Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Interaktif Berbasis Multimedia dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka: Pengabdian Eva Pratiwi Pane; Vina Merina Br Sianipar; Rio Parsaoran Napitupulu; Sunggul Pasaribu; Gayus Simarmata; Bernard Simanjuntak; Junifer Siregar; Golda Novatrasio Sauduran
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5115

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh hasil studi awal bahwa banyak guru SMK Swasta Surya Pematangsiantar belum mengetahui konsep pembelajaran terdiferensiasi kurikulum merdeka dan belum pernah mendapatkan pelatihan mengenai multimedia pembelajaran. Selain itu, guru belum memahami konsep dan implementasi pembelajaran terdiferensiasi, guru masih menggunakan pendekatan, media, dan metode mengajar konvensionaltanpa melibatkan atau menggunakan multimedia pembelajaran. Dan yang terakhir, guru belum pernah mengikuti pelatihan pembuatan dan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, apalagi berbasis teknologi. Tujuan PkM ini adalah memberikan pelatihan pembuatan multimedia interaktif berbasis teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran terdiferensiasi kurikulum merdeka yang terbagi atas empat kegiatan utama. Metode kegiatan PkM ini meliputi tahap persiapan program yang meliputi analisis situasi, kebutahan dan persiapan kebutuhan pelatihan. Selanjutnya, tahap pelaksanaan meliputi kegiatan pemberian materi pelatihan. Dan yang terakhir adalah tahap monitoring dan evaluasi serta keberlanjutan program yang meliputi pengumpulan data hasil pelatihan dan tindaklanjutnya. Terdapat empat hasil dari kegiatan PkM ini, pertama, Telah terselenggaranya pelatihan berupa pemberian materi pelatihan mengenai kurikulum merdeka, pembelajaran terdiferensiasi dan multimedia pembelajaran interaktif. Kedua, telahterselenggara pelatihan peningkatan keahlian guru dalam membuat materi pembelajaran terdiferensiasi yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Ketiga, telah terselenggara workshop pembuatan multimediapembelajaran interaktif berbasis teknologi. Keempat, telah terselenggara pendampingan pembuatan multimediapembelajaran interaktif bagi mitra. Kesimpulan dari PkM adalah ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra PkM dalam hal ini guru SMK Swasta Surya Pematangsiantar mengenai kurikulum merdeka, pembelajaran terdiferensisi, multimedia interaktif dan perangkat ajar kurikulum merdeka
Model Log-Linier 4 Dimensi (Studi Kasus Hubungan Antara Gender, Durasi Tidur, Ekstrakurikuler dan Hasil belajar Siswa SMAN 1 Kualuh Hulu) Maxtulus Junedy Nababan; Gayus Simarmata
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 5 No. 1 (2026): April : JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v5i1.9288

Abstract

This study was conducted to determine the best log-linear model describing the relationship between gender, sleep duration, extracurricular activities, and student learning outcomes at SMAN 1 Kualuh Hulu. A log-linear analysis approach was used to identify interaction patterns among the variables and evaluate their contribution to student academic performance. The findings showed that the selected model adequately explained the structure of the observed data. A significant three-way interaction was identified between learning outcomes, sleep duration, and gender. The results indicated that insufficient sleep duration had a negative impact on student learning outcomes, and this effect varied by gender. Female students were found to be more vulnerable to decreased academic performance caused by sleep disturbances compared to male students. Meanwhile, extracurricular activities did not demonstrate a significant direct interaction with learning outcomes. This suggests that participation in extracurricular activities was not a major factor influencing differences in academic achievement among students at SMAN 1 Kualuh Hulu.