Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Gelling Agent dan Ratio Fase Minyak Dan Surfaktan Terhadap Formulasi Gel Mikroemulsi Ketoprofen : Ramadhani, Untia Kartika Sari; Nanda Saifullah Sulaiman, Teuku; Hernawan Nugroho, Bambang
Media Farmasi Indonesia Vol. 17 No. 2 (2022): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v17i2.200

Abstract

Ketoprofen adalah obat golongan anti inflamasi non steroid yang dibuat dalam gel mikroemulsi untuk meminimalkan efek samping gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelling agent Natrium karboksimetilselulosa (Na CMC) dan rasio fase minyak Isopropil Miristat (IPM) dengan surfaktan (tween 80 dan span 80) terhadap sifat dan stabilitas fisik gel mikroemulsi ketoprofen. Gel mikroemulsi ketoprofen dibuat menjadi mikroemulsi ketoprofen yang kemudian ditambahkan gelling agent NaCMC dengan perbandingan rasio fase IPM : Surfaktan (Tween 80 dan Span 80) / NaCMC yaitu FI (1:5/3%), FII (2:5/3%), FIII (1:5/3,5%), FIV (2:5/3,5%). Gel mikroemulsi ketoprofen disimpan pada suhu 4°C, 25°C, 40°C selama 4 minggu dengan parameter sifat dan stabilitas fisik yang diuji setiap minggunya yaitu uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Uji ukuran globul dilakukan sebelum dan sesudah penambahan NaCMC pada mikroemulsi ketoprofen. Penetapan kadar gel mikroemulsi ketoprofen ditetapkan dengan spektrofotometri UV-Vis. Variasi rasio fase minyak isopropil miristat : surfaktan (tween 80 dan span 80) dan konsentrasi Na CMC mempengaruhi sifat fisik dan stabilitas fisik gel mikroemulsi ketoprofen yang terlihat dari organoleptis, homogenitas dan viskositas gel mikroemulsi ketoprofen selama 4 minggu penyimpanan di suhu 4°C,25°C,40°C. Gel mikroemulsi ketoprofen stabil secara fisik ketika disimpan pada suhu 25°C.
Formulation of Acne Patch from Garcinia mangostana L Peel Extract With a Combination of Chitosan Polymer and HPMC Against Propionibacterium acnes Bacteria Ramadhani, Untia Kartika Sari
Media Farmasi Indonesia Vol. 19 No. 1 (2024): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v19i1.238

Abstract

Garcinia mangostana or Mangosteen has main compounds derived from xanthones, one of them was alpha mangosteen known having antibacterial activity. The purpose of this study was to formulate an acne patch preparation from mangosteen peel extract with a combination of chitosan and HPMC polymer against Propionibacterium acnes bacteria. Acne patches were made by solvent evaporation by using oven at 70 ﹾC. Acne patch preparation was evaluated for physical characteristics, and tested for its antibacterial effectiveness activity. The acne patch formulation was made with the ratio of Chitosan :HPMC: mangosteen peel extract at F1 (800 mg: 400 mg: 120 mg), F2 (900 mg: 300 mg: 120 mg), F3 (800 mg: 400 mg: 240 mg), F4 (900 mg: 300 mg: 240 mg). All formulas have good organoleptic properties, thickness 0,7-0,9 mm, folding resistance>300 times, low vapor transmission rate 0,0030-0,0078 g.cm2/hour, moisture absorption capacity 13-23%, content moisture <10% and uniform active substance ingredient. The patch preparation has antibacterial effectiveness with strong inhibition in the range of 10-20 mm. F1 (800 mg: 400 mg: 120 mg) and F3 (800 mg: 400 mg: 240 mg) have the strongest inhibition with 11,2 and 11,0 mm respectively.
Uji Stabilitas dan Aktivitas Sediaan Patch Herbal Anti-Acne Ekstrak Etanol Daun Gaharu Simanullang, Gayatri; Ramadhani, Untia Kartika Sari; Suprahman, Nisa Yulianti; Maretta, Gres; Syafitri, Dewi Rana; Saeli, Pinka Mustika; Ashafila, Tsalsha
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.439

Abstract

Acne is a skin condition characterized by the formation of skin bumps due to bacterial activity. Secondary metabolite compounds found in Gaharu leaves, such as flavonoids known for their antibacterial properties. This research aims to assess the physical and chemical stability of an anti-acne patch containing ethanol extract from Gaharu leaves and chitosan polymer. Additionally, this research aims to evaluate the antibacterial effectiveness of the anti-acne patch against Propionibacterium acnes. The experimental approach involves stability testing through cycling tests, observation of physical and chemical properties before and after stability tests, and antibacterial activity testing against P. acnes. The results from the stability test indicate overall stability in organoleptic aspects, thickness, folding ability, weight consistency, moisture content, vapor transmission, and moisture absorption of the anti-acne patch. However, instability is noted in the pH of the preparation. The antibacterial activity test reveals that the entire formulation exhibits antibacterial properties against P. acnes. Furthermore, there is a positive correlation between the increased concentration of ethanol extract from Gaharu leaves or chitosan polymer and the heightened barrier zone value.
Edukasi Optimalisasi Pemanfaatan Rimpang Jahe Gajah (Zingiber Officinale Rosc) sebagai Nutraceutical Gummy Candy Berkhasiat Kesehatan dan Anti-Emeticum di Pekon Kedaung Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Andrifianie, Femmy; Syafiz, Kamadie Sumanda; Ramadhani, Untia Kartika Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12879

Abstract

ABSTRAK Rimpang Jahe gajah (Zingiber officinale Rosc) merupakan tanaman yang berkhasiat dalam pengobatan dengan kandungan nutrisi vitamin A, B1, B3, dan C, mineral, besi, fosfor, serta kalsium yang baik untuk tubuh. Kandungan minyak atsiri gingerol dalam jahe berperan dalam mencegah infeksi bakteri penyebab radang gusi dan masalah pada saluran pernapasan. Selain itu, senyawa minyak atsiri tersebut dapat membantu mengurangi mual dan mabuk perjalanan serta sifat diaforetik yaitu dapat menstimulus aktifnya kelenjar keringat yang berperan dalam pengobatan kondisi demam termasuk pilek dan flu. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan, nilai ekonomi, dan tingkat acceptable rimpang Jahe dapat dibuat produk yang bersifat sebagai nutraceutical (makanan yang dapat memberikan manfaat kesehatan) salah satunya adalah Gummy Candy. Salah satu daerah di Provinsi Lampung yang giat dalam budi daya tanaman Rimpang Jahe Gajah adalah Desa (Pekon) Kedaung yang merupakan daerah transmigran yang berlokasi di Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu. Pemanfaatan secara optimal dan peningkatan nilai ekonomi Rimpang Jahe gajah menjadi produk nutraceutical belum dilakukan. Pengabdian Kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat berperan dalam membantu Kelompok Tani dan masyarakat setempat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan Rimpang Jahe Gajah menjadi produk nutraceutical Gummy Candy. Diharapkan ini mampu mengoptimalkan pemanfaatan Rimpang Jahe Gajah baik dari segi nilai ekonomi maupun manfaat kesehatan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu memberi penyuluhan dan edukasi berupa ceramah dan tanya jawab mengenai manfaat dan kandungan Rimpang Jahe Gajah serta potensi pengembangan sebagai produk nutraceutical, serta pendampingan dalam pengolahan Rimpang Jahe Gajah menjadi Gummy Candy sehingga dicapai peningkatan pengetahuan, kesehatan, perekonomian masyarakat Pekon Kedaung. Kata Kunci: Jahe Gajah (Zingiber officinale Rosc), Nutraceutical, Gummy Candy, Pekon Kedaung.   ABSTRACT The rhizome of elephant ginger (Zingiber officinale Rosc) is a plant that is efficacious in medicine with nutrients containing vitamins A, B1, B3 and C, minerals, iron, phosphorus and calcium which are good for the body. The gingerol essential oil content in ginger plays a role in preventing bacterial infections that cause gingivitis and respiratory tract problems. Apart from that, these essential oil compounds can help reduce nausea and motion sickness and have diaphoretic properties, namely they can stimulate the activity of the sweat glands which play a role in treating febrile conditions including colds and flu. To optimize the utilization, economic value and level of acceptance of ginger rhizomes, nutraceutical products (foods that can provide health benefits) can be made, one of which is Gummy Candy. One of the areas in Lampung Province that is active in the cultivation of Elephant Ginger Rhizome plants is Kedaung Village (Pekon) which is a transmigrant area located in Pardasuka District, Pringsewu Regency. Optimal utilization and increasing the economic value of ginger rhizomes into nutraceutical product elephants have not been carried out. Community Service with the Community Partnership Empowerment scheme plays a role in helping Farmer Groups and local communities increase their knowledge and skills in utilizing Elephant Ginger Rhizomes into Gummy Candy nutraceutical products. It is hoped that this will optimize the use of Gajah Ginger Rhizomes both in terms of economic value and health benefits. The method applied in community service activities is providing counseling and education in the form of lectures and questions and answers regarding the benefits and contents of Gajah Ginger Rhizome as well as the potential for development as a nutraceutical product, as well as assistance in processing Gajah Ginger Rhizome into Gummy Candy so as to achieve increased knowledge, health and economy. Pekon Kedaung community. Keywords: Gajah Ginger (Zingiber officinale Rosc), Nutraceutical, Gummy Candy, Pekon Kedaung.
Formulasi Hand Soap dari Kombucha Bonggol Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dan Uji Aktivitasnya terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Ramadhani, Untia Kartika Sari; Aulia, Nanda; Putri, Refsya Azanti; Yunira, Eka Nur’azmi; Amelia, Okta
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i2.27114

Abstract

Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) merupakan limbah dari buah nanas yang berperan sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, enzim bromelin, dan tanin. Bonggol nanas dibuat dalam bentuk fermentasi kombucha menghasilkan asam organik yang dapat meningkatkan potensi antibakteri bonggol nanas, kemudian diformulasikan sebagai hand soap untuk mengurangi diare. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi konsentrasi kombucha bonggol nanas terhadap sifat dan stabilitas fisik sediaan hand soap, serta pengaruhnya terhadap aktivitas antibakteri terhadap bakteri S.aureus. Formula sediaan hand soap terdapat empat formula yang memiliki perbedaan variasi konsentrasi kombucha yaitu 0% (F0), 15% (F1), 25% (F2), dan 35% F3. Hasil uji sifat fisik pada F0 berwarna kuning, F1 berwarna orange, F2 berwarna orange tua, F3 berwarna orange kecoklatan, berbau nanas, dan tekstur kental, memiliki pH 7,68 - 7,19, tinggi busa 81-110 mm, viskositas 860,00-1396,33 cPs, bobot jenis 1,04-1,09 g/mL, serta kadar air 37,79%-26,55%. Setelah dilakukan stabilitas fisik terjadi penurunan pH, viskositas, bobot jenis dan peningkatan kadar air, namun busa tetap stabil. Aktivitas antibakteri sangat kuat terdapat pada F3 dengan daya hambat 22,16 ± 2,24 mm. Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan hand soap yang diformulasikan berkhasiat sebagai antibakteri dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi terjadinya diare.