Claim Missing Document
Check
Articles

ANALOGI ARSITEKTUR MONUMEN BANDUNG LAUTAN API DALAM KOLEKSI BUSANA GALLANT FLAME Dewi, Ida Ayu Agung Pradnya; Pebryani, Nyoman Dewi; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.747

Abstract

Bandung Lautan Api merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia. Monumen Bandung Lautan api ini merupakan monumen bersejarah yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Monumen ini berkaitan erat dengan peristiwa Bandung Lautan Api, dimana monumen ini dibangun untuk mengenang peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api. Bentuk khas pada bagian atas monumen seperti api yang sedang berkobar. Terdapat tiga tiang utama pada Monumen Bandung Lautan Api. Arsitektur Monumen Bandung Lautan Api menjadi sumber ide penciptaan karya busana tugas akhir yang diwujudkan kedalam busana dengan kesulitan yang bertahap yaitu: ready to wear, ready to wear deluxe dan haute couture. Monumen Bandung Lauan Api diimplementasikan dengan teori analogi dari beberapa kata kunci yaitu: pemberani, 9 bidang yang menyerupai api yang berkobar, pancaran mata tajam, warna panas, gigih, glam, dan urban style. Landasan penciptaan karya busana ini menggunakan 8 tahapan penciptaan FRANGIPANI yang diambil dari disertasi: Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 yaitu dari ide design brief, research and sourching, design development, sample, prototype and construction, dan production, business.
Coronatus : Uncrowned Queen (Metafora Orchid Mantis dalam Busana Pastel Goth) Nitya Sari, Ni Wayan Maya; Ratna Cora S., Tjok Istri; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1496

Abstract

“CORONATUS: Uncrowned Queen” adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi oleh fauna dari hutan hujan tropis di Pulau Jawa yakni Belalang Anggrek, dengan memadupadankan art of beat style dengan look androgini dan pastel goth dengan sentuhan gaya 80-an. Kecantikan Orchid Mantis dengan nuansa warna merah jambu serta putih bersih layaknya bunga anggrek yang tengah mekar, diangkat menjadi ide pemantik dalam merancang busana Ready to Wear dan Semi Couture yang mengacu pada teori metafora yang diimplentasikan ke dalam Art of Beat Style serta Pastel Goth Style. Penciptaan koleksi “CORONATUS: Uncrowned Queen” menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap metafora yang akan diuraikan pada teori semiotika dan keyword berupa pixel, kamuflase, diurnal, kanibal, 1879. Keyword tersebut kemudian diolah sedemikian rupa dan diaplikasikan pada koleksi busana dengan teori estetika postmodern yang mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai keindahan dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan warna – warna yang berkaitan dengan konsep Orchid Mantis yaitu merah jambu, maroon, putih, biru muda dan hitam. Melalui perpaduan material utama, yaitu Denim, taffeta, Denim Stonewashed dan plisket. Proses pengerjaan koleksi Tugas Akhir “CORONATUS: Uncrowned Queen” mengaplikasikan teknik patchwork, stitching, serta manipulasi tekstil dibeberapa bagian – bagian pada busana.
Seaphoria: The Marine Life of Bunaken Erawan, Ni Putu Netania Amanda; Ratna Cora S., Tjok Istri; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1500

Abstract

Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem laut Indonesia yang memiliki beragam kehidupan bawah laut. Hal ini dikarenakan Taman Nasional Bunaken berada di segitiga emas terumbu karang dunia yang tersebar dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste dan kepulauan Solomon. Taman Laut Bunaken yang mempesona, diangkat sebagai ide pemantik pada penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi haute couture dengan gaya busana yang feminin sebagai karya kolaborasi bersama CV. Terima Kasih Banyak selaku mitra. Proses penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi haute couture diimplementasikan dengan teori metafora dengan mengambil lima kata kunci terpilih yaitu Terumbu karang, tersembunyi, mempesona, hidup, dan penyu. Metode “FRANGIPANI” digunakan sebagai pedoman dalam proses penciptaan busana ini yang terdiri dari Design Brief, Research and Sourching, Design Development, Sample, Prototype, Dummy, Final Collection, (Promoting, Branding, Sale, Production, Bussiness). Hasil dari penciptaan busana ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi kepustakaan terkait dengan bidang mode serta dapat mempromosikan keindahan ekosistem laut indonesia
Persona of The Little "Nudibranch" in The Abyss Ramadhan, Tara Firdaus Lailil; Pebryani, Nyoman Dewi; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1503

Abstract

Persona Of The Little “Nudibranch” In The Abyss merupakan sebuah judul dari kolesi karya busana tugas akhir yang bertemakan Diversity Of Indonesia yang terinspirasi dari salah satu biota laut yang spesiesnya ditemukan di Indonesia yaitu Nudibranch atau siput laut dengan style androgini dengan sentuhan pergabungan feminim dan maskulin. Koleksi karya busana tugas akhir ini merupakan jenis busana ready to wear deluxe dan semi haute couture. Penciptaan koleksi karya Persona Of The Little “Nudibranch” In The Abyss menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, yang merupakan tahapan-tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Nudibranch merupakan ide pemantik dari koleksi karya busana tugas akhir yang akan diimplementasikan melalui gaya ungkap analogi yang akan diuraikan pada teori keyword yang sudah terpilih yaitu, bergelombang, gelembung, garis-garis, warna-warni, dan hemafrodit. Keyword tersebut akan diolah dan diaplikasikan sedemikian rupa pada koleksi karya busana dengan teori estetika mencakup prinsip dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail, dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai estetika dan fungsi dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan sebagian dari warna yang berkaitan dengan konsep nudibranch dikarenakan banyaknya jenis dan spesies dari nudibranch maka pencipta dari koleksi busana ini memilih warna yang colorfull. Implementasi dari warna colorfull ini diterapkan melalui pemilihan bahan kain sebagian material utama yaitu kain Satin, Satin Bridal, Organza, dan Tile. Proses pengerjaan koleksi karya busana tugas akhir terdapat pada pemilihan siluet desan dan penambahan teksmo yaitu kain-kain yang bentuk ruffle dan kain perca dengan teknik stitching dari karya busana sehingga menambah nilai estetika dari busana tersebut.
Penyandra Kalistuayuan : The Blessing of Parijoto Yugeswari, Vinda; Pebryani, Nyoman Dewi; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1505

Abstract

Parijoto dipercaya bermanfaat untuk kesuburan wanita bagi masyarakat Pegunungan Muria, Jawa Tengah. Mitosnya apabila Ibu hamil mengkonsumsi buah parijoto, anak yang lahir akan berparas rupawan. Penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi couture ini ditujukkan untuk mewujudkan busana wanita feminine romantic dengan Parijoto sebagai ide penciptaan. Parijoto diimplementasikan dengan teori analogi dan kata kunci terpilih yaitu: bunga, melingkar, simetris, bulat, dan mengkilap. Metode penciptaan yang digunakan yaitu terdiri dari delapan tahapan penciptaan “Frangipani” Desain Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business. Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah kepustakaan khususnya dibidang fashion dengan teori analogi Parijoto yang diimplementasikan ke dalam wujud busana feminine romantic.
Karismatik Anggrek Coelogyne Celebensis Sulawesi sebagai Inspirasi Pembuatan Koleksi Busana (Studi Kasus pada Koleksi UD. Anacaraka Butik) A'yun, Anglian Qurrota; Sukmadewi, Ida Ayu Sri; Paramita, Ni Putu Darmara Pradnya
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1765

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi berdasarkan tema besar yaitu Diversity of Indonesia yang mewajibkan mahasiswa mengekspresikan idenya dengan mengeksplorasi arsitektur, kuliner, flora fauna endemik dan sosio culture. Penulis memilih konsep flora endemik Indonesia dengan mengangkat tumbuhan Anggrek Sulawesi Coelogyne Celebensis yang divisualisasikan ke dalam sebuah karya busana semi Haute Couture dan Ready to Wear pada koleksi busana UD. Anacaraka Butik. Anggrek Sulawesi Coelogyne Celebensis merupakan flora endemik yang hanya terdapat di Sulawesi. Coelogyne Celebensis memiliki bentuk bunga yang indah dan berkarisma Kata kunci Coelogyne Celebensis akan divisualisasikan ke dalam siluet busana dan pemilihan tone warnanya, kata kunci ruas akan divisualisasikan pada beberapa bagian busana yang didesain dengan potongan garis-garis, kata kunci karisma akan divisualisasikan pada desain busana yang anggun dan tidak terlalu banyak ornamen namun meninggalkan kesan elegan dan berkarisma. Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan referensi akademis khususnya pada bidang fesyen mengenai analogi Anggrek Sulawesi Coelogynne Celebensis yang diimplementasikan ke dalam karya busana.
“The Beauty Of Cock’s Comb Flower” Busana Semi Haute Couture Dan Deluxe Di Butik Luh Jaum Ginanti, Luh Kadek Ayu; Mayun, A.A Ngurah Anom; Paramita, Ni Putu Darmara Pradnya
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1767

Abstract

Celosia cristata atau cockscomb adalah yang biasa kita kenal sebagai tanaman jengger ayam, atau biasa disebut coral celosia karena bentuk seperti batu karang. Sedangkan celosia plume atau celosia plumosa adalah jenis celosia yang bunganya seperti batang tegak, sekilas bunganya berbentuk mirip cemara kecil namun berwarna. Penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi haute couture ini ditujukan untuk mewujudkan busana wanita feminine dengan bunga jengger ayam sebagai ide penciptaan dan dilaksanakan bersamaan dengan program Magang/Praktik Kerja MBKM di butik Luh Jaum. Bunga jengger ayam diimplementasikan dengan teori analogi dan kata kunci terpilih yaitu: Ruffle, Runcing, Tekstur, Berurat, Benang Sari. Metode penciptaan yang digunakan yaitu terdiri dari delapan tahapan penciptaan “Frangipani”Desain Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final cellection, promoting, branding sale, production business. Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah kepustakaan khususnya dibidang fashion dengan teori analogi bunga jengger ayam yang diimplementasikan ke dalam wujud busana feminine.
Bala Maya Niskala : Studi Kasus Busana Semi Couture dan Deluxe di CV. Terima Kasih Banyak Cahyani, Ni Kadek Tira Adi; Sudarsana, Tjok Istri Ratna Cora; Paramita, Ni Putu Darmara Pradnya
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1773

Abstract

Motologi merupakan warisan budaya intangible yang mulai dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Makadari itu penulis ingin memperkenalkan kembali lewat koleksi yang berjudul “Bala Maya Niskala”. Pada penciptaan ini juga diuraikan tentang keterkaitan antara bentuk dan makna dalam busana Ready To Wear Deluxe dan Semi Couture dengan ide pemantik. Bentuk yang muncul pada koleksi ini tampak dalam siluet, permainan potongan busana, dan aplikasi dari Textile Manipulating dengan teknik penambahan dan pengurangan. Sedangkan makna pada koleksi ini secara garis besar adalah perpaduan antara sumber ide dengan unsur tradisional dan unsur modern yang inovatif. Pada penulisan ini juga disertakan penerapan bisnis model canvas pada koleksi karya Tugas Akhir dengan judul “Bala Maya Niskala”.
Layers of Happiness Fadiyanti, Elisa; Pebryani, Nyoman Dewi; Paramita, Ni Putu Darmara Pradnya
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1774

Abstract

Kue Lapis legit sebagai kudapan kecil bercita rasa manis yang sering dihidangkan saat perayaan dan momen istimewa, salah satunya pada adat betawi kue lapis lagit dijadikan salah satu hantaran yang harus dibawa saat melamar calon pengantin wanita. Penciptaan karya busana pada Karya Tugas Akhir berupa busana ready to wear deluxe dan semi couture dengan kue lapis legit sebagai ide penciptaan dengan gaya chic feminine. Kue lapis legit diimplementasikan dengan teori pendekatan analogi dengan kata kunci terpilih diantaranya: cokelat, kuning, bergaris, bertumpuk, dan anyaman. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini terdiri atas delapan tahapan penciptaan “Frangipani” design art fashion oleh Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 delapan tahapan itu meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business. Hasil penciptaan ini diharpakan secara khusus dapat menambah kepustakaan dalam bidang fashion dan secara umum memperkenalkam budaya dan kuliner indonesia dengan teori pendekatan analogi kue lapis legit yang diimplementasikan dalam wujud busana.
Glow in The Dark Prastiti, Ni Made; Pebryani, Nyoman Dewi; Paramita, Ni Putu Darmara Pradnya
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 2 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i2.1784

Abstract

Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) merupakan jenis kukang yang keberadaanya terancam punah akibat perburuan liar untuk diperjualbelikan. Kukang Jawa dikenal dengan sembutan malu-malu yang biasanya aktif di malam hari.Penciptaan karya busana Ready to Wear dan Semi Couture ini ditunjukan untuk mewujudkan busana wanita glamor style dengan kukang sebagai ide pemantik dan dilaksanakan bersamaan dengan program kerja Magang atau Praktik Kerja :MBKM di PT Erika Pefia Boutique. Kukang di implementasikan dengan teori analogi dan kata kunci terpilih yaitu : Bulu , Bergaris,Coklat Muda,Bulat,Menonjol. Metode penciptaan ini menggunakan yaitu terdiri dari delapan tahapan penciptaan "Frangipani" Desain Fashion dari Dr.Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, protype, dummy,final collection, promoting, branding, sale, production business. Hasil penciptaan ini di harapakan dapat menambah kepustakan Khususnya di bidang fashion dengan teori analogi Kukang yang diimplementasikan dalam busana Ready to Wear Deluxe dan Semi Couture ke dalam wujud busana Glamor style sebagai style dan dituangkan pada penggunaan kain satin, faux fur, tulle gliter, beading. Hasil karya ini diharapkan khususnya pelaku fashion menjadi salah satu referensi agar dapat menciptakan busana yang terinspirasi dari hewan endemik nusantara yang keberadaanya sudah hampir punah, serta di perjual belikan secara illegal dan harus dilindungi.