Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RISIKO ERGONOMI DENGAN KEMUNGKINAN TIMBULNYA KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. III TAHUN 2024 Rudi Lataoso; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Jafriati
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.190

Abstract

ABSTRAK Ergonomi merupakan konsep penting untuk diterapkan dalam bidang pekerjaan khususnya di rumah sakit, sehingga dapat mencegah terjadinya keluhan musculoskeletal pada perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko ergonomi dengan keluhan MSDs pada perawat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2024, dengan sampel sebanyak 82 perawat dan teknik sampling menggunakan purposive sampling dari data yang diambil dengan menggunakam kuesioner. Metode Penelitian yang digunakan adalah analisis deskiptif dengan rancangan cross sectional. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan hasil dengan uji rank spearman, terdapat hubungan antara variabel lama kerja, beban kerja dan postur kerja dengan keluhan MSDs, dimana nilai p-value < 0,05. Akan tetapi, tidak terdapat hubungan antara variabel IMT, masa kerja, dan aktivitas berulang dengan keluhan MSDs, dimana p-value > 0,05. Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan kepada rumah sakit untuk menerapkan prinsip ergonomi untuk meminimalisir keluhan MSDs pada perawat demi menjaga kesehatan dan keselamatan kerja perawat. ABSTRACT Ergonomics is an important concept to be applied in the field of work, especially in hospitals, so as to prevent musculoskeletal complaints in nurses. The purpose of this study was to determine the relationship between ergonomic risk factors and MSDs complaints in nurses. This study was conducted in April 2024, with a sample of 82 nurses and sampling techniques using purposive sampling of data taken using a questionnaire. The research method used is descriptive analysis with cross sectional design. The results of the analysis showed that based on the results of the Spearman rank test, there was a relationship between the variables of work duration, workload and work posture with MSDs complaints, where the p-value <0.05. However, there is no relationship between the variables of BMI, work period, and repetitive activities with MSDs complaints, where the p-value> 0.05. Based on this study, it is recommended for hospitals to apply ergonomic principles to minimize MSDs complaints in nurses in order to maintain the health and safety of nurses.
How Is Satisfaction With Outpatient Health Services Reviewed From Accessibility To Coastal Communities ? Roswati; Nani Yuniar; Jafriati
JOURNAL of HEALTH SCIENCE REVIEW Vol. 1 No. 1 (2024): Vol 1 No 1 April 2024
Publisher : SABDA EDU PRESS (SEP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70519/jhsr.v1i1.5

Abstract

Coastal communities really hope with the existence of health services to get proper and adequate treatment, but with access constraints that are difficult to take on the way to RSUD Kab. North Konawe. The purpose of this study was to analyze the effect of Coastal Community Accessibility on Outpatient Health Service Satisfaction at RSUD Kab. North Konawe. Methods The cross-sectional study design used Binary Logistic Regression Analysis, the number of samples was 148, the data was collected using a questionnaire. The results of this study indicate that Jalan_umum has a p-value = 0, 014> 0,05 which means that Jalan_umum has a significant effect on Health Service Centers. Then the Transportation variable has a p-value = 0.001 <0.05, which means that transportation has a significant effect on Health Service Satisfaction. While the Geographical variable has a p-value = 0.992 <0.05, which means that geography has no significant effect on Health Service Satisfaction, meaning that the geographical location of Tapunggaeya village has no impact on outpatient health service satisfaction at the North Konawe District Hospital. The conclusion in this study shows that the variables of public road facilities, transportation and geography on the satisfaction of outpatient health services at the North Konawe District Hospital simultaneously have a positive influence on the satisfaction of outpatient health services at the North Konawe District Hospital.
Pengaruh Perilaku Keluarga Sadar Gizi, Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah Shola Shobrina Sukarya; Wa Ode Salma; Jafriati
Indonesian Health Science Journal Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v5i2.137

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah. Pengetahuan ibu, perilaku keluarga sadar gizi, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diyakini memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku keluarga sadar gizi, terhadap kejadian stunting di Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah. Metode: Penelitian ini merupakan sebuah studi observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data di analisis menggunakan uji chi square, dan uji regeresi logistik, dengan baplikasi spss versi 25.0. Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keluarga sadar gizi, seperti menimbang berat badan rutin (p = 0,053), pemberian ASI eksklusif (p = 0,583), dan konsumsi makanan beragam (p = 0,001), menggunakan garam beryodium ( p = 1,000) , dan mengkonsumsi suplemen gizi (p = 1,000). Kesimpulan: mengkonsumsi makanan yang beragam memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian stunting pada balita, sedangkan menimbang berat badan secara rutin, memberikan asi eksklusif, konsumsi garam beryodium dan konsumsi sumplemen gizi tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, program-program yang meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi dan PHBS harus diperkuat untuk menurunkan angka stunting di daerah tersebut.
EDUKASI ANADALO MOMAHE (MENGINGAT POLA MAKAN SEHAT DAN ENAK) DI SD NEGERI 5 MORAMO UTARA, KONAWE SELATAN TAHUN 2024 Rahman; Hartati Bahar; Suhadi; Jafriati; Nurmaladewi; Paridah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 02 (2024): MARET 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal. Sekolah merupakan subsistem pendidikan formal. Sekolah merupakan subsistem pendidikan, karena lembaga Pendidikan, karena lembaga pendidikan itu sesungguhnya identic dengan jaringan-jaringan kemasyarakatan, sebab dalam prosesnya terdapat aktifitas kemanusiaan dan pemanusiaan sejati . Sementara itu, siswa/i membutuhkan konsumsi pangan yang cukup dengan gizi seimbang karena masih mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Siswa sekolah dasar menghabiskan seperempat waktunya untuk beraktivitas di sekolah. Mereka lebih banyak mengkonsumsi makanan jajanan. Hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan makanan jajanan yang baik untuk dikonsumsi sehingga tidak menimbulkan masalah Dyspepsia (Gangguan Pencernaan), maka dari itu tujuan dari kegiatan ini ialah untuk memberikan pemahaman kepada siswa (i) di SDN 5 Moramo Utara mengenai Dyspepsia (Gangguan Pencernaan), dan cara menerapkan pola makanan sehat melalui media poster. Berdasarkan hasil kuesioner pre test dan post test didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan rata-rata pre test yang diberikan sebelum penyuluhan dan post test yang diberikan setelah penyuluhan. Hal ini menandakan bahwa pemberian poster kepada siswa (i) sebagai media penyuluhan telah berhasil merubah pengetahuan dan sikap mereka.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa FKM UHO Tahun 2025 Raqhil Caesario Sanggo; Jafriati; Hariati Lestari
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v3i4.620

Abstract

Insomnia is the inability or difficulty sleeping both in terms of quantity and quality. Complaints for insomnia sufferers are characterized by complaints of difficulty sleeping, feeling short of sleep, sleeping with frightening dreams, and complaints of disturbed health. The causes of insomnia come from internal factors (intrinsic), namely: anxiety, stress, motivation and age while external factors (extrinsic), namely: use of drugs, general medical disorders, environmental and lifestyle factors such as smoking, using gadgets without time, irregular physical activity, and consuming caffeinated drinks. This study aims to determine what factors are related to the occurrence of insomnia in students of the Faculty of Public Health, Halu Oleo University in 2025. The research method used in this study is an analytical research method with a cross-sectional approach. The population in this study was 766 students of the Faculty of Public Health, Halu Oleo University, class of 2021 and 2022. The number of samples in this study was 256 students. The sampling technique used in this study was probability sampling using stratified random sampling technique. The results of this study indicate that there is a relationship between the duration of gadget use (0.000), physical activity (0.005), stress level (0.000), and anxiety level (0.000) with the incidence of insomnia, and there is no relationship between family support (1.000) with the incidence of insomnia in students of the Faculty of Public Health, Halu Oleo University in 2025. It is hoped that students will pay more attention to their lifestyle because a healthy lifestyle is the key to achieving a prosperous and disease-free life.
Edukasi Optimalisasi Anggur Laut (Caulerpa lentillifera) sebagai Pangan Prebiotik Lokal untuk Kesehatan Usus Ibu dan Anak di Kecamatan Soropia Nasruddin, Nina; Mulyawati, Sufiah Asri; Sri Susanty; Saida; Jafriati; Rhenislawaty; Arimaswati; Mariana Asmaningdiah; Harmin , Anawai Alifah Huwaida
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.241

Abstract

Disbiosis usus masih menjadi masalah kesehatan, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Gangguan keseimbangan mikrobiota usus pada ibu hamil dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, merupakan wilayah pesisir dengan potensi budidaya anggur laut yang besar, namun pemanfaatannya masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta kader kesehatan dalam mengoptimalkan anggur laut sebagai pangan prebiotik untuk kesehatan usus ibu dan anak. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Toronipa, Kecamatan Soropia, pada tanggal 19 November 2025 dengan 70 peserta. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan tentang mikrobiota usus dan peran prebiotik, serta pelatihan pengolahan anggur laut yang mempertahankan kandungan bioaktifnya. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 50.36% dari skor rata-rata 55.0 (pre-test) menjadi 82.7 (post-test). Perubahan sikap sangat signifikan, dengan peserta bersikap sangat positif meningkat dari 14.3% menjadi 54.3%, sedangkan sikap negatif menurun dari 24.3% menjadi 2.8%. Dengan demikian, program edukasi ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan anggur laut sebagai pangan prebiotik lokal yang mendukung kesehatan usus
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Pengolahan Limbah Medis di Rumah Sakit Umum Aliyah Kota Kendari: Analysis of Factors Related to Medical Waste Treatment in Rumah Sakit Umum Aliyah Kendari City Al Edy Dawu; Ramadhan Tosepu; Adius Kusnan; Asnia Zainudin; Jafriati; Mubarak
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2636

Abstract

Latar belakang: Limbah Medis adalah hasil buangan dari Aktifitas Medis pelayanan Kesehatan. Pengolahan limbah medis pelayanan kesehatan berbasis wilayah adalah upaya pengolahan limbah medis pada fasilitas pelayanan kesehatan yang seluruh tahapannya dilakukan di suatu Wilayah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah (Permenkes RI NO.18 Tahun 2020). Sampah rumah sakit memiliki potensi dampak penting terhadap penurunan kualitas maupun secara langsung memiliki potensi bahaya bagi kesehatan masyarakat seperti infeksi nosokomial, gangguan kesehatan, pencemaran lingkungan, serta gangguan pekerjaan, oleh karena itu perlu adanya pengelolaan limbah medis padat secara benar dan aman. Tujuan: Untuk mengetahui Analisis Faktor yang berhubungan dengan Pengelolaan Limbah Medis Di Rumah Sakit Umum Aliyah Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitain sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel mengunakan Total sampling. Hasil: Analisis data menggunakan analisis statistik secara univariat bivariat dan multivariat, hasil menujukkan bahwa 64 orang (64%) petugas Kesehatan memiliki pengetahuan yang baik, 28 orang (28%) tenaga Kesehatan memiliki pengetahuan yang sedang dan 8 orang (8%) petugas Kesehatan memiliki pengetahuan kurang.91 orang (91%) petugas Kesehatan menyatakan baik untuk sarana dan prasarana sedangkan 9 orang (9%) tenaga Kesehatan meyatakan kurang untuk sarana dan prasarana rumah sakit. Kemudian untuk yang memiliki perilaku baik sebanyak 78 orang (78%) berperilaku sedang 6 orang (6%) dan berperilaku kurang sebanyak 16 orang (16%). Berdasarkan hasil uji statistic di ketahui bahwa P-Value =0,006< 0.05, ada hubungan antara pengetahuan petugas Kesehatan dengan pengolahanl limbah medis rumah sakit. Kemudian diperoleh P-Value = 0,005<0,05, ada hubungan antara sarana dan prasarana dengan pengolahan limbah medis rumah sakit. Dan diperoleh P-Value =0,005<0,05, ada hubungan antara perilaku petugas Kesehatan dengan pengelolaan limbah rumah sakit. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sarana dan prasarana serta perilaku dengan pengolahan limbah medis di rumah sakit umum Aliyah. Dan yang paling mempengaruhi pengelolaan limbah medis dari ketiga variabel yang diteliti adalah variabel sarana dan prasarana.