Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evaluasi Tampilan Reproduksi Sapi Bali Hasil Inseminasi Buatan Untuk Menunjang Program Upsus Siwab Di Kecematan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Paendong, Windri F.; Ervandi, Mohamad; Ardiansyah, Widiastuti; Sulistyo, Wahyu
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 5 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v5i2.2078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Tampilan Reproduksi Sapi Bali Sebagai Akseptor Inseminasi Buatan (IB) Untuk Menunjang Program Upsus Siwab di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini adalah metode survei, instrumen kusioner, dan wawancara dan melihat recording ternak. Data penelitian diperoleh data primer dan sekunder dianalasis secara deskritif analitik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tertinggi nilai tampilan reproduksi sapi bali berada di Desa Talumelito dengan nilai Conception Rate sebesar 72,72%, nilai S/C 1,37%, dan nilai CI 11,21±1,11 dibandingkan dengan desa lain yang berada di Kabupaten Gorontaalo dalam hal pengelolaan efisiensi reproduksi ternak sapi bali.
Effectiveness of Phytobiotic Supplementation as a Feed Additive Ardiansyah, Widiastuti; Tusaban, Tusaban; Achmad, Dewi Shinta
Journal La Lifesci Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v6i5.2620

Abstract

The rearing of Mojosari ducks in Indonesia has become increasingly important as an alternative source of animal protein. However, the high cholesterol content in duck meat presents a challenge to its consumption. This study aims to evaluate the effect of turmeric supplementation in feed on cholesterol levels in the liver, blood, and meat of Mojosari ducks, as well as the organoleptic quality of the resulting meat. The experiment utilized a factorial Randomized Completely Block Design (RCBD), where ducks were divided into four treatment groups based on turmeric dosage: 0%, 6%, 8%, and 10%. Parameters measured included cholesterol levels in the liver, blood, and meat, as well as organoleptic assessments of taste, aroma, texture, color, and tenderness of the meat. The results indicated that turmeric supplementation significantly reduced cholesterol levels in the liver, blood, and meat of the ducks, with the 8% and 10% turmeric groups showing the lowest cholesterol levels. Turmeric supplementation also improved the tenderness and color quality of the duck meat, although no significant differences were observed in taste and aroma. The reduction in cholesterol levels suggests the potential of turmeric as an effective feed additive for producing healthier duck meat that is more appealing to consumers. These findings have implications for the development of feed based on natural ingredients that can enhance duck meat quality and support the sustainability of the duck farming industry in Indonesia.
EVEKTIVITAS ROTOONE F SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP KEBERHASILAN DAN PERTUMBUHAN STEK RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) DJAFAR, HAMZAH; Mokoolang, Susan; Ardiansyah, Widiastuti; Ervandi, Mohamad
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i1.2534

Abstract

Rumput gajah (Pennisetum purpureum) merupakan hijauan utama ternak ruminansia di Provinsi Gorontalo, sehingga peningkatan ketersediaannya melalui perbanyakan stek sangat diperlukan. Namun, keberhasilan stek sering rendah akibat pembentukan akar yang kurang optimal, sehingga penggunaan ZPT Rootone F yang mengandung auksin sintetis (IBA dan NAA) diharapkan dapat meningkatkan rizogenesis. Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 6 ulangan dimana P1:kontrol (0%); P2:Rotoone F (2 gr)20%+ kapur (8 gr)80%; P3: Rotoone F (4 gr)40%+ kapur (6 gr)60%; P4:Rotoone F (6 gr)60% + kapur (4 gr)20%; P5: Rotoone F (8 gr)80%+ kapur (2 gr)20%; dan P6:Rotoone f(100%) serta enam ulangan untuk menilai pengaruh Rootone F terhadap persentase hidup stek, panjang akar, berat basah tunas, dan berat basah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang tertinggi terdapat pada perlakuan T4 Rootone F (6 gr) 60% + Kapur (4 gr) 40% dengan rata-rata 60% dibandingkan dengan perlakuan lainya. Rootone F konsentrasi 60% menjadi perlakuan paling efektif yang mampu meningkatkan pertumbuhan akar, vigor tunas, dan kelangsungan hidup stek dibanding konsentrasi lebih rendah atau lebih tinggi, sehingga dapat direkomendasikan sebagai dosis optimal untuk meningkatkan keberhasilan perbanyakan vegetatif rumput gajah di lapangan.
Analisis Komparatif Usaha Ternak Kambing Perah dan Pedaging (Studi Kasus pada Peternakan A2 Berkah di Desa Pone Kecamatan Limboto Barat) D Mani, Wanda Oktavia; Ervandi, Mohamad; Ardiansyah, Widiastuti; Korompot, Ishak
Anoa: Journal of Animal Husbandry Vol 5 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan struktur biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan antara lini perah dan lini pedaging, serta mengetahui tingkat efisiensi usaha melalui analisis R/C Ratio dan B/C Ratio pada kedua lini usaha tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan analisis komparatif. Analisis data dilakukan melalui perhitungan biaya produksi (TC = FC + VC), penerimaan (TR = Q × P), pendapatan (π = TR − TC), serta efisiensi usaha menggunakan R/C Ratio dan B/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kedua lini usaha. Analisis efisiensi usaha menunjukkan nilai R/C Ratio lini perah sebesar 0,10 dan lini pedaging sebesar 9,10. Nilai B/C Ratio lini perah sebesar -0,90 sedangkan lini pedaging sebesar 8,10. Dengan demikian, penelitian ini terbukti bahwa lini usaha pedaging memiliki tingkat efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan lini perah.