Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

POTENSI SERTA PELUANG USAHA KECIL PADA WISATA PESISIR DI KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG, BALI Nyoman Agus Trimandala; I Dewa Putu Kiskenda Erwanda Putra; I Gusti Made Riko Hendrajana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 4: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Bali merupakan pariwisata yang banyak menawarkan keindahan alamnya, salah satunya yaitu Wisata pesisir yang ada di Bali. Wisata pesisir memicu adanya pembangunan yang sangat pesat di pesisir tanpa memperhatikan lingkungan sekitar pesisir. Destinasi wisata pesisir yang dikunjungi secara berkelanjutan dan memberikan dampak pada kualitas lingkungan pesisir di daerak Kuta Selatan. Pembangunan wisata di pesisir masih didasarkan pada permintaan wisatawan untuk menikmati keindahan alam pesisir dan belum mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan pesisir serta berdampak pada peningkatan usaha – usaha kecil yang ada di sekitaran pesisir guna menunjang kebutuhan wisatawan yang berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang keeksistensian usaha kecil pada lingkungan pesisir di Kecamatan Kuta Selatan saat ini dan memberikan solusi berupa perencanaan dan pengelolaan wisata pesisir yang terintegrasi Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan berbagai indikator penilaian untuk mengetahui peluang keeksistensian pada usaha-usaha kecil yang ada di pesisir. Teori SWOT dan konsep pariwisata berkelanjutan untuk pengembangan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan pariwisata pesisir berkelanjutan di Kuta Selatan. Konsep pengelolaan kawasan pesisir terintegrasi digunakan sebagai dasar penyusunan program pengelolaan kawasan wisata pesisir terintegrasi.
INOVASI PRODUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN UMKM PETANI AMBHU NIRA/AREN DI KARANGASEM Firman Sinaga; I Gusti Made Riko Hendrajana; Firlie Lanovia Amir
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 12: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula aren di Desa Amertha Bhuana telah menjadi UMKM bernama Ambhu Bali. Gula pasir adalah pemanis alami yang terbuat dari getah pohon kelapa, siwalan atau pohon enau. Hasil observasi dan wawancara UKM Gula Semut Ambhu Bali belum memiliki inovasi produk Gula Semut yang berasal dari nira aren dan belum memanfaatkan nira aren dengan produk lainnya. Inovasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, menciptakan pasar baru di masyarakat, mengembangkan dan menerapkan wawasan pengetahuan, menambah produk, dan meningkatkan efisiensi produk, inovasi menjadi semakin penting di bidang pangan. Inovasi produk yang dilakukan dalam penelitian adalah Kopi gula aren – espresso, dan Kopi gula aren – klasik. Variasi produk ini dapat meningkatkan produktivitas petani Aren yang juga akan berdampak pada perekonomian petani Aren di Amertha Desa Bhuana , Kecamatan Selat , Kabupaten Karangasem
PENGEMBANGAN TERNAK LEBAH TRIGONA PADA DESA SANDA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN WISATA PADA DESA SANDA PUPUAN BALI Firlie Lanovia Amir; Komang Shanty Muni Parwati; I Gusti Made Riko Hendrajana; Nyoman Agus Trimandala
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 12: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan dan selalu menghasilkan beragam inovasi di setiap pengembangan kualitas pada destinasi wisata yang ada di Indonesia. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan oleh pemerintah adalah dengan mengembangkan konsep pariwisata berkualitas pada destinasi yang ada di daerah Indonesia. Hal ini dijelaskan dalam konverensi yang telah dilakukan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dimana mereka berdiskusi tentang pengembangan quality tourism atau pariwisata berkualitas. Pariwisata berkualitas yang dimaksud adalah bagaimana wisatawan mampu mendapat pengalaman berkualitas dari liburannya (quality of experiences), peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan adanya pariwisata (quality life) dan para investor yang mendapat keuntungan (quality profit) berkualitas. Tujuan pemberdayaan remaja – remaja ini adalah untuk kembali mengaktifkan seluruh kegiatan pengembangan desa sekaligus mengajak generasi muda dalam membangun desa mereka khususnya dalam bidang pariwisata minat khusus yakni melalui atraksi peternakan lebah. Agar nantinya kegiatan atraksi wisata ternak lebah ini bisa lebih berkembang sebagai atraksi wisata dan mampu memajukan perekonomian di Desa Sanda ini.
Edutourism Museum Subak Tabanan sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Wisata Minat Khusus bagi Wisatawan Parwati, Komang Shanty Muni; Hendrajana, I Gusti Made Riko; Sari, Retno Juwita; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11803

Abstract

Dalam dekade terakhir museum Subak Tabanan tidak menjadi pilihan utama pengunjung untuk berwisata, meski lokasinya berada di tengah kota Tabanan. Sebagai salah satu museum daerah yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten, keberadaan museum ini menjadi petunjuk eksistensi sebuah wilayah yang dikenal sebagai lumbung beras puau dewata. Museum ini memiliki koleksi berbagai alat-alat pertanian yang dipamerkan dan disimpan. Akan tetapi eksistensinya di kalangan wisatawan mengalami penurunan yang signifikan. Pelajar yang menjadi salah satu pendukung edutourism, menjadi salah satu sasaran pengunjung yang harus difasilitasi, agar meseum ini berfungsi dengan baik dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi Museum Subak Tabanan dan merumuskan strategi guna meningkatkan daya tariknya sebagai destinasi Edutourism. Melalui metode analisis SWOT, temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa museum ini memiliki potensi pengembangan yang signifikan, termasuk penataan koleksi, visual dan penambahan keterangan penunjang yang estetik dari miniature yang ditampilkan, dan cuplikan singkat dokumenter film pendukung audio visual menjadi beberapa opsi perbaikan.
Inovasi Produk, Pelatihan Digital Marketing dan Produksi Jumlah Besar Meningkatkan Kesejahtraan Masyarakat UMKM Ambhu Petani Nira/Aren di Karangasem Sinaga, Firman; Amir, Firlie Lanovia; Hendrajana, I Gusti Made Riko; Suadnyana, I Wayan; Parwati, Komang Shanty Muni
Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pasundan, Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/dinamika.v2i2.669

Abstract

Inovasi produk dan pelatihan digital marketing untuk UMKM di Karangasem, khususnya para petani nira/aren, berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan para petani dengan memberikan pelatihan mengenai pemasaran digital serta memproduksi hasil pertanian dalam jumlah besar, yang diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Amertha Bhuana yang memiliki sekitar 30 petani aren yang tersebar di wilayah Karangasem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pelatihan mengenai strategi digital marketing yang tepat, serta teknik produksi yang efisien untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk aren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan petani dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk mereka dan menghasilkan lebih banyak produk aren dengan efisiensi yang lebih tinggi. Dengan demikian, diharapkan keberlanjutan usaha petani aren dapat tercapai, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat setempat.
PENGEMBANGAN SUSTAINABLE TOURISM PADA EVENT CONFERENCE BERDASARKAN FOOD WASTE DI HOTEL X SANUR: Institut Pariwisata dan Business International Sinaga, Firman; Amir, Firlie Lanovia; Hendrajana, I Gusti Made Riko; Devi, Ni Kadek Sintya Loka
Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (JEBISMA) Vol 2 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Media Edutama Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70197/jebisma.v2i2.71

Abstract

Sustainable tourism sangat penting pada saat ini khususnya mencegah lingkungan agar lebih baik khususnya dalam mengelola food waste seperti pada kegiatan dalam sebuah event disampaikan oleh Akın Aksu1 et al (2016) yaitu para peserta sangat mendukung adanya eco-friendly green meetings atau sustainable event di dunia yang menghasilkan hemat makanan. Sedangkan di eropa lebih sustainable dikarenakan negara eropa telah memiliki strategi untuk zero waste seperti melakukan donasi makanan sisa, membuat bio methanisation process, compost donated to local farmers, EMAS Steering Committee (2018). Sungguh menyedihkan bahwa Indonesai memiliki urutan 77 dari 127 negara tentang hunger problem, Ni Gusti Ayu Dyah Satyawati et al. (2024) The Global Hunger Index. Penelitian dilakukan di Prime Plaza Hotel Sanur pada dua lokasi yaitu Hotel X Sanur dari bulan July sampai November 2024 dengan metode pengumpulan data menggunakan metode survey dengan menyebarkan kuesioner, terhadap chef dan food and beverage manager dan beberapa karyawan di steward dan waiter. Hasil penelitian agar sisa makanan layak makan diberikan kepada manusia sedangkan yang tidak layak makan dijadikan kompos serta makanan tetap di timbang.
PELATIHAN HOSPITALITY DAN LAYANAN PRIMA BAGI PELAKU USAHA PARIWISATA DI NUSA PENIDA Komang Shanty Muni Parwati; Firlie Lanova Amir; Gusti Made Riko Hendrajana; Wayan Suadnyana
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 12: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i12.9294

Abstract

Pelatihan hospitality dan layanan prima merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sektor pariwisata di Nusa Penida, sebuah destinasi yang terkenal dengan keindahan alamnya. Dengan semakin tingginya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, kebutuhan akan layanan yang profesional dan berstandar internasional menjadi semakin penting. Namun, banyak pelaku usaha pariwisata lokal yang menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman tentang konsep layanan prima dan keterbatasan keterampilan komunikasi lintas budaya. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha pariwisata di Nusa Penida, khususnya dalam memberikan layanan berkualitas yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Pendekatan pelatihan mencakup pemahaman konsep dasar hospitality, penguasaan teknik problem-solving, kemampuan merespons kebutuhan wisatawan, serta pengembangan pola pikir yang mendukung keberlanjutan pariwisata. Hasil dari pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman wisata yang positif bagi pengunjung, memperkuat citra Nusa Penida sebagai destinasi unggulan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem layanan prima. Dengan peningkatan kualitas pelayanan, Nusa Penida berpotensi menjadi model destinasi yang kompetitif di tingkat global, mengintegrasikan keindahan alam dengan pelayanan yang professional
Implementasi Community Based-Tourism dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Anarini , Dilla Taxsia Pratitah; Parwati , Komang Shanty Muni; Hendrajana , I Gusti Made Riko; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.675

Abstract

Desa Wisata Blimbingsari memiliki potensi serta sumber daya yang dapat dikembangkan serta dikelola dengan adanya keterikatan partisipasi masyarakat. Potensi wisata dimiliki dikolaborasikan dengan partisipasi masyarakat secara maksimal agar dapat mencapai dimensi dari implementasi Community Based Tourism sehingga mampu mendukung mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini untuk 1). Mengetahui potensi wisata alam dan budaya di Desa Wisata Blimbingsari, 2). Mengetahui bentuk keterlibatan partisipasi masyarakat, dan 3). Mengetahui keberhasilan CBT dalam pengelolaan desa wisata mewujudkan pariwisata secara keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Narasumber penelitian ini merupakan pihak- pihak yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata yaitu Perbekel, BUMDES, KomitePariwisata dan Masyarakat Desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata sudah melaksanakan dari indikator CBT yaitu dimensi ekonomi, lingkungan, budaya, sosial dan politik. Namun, dalam dimensi politik terdapat kelemahan pada tingkat keberhasilan indikator dikarenakan belum timbulnya peran secara optimal dari kaula muda berpatisipasi dalam kegiatan wisata. Blimbingsari Tourism Village has potential and resources that can be developed and managed with the attachment of community participation. Tourism potential is collaborated with maximum community participation can achieve the dimensions of the implementation of Community Based Tourism so that it can support the realisation of sustainable tourism. The purpose of this research is to 1). Know the natural and cultural tourism potential of Blimbingsari Tourism Village, 2). Knowing the form of community participation involvement, and 3). Knowing the success of CBT in managing tourist villages to realise sustainable tourism. The research method used used a qualitative approach. Data were collected using observation, interview and documentation techniques. The sources of this research are the parties involved in the management of tourist villages, namely Perbekel, BUMDES, Tourism Committee and Village Community. The results of this study indicate that the development of tourist villages has implemented the CBT indicators, namely the economic, environmental, cultural, social and political dimensions. However, in the political dimension there is a lack of success rate indicators because young people have not optimally participated in tourism activities.
Optimizing Tourism Grant Funds in Improving the Tourism Industry in Indonesia Hendrajana, I Gusti Made Riko; Sinaga, Firman; Paramitha, Made Widya; Suadnyana, I Wayan; Parwati, Komang Shanty Muni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi optimalisasi dana hibah pariwisata berupa bantuan Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (DPUP) kepada desa wisata di Indonesia pada tahun 2024 dalam meningkatkan industri pariwisata di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kajian yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengamatan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi optimalisasi dana hibah pariwisata dalam meningkatkan industri pariwisata di Indonesia terdiri dari (1) Pemberian dana hibah pariwisata kepada desa wisata yang mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia; (2) Terjadi peningkatan keterlibatan masyarakat dalam mengelola dana hibah pariwisata; dan (3) Penguatan desa wisata melalui pemanfaatan dana hibah pariwisata. Dana Hibah tersebut dapat dioptimalisasikan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yakni pengembangan sumber daya manusia, peningkatan produk-produk ekonomi kreatif, peningkatan destinasi, sehingga kunjungan wisatawan lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Implementasi Community Based-Tourism dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Anarini , Dilla Taxsia Pratitah; Parwati , Komang Shanty Muni; Hendrajana , I Gusti Made Riko; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.675

Abstract

Desa Wisata Blimbingsari memiliki potensi serta sumber daya yang dapat dikembangkan serta dikelola dengan adanya keterikatan partisipasi masyarakat. Potensi wisata dimiliki dikolaborasikan dengan partisipasi masyarakat secara maksimal agar dapat mencapai dimensi dari implementasi Community Based Tourism sehingga mampu mendukung mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini untuk 1). Mengetahui potensi wisata alam dan budaya di Desa Wisata Blimbingsari, 2). Mengetahui bentuk keterlibatan partisipasi masyarakat, dan 3). Mengetahui keberhasilan CBT dalam pengelolaan desa wisata mewujudkan pariwisata secara keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Narasumber penelitian ini merupakan pihak- pihak yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata yaitu Perbekel, BUMDES, KomitePariwisata dan Masyarakat Desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata sudah melaksanakan dari indikator CBT yaitu dimensi ekonomi, lingkungan, budaya, sosial dan politik. Namun, dalam dimensi politik terdapat kelemahan pada tingkat keberhasilan indikator dikarenakan belum timbulnya peran secara optimal dari kaula muda berpatisipasi dalam kegiatan wisata. Blimbingsari Tourism Village has potential and resources that can be developed and managed with the attachment of community participation. Tourism potential is collaborated with maximum community participation can achieve the dimensions of the implementation of Community Based Tourism so that it can support the realisation of sustainable tourism. The purpose of this research is to 1). Know the natural and cultural tourism potential of Blimbingsari Tourism Village, 2). Knowing the form of community participation involvement, and 3). Knowing the success of CBT in managing tourist villages to realise sustainable tourism. The research method used used a qualitative approach. Data were collected using observation, interview and documentation techniques. The sources of this research are the parties involved in the management of tourist villages, namely Perbekel, BUMDES, Tourism Committee and Village Community. The results of this study indicate that the development of tourist villages has implemented the CBT indicators, namely the economic, environmental, cultural, social and political dimensions. However, in the political dimension there is a lack of success rate indicators because young people have not optimally participated in tourism activities.