Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Treat of Chemical Weapons in 21st Century (Case Study: The Poisoning of Alexei Navalny with Novichok Nerve Agent) Azizah, Yuniarti Nur; Jupriyanto; Jadhana, I.B. Putra; Ruyat, Yayat; Hafizah, Mas Ayu Elita
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i6.9672

Abstract

Chemical weapons have been outlawed as part of CBRNE (Chemical, Biological, Radioactive, Nuclear, and Explosive) weapons under the Chemical Weapons Convention since 1993. The convention's purpose is to eradicate all types of weapons of mass destruction by preventing participating states from developing, producing, acquiring, storing, retaining, transferring, or using chemical weapons, including those developed, produced, and used. The poisoning of Alexei Navalny in 2020 with the nerve toxin Novichok sparked widespread concern about the topic of chemical weapons in the twenty-first century. This study combined qualitative methodologies with descriptive analyses to better comprehend the incident. Strict enforcement, increased international collaboration, and improved detection technology are critical to preventing their spread. This episode worsened relations between Russia and the West, highlighting the breakdown of standards prohibiting the use of chemical weapons. The same nerve toxin was used to poison Sergei Skripa and his daughter in Salisbury. This chemical is difficult to detect and has a quick and fatal effect on the human body. Its usage in attacks on humans has raised serious concerns around the world. As a result, a coordinated and comprehensive global reaction is required to confront the threat of chemical weapons while upholding international rules barring their use
Study on the Safety of Radioactive Waste Management in the Radiology Laboratory of Indonesian Hospital Ophelia, Nadya; Jandhana, I.B Putra; Jupriyanto; Ruyat, Yayat; Hafizah, Mas Ayu Elita; Simanjuntak, Junita Dewi Sari
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i6.9673

Abstract

One of the uses of radioactive sources is in the field of health, where they are used in hospitals for radiotherapy, nuclear medicine, and radiodiagnostics. Nevertheless, the use of nuclear technology in the health sector produces radioactive waste substances that pose health and environmental risks, and have the potential to be misused by irresponsible groups and terrorists to create radiological weapons that are used in crimes and pose a threat to security. Any activity that utilizes radioactive substances must pay attention to radioactive waste management, which applicable regulations must appropriately manage. The research method used is descriptive research with a qualitative approach, and data collection techniques are used with literature review methods. Radioactive waste produces alpha, beta, and gamma radiation. Radioactive waste treatment techniques can be carried out by separation, storage, transportation, treatment, and final disposal. Governments, hospitals, relevant organizations, and communities should work together to improve the safety of radioactive waste management and protect the environment and human health. It is essential to understand the types of radioactive waste substances, comply with applicable rules and regulations, implement appropriate radioactive waste treatment techniques, and raise awareness about the dangers of radioactive waste substances
Use of Explosives: Classification and Regulation Bermana, Seftiandra Bermana; Hafizah, Mas Ayu Elita; Ruyat, Yayat; Rosyida, Esa Dina Inda
Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology Vol. 2 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/marcopolo.v2i5.9019

Abstract

Of the many qualifications of explosives, for some reason allowed for use by civilians. This study aims to analyze the classification and regulation of the use of explosives, using the literature study method. As a result, there are special rules from several institutions for the use of explosives in various fields.
KAJIAN SISTEM PERTAHANAN UDARA (SURFACE TO AIR MISSILE – SAM): IRON DOME SEBAGAI SISTEM PERTAHANAN UDARA BERLAPIS Danaputra, Radhitya; Ruyat, Yayat; Marsono, Marsono
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4018-4030

Abstract

Sistem pertahanan udara Israel terdiri dari tiga lapis, yaitu lapisan pertama Iron Dome, lapisan kedua David’s Sling, dan lapisan ketiga adalah Arrow. Yang akan dibahas pada artikel ini adalah sistem pertahanan udara rudal SAM Iron Dome. Dalam kajian ini dikaji spesifikasi hingga sejarah pengalaman pengoperaisan Iron Dome. Dalam kajian ini, sejarah operasi Iron Dome yang akan dikaji yaitu pada Operasi Pillar Of Defense tahun 2012, Operasi Protective Edge tahun 2014, serta Operasi Al Aqsa Flood tahun 2023. Pada ketiga operasi tersebut Iron Dome mampu mencegat dari hampir seluruh rudal yang ditembakan oleh Hamas ke wilayah Israel. Meskipun ada beberapa rudal Hamas yang berhasil masuk ke wilayah Israel, Iron Dome ini tetap dianggap efektif dan berhasil pada Operasi Pillar of Defense 2012, Operasi Protective Edge 2014, serta Operasi Al Aqsa Flood 2023. Diharapkan kajian ini dapat bermanfaat karena salah satu faktor penting dalam pertahanan negara yang modern yaitu sistem pertahanan udara.
STUDI KASUS PENGGUNAAN ANTI-RIOT DRONE CANGGIH TERHADAP DINAMIKA SOSIAL DAN ETIKA SENJATA TIDAK MEMATIKAN DI ERA MODERN Ichsanul Adzan, Muhammad; Ruyat, Yayat; Budi Wibowo, Heri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 4 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i4.2025.1535-1553

Abstract

Meningkatnya konflik dan terorisme secara global telah menjadi dorongan untuk meningkatkan teknologi perangkat militer yang digunakan dalam pengendalian massa. Ketika masyarakat berpikir bahwa negaranya aman, mereka tidak menyadari bahwa setiap negara di dunia mempunyai perselisihan. Misalnya saja massa yang tidak dapat dikendalikan, huru hara, teror bom, pembakaran, dan lain-lain. Penelitian ini berupaya untuk mengembangkan sebuah perangkat militer yang dapat membantu dalam mengendalikan massa dalam jumlah besar dengan bantuan pancaran gelombang mikro yang populer dengan sebutan “Heat Ray, " yang menimbulkan sensasi panas, meski pada tingkat aman, pada sasarannya. Selain itu, ia memiliki "Senapan Akustik" yang menghasilkan suara frekuensi tinggi, menyebabkan sakit kepala hebat dan mual dengan pancaran getaran. Dilengkapi juga dengan magnetometer untuk mendeteksi bom, peralatan tersebut diharapkan dapat menghadapi situasi kerusuhan massal dengan aman dan tanpa kematian. Model yang diusulkan adalah Unmanned Aerial Vehicle, UAV, yang dapat dioperasikan secara manual dalam mendeteksi bom dan menghindari gerombolan yang tidak diinginkan. Ini memberikan solusi yang dikendalikan dari jarak jauh untuk manajemen dan keamanan kerusuhan.
KAJIAN TEKNOLOGI PERSENJATAAN MANPADS DENGAN PLATFORM KENDARAAN OPERASIONAL MAUNG 4X4 DALAM MENGHADAPI ANCAMAN PERTAHANAN UDARA INDONESIA Azmi, Ulul; Ruyat, Yayat; Adin Affandi, Lutfi; Maulad, Raubiyal; Afpriyanto, Afpriyanto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 6 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i6.2023.3070-3079

Abstract

Ancaman udara bagian dari salah satu bentuk ancaman pertahanan, ditambah dengan berkembang pesatnya teknologi berupa drone. PT Pindad sebagai Badan Usaha Milik Negara dalam bidang Industri Pertahanan terus berinovasi dalam melakukan pengembangan alat peralatan pertahanan dan keamanan negara (alpalhankam), dalam hal ini telah menghasilkan produk unggulan yaitu Kendaraan Operasional Maung 4x4. Sebagai bentuk dukungan terhadap alpalhankam, Kementerian Pertahanan melakukan pemesanan yang direncanakan akan ditempatkan di seluruh KODAM di wilayah Indonesia. Dalam upaya pertahanan udara yang disesuaikan dengan rencana tersebut, perlu adanya penambahan sistem persenjataan pada Ranops Maung. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yakni dengan melakukan kajian dan analisis terhadap sumber-sumber informasi tertulis seperti jurnal ilmiah, buku, laporan dan artikel-artikel. Berdasarkan kajian ilmiah dapat disimpulkan bahwa fitur MANPADS dapat ditambahkan pada kendaraan operasional. Dengan penambahan fitur ini, Kendaraan Operasional Maung dapat difungsikan untuk mengantisipasi dan mencegah adanya serangan udara berupa drone.
ANALISA KOMPARATIF SISTEM KERJA PELATUK PADA PISTOL G2 PREMIUM ANTARA SINGLE ACTION DAN DOUBLE ACTION Aries A, II; Ruyat, Yayat; Yogaswara, Y. H.; Adin Affandi, Lutfi; Faizal Iman, Koerozadi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3192-3198

Abstract

Dalam senjata api pelatuk merupakan bagian penting yang mengalami perkembangan teknologi modern sejak lama. Ada beberapa sistem kerja pelatuk yang umumnya dibedakan berdasarkan mekanismenya atau yang lebih dikenal dengan “trigger action. Penelitian ini menggunakan metode analisis komparatif, Untuk membandingkan kinerja sistem kerja pelatuk pada pistol produksi PT Pindad dengan kinerja sistem kerja pelatuk pada pistol produksi sejenis. Data yang akan dianalisis meliputi waktu yang dibutuhkan untuk menembakkan satu peluru, jumlah peluru yang dapat ditembakkan sebelum pelatuk harus diganti, dan jarak maksimum tembakan. Pengujian ini dilakukan pada dua buah pistol G2 Premium yang masing-masing menggunakan sistem kerja pelatuk Single Action dan Double Action. Dari hasil penelusuran didapatkan hasil bahwa beberapa penembak lebih menyukai pistol dengan mode Double Action karena mereka menganggap lebih aman dari pada saat menggunakan mode Single Action. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem kerja pelatuk single action dan double action pada pistol G2 premium tidak mempengaruhi akurasi, dispersi, erosi dan usia kehidupan laras seta daya tahan senjata itu sendiri. Perbedaan pistol dengan mode single action dan double action lebih kepada kenyamanan dan kebiasaan pengguna.
STUDI KOMPARATIF MUNISI KALIBER KECIL ANTARA PENGGALAK BERDAN DAN PENGGALAK BOXER Fajar Sutejo, Muhammad; Ruyat, Yayat; Marsono, Marsono
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1690-1698

Abstract

Teknologi persenjataan mengalami perkembangan yang begitu pesat, salah satunya pada teknologi munisi. Munisi terdapat beberapa jenis, yaitu munisi kaliber kecil, munisi kaliber berat dan munisi kaliber khusus. Pada penulisan kali ini akan dibahas mengenai munisi kaliber kecil yang merupakan munisi dengan kaliber kurang dari 20 mm. Munisi juga digunakan oleh hampir seluruh pasukan yang dipersenjatai dalam kegiatan pertahanan dan keamanan sebagai bekal pokoknya. Adapun pada munisi kaliber kecil terdapat beberapa bagian, yaitu: Proyektil/ pelor, propelan/ bahan pendorong, primer/ penggalak, case/ longsong, penulisan ini membahas lebih dalam mengenai primer/penggalak. Primer adalah komponen penting dalam munisi, karena dapat menyulutkan propelan / bahan pendorong. Berdasarkan sistem penyalaannya penggalak terbagi menjadi 2 yaitu Centerfire dan Rimfire. Pada penulisan ini hanya membahas bagian penggalak atau primer centerfire antara penggalak berdan dan penggalak boxer. Secara tampak luar memang tidak begitu terlihat perbedaan antara penggalak berdan dan penggalak boxer kecuali orang- orang yang memproduksi atau melakukan pengisian ulang munisi. Tujuan penulisan ini untuk menentukan perbedaan fisik serta kelebihan dan kekurangan antara kedua penggalak tersebut. Metode yang digunakan adalah studi komparatif dari beberapa sumber referensi terpilih. Hasil dari penulisan ini diharapkan akan memberikan gambaran mengenai kelebihan dan kekurangan munisi kaliber kecil yang menggunakan penggalak berdan dan munisi kaliber kecil yang menggunakan penggalak boxer.