Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Linguistic Strategies in the Dissemination of Hoaxes on TikTok: The Role of Hashtags in Shaping Public Misconceptions Daulay, Sholihatul Hamidah; Saragih, Alya Syahlani; Bidadari, Lintang
JALC : JOURNAL OF APPLIED LINGUISTIC AND STUDIES OF CULTURAL Vol. 3 No. 2 (2025): November (Article in Press)
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores how hoaxes spread on TikTok by focusing on the use of language and hashtags as tools to influence public perception. Through the analysis of viral videos from 2025, the research uncovers how strategies like impersonating authority, emotional appeals, and simplified narratives are used to make false information feel convincing. Hashtags such as #fyp, #beritahoax, #deepfake, and #indonesiagelap play an important role in increasing visibility and shaping the tone of the content. These hoaxes often appear relatable, urgent, or credible—even when they are misleading. The findings show that TikTok’s algorithm, combined with the strategic use of language, makes it easy for misinformation to spread and influence how people perceive certain issues. The study highlights how easily misinformation can circulate in emotionally driven digital spaces and why digital literacy is essential to help users recognize and respond to manipulative content.
A Literature Review: Connection Between Phonology and Spelling in English Phonology Bidadari, Lintang; Nasution, Fitri Aisyah Amini; Wulandari, Siti Zahara; Alfaih, Fauzan; Widianto, Andre; Lubis, Yani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinjauan penelitian ini mengkaji hubungan antara fonologi dan ejaan dalam bahasa Inggris, dengan fokus pada bagaimana kedua komponen linguistik ini saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Fonologi, studi tentang sistem bunyi bahasa, memainkan peran penting dalam pengejaan, terutama dalam bahasa Inggris, di mana ortografi yang mendalam menghadirkan tantangan yang unik. Sesuai dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian kepustakaan, tinjauan ini menyoroti temuan-temuan utama dari berbagai penelitian, yang menunjukkan bahwa kesadaran fonologis merupakan prediktor kuat dari kemahiran mengeja. Namun, karena ketidakkonsistenan dalam ejaan bahasa Inggris, kesadaran morfologi dan pengetahuan ortografi juga penting. Strategi pendidikan yang efektif sering kali menggabungkan pelatihan fonologi dengan instruksi dalam morfologi dan ortografi untuk meningkatkan kemampuan mengeja. Dengan mensintesis wawasan dari teori linguistik dan studi empiris, tinjauan ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang interaksi antara fonologi dan ejaan dalam bahasa Inggris dan membahas implikasinya terhadap pengajaran literasi. Penelitian di masa depan harus terus mengeksplorasi interaksi ini dan mengidentifikasi metode yang paling efektif untuk mengajarkan ejaan dalam konteks pendidikan yang beragam.
Exploring the Role of Understanding Implied Meaning in Enhacing Pragmatics and Language Competence: A Qualitative Study Bidadari, Lintang; Siregar, Deasy Yunita; Siregar, Alya Syahlani; Adelia, Devi; Siregar, Prita Anggina Sari; Matondang, Rasid Saleh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pemahaman makna tersirat dalam meningkatkan kompetensi pragmatis pada pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari mahasiswa EFL semester lima-5 melalui wawancara semi terstruktur dan diskusi kelompok terfokus. Temuan menunjukkan bahwa memahami makna tersirat secara signifikan meningkatkan kemampuan pelajar untuk terlibat dalam percakapan alami dan sesuai konteks, khususnya dengan penutur asli. Memahami tindak tutur tidak langsung, nuansa budaya, dan pesan tersirat meningkatkan kepercayaan diri pelajar, pemikiran kritis, dan kepekaan budaya. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan pengajaran eksplisit mengenai makna tersirat dan norma sosio-pragmatis dalam kurikulum bahasa, dipadukan dengan paparan konteks komunikasi dunia nyata seperti media sosial dan materi otentik. Temuan ini sejalan dengan literatur yang ada, menyoroti kompetensi pragmatis sebagai hal yang penting untuk komunikasi yang efektif. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya mengembangkan keterampilan pragmatis dalam pendidikan EFL melalui pengajaran formal dan pengalaman belajar informal.