Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Polimer terhadap Karakteristik Fisik dan Pelepasan Nanopartikel Fraksi Diterpen Lakton Sambiloto - Kitosan Retno Sari; Abhimata Paramanandana; Dewi Isadiartuti; Annisa Maulidia Rahayyu
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.051 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.2.99-106.2020

Abstract

Fraksi diterpen lakton dari Andrographis paniculata Nees (sambiloto) (FDTLS) memiliki kandungan utama andrografolid. andrografolid diketahui memiliki bioavailabilitas buruk, bersifat sangat lipofilik, dan memiliki kelarutan yang rendah di dalam air. Penjebakan bahan sukar larut ke dalam polimer hidrofilik seperti kitosan dapat memperbaiki disolusi yang selanjutnya akan meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan disolusi serta mengetahui pengaruh jumlah kitosan terhadap karakteristik fisik, efisiensi penjebakan dan pelepasan FDTLS dari nanopartikel FDTLS-kitosan. Nanopartikel dibuat dengan metode gelasi ionik-semprot kering menggunakan tripolifosfat sebagai penyambung silang. Nanopartikel dibuat dengan rasio FDTLS-kitosan yang berbeda, yaitu 1:2 (FK1), 1:2,5 (FK2) dan 1:3 (FK3). Evaluasi yang dilakukan meliputi morfologi, pemeriksaan differential thermal analysis (DTA), Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR), X-ray powder diffraction (XRD), efisiensi penjebakan, dan uji pelepasan. Nanopartikel yang dihasilkan berbentuk sferis dan FK2 mempunyai permukaan paling halus dengan entalpi paling tinggi. Difraktogram nanopartikel FDTLS-kitosan menunjukkan perubahan kristalinitas menjadi lebih amorf. Efisiensi penjerapan FDTLS dalam nanopartikel kitosan sebesar 29,01-32,69%. Hasil uji pelepasan nanopartikel menunjukkan peningkatan kecepatan FDTLS terlarut sebesar 1,6 kali dibandingkan dengan substansi FDTLS. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembentukan nanopartikel dengan polimer kitosan dengan metode gelasi ionik-semprot kering dapat meningkatkan jumlah FDTLS terlarut.
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Biskuit Pencegah Stunting Jamur Tiram Putih dan Labu Kuning di Posyandu Desa Banjar Agung Gayatri Simanullang; Untia Kartika Sari R; Riri Fauziyya; Annisa Maulidia Rahayyu
Innovation for Community Service Journal Vol 1 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v1i2.10701

Abstract

Posyandu Balai Desa Banjar Agung merupakan posyandu yang berada di kecamatan jati agung dan terdapat kasus stunting pada balita. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kepada ibu-ibu yang memiliki bayi terkait stunting dan pencegahannya, manfaat jamur tiram putih dan labu kuning dalam sediaan nutrasetika biskuit serta meningkatkan keterampilan dalam membuat sediaan biskuit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahapan pemaparan materi manfaat jamur tiram putih dan labu kuning, pelatihan pembuatan biskuit “J-Laning”, pelatihan pengemasan dan pemasaran produk biskuit “J-Laning”. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain terdapat peningkatan kemampuan dasar dalam soal pre-test dan post-test yang telah diberikan dan produk biskuit yang dibuat dapat dikonsumsi secara pribadi atau dapat dijual melalui pemasaran digital atau di BUMD (Badan Usaha Milik Desa).
EFFECT OF CHITOSAN CONCENTRATION ON PHYSICAL CHARACTERISTICS OF EXTRACT ETHANOLIC OF BAY LEAF (Syzygium polyanthum) NANOPARTICLE PREPARED BY CROSS-LINKING METHODS Rahayyu, Annisa Maulidia; Hidayati, Evi Nurul; Masruriwati, Eni
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 10 No 2 (May-August 2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v10i2.9233

Abstract

Chitosan is a natural cationic polysaccharide that could form bonds with negatively charged polyanions like sodium tripolyphosphate (STPP) as a crosslinker. One of the important factors to develop nanoparticles is the concentration of polymer. The increased polymer concentration will increase the viscosity of the solution formed, and the size of the nanoparticles created will increase. However, if the amount of polymer is too small, the particles formed are smaller, and aggregation could be formed. In this study, the ethanolic extract of bay leaf (Syzygium polyanthum) was used as a drug that has a potent anti-dyslipidemia effect by lowering cholesterol and triglyceride levels. Studies on the ethanolic extract of a bay leaf as an anti-dyslipidemia are still limited. The objective of this research was an investigate effect of the chitosan concentration used 0.6 mg/ml (F1); 1mg/ml (F2); and 1.4 mg/ml (F3) on the physical characteristics of ethanolic extract of bay leaf (Syzygium polyanthum) nanoparticles (NSPs) prepared by cross-linking methods. The result of particle size evaluation showed that the particle size was 665.1 nm ± 14.71 (F1); 180.1 nm ± 0.5; and 221.35 nm ± 1.91 (F3), while the polydispersity index F1, F2, and F3 were 0.773 ± 0.152; 0.220 ± 0.016; and 0.212 ± 0.024 respectively. The results of this study found F2 was the most optimal chitosan concentration with particle size under 200 nm, and polydispersity index under 0.5 with positive ζ-potential value. In conclusion, chitosan concentration showed has an effect on the physical characteristics of the nanoparticles.
Analysis of Elementary School Children's Behavior on the Incidence of Diarrhea in Berbek Village, Sidoarjo Regency Fernanda Radianti Dwi Putri; Narwati; Ferry Kriswandana; Annisa Maulidia Rahayyu
Public Health Research Development Vol. 1 No. 1 (2024): Public Health Research Development
Publisher : Indonesian Association Environmental Health of West Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/phrd.v1i1.6

Abstract

Diarrheal diseases often occur in school children with a frequency of liquid bowel movements three or more times a day. Environmental and behavioural factors affect diarrhea in children. This study aims to analyze the relationship between elementary school children's behaviour and diarrhea in Berbek Village in 2024. Observational analytical research with a cross-sectional approach was conducted in three elementary schools in Berbek Village. The study population was 529 children from grade 4 to grade 6, with samples taken by stratified random sampling. Data were collected through observation and interviews using questionnaires and analyzed with the Chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between knowledge (p=0.000), attitude (p=0.000), attitude (p=0.000) and behaviour (p=0.003) on the incidence of diarrhea. Still, there was no relationship between infrastructure facilities (p=0.891) and school policies (p=0.891). It is recommended that schools expand students' knowledge and attitudes about clean and healthy living behaviours (PHBS) with visual media that are attractive and easy to understand, and teachers provide examples of the implementation of PHBS in schools and complete school infrastructure facilities to be more adequate.
Pengaruh Jumlah Polimer terhadap Karakteristik Fisik dan Pelepasan Nanopartikel Fraksi Diterpen Lakton Sambiloto - Kitosan Sari, Retno; Paramanandana, Abhimata; Isadiartuti, Dewi; Rahayyu, Annisa Maulidia
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.2.99-106.2020

Abstract

The diterpene lactone fraction of Andrographis paniculata Nees (sambiloto) (FDTLS) main compound is andrographolide. Andrographolide has poor bioavailability, high lipophilicity, and low solubility. Entrapping poorly soluble substances into a hydrophilic polymer, such as chitosan, could improve their dissolution, bioavailability, and activity. The purposes of this study were to improve the FDTLS dissolution and to compare the effect of different amounts of chitosan on physical characteristics, entrapment efficiency, and FDTLS release from nanoparticles, which was made by the ionic gelation-spray drying method using tripolyphosphate as a crosslinker. The nanoparticles were prepared with different FDTLS-chitosan ratios = 1:2 (FK1), 1:2.5 (FK2) and 1:3 (FK3). The nanoparticles were evaluated for its morphology, physical state using differential thermal analysis (DTA), Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR), X-ray powder diffraction (XRD), entrapment efficiency, and drug release. All the nanoparticles' formulas had a spherical shape and FK2 showed the smoothest surface with the highest enthalpy. FDTLS-chitosan nanoparticles diffractogram showed a more amorphous form. The FDTLS-chitosan nanoparticles entrapment efficiency was 29.01-32.69%. The FDTLS-chitosan nanoparticles showed an increased dissolution rate by 1.6 times compared to the FDTLS substance. The study concludes that the formation of nanoparticles using chitosan by ionic gelation-spray dry method could improve the dissolution of FDTLS.
Pengembangan Sistem Dispersi Padat Ezetimibe dengan Matriks PEG 8000 menggunakan Metode Peleburan Annisa Maulidia Rahayyu
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v21i1.8351

Abstract

Ezetimibe termasuk pada Biopharmaceutics Classification Sistem (BCS) kelas II yang memiliki kelarutan yang rendah, sehingga laju disolusi dan bioavailabilitas oralnya rendah. Suatu sistem disperse padat dapat meningkatkan luas permukaan obat dan kontak antara obat dan media disolusi, sehingga laju disolusi ezetimibe akan meningkat. PEG 8000 telah banyak digunakan sebagai suatu pembawa hidrofilik dan laktosa monohidrat serta avicel PH 101 sebagai adsorben.            Penelitian ini bertujuan untuk menimgkatkan laju disolusi dari obat ezetimibe yang tidak larut air dengan membentuk sistem dispersi padat ezetimibe_PEG 8000 dengan rasio 1:1; 1:2; dan 1:3. Sistem dispersi padat dibuat dengan metode peleburan. Evaluasi laju disolusi, difraksi X-ray (XRD), dan analisis  pada sistem dispersi padat dengan rasio 1:1; 1:2; 1:3, dan ezetimibe murni dilakukan.            Hasil dari evaluasi tersebut menunjukkan sistem dispersi padat meningkatkan laju disolusi dari ezetimibe. Selain itu, karakterisasi DTA menunjukkan hilangnya puncak endotermik dari ezetimibe pada dispersi padat dan hasil karakterisasi sinar-X menunjukkan penurunan intensitas relatif dari puncak ezetimibe yang memperlihatkan adanya perubahan bentuk kristal menjadi amorf. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem dispersi padat ezetimibe-PEG 8000 dapat meningkatkan laju disolusi  dan karakteristik fisik dari ezetimibe. 
Formulasi dan Karakterisasi Nanopartikel Kitosan Mengandung Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Hidayati, Evi Nurul; Santoso, Joko; Ma’rifah, Bahriyatul; Azzahra, Fauzia; Maulidia Rahayyu, Annisa; Masruriati, Eni; Aisyiah, Aisyiah; Dewi Kinanti, Cahya
Majalah Farmasetika Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i1.50267

Abstract

Tanaman salam merupakan tanaman yang banyak digunakan di Indonesia dan padabeberapa penelitian telah terbukti memiliki aktivitas farmakologis salah satunya sebagaianti dislipidemia dimana ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum) dapatmenurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Sistem nanopartikel merupakan sistempenghantaran yang banyak dikembangkan dan dapat meningkatkan efektifitas terapi,menurunkan efek samping, dan aman. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalahmeningkatkan efektifitas anti dislipidemia dari ekstrak etanol daun salam yangdiformulasikan dalam bentuk nanopartikel. Pada penelitian ini dilakukan uji skriningfitokimia ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum) serta formulasi nanopartikelmenggunakan polimer kitosan dan sodium tripolyphosphate sebagai cross linker.Adapaun variabel yang digunakan rasio kitosan : STPP dimana dibuat tiga formula yaituF1, F2 dan F3. Karakterisasi nanopartikel yang dilakukan yaitu ukuran partikel, indekspolidispersitas, dan potensial zeta. Hasil penelitian ini ekstrak etanol daun salam yangdigunakan memiliki kandungan beberapa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid,tanin, saponinm kuinon dan triterpenoid. Adapun hasil ukuran partikel pada F1, F2 danF3 berturut-turut adalah 384,37 ± 6,53 nm ; 180,1 ± 0,5 nm ; 512,67 ± 21,97 nm. Nilaiindeks polidispersitas adalah 0,566 ± 0,049 (F1) ; 0,220 ± 0,016 (F2) ; 0,636 ± 0,02.Selain itu nilai potensial zeta yang didapatkan pada F2 adalah 21,8 ± 1,74 (mV)menyatakan bahwa nanopartikel yang terbentuk memiliki stabilitas yang baik. Padapenelitian ini dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil ukuran partikel, indekspolidispersitas, potensial zeta yang didapatkan, formula paling optimum adalah F2 danmengindikasikan formula nanopartikel yang terbentuk bersifat stabil serta berpotensiuntuk memberikan hasil yang baik sebagai anti dislipidemia dikarenakan ukuran partikelkurang dari 1000 nm.
Nanoparticle formulation of ethanolic extract of Syzygium polyanthum leaf using chitosan and cross-linking method Hidayati, Evi Nurul; Rahayyu, Annisa Maulidia; Masruriati, Eni
Pharmaciana Vol. 15 No. 1 (2025): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v15i1.25834

Abstract

Syzygium polyanthum (bay leaves) is widely used in Indonesia and has been shown to have pharmacological activity, such as antihyperlipidemia. The nanoparticle is a delivery system that enhances therapy effectiveness, minimizes side effects, and ensures safety. Therefore, this study aimed to improve the antihyperlipidemic efficacy of Syzygium polyanthum extract by formulating it into nanoparticles. The polymer that is used in this nanoparticle formulation is chitosan, while the cross-linking agent that is used is sodium tripolyphosphate. Three formulations have been developed, each with different stirring times after crosslinking: F1 (20 minutes), F2 (90 minutes), and F3 (150 minutes). At the same time, nanoparticles produced were examined for particle size, ζ potential, polydispersity index, entrapment efficiency, and release study. Syzygium polyanthum extract is abundant in secondary metabolites, including alkaloids, flavonoids, saponins, triterpenoids, tannins, and quinones. The particle size data for F1, F2, and F3 were 257±6.68 nm, 232±2.54 nm, and 303±1.3 nm respectively, while the polydispersity index ranged from 0.242 to 0.383. The entrapment efficiency represented by quercetin, used to assess the extracted content of the nanoparticles, yielded results between 39.59% and 67.48%. A release study of nanoparticle Syzygium polyanthum (nanoparticle SP) showed that the extract represented by quercetin can be released from the system is 64-82% in 120 min. The ζ potential measurement in F2 indicated a value of 30.9±0.416 mV, suggesting that the nanoparticle SP formed possesses excellent stability. Among the formulas studied, F2 emerged as the most promising due to its combination of factors such as the smallest size, favorable polydispersity index, high entrapment efficiency, and desirable release profile values. All of the formula has the potential to provide a good therapeutic effect, such as antihyperlipidemia but it needs to be proven by further studies.
Analysis of Elementary School Children's Behavior on the Incidence of Diarrhea in Berbek Village, Sidoarjo Regency Fernanda Radianti Dwi Putri; Narwati; Ferry Kriswandana; Annisa Maulidia Rahayyu
Public Health Research Development Vol. 1 No. 1 (2024): Public Health Research Development
Publisher : Indonesian Association Environmental Health of West Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/phrd.v1i1.6

Abstract

Diarrheal diseases often occur in school children with a frequency of liquid bowel movements three or more times a day. Environmental and behavioural factors affect diarrhea in children. This study aims to analyze the relationship between elementary school children's behaviour and diarrhea in Berbek Village in 2024. Observational analytical research with a cross-sectional approach was conducted in three elementary schools in Berbek Village. The study population was 529 children from grade 4 to grade 6, with samples taken by stratified random sampling. Data were collected through observation and interviews using questionnaires and analyzed with the Chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between knowledge (p=0.000), attitude (p=0.000), attitude (p=0.000) and behaviour (p=0.003) on the incidence of diarrhea. Still, there was no relationship between infrastructure facilities (p=0.891) and school policies (p=0.891). It is recommended that schools expand students' knowledge and attitudes about clean and healthy living behaviours (PHBS) with visual media that are attractive and easy to understand, and teachers provide examples of the implementation of PHBS in schools and complete school infrastructure facilities to be more adequate.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minuman Fungsional Anti Anemia di SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung Nurnahari, Naura; Aziz, Syaikhul; Fauziyya, Riri; Nur Auli, Winni; Maulidia Rahayyu, Annisa; Kartika Sari Ramadhani, Untia; Azanti Putri, Refsya; Fajar Fauzi, Muh; Sekarsari Yusuf, Mubarika; Mulyani, Isna
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i1.236

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau konsentrasi Hemoglobin di dalam darah lebih rendah dari normal. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional Indonesia 2023, prevalensi anemia pada kelompok  usia 15-24 tahun sebesar 15,5%. Anemia bisa dicegah dengan nutrisi yang tepat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengedukasi para remaja mengenai pemanfaatan bahan alam untuk mencegah anemia serta pelatihan pembuatan minuman fungsional untuk mencegah anemia. Kegiatan ini berlangsung di SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung dan melibatkan 39 siswa-siswi. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi ceramah dan demonstrasi. Penilaian peningkatan pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 butir pertanyaan. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (pre-test p = 0,7485; post-test p = 0,2501), sehingga dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik (p = 0,0008), dengan rata-rata skor meningkat dari 59,3% menjadi 80,5%.