Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Dasar-dasar Pengembangan Profesi Keguruan Kristiani: Tinjauan Landasan Filosofis dan Sosiologis Setiawan, Yohana Yulistianita; Windarti, Maria Titik
JURNAL KADESI Vol. 6 No. 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v6i2.90

Abstract

Education is a systematic effort to develop the abilities, attitudes, and behavior of individuals in the context of their society. Teachers, as the main implementers of formal education, play a key role in the education process. Therefore, teachers must continue to develop their abilities and skills so that they do not fall behind the times. In the context of Christian teaching, teacher professional development is based on philosophical and sociological foundations rooted in the values of faith, ethics, and social justice. This article investigates the foundations of Christian teacher professional development by outlining the philosophical and sociological foundations underpinning the practice of teaching in the context of Christian faith. The philosophical approach includes Christology, Christian epistemology, and Christian axiology, while the sociological approach emphasizes respect for diversity, education for social justice, collaboration, and participation. Through the application of these principles, Christian teachers can play a significant role in shaping students' character, values, and knowledge in accordance with the teachings of the Christian faith and the demands of the times.
Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif Di Era Digital Melalui Pendidikan Agama Kristen Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru PAK Tompira, Meike Irmawati; Stefanus, Tonny Andrian; Windarti, Maria Titik
JURNAL KADESI Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v7i1.107

Abstract

Era digital ditandai dengan kehadiran teknologi informasi yang membawa dampak terhadap perubahan seluruh aspek kehidupan manusia khususnya dalam proses pembelajaran. Berbagai media teknologi dalam pendidikan telah memberikan dampak positif khususnya dalam proses pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik pada suatu dalam kegiatan belajar-mengajar. Dalam proses interaksi yang dilaksanakan pendidik dengan peserta didik era digital saat ini mulai bergeser menjadi interaksi pembelajaran digital. Pendidikan agama Kristen adalah bagian dari pendidikan yang diterapkan secara nasional. Proses pembelajaran yang mengalami perubahan ini dalam era digital menuntut guru PAK untuk lebih mengembangkan kompetensi profesional. Menjadi guru PAK yang mengembangkan proses pembelajaran yang relevan dengan zamannya. Pembelajaran inovatif menjadi salah satu pembelajaran yang mumpuni untuk diterapakan dalam era digital yang dapat mewujudkan tercapanya tujuan pembelajaran yang perlu diimplementasikan dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen masa kini.
Kemandirian perempuan dalam bingkai kesetaraan dan keadilan gender: Sebuah refleksi naratif Rut dan Naomi Windarti, Maria Titik
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.848

Abstract

The independence, roles, and rights of women who are often discriminated against in many aspects give rise to issues of gender inequality and equality. Through literature study, this research article looks at the Book of Ruth as a canonical book that presents a portrait of independent women from both a humanist and a theocentric perspective that can be used to contribute to strengthening gender inequality. This research found that the figures of Ruth and Naomi, from a humanist perspective, could become models of independent women in terms of religion, work, and homemaking. This research recommends other research related to issues of gender inequality in the global era, especially from a feminist perspective.AbstrakKemandirian, peran, dan hak-hak perempuan yang sering terdiskriminasi dalam banyak segi menimbulkan isu ketidakadilan dan kesetaraan gender. Melalui Studi pustaka, artikel penelitian ini melirik Kitab Rut sebagai kitab kanonik yang menyajikan potret perempuan mandiri baik dari sisi humanis maupun teosentris yang dapat digunakan untuk memberikan sumbangsih bagi penguatan ketidakadilan gender. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sosok Rut dan Naomi, dari sisi humanis mampu menjadi model perempuan mandiri dalam hal beragama, bekerja, dan berumahtangga. Penelitian ini merekomendasikan riset lainnya yang berkaitan dengan isu-isu ketidakadilan gender di era global, khususnya dari perspektif feminisme.
Analisis Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Berdasarkan Amsal 22:6 terhadap Perkembangan Kepribadian Peserta Didik di SMTK Kadesi Bogor Windarti, Maria Titik
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1696

Abstract

Perkembangan kepribadian siswa merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah berbasis agama. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pembentukan kepribadian siswa di SMTK Kadesi Bogor, berlandaskan prinsip Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.” Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK memainkan peran penting sebagai teladan moral dan spiritual bagi siswa, yang mengarah pada perkembangan positif dalam aspek kepribadian, disiplin, dan kehidupan rohani siswa. Guru PAK tidak hanya menjadi fasilitator pendidikan moral, tetapi juga berfungsi sebagai teladan spiritual yang konsisten.
Relevansi Budaya dan Adat Indonesia Terhadap Teologi Kristen Sampouw, Fransiska Angela; Stefanus, Tonny Andrian; Windarti, Maria Titik
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI : Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v2i1.69

Abstract

Tidak ada manusia yang tidak berbudaya. Tetapi justru banyak manusia yang mengaku tidak beragama. Karenanya dalam teologi Kristen tidak boleh secara frontal menolak berbagai kearifan budaya dan adat. Tetapi harus dilihat secara positif dalam membangun kerangka teologi dalam kaitannya dengan berteologi. Khususnya dalam masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang berbudaya dan beradat, sebagai sumber nilai dan patokan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karenanya dalam tulisan ini bermaksud mengkaji bagaiaman kebudayaan dan adat menjadi instrumen dalam berteologi untuk mendaratkan nilai-nilai teologis secara nyata dalam kehidupan masyarakat dengan cara pandang yang mereka pahami dan mengerti. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif sebagai dasar penelitian yakni literatur study untuk menjelaskan setiap maksud dari konsep yang dikaji. Hasil yang diperoleh bahwa budaya dan adat mampu menghasilkan suatu konsep teologi lintas budaya yang telah banyak memberikan kontribusi nyata dalam menyampaikan maksud-maksud dari teologi Kristen dalam sebuah refleksi hidup yang lebih nyata dalam suatu konteks.
A Theological Study of Jesus’ Leadership and Management as the Foundation of Church Ministry Windarti, Maria Titik; Ming, David; Sirait, Junio Richson
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i1.247

Abstract

This theological study explores the nature and implementation of Jesus’ leadership and management as a foundational paradigm for church ministry. Utilizing a phenomenological methodology within a naturalistic paradigm and grounded in a qualitative research approach, data were gathered through observation, in-depth interviews, and comprehensive literature analysis. The findings reveal a significant disparity in the understanding and application of Jesus’ leadership and management principles within ecclesial contexts. This discrepancy is primarily attributed to four interrelated factors: (1) insufficient comprehension of the foundational concepts of Jesus’ leadership and management, (2) a lack of clarity regarding their intended purpose within ministry,(3) weak strategic alignment with Jesus’ leadership model, and(4) the  absence of Christlike character in the exercise of leadership roles within the church. Drawing upon theological frameworks and empirical insights, the study proposes a contextualized model for integrating the leadership and management of Jesus as a core foundation for effective and faithful church ministry. The research outcomes offer practical implications for local congregations in Indonesia and serve as a reference point for future theological and pastoral scholarship. All reflections and recommendations are ultimately directed toward the glorification of God.
Implementasi Pengajaran Tuhan Yesus Dalam Mendidik Anak Berdasarkan Markus 10:13-16 Bagi Guru Sekolah Minggu Di Gereja Baptis Rayon Pusat Utara (RPU), Jakarta Telaumbanua, Enidar; Windarti, Maria Titik; Djuniasih, Djuniasih
JURNAL KADESI Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v8i1.149

Abstract

This study seeks to describe how the teachings of Jesus Christ in Mark 10:13–16 are applied in the spiritual education of children by Sunday School teachers at the Central North Region (RPU) Baptist Church in Jakarta. This passage illustrates Jesus’ deep love and attention toward children, serving as an example for Christian educators to guide children's spiritual growth.The study uses a qualitative approach with data gathered through interviews, observations, and documentation. The informants consist of Sunday School teachers and church leaders actively serving in the RPU environment. The data was analyzed through reduction, data presentation, and drawing conclusions.The findings indicate that the teachings of Jesus have been implemented through unconditional acceptance of children, living as role models, and delivering biblical lessons using age-appropriate approaches. However, challenges remain, such as limited resources, lack of training, and weak communication between teachers and parents.This research recommends regular training, consistent spiritual support for teachers, and improved collaboration between the church, teachers, and parents to foster an environment that supportsholistic faith development in children.