Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Strategi Kampanye politik Pasangan Heri-Fabi Pada Pemilihan Kepala Daerah Di Kabupaten Manggarai Tahun 2024 Sevrianus Silvan Wewur; Ananias R.P Jacob; Frans W Muskanan
Journal on Pustaka Cendekia Informatika Vol. 3 No. 2 (2025): Journal on Pustaka Cendekia Informatika: Volume 3 Nomor 2 June-September Tahun
Publisher : PT Pustaka Cendekia Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pctif.v3i2.112

Abstract

Judul penelitian ini adalah “STRATEGI KAMPANYE PETAHANA” (Studi : Kemenangan Pasangan Herybertus G.L. Nabit Dan Fabianus Abu Dalam Pemilihan Kepala Daerah Di Kabupaten Manggarai Tahun 2024). Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimana strategi kampanye politik dan kampanye pemilu yang digunakan oleh pasangan Herybertus G.L. Nabit dan Fabianus Abu dalam pemilihan kepala daerah di kabupaten manggarai tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari aspek kampanye politik pasangan petahana dari unsur tujuan yaitu dengan mempertahankan citra politik selama masa jabatannya sekaligus menegaskan keberlanjutan pembangunan yang sedang berjalan.Unsur strategi yaitu pasangan petahana berangkat dari isu-isu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat seperti infranstruktur, penguatan sektor pertanian, penyediaan lapangan kerja, serta pembangunan ekonomi rakyat dan pemerataan infranstruktur. Unsur komunikasi yaitu pasangan petahana difokuskan pada penyampaian pesan yang sederhana, konsisten narasi, integrasi saluran komunikasi serta komunikasi dua arah dengan masyarakat. Unsur media petahana mengandalakan teknologi modern dan interaksi tata muka untuk membangun citra, mengatur narasi serta menyebarkan pesan politik dengan cepat kepada berbagai sengmen pemilih dan unsur aktor Hery-Fabi atau pasangan petahana menjadi figur utama yang menjadi wajah kampanye namun keberhasilan kampanye juga berjalan dengan baik karena adanya tim sukses, simpatisan serta relawan yang memperluas jangkauan pesan berbagai lampisan masyarakat pedesaan dan urban. Pada aspek kampanye pemilu pasangan petahana memiliki unsur tujuan yaitu mendapatkan dukungan suara dengan mengabungkan kinerja nyata, komunikasi langsung yang intens, dukungan partai yang solid, dan penguatan citra melalui tim sukses yang terkoordinasi. Unsur strategi difokuskan pada segmentasi pemilih seperti petani dan pemuda melalui kunjungan door-to-door serta survei untuk menyempurnakan pesan yang relevan, melengkapi media konvensional seperti baliho dengan konten digital interaktif. Sinergi aktor utama calon, partai pengusung, dan tim sukses membangun kepercayaan melalui dialog dua arah yang autentik. Hasilnya, pasangan ini mendominasi dengan 71.027 suara, mengalahkan rival, berkat integrasi strategi realistis yang menonjolkan rekam jejak nyata dan adaptasi kanal komunikasi moderntradisional. Pendekatan ini membuktikan kekuatan kampanye incumbent dalam demokrasi lokal.
Analysis of the Practice of Captive Marriage in the Perspective of Feminism Jacob, Ananias Riyoan Philip; Muskanan, Frans Wilmat; Saragi, Ofwa Wati
International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Vol. 7 No. 2 (2026): International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science (Mar
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ijesss.v7i2.1154

Abstract

This study wants to explain the injustice of women's rights in the habit/practice of capture marriage in Waimangura Village, West Wewewa District, Southwest Sumba Regency. This study also wants to identify whether women's helplessness in the practice of capture marriage is their choice or because of power pressure The purpose of this study is to find out how the existence of women in the practice of capture marriage. This research uses Simonne De Beauvoir’s existentialist feminisms theory This research uses a qualitative approach with a descriptive approach, while the data collection technique uses interview techniques, the subjects in this study consist of Waimangura Village women, Waimangura Village Government, PERUATI community and traditional leaders. The methods used are the interview method, and the documentation method. Based on the results of this study existentialist feminism, influenced by the thought of Simone de Beauvoir, has a keen view of the practice of capture marriage "Wenda Mawine". This view is based on ideas about freedom, autonomy, and dignity of individuals, especially women. Women's Backwardness Existentialist feminism sees the practice of capture marriage as a form of oppression against women that hinders their ability to reach their full potential. This can result in underdevelopment in women's lives, both personally and professionally.
Mobilisasi Politik Caleg Terpilih PDI Perjuangan Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 di Kota Kupang Alexandro J. Ndapaduu Daepanie; Frans W. Muskanan; Rex Tiran; Ananias R.P Jacob
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.192

Abstract

Pemilihan Umum Legislatif merupakan sarana penting dalam demokrasi untuk menentukan wakil rakyat di lembaga legislatif. Keberhasilan calon legislatif dalam pemilu sangat dipengaruhi oleh strategi mobilisasi politik yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mobilisasi politik calon legislatif terpilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) pada Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2024 di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama lima calon legislatif terpilih PDI Perjuangan serta masyarakat pemilih. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori mobilisasi politik Stevano Bartolini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan caleg PDI Perjuangan dipengaruhi oleh mobilisasi politik yang efektif melalui mobilisasi massa, pemanfaatan sumber daya ekonomi, dan mobilisasi simbolik. Strategi tersebut dilakukan baik secara langsung melalui sosialisasi dan kampanye tatap muka, maupun secara tidak langsung melalui media sosial dan jaringan politik lokal. Mobilisasi politik yang terstruktur dan berbasis jaringan sosial menjadi faktor utama dalam memenangkan dukungan pemilih.
Peran Maneleo Dalam Penyelesaian Konflik di Desa Busalangga Timur, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao Julio Canra Adu; Ananias Riyaon P. Jacob; Boli Tonda Baso
Jurnal Hukum dan Sosial Politik Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus: Jurnal Hukum dan Sosial Politik
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jhsp-widyakarya.v3i3.5445

Abstract

This research is entitled "The Role of Maneleo in Conflict Resolution in East Busalangga Village, Northwest Rote District, Rote Ndao Regency". The main focus of this research is to examine in depth the role of Maneleo, which is the term for the highest tribal chief in the traditional social structure in East Busalangga Village, in resolving conflicts that occur within the community. Each leo or tribe in this village has its own social structure, with the highest layer called mana leo (leo mane), who holds the highest authority in customary decision-making. The purpose of this research is to determine the role of Maneleo in resolving conflicts according to customary law in East Busalangga Village. The research uses a descriptive method with a qualitative approach, so that it is able to describe the real conditions in the field based on data obtained from interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that Maneleo has a central role in the conflict resolution process. Although the village head, traditional head, and community leaders are involved in the mediation and discussion process, the final decision remains in the hands of Maneleo. Their roles include mediation (compromise), unifying conflicting communities (unifying), and preserving customary and cultural values (adat/budaya). With a deep understanding of customary norms and social conditions, Maneleo are able to resolve conflicts peacefully, maintain harmony, and prevent divisions within the community. This research confirms that Maneleo are not merely symbols of customary leadership, but key figures in maintaining local social and cultural stability. This role also demonstrates that customary-based conflict resolution mechanisms remain highly relevant in rural communities, particularly in the Rote Ndao region.
DAMPAK SOSIAL PERDAGANGAN ILEGAL ROKOK DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA: STUDI KASUS DESA MAKIR, KECAMATAN LAMAKNEN, KABUPATEN BELU Evalius Loe; Ananias Riyoan Philip Jacob; Yohanes Jimmy Nami; Rex Tiran
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 10 No. 2 (2026): Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal JISIPOL Mei 2026
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdagangan rokok ilegal merupakan salah satu bentuk aktivitas ekonomi informal yang banyak terjadi di wilayah perbatasan, termasuk di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. Aktivitas ini muncul sebagai respons terhadap tekanan ekonomi, terbatasnya lapangan pekerjaan, dan lemahnya pengawasan pemerintah di kawasan perbatasan Indonesia Timor Leste. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial perdagangan rokok ilegal terhadap kehidupan masyarakat Desa Makir serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat keberlanjutan praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori Fungsionalisme Struktural Émile Durkheim digunakan sebagai kerangka analisis untuk memahami perubahan fungsi sosial, norma, dan nilai dalam masyarakat akibat keterlibatan dalam aktivitas ilegal. Informan penelitian meliputi aparat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, aparat keamanan, pelaku perdagangan ilegal, serta warga yang tidak terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan rokok ilegal memberikan pendapatan cepat dan menjadi sumber ekonomi jangka pendek bagi sebagian warga, tetapi menciptakan ketergantungan ekonomi yang berisiko menjerat masyarakat dalam siklus kerentanan kemiskinan. Aktivitas ini mendorong pergeseran nilai sosial, di mana keberhasilan tidak lagi diukur dari kerja keras di sektor pertanian, melainkan dari kepemilikan barang modern hasil perdagangan ilegal. Kondisi tersebut memicu kesenjangan sosial, konflik horizontal, serta melemahkan solidaritas dan kohesi sosial. Keterlibatan sebagian anak muda dalam praktik ilegal turut memperparah degradasi nilai dan meningkatkan risiko sosial di tingkat komunitas. Keberlanjutan praktik ini diperkuat oleh tekanan ekonomi, minimnya lapangan kerja, lemahnya pengawasan dan penegakan hukum, norma sosial yang permisif, serta ketiadaan program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Dengan demikian, perdagangan rokok ilegal merupakan persoalan sosial-struktural yang memerlukan intervensi terpadu lintas sektor.
Pergeseran Kuasa Adat atas Tanah Ulayat (Studi Kasus: dalam Komunitas Adat di Gendang Curu, Kabupaten Manggarai): The Shift in Customary Authority Over Communal Lands (Case Study: Among the Indigenous Community in Gendang Curu, Manggarai Regency) Kristina Anjelina Suryani; Frans W. Muskanan; Ananias R. P Jacob
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10699

Abstract

Penelitian ini mengkaji pergeseran kuasa adat dalam perubahan status tanah ulayat pada komunitas adat di Gendang Curu, Kabupaten Manggarai. Permasalahan utama terletak pada transformasi legitimasi penguasaan tanah yang semula berbasis komunal dan dilekatkan pada struktur adat, menjadi kepemilikan individual yang memperoleh legitimasi melalui hukum negara. Fokus analisis diarahkan pada bagaimana wacana kepastian hukum, keamanan, dan nilai ekonomi tanah diproduksi serta diinternalisasi melalui program sertifikasi dan mekanisme administrasi pertanahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, masyarakat, dan aparat pemerintah, serta telaah dokumen pertanahan. Analisis dilakukan secara interpretatif dengan memanfaatkan konsep kuasa wacana pengetahuan dari Michel Foucault untuk memahami bagaimana produksi pengetahuan hukum negara membentuk cara pandang dan praktik sosial masyarakat terhadap tanah. Penelitian menunjukkan bahwa penguasaan tanah di Gendang Curu pada awalnya dilegitimasi melalui sistem adat, narasi genealogis, dan pembagian Lingko yang menegaskan prinsip komunal. Tanah dimaknai sebagai warisan kolektif yang melekat pada identitas sosial masyarakat. Namun, melalui program sertifikasi tanah, muncul pemahaman baru bahwa sertifikat memberikan kepastian hukum dan jaminan ekonomi. Proses ini secara bertahap menggeser legitimasi dari otoritas adat menuju legalitas administratif negara, sehingga kewenangan substantif lembaga adat dalam pengelolaan tanah mengalami penyempitan.