Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penyuluhan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Dan Diabetes Melitus Pada Warga Di Mojosongo Widyastuti , Eersta Zusvita; Sari, Agnes Prawistya; Amrullah, Adhi Wardhana
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v1i2.354

Abstract

Diabetes dan hipertensi adalah dua penyakit yang akhir-akhir ini mendapat perhatian dari masyarakat umum. Meskipun tidak ada pengobatan untuk gangguan degeneratif ini, masalah dapat dicegah dengan penanganan yang tepat. Diabetes dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, kanker, penyakit paru-paru kronis, dan penyakit lainnya jika tidak diobati atau dikenali. Berdasarkan temuan awal, masyarakat Mertoudan Mojosongo masih memiliki tingkat pengetahuan dan perilaku yang rendah terkait hipertensi dan diabetes terkait dengan kepatuhan minum obat dan perubahan gaya hidup. Agar tekanan darah dan kadar gula darah selalu dalam batas normal, diperlukan konseling hidup. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan sangat sukses, terlihat dari antusiasme peserta dari awal hingga akhir. Dari kegiatan edukasi ini pengetahuan masyarakat menjadi meningkat terkait pentingnya patuh konsumsi obat pada penyakit hipertensi dan diabetes.
Edukasi Penggunaan Antibiotik Secara Bijak Untuk Penyakit Infeksi Saluran Kemih Amrullah, Adhi Wardhana; Rahardjoputro, Rolando; Moerharyati, Atiek
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v1i2.356

Abstract

Infeksi saluran kemih atau disingkat ISK adalah salah satu penyakit infeksi yang umum terjadi di masyarakat dan penanganannya dilakukan dengan menggunakan antibiotik. Namun, Penggunaan antibiotik yang tidak bijak dapat berpotensi menyebabkan ISK menjadi lebih mudah kambuh dan timbul gejala yang lebih parah. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya bakteri yang menjadi resisten karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Berdasarkan permasalahan diatas, penulis tertarik untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat tentang edukasi penggunaan antibiotik secara bijak untuk penyakit infeksi saluran kemih. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta tentang cara penggunaan antibiotik secara bijak untuk penyakit infeksi saluran kemih, serta mencegah potensi resistensi antibiotik pada bakteri penyebab ISK. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk penyuluhan untuk memudahkan penyampaian informasi kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 43 peserta yang merupakan warga Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan hasil evaluasi disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dari peserta tentang cara penggunaan antibiotik secara bijak untuk penyakit ISK setelah dilakukan penyuluhan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata dari nilai pre-test ke nilai post-test yang telah diberikan.
Penyuluhan Antibiotik Bijak di Kelompok Dasa Wisma, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Kota Surakarta Rahardjoputro, Rolando; Amrullah, Adhi Wardhana; Ernawati, Ernawati; Sholihah, Inayatush
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i3.4523

Abstract

Masalah resistensi antibiotik masih menjadi masalah utama dalam bidang kesehatan masyarakat dimana perlunya dilakukan upaya preventif sejak dini pada tingkat masyarakat. Berdasarkan survei sebelumnya bahwa masyarakat Mertoudan, Kelurahan Mojosongo tempat pengabdian ini dilakukan masih rendah kesadarannya terhadap penyalahgunaan dan penyimpanan obat yang baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap antibiotik, manfaat dan resikonya, serta cara menggunakan antibiotik yang bijaksana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan kepada masyarakat dengan cara presentasi dan diskusi melalui media leaflet. Evaluasi kegiatan dilakukan pada sebelum dan setelah kegiatan dengan memberikan pertanyaan kepada sampel. Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Dasa Wisma Mertoudan di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta dengan jumlah peserta penyuluhan yang hadir adalah masyarakat desa dengan jumlah 20 peserta. Tindak lanjut kegiatan yang telah dilakukan yaitu pengumpulan dokumentasi kegiatan dan membuat laporan kegiatan pengabdian masyarakat. Secara umum pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pemahaman peserta terkait penggunaan antibiotik yang bijak berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-EFFICACY AND STRESS IN ELDERLY HYPERTENSION PATIENTS Budiman, Amin Aji; Prastiwi, Firman; Vierdiana, Dyah; Amrullah, Adhi Wardhana; Rahmad, Muhamad Nur; Rosida, Nikma Alfi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 2, Juli 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i2.1849

Abstract

Background: Elderly individuals with hypertension often face high stress levels, which can worsen their physical and psychological health. Self-efficacy, the belief in one's ability to manage challenges, plays a crucial role in coping with chronic illness. Research suggests that higher self-efficacy is linked to better stress management and improved health outcomes. In hypertensive elderly, strong self-efficacy may help reduce stress by promoting confidence in handling daily tasks and medical routines. Understanding this relationship is essential for developing effective interventions to support elderly patients and enhance their quality of life. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and stress levels in elderly people with hypertension. Methods: This research design is correlational analytic using a cross-sectional approach; the instruments in this study were the Self-efficacy to Manage Hypertension-Five Item Scale and the Perceived Stress Scale (PSS). The sample in this study consists of 65 respondents, all of whom are elderly individuals diagnosed with hypertensionResults: 12 (18,5%) elderly experienced low self-efficacy, and 5 (7,7%) elderly had severe stress. There is a negative relationship between self-efficacy and stress in the elderly, with a p value <0.000 (<0.05), with a correlation of -.580**. Conclusion: This means that the higher the self-efficacy possessed by the elderly, the lower the stress that arises. Self-efficacy plays an important role in reducing stress in the elderly, especially those who suffer from hypertension. The elderly are recommended to increase their self-efficacy through several complementary therapies.
ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI BATUK DI BEBERAPA APOTEK KABUPATEN KARANGANYAR Maya Fatikasari, Anggita; Prawistya Sari, Agnes; Amrullah, Adhi Wardhana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31562

Abstract

Swamedikasi merupakan pemilihan dan penggunaan obat yang digunakan untuk perseorangan atau digunakan anggota keluarga seseorang untuk mengobati diri sendiri dengan pengetahuan diagnosis sendiri. Tingginya penggunaan aplikasi kesehatan dan keterbatasan akses terhadap layanan medis menyebabkan meningkatnya swamedikasi. Namun, rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang tepat dapat menyebabkan risiko penyalahgunaan obat dan keracunan. Studi pendahuluan di Kabupaten Karanganyar menunjukkan bahwa banyak pasien memilih swamedikasi batuk. Seseorang membutuhkan pengetahuan dan sikap yang sesuai untuk mendapatkan perilaku yang tepat dalam swamedikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku swamedikasi batuk di beberapa apotek Kabupaten Karanganyar. Jenis penelitian ini bersifat non eksperimental dengan rancangan studi cross sectional. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner berisi pertanyaan tentang pengetahuan dan sikap terhadap perilaku swamedikasi batuk yang nantinya dibagikan kepada responden dan diisi pada saat itu juga. Teknik pengambilan sampel digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang di ambil harus memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Uji analisis hubungan dilakukan dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku didapatkan nilai P value = 0,026 (P<0,05), sikap dengan perilaku didapat nilai P value = 0,002 (P<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku swamedikasi batuk.