Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Islamic Law Study of Persuasive Communication After The Occurrence Of Polygamy in Kauman Society Ibrahim, Malik; Al Mamun, Abdullah; Jarong, Koree; Bouaoune, Djihad; Mubarrok, Muhammad Agus Wahid; Ramadhonah, Indah Siti; Dharojah, Rakhma Widya
YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Vol 15, No 1 (2024): YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/yudisia.v15i1.24989

Abstract

Polygamy is one of the actions that many men even desire even though many women refuse to be polygamous, but there are also some women who are willing to be polygamous with certain guarantees and conditions. Polygamy is very influential in the division of the household, this problem can be solved by using persuasive communication even though this is not the main factor to increase the harmonious family after polygamy. This study aims to analyse what efforts are made by married couples in re-improving family harmony after disputes due to polygamy, what models and principles of persuasive communication are used by husbands in persuading wives after quarrels due to polygamy. This research uses descriptive qualitative research. This research uses data collection techniques of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use data reduction and conclusion drawing, and data validity with triangulation. The results of the study show that efforts to improve family harmony after polygamy can be done by persuading and convincing the wife, making a stamped agreement letter to divorce the second wife, asking for prayer and guidance from a kyai, and a husband arguing how his children will fare when fighting and divorcing. In the persuasive communication model, a husband uses probabilogical persuasiveness, and in the principle of persuasive communication, a husband uses the principle of hope.
Menggerakkan Roda Literasi: Inovasi Perpustakaan Keliling Sragen dalam Membangun Budaya Baca bagi Siswa Sekolah Dasar Widyaningrum, Tita Fadhila; Rahmawati, Laili Etika; Dharojah, Rakhma Widya; Fitria, Cemy Nur; Darwis, Djamaluddin
Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Vol. 4, No. 1, April 2024
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56972/jikm.v4i1.119

Abstract

Perpustakaan keliling Sragen merupakan media yang menjadi strategi dalam menumbuhkembangkan budaya gemar membaca peserta didik. Melalui kegiatan ini peserta didik mampu menumbuhkembangkan semangat dalam membudayakan gemar membaca di lingkungan sekolah karena mereka dapat membaca buku dengan banyak jenisnya dan dapat mengeksplorasi pengetahuan yang luas yang akan mereka dapatkan ketika membaca buku melalui perpustakaan keliling. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan budaya gemar membaca peserta didik di SDN Dawung 3 yang diaplikasikan melalui perpustakaan keliling Sragen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif ranah Studi Kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah siswa SDN Dawung 3 yang berjumlah 80 peserta didik. Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan, untuk perpustakaan sekolah sudah tersedia sebelumnya tetapi pengelolaan buku yang tidak memadai sesuai kebutuhan peserta didik. Sehingga, dengan penelitian ini mampu menciptakan inovasi nyata yang baru untuk menumbuhkembangkan budaya gemar membaca melalui perpustakaan keliling Sragen di SDN Dawung 3.
Generasi Muda dan Narasi Lokal dalam Dakwah Multikultural: Studi Literatur tentang Efektivitas Strategi Komunikasi Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital Dharojah, Rakhma Widya; Ibrahim, Malik; Istikomah, Fajar
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi Penelitian ini mengkaji relevansi dan efektivitas strategi komunikasi dakwah berbasis kearifan lokal dalam menghadapi dinamika dakwah multikultural di era digital. Generasi muda, khususnya Gen Z, sebagai digital natives memiliki pola komunikasi yang singkat, visual, dan interaktif sehingga memerlukan pendekatan baru dalam penyampaian pesan keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap artikel dan jurnal terakreditasi terbitan 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal tetap relevan sebagai media dakwah apabila dikontekstualisasikan ke dalam format digital seperti video pendek, meme budaya, dan storytelling visual. Temuan juga menegaskan bahwa efektivitas dakwah ditentukan oleh sejauh mana pesan memenuhi kebutuhan kognitif, afektif, identitas, dan integrasi sosial audiens muda sebagaimana dijelaskan dalam teori Uses and Gratifications (U&G). Penelitian ini menekankan pentingnya inovasi komunikasi dakwah yang kreatif, partisipatif, dan berbasis budaya agar pesan keagamaan tetap otentik sekaligus mampu diterima generasi muda di masyarakat multikultural. Abstract This study explores the relevance and effectiveness of local wisdom-based communication strategies in addressing the dynamics of multicultural da’wah in the digital era. Young people, particularly Generation Z as digital natives, communicate in short, visual, and interactive formats, requiring new approaches to religious messaging. This study applies a qualitative method through a systematic literature review (SLR) of accredited journal articles published between 2020 and 2025. Findings indicate that local wisdom remains relevant when contextualized into digital formats such as short videos, cultural memes, and visual storytelling. The study also highlights that the effectiveness of da’wah depends on the extent to which messages fulfill cognitive, affective, identity, and social integration needs of young audiences, as explained by the Uses and Gratifications (U&G) theory. This research emphasizes the importance of creative, participatory, and culture-based communication innovations to ensure religious messages remain authentic and relevant to younger generations in multicultural societies.
A Analisis Framing Robert N. Entman Tentang Program Makan Bergizi Gratis Pada Portal Media Online Kompas.com Dan detik.com Susanto, Luthfi Eko; Mukhlisin, Latutik; Ibrahim, Malik; Dharojah, Rakhma Widya; Basuki Agus, Suparno
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 24 No 1 (2026): April
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v24i1.15890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana narasi media daring Kompas.com dan detik.com membingkai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan teori framing Robert N. Entman. Penelitian ini juga mengkaji persamaan dan perbedaan pola framing kedua media serta implikasi framing pemberitaan terhadap pembentukan opini publik terkait program MBG. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, penelusuran digital, seleksi berita, dan dokumentasi. Validitas data dilakukan melalui ketekunan pengamatan dan kecukupan referensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pendekatan framing yang signifikan antara kedua media. Kompas.com cenderung menggunakan framing yang seimbang dan konstruktif dengan menyajikan aspek pro dan kontra kebijakan secara analitis, sekaligus menawarkan alternatif solusi serta menekankan pentingnya perencanaan program yang matang. Sebaliknya, detik.com lebih menonjolkan framing yang kritis dan skeptis dengan menekankan potensi pemborosan anggaran, risiko korupsi, serta indikasi ketidaksiapan pemerintah sehingga membentuk narasi yang lebih asimetris. Meskipun demikian, kedua media memiliki kesamaan dalam menyoroti isu risiko fiskal, kesiapan teknis pelaksanaan program, dan potensi korupsi, serta menggunakan pendekatan komparatif melalui rujukan kebijakan serupa di negara lain. Perbedaan utama terletak pada penekanan pemberitaan, di mana Kompas.com lebih berorientasi pada solusi, sedangkan detik.com cenderung menggunakan sudut pandang yang lebih provokatif melalui judul yang sensasional.