Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Intervensi pencegahan dapat dilakukan melalui pendidikan gizi dengan memanfaatkan makanan lokal yang tersedia, seperti daun kelor (Moringa oleifera), yang kaya akan nutrisi penting. Pemilihan daun kelor didasarkan pada kandungan gizinya yang tinggi dan sebanding dengan sumber pangan bergizi lainnya, namun relatif mudah diperoleh, berbiaya rendah, serta dapat ditanam di berbagai kondisi lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait manfaat daun kelor dalam pencegahan stunting, sekaligus memperkenalkan produk olahan, termasuk puding daun kelor, sebagai alternatif makanan pendamping ASI (MPASI). Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah dengan penyampaian materi interaktif, yang melibatkan 11 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, dan kader kesehatan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 24,4% mengenai manfaat daun kelor dalam pencegahan stunting. Sebagai langkah keberlanjutan, kegiatan ditutup dengan penanaman pohon kelor di kantor kecamatan dan lingkungan RW. Upaya ini diharapkan mampu mendukung kemandirian masyarakat dalam memperoleh bahan baku lokal untuk diolah menjadi berbagai variasi makanan pendamping ASI (MPASI) berbahan dasar kelor. Dengan demikian, keluarga yang memiliki balita dapat secara berkelanjutan memanfaatkan kelor sebagai sumber gizi tambahan dalam upaya pencegahan stunting di lingkungannya.Abstract: Stunting remains a public health problem that hinders the growth and development of children and the quality of human resources in the future. Preventive interventions can be carried out through nutrition education by utilizing locally available foods, such as moringa leaves (Moringa oleifera), which are rich in essential nutrients. Moringa oleifera were chosen because they are highly nutritious and comparable to other nutritious food sources, yet relatively easy to obtain, inexpensive, and can be grown in a variety of environmental conditions. This community service activity aims to increase understanding of the benefits of moringa leaves in preventing stunting, while also introducing processed products, including moringa leaf pudding, as an alternative complementary food to breast milk (MPASI). The educational method used was a lecture with interactive material delivery, involving 11 participants consisting of community leaders, Karang Taruna youth, and health workers. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires.The results of the activity showed a 24.4% increase in participants' understanding of the benefits of moringa leaves in preventing stunting. As a sustainable measure, the activity concluded with the planting of moringa trees at the sub-district office and in the neighborhood. This effort is expected to support the community's independence in obtaining local raw materials to be processed into various types of moringa-based complementary foods for infants. Thus, families with toddlers can continuously utilize moringa as an additional source of nutrition in their efforts to prevent stunting in their neighborhood.