Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kajian Struktur Naratif Gerard Genette pada Video Bertema Penghapusan Sejarah di Kanal YouTube Kok Bisa Sukarelawati; Utomo, Putri Nabita Lidiyanti; Kusumadinata, Ali Alamsyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21377

Abstract

Pemahaman sejarah membentuk dasar budaya, prinsip perjuangan, dan proses pembentukan bangsa. Tanpa akses terhadap narasi sejarah yang benar, masyarakat rentan terhadap manipulasi dan kehilangan konteks penting dalam memahami akar masalah yang masih relevan hingga kini. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan elemen naratif episode "Menghapus Noda Sejarah adalah Ide yang Sangat Buruk" di kanal YouTube Kok Bisa menggunakan teori naratologi Gerard Genette. Teori ini relevan untuk mengkaji hubungan antara cerita, narasi, dan proses penceritaan dalam media baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis naratif. Data dikumpulkan melalui observasi mendalam terhadap transkrip video dan teks, serta didukung oleh tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video ini memanfaatkan lima komponen naratif Genette secara cermat: Urutan, Durasi, Frekuensi, Suasana, dan Suara. Penggunaan analepsis (kilas balik) dan prolepsis (kilas maju) menciptakan urgensi, sementara teknik ringkasan dan elipsis mengorganisasikan informasi secara efisien. Nol fokalisasi dan narator heterodiegetik membangun kredibilitas dan otoritas. Secara keseluruhan, struktur naratif video yang direncanakan dengan baik, mulai dari pembukaan, konflik awal, klimaks, dan akhir, berfungsi sebagai alat pendidikan yang efektif untuk mendorong pemikiran kritis dan kesadaran penonton akan pentingnya ingatan sejarah.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL STAF FRONT OFFICE DI HOTEL ONIH BOGOR Muhamad Dilah; Sukarelawati; Ali Alamsyah Kusumadinata
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 5 (2024): JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi interpersonal merupakan kunci penting dalam menjalin hubungan yang baik antara tamu dan staf hotel. Komunikasi interpersonal yang efektif dapat membantu meningkatkan kepercayaan tamu, mengurangi konflik, dan memperbaiki citra hotel. Oleh karena itu, peran komunikasi interpersonal dalam meningkatkan kepuasan tamu di Departemen Front office sangatlah penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pakah komunikasi interpersonal berpengaruh terhadap kepuasan tamu di Hotel Onih Bogor. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, pengumpulan data dilakukan dengan kesioner dengan jumlah sampel berjumlah 88 orang responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan stratified random sampling. Data dianalisis dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi interpersonal antara staff front office dengan tamu di Hotel Onih Bogor sangat baik, hal ini disebabkan staff front office terbuka dalam memberikan informasi, dimana staff front office memberikan informasi dengan jujur dan bersedia bertanggung jawab terhadap informasi yang diberikan. Selain itu staff front office sangat berempati karena sangat peka terhadap kebutuhan tamu dan merespon dengan cepat keluhan-keluhan tamu. Staff front office juga memiliki sikap yang mendukung dan positif, yang di maksud adalah mereka merespon keluhan tamu dengan spontan dan lugas, menggunakan tutur kata yang baik, bersikap baik saat memberikan informasi dan memberikan informasi yang mendukung. Staff front office juga sangat setara, tidak membeda-bedakan penyampaian informasi dan pemberian layanan yang diberikan kepada tamu.
KEPERCAYAAN DAN KEPUASAN DALAM BERBELANJA KEBUTUHAN SECARA ONLINE Delieri Waruwu; Ali Alamsyah Kusumadinata; Sukarelawati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna internet menembus angka 196,7 juta atau 7,37% dari populasi penduduk. Kemudian berdasarkan data similiar web bahwa Shopee merupakan e-commerce dengan jumlah kunjungan situs terbanyak di Indonesia dengan meraih rata-rata 157,9 juta kunjungan perbulan, situs Tokopedia meraih rata-rata 117 juta kunjungan, situs Lazada 83,2 juta kunjungan, situs Blibli 25,4 juta kunjungan, dan situs bukalapak 18,1 kunjungan perbulan. Oleh karena itu hal ini menjadi menarik untuk melihat bagaimana perilaku masyarakat dalam mempercayai dan memenuhi kebutuhan secara online. Metode menggunakan teknik kauntitatif dengan menanyakan kepada mahasiswa di lingkungan universitas yang ada di Bogor. Data yang diperoleh sebagai data sebanyak 100 orang dan diolah secara deskriptif persentase. Hasil yang kepercayaan mahasiswa berada dalam puas dan percaya, sehingga penggunaan layanan online terus dimanfaatkan. Penggunaan E-commerce harus fokus pada penguatan sistem keamanan transaksi, memperjelas kebijakan privasi, dan terus menjaga integritas dalam berbisnis. Selain itu, kehati-hatian dalam menjaga data keamanan pribadi. Kepuasan mahasiswa dalam berbelanja online, e- commerce memastikan kualitas produk sesuai dengan deskripsi dan foto yang ditampilkan di situs web. Menjaga keandalan layanan pengiriman dan menyediakan layanan pelanggan yang responsif juga penting. Selain itu, memberikan opsi pengembalian barang yang mudah dan tanpa ribet bisa menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kepuasan.
Analysis of @xproject.id’s TikTok political communication strategies via the SOSTAC model Sukarelawati; Amalia, Nadia
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v10i1.11106

Abstract

The rapid development of social media, particularly TikTok, has significantly transformed the patterns of political communication among young people in Indonesia. TikTok is no longer merely an entertainment platform; it has evolved into a new digital public sphere for the dissemination of political messages and civic education. This study analysed the educational political communication strategy based on the SOSTAC Model as implemented by the TikTok account @Xproject.id in enhancing the political literacy of Generation Z in the City of Bogor. This research employed a qualitative approach with a case study design, focusing on the planning, implementation, and evaluation of digital communication strategies. Data were collected through digital observation of @Xproject.id’s TikTok content, in-depth interviews with the principal communicator and the account management team, as well as interviews with Generation Z audiences in Bogor as message recipients. The study involved ten informants, consisting of one principal communicator, three members of the content management team, and six Generation Z followers who actively engage with the account. Data were analysed thematically with reference to the six elements of the SOSTAC Model: Situation Analysis, Objectives, Strategy, Tactics, Action, and Control. The findings indicate that the SOSTAC-based communication strategy implemented by @Xproject.id is effective in enhancing both engagement and political understanding among Generation Z in Bogor. This effectiveness is supported by the use of reflective content relevant to local issues, informal language aligned with youth communication styles, simple and accessible visuals, and intensive two-way interaction through comments and creator responses. The audience demonstrated increased awareness of local policy issues, greater participation in online political discussions, and a growing interest in seeking further political information. These findings suggest that a community-based TikTok account can function as an effective local digital public sphere for youth political education, provided that it is supported by systematic, contextual, and literacy-oriented communication planning.