Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pemberian Edukasi pada Ibu Mengenai Pencegahan Gizi Kurang pada Anak di Posyandu Kemuning Angraeni, Fitri; Febrianti, Thresya; Wulandari, Tri; Safira, Nanda; Efendi, Rusman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 5 No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 05 Nomer 01 Tahun 2024
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jpmim.v5i01.3004

Abstract

Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan bahwa 767 juta orang di seluruh dunia akan mengalami kekurangan gizi pada tahun 2021. Masalah kekurangan gizi mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dan bayi dan bahkan dapat bertahan dalam jangka panjang. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melihat efektivitas pendidikan kesehatan mengenai gizi kurang dalam upaya meningkatkan pengetahuan ibu-ibu yang bertempat tinggal di area kerja Posyandu Kemuning, Perumahan Lembah Griya Indah Citayam. Dalam kegiatan ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan desain One Group Pretest – Posttest. Total responden yang diikutsertakan dalam kegiatan ini adalah 40 peserta. Hasil nilai rata-rata pretest dan posttest serta yang mengalami peningkatan serta uji statistik, menjadi tolak ukur adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi kurang. Dilihat dari nilai rata-rata pretest yang hanya 6,13, mengalami peningkatan rata-rata posttest yang menghasilkan nilai 8,08. Uji statistik paired sample test diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 yang berarti bahwa penyuluhan dengan menggunakan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi kurang.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN HIPERTENSI MELALUI EDUKASI MEDIA LEAFLET PADA IBU PKK Angraeni, Fitri; Ardhiyanti, Lusyta Puri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30261

Abstract

Abstrak: Salah satu PTM yang telah mendapatkan perhatian dalam perawatan kesehatan di Indonesia dan seluruh dunia adalah penyakit hipertensi. Hipertensi memiliki julukan penyakit "The Sillent Killer" karena sering terjadi tanpa adanya gejala. Kegiatan ini penting untuk dilakukan mengingat keterlibatan ibu PKK merupakan menjadi penggerak untuk menerapkan hidup sehat serta memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan pencegahan hipertensi dengan menggunakan media leaflet pada ibu PKK di Perumahan Lembah Griya Indah Citayam. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dengan media leaflet yang dilakukan pada 10 orang ibu PKK. Dalam melihat efektivitas edukasi menggunakan leaflet ini menggunakan angket pre-test dan posttest dengan dilakukan analisis statistik uji Wilcoxon. Rata-rata skor pre-test adalah 64 dan setelah diberikannya edukasi dengan media leaflet meningkat menjadi 90, yang menunjukkan dengan adanya pengabdian masyarakat berupa edukasi dengan media leaflet ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK terkait dengan pencegahan penyakit hipertensi sebesar 40,63%. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan ibu PKK mengenai pencegahan terkait penyakit hipertensi. Dalam hal ini keterlibatan ibu PKK penting dalam menyebarluaskan informasi atau pengetahuan pencegahan hipertensi kepada masayarakat ataupun lingkungan sekitarnya.Abstract: One of the NCDs that has received attention in health care in Indonesia and around the world is hypertension. Hypertension has the nickname “The Sillent Killer” disease because it often occurs without any symptoms. This activity is important to do considering that the involvement of PKK mothers is a driving force for implementing healthy living and providing health education to the community as an effort to prevent and control hypertension. The purpose of this community service is to increase knowledge related to the prevention of hypertension by using leaflet media for PKK mothers in Lembah Griya Indah Citayam Housing. This community service uses a lecture method with leaflet media conducted on 10 PKK mothers. In seeing the effectiveness of education using this leaflet using a pre-test and posttest questionnaire with Wilcoxon test statistical analysis. The average pre-test score was 64 and after education with leaflet media increased to 90, which shows that community service in the form of education with leaflet media is effective in increasing the knowledge of PKK mothers related to the prevention of hypertension by 40.63%. The community service that has been carried out can increase the knowledge of PKK mothers regarding prevention related to hypertension. In this case, the involvement of PKK mothers is important in disseminating information or knowledge of hypertension prevention to the community or the surrounding environment.
Evaluasi Surveilans Respons Cepat Krisis Kesehatan Akibat Wabah: Literatur Review Angraeni, Fitri; Jannah, Wirdatul; Wasir, Riswandy
Jurnal Khazanah Intelektual Vol. 9 No. 3 (2025): Khazanah Intelektual
Publisher : Brida Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37250/khazanah.v9i3.357

Abstract

Introduction: Outbreaks remain one of the biggest public health challenges today. The prevention and control of diseases with outbreak potential depends on the effectiveness of a successful response system with the help of surveillance activities. The aim of this study was to determine the evaluation of surveillance in rapid response to health crises due to disasters and outbreaks. Methods: This study used the literature review method, which refers to the PRISMA method. Reference searches were conducted on three databases, namely Google Scholar, Science Direct, PubMed. A total of 6 articles were selected based on the inclusion criteria. Results: The results of the literature review show that in the input aspect, most surveillance systems face challenges in the form of limited number and competence of officers, lack of funds, and inadequate facilities and infrastructure. Although the methods and SOPs are standardized, their application is not consistent. In the process component, there are obstacles in collecting and analyzing data and disseminating information that is not yet optimal. As a result, the output of the surveillance system has not met national standards. Conclusion: Strengthening the capacity of human resources, providing financial support and infrastructure, and improving the quality of method implementation and analysis are needed to optimize the health surveillance system in Indonesia Keywords: Evaluation, Surveillance, Outbreaks
Aspek gender dalam pola asupan gizi ibu hamil dan menyusui Angraeni, Fitri; Apriningsih, Apriningsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 11 (2026): Volume 19 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i11.2005

Abstract

Background: Pregnancy and breastfeeding are among the most critical phases in a woman’s life cycle, during which nutritional needs increase significantly to support maternal health, fetal growth, and child development. One cultural factor contributing to nutritional problems among pregnant and breastfeeding women is gender inequality within households and society. Purpose: To explore gender-related aspects in the dietary patterns of pregnant and breastfeeding women. Method: This qualitative study employed a phenomenological design through in-depth interviews with eight informants, consisting of pregnant and breastfeeding women. Data analysis was conducted thematically to identify research themes. Results: Three main themes emerged from the study, namely changes in dietary patterns during pregnancy and breastfeeding, the role of gender in household food decision-making, and the impact of eating patterns on maternal and infant health. Conclusion: Gender inequality within the household has the potential to hinder optimal nutrition fulfillment for pregnant and breastfeeding women. Nutritional interventions should involve husbands and extended family members to ensure comprehensive support for maternal health.   Keywords: Breastfeeding; Diet; Gender; Nutrition; Pregnant Women.   Pendahuluan: Kehamilan dan menyusui merupakan suatu fase paling kritis pada siklus kehidupan seorang perempuan, sehingga kebutuhan terkait dengan gizi meningkat secara signifikan untuk menunjang kesehatan ibu, pertumbuhan janin, dan anak. Faktor budaya yang berkontribusi terhadap masalah gizi pada ibu hamil dan mneyusui salah satunya adalah adanya ketidaksetaraan gender dalam rumah tangga dan masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui aspek gender dalam pola asupan gizi ibu hamil dan menyusui. Metode: Penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap 8 informan, yang terdiri atas ibu hamil dan ibu menyusui. Analisis data yang dilakukan yaitu secara tematik untuk mengidentifikasi tema-tema hasil penelitian. Hasil: Tiga tema temuan utama dalam penelitian ini, yaitu perubahan pola asupan gizi selama kehamilan dan menyusui, kaitan gender dalam penentuan makan rumah tangga, serta dampak pola makan terhadap kesehatan ibu dan bayi. Simpulan: Ketidaksetaraan gender dalam rumah tangga berpotensi menghambat pemenuhan gizi optimal bagi ibu hamil dan menyusui. Intervensi gizi perlu melibatkan suami dan keluarga besar untuk memastikan dukungan menyeluruh terhadap kesehatan ibu.   Kata Kunci: Gender; Gizi; Ibu Hamil; Menyusui; Pola Makan.
Pengaruh Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sub Sektorkosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 Angraeni, Fitri; Turi, La Ode; ., Nichen
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis (JEMB) Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jemb.v4i2.3786

Abstract

The increasingly competitive nature of the cosmetics and household goods industry demands companies to manage their capital structure effectively in order to enhance profitability. However, empirical findings regarding the influence of capital structure on firm performance remain inconsistent, creating the need for further investigation. This study aims to analyze the relationship between capital structure—proxied by the Debt to Equity Ratio (DER) and Debt to Asset Ratio (DAR)—and profitability, measured using Return on Assets (ROA), in cosmetic and household goods sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. This research employs a quantitative approach using the Partial Least Square (PLS) method, with data processed through SmartPLS version 4. The results show that DER has a positive and significant effect on ROA, with an original sample value of 0.859 and a P-value of 0.000 (P < 0.05). Likewise, DAR also has a positive and significant effect on ROA, with an original sample value of 0.182 and a P-value of 0.000 (P < 0.05). These findings indicate that increasing the proportion of debt within the capital structure can enhance firm profitability. Overall, the results support the trade-off theory, which asserts that the optimal use of debt can strengthen firm performance and improve profitability.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI DI DEPOK Hanifah, Laily; Apriningsih, Apriningsih; Ardhiyanti, Lusyta Puri; Ismail, Rita; Purbasari, Ayu Anggraeni Dyah; Angraeni, Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35623

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, sehingga remaja membutuhkan pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi. Namun, masih banyak remaja dan ibu kader yang memiliki pengetahuan terbatas terkait isu kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja dan ibu kader mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada kelompok remaja dan kader di Kecamatan Cilodong, dengan total 18 responden sebagai peserta. Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah dengan penyampaian materi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 soal, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 5,72 dan meningkat menjadi 9,78 pada post-test dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 71% setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja dan ibu kader mengenai kesehatan reproduksi.Abstract: Adolescence is a transitional period marked by physical, psychological, and social changes, during which adequate understanding of reproductive health is essential. However, many adolescents and community health cadres still have limited knowledge regarding reproductive health issues. Therefore, this community service activity aimed to improve the knowledge of adolescents and health cadres about reproductive health. This community service activity was carried out among youth groups and cadres in Cilodong Subdistrict, with a total of 18 respondents participating. The educational method applied was a lecture with interactive material delivery. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires consisting of 10 questions, and data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that the average pre-test score was 5.72, which increased to 9.78 in the post-test with a p-value of 0.000 (p<0.05). There was a 71% improvement in knowledge after the educational intervention. Thus, this activity was effective in enhancing the knowledge of adolescents and health cadres regarding reproductive health.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI, BAHAYA MEROKOK DAN PENCEGAHAN BULLYING PADA REMAJA Hanifah, Laily; Susanto, Agus Joko; Raharjo, Agung; Angraeni, Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31252

Abstract

Abstrak: Perubahan cepat selama masa pubertas sering kali memunculkan ketidaknyamanan pada remaja misalnya masalah kesehatan reproduksi dan kerap diiringi dengan munculnya perilaku yang kurang baik seperti merokok dan bully. Oleh karena itulah sangat penting untuk diberikan edukasi mengenai pubertas, bahaya merokok dan cara mencegah bully. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa/i mengenai kesehatan reproduksi, bahaya merokok dan pencegahan bullying. Pengabdian masyarakat ini dilakukan kepada 163 siswa/i di salah satu SMP di Depok menggunakan metode ceramah dan diskusi. Dalam melihat efektivitas pengabdian masyarakat ini menggunakan angket pre-test dan post-test dengan dilakukan analisis statistik uji Wilcoxon ..… Hasil uji pre-test dan post-test sebagai indikator penilaian pengetahuan menunjukkan p-value sebesar 0,000,Rata-rata skor pre-test adalah 51,23 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 65,83 artinya edukasi yang disampaikan dapat meningkatkan pengetahuan siswa sebesar 28,5%.Abstract: Rapid changes during puberty often give discomfort in adolescents due to reproductive health problems and sometimes accompanied by bad behavior such as smoking and bullying. Therefore, it is very important to provide education about puberty, the harmful aspect of smoking and how to prevent bullying. The aim of this community service is to increase students' knowledge about reproductive health, the harmful aspect of smoking and preventing bullying. This community service was conducted to 163 students in one of the junior high schools in Depok using lecture and discussion methods. In seeing the effectiveness of this community service using pre-test and post-test questionnaires with Wilcoxon test statistical analysis. The average pre-test score was 51.23 and after being given education it increased to 65.83, meaning that the education delivered can increase student knowledge by 28.5%.
PENGUATAN KAPASITAS MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA DAN OBESITAS PADA DUTA DAN KADER PENDAMPING KAMPUNG SEHAT BEBAS ANEMIA (SAE) Apriningsih, Apriningsih; Syarifah, Ismi Farah; Anggiruling, Dwikani Oklita; Angraeni, Fitri; Sholihah, Nur; Wasir, Riswandy; Ismail, Rita; Fikri, Al Mukhlas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35173

Abstract

Abstrak: Remaja putri rentan mengalami double malnutrition, yakni obesitas dan anemia, yang berdampak pada kesehatan reproduksi dan kualitas hidup; Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Duta SAE dan kader pendukung Kampung SAE dalam pencegahan obesitas, anemia, serta promosi kesehatan reproduksi; Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan tentang obesitas, anemia, dan kesehatan reproduksi kepada 18 peserta, dilanjutkan dengan demo dan simulasi pengolahan pangan lokal. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan pre-test dan post-test; Terdapat peningkatan pengetahuan peserta. Sebanyak 83,3% (15 orang) meraih nilai 100, 11,1% (2 orang) nilai 90, dan 5,6% (1 orang) nilai 80. Tidak ada nilai di bawah 80 pada post-test. Rata-rata skor meningkat dari 92,22 menjadi 97,78; nilai minimum naik dari 70 ke 80, sementara maksimum tetap 100. Hasil ini menunjukkan peningkatan hardskill peserta dalam memahami pencegahan anemia dan obesitas.Abstract: Adolescent girls are vulnerable to double malnutrition, namely obesity and anemia, which affect reproductive health and quality of life. This service aims to improve the capacity of SAE Ambassadors and SAE Village supporters in preventing obesity and anemia, as well as promoting reproductive health. The activity was carried out through counseling on obesity, anemia, and reproductive health to 18 participants, followed by demonstrations and simulations of local food processing. The effectiveness was evaluated through pre-tests and post-tests. There was an increase in the participants' knowledge. A total of 83.3% (15 people) scored 100, 11.1% (2 people) scored 90, and 5.6% (1 person) scored 80. No one scored below 80 on the post-test. The average score increased from 92.22 to 97.78; the minimum score rose from 70 to 80, while the maximum remained at 100. These results indicate an improvement in participants' hard skills in understanding the prevention of anemia and obesity.
PELATIHAN KADER DAN KARANG TARUNA DALAM MENGOLAH MPASI PENCEGAH STUNTING BERBAHAN DASAR DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) MENJADI OLAHAN PUDING Ardhiyanti, Lusyta Puri; Setiyawati, Marina Ery; Angraeni, Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35361

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Intervensi pencegahan dapat dilakukan melalui pendidikan gizi dengan memanfaatkan makanan lokal yang tersedia, seperti daun kelor (Moringa oleifera), yang kaya akan nutrisi penting. Pemilihan daun kelor didasarkan pada kandungan gizinya yang tinggi dan sebanding dengan sumber pangan bergizi lainnya, namun relatif mudah diperoleh, berbiaya rendah, serta dapat ditanam di berbagai kondisi lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait manfaat daun kelor dalam pencegahan stunting, sekaligus memperkenalkan produk olahan, termasuk puding daun kelor, sebagai alternatif makanan pendamping ASI (MPASI). Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah dengan penyampaian materi interaktif, yang melibatkan 11 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, dan kader kesehatan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 24,4% mengenai manfaat daun kelor dalam pencegahan stunting. Sebagai langkah keberlanjutan, kegiatan ditutup dengan penanaman pohon kelor di kantor kecamatan dan lingkungan RW. Upaya ini diharapkan mampu mendukung kemandirian masyarakat dalam memperoleh bahan baku lokal untuk diolah menjadi berbagai variasi makanan pendamping ASI (MPASI) berbahan dasar kelor. Dengan demikian, keluarga yang memiliki balita dapat secara berkelanjutan memanfaatkan kelor sebagai sumber gizi tambahan dalam upaya pencegahan stunting di lingkungannya.Abstract: Stunting remains a public health problem that hinders the growth and development of children and the quality of human resources in the future. Preventive interventions can be carried out through nutrition education by utilizing locally available foods, such as moringa leaves (Moringa oleifera), which are rich in essential nutrients. Moringa oleifera were chosen because they are highly nutritious and comparable to other nutritious food sources, yet relatively easy to obtain, inexpensive, and can be grown in a variety of environmental conditions. This community service activity aims to increase understanding of the benefits of moringa leaves in preventing stunting, while also introducing processed products, including moringa leaf pudding, as an alternative complementary food to breast milk (MPASI). The educational method used was a lecture with interactive material delivery, involving 11 participants consisting of community leaders, Karang Taruna youth, and health workers. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires.The results of the activity showed a 24.4% increase in participants' understanding of the benefits of moringa leaves in preventing stunting. As a sustainable measure, the activity concluded with the planting of moringa trees at the sub-district office and in the neighborhood. This effort is expected to support the community's independence in obtaining local raw materials to be processed into various types of moringa-based complementary foods for infants. Thus, families with toddlers can continuously utilize moringa as an additional source of nutrition in their efforts to prevent stunting in their neighborhood.