanyak 1.473.748 ton dengan rata – rata kadar Ni 1,76 %, Fe : 15 %, dan MgO : 19,84 %. Berdasarkan klasifikasi sumberdaya yang digunakan dalam penelitian ini, sumberdaya yang ada pada daerah penelitian diklasifikasikan sebagai sumberdaya “tertunjuk” ( indicated )
ANALISIS PENANGANAN KONSENTRASI HIDROGEN SULFIDA DALAM MINYAK BUMI LAPANGAN TIAKA KABUPATEN MOROWALI UTARA PROVINSI SULAWESI TENGAH Ayu Wandira Bande
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.425 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.51

Abstract

Hidrogen Sulfida (H2S) merupakan materi yang sangat beracun, tidak berwarna, dalam konsentrasi yang rendah berbau seperti telur busuk dan juga lebih berat daripada udara. Tujuan dari  penelitian ini  untuk  untuk  menurunkan konsentrasi gas  H2S  dari  sumbernya hingga mencapai konsentrasi 10  ppm. Metode penelitian dilakukan dengan cara. Process Acid Gas Removal atau proses penghilangan gas asam (hidrogen sulfida) dengan metode injeksi bahan kimia H2S Scavenger, diperlukan data diantaranya data monitoring konsentrasi H2S dan data produksi minyak. Penelitian ini dilakukan dengan sistem monitoring konsentrasi gas H2S per hari pada bagian manifold, tangki penampungan (T500), dan pada bagian FSO atau kapal tanker tempat  pengumpulan  akhir  minyak bumi. Setelah dilakukan optimasi dengan perubahan injeksi takaran bahan kimia sebanyak 5,6,7,8 dan 9 galon per hari didapatkan injeksi bahan kimia sebanyak 9 galon per day paling tepat untuk menurunkan konsentrasi gas H2S dari sumbernya hingga mencapai konsentrasi 10 ppm pada saat minyak yang telah terproses masuk ke dalam tangki penampungan akhir. 
Paragenesis Prospek Endapan Bijih Besi Daerah Tanjung Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan Hasbi Bakri; Harwan Harwan; Alam Budiman Thamsi; Irzal Nur; Firdaus F; Andi Fahdli Heriansyah
Jurnal Geomine Vol 9, No 2 (2021): Edisi Agustus 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i2.971

Abstract

Iron ore is the second most abundant metal on earth. The characteristics of this iron ore usually consist of iron ore carrier minerals associated with other minerals. One area that has iron ore prospects is the Tanjung area, Bontocani District, Bone Regency. The purpose of this study was to determine the types of iron ore carrier minerals and their associations, mineralization characteristics and paragenesis of iron ore carrier minerals. The data collection technique is carried out directly in the field by taking random samples in the field according to field conditions. Laboratory analysis uses mineragraphic analysis to determine iron ore carrier minerals and their associated minerals and X-Ray Diffraction analysis to determine iron ore carrier minerals that are not identified by mineragraphic analysis. From the results of the study found iron ore carrier minerals magnetite, goethite and hematite and their associated minerals in the form of sulfide minerals in the form of pyrite, covelite and braunite. The iron ore textures found are replacement and intergrowth textures. Paragenesis of mineral deposits formed successively are magnetite, hematite, pyrite, cuprite, braunite and goethite.
Studi Mineralogi Batuan Basal Sebagai Source-rock Bijih Besi Daerah Bontocani Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan Hasbi Bakri; Anshariah Anshariah; Firdaus F; Arif Nurwaskito; Alam Budiman Thamsi; Habibie Anwar; Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 10, No 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i2.1374

Abstract

Research has been carried out regarding the source rock of iron ore deposits. This area became the object of research because of the discovery of iron ore deposits and several other metals. In this research, the focus of the study is the source rock that carries Fe metal. The results of the initial study indicate that the basalt is thought to have carried the metal intruding the wall rock causing a reaction to occur. The analysis in this paper consists of field research, sampling, preparation, and analysis of petrography and XRD. Based on petrographic observations, basalt is composed of the main minerals in the form of pyroxene minerals, plagioclase, and base mass with a distinctive texture in the form of a porphyry texture where pyroxene and plagioclase minerals as phenocrysts are embedded in the base mass and opaque minerals. The secondary minerals found were epidote, actinolite, hornblende, anatase, staurolite, carbonate minerals, chlorite, sericite, magnesite, clay minerals, and quartz. The ore minerals are magnetite, goethite, chamosite, and pyrope.
Penentuan Arah Pergerakan Lindi Dengan Metode Geolistrik Pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Daerah Maiwa, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan Fauzi Arifin; Haerany Sirajudin; Hasbi Bakri
Jurnal Geomine Vol 10, No 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i3.1189

Abstract

One of the important aspects in urban solid waste management is the problem of leachate which if it is not managed properly will cause a serious threat to the environment, because leachate production will enter underground water streams and also surface water. Leachate is a liquid that flows or 'dissolves' from landfills, with a composition that varies depending on the age of the landfill and the type of waste contained in it. This leachate usually contains dissolved bacteria or and insoluble bacteria. The study site is composed of clastic sedimentary rocks in the form of sandstones and conglomerates, which are included in the Miocene Pliocene Sand (Tmps) tertiary rock formations and the Miocene Conglomerate Tertiary (Tmc). The results of previous studies found that the area where the waste landfill is located on coarse to fine-grained rocks, which is very likely that the flow of leachate contained in the waste landfill location will affect the quality of the water system around the waste landfill location. From the results of this study, it can be known the direction of leachate flow by the geoelectric method and the extent of its effect on the groundwater system in the area around the landfill