Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Antioxidant Activity of Hydroalcoholic Extract of Puguntano Herbs and Andaliman Fruits by Cuprac Methods Satria, Denny; Dalimunthe, Aminah; Sitorus, Panal; Waruwu, Syukur Berkat; Vadhila, Mumtaz; Wahyu, Muhammad
Majalah Obat Tradisional Vol 29, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mot.90337

Abstract

Free radical damage to the body can be prevented and repaired using antioxidants. Various natural ingredients native to Indonesia contain antioxidants, which are needed to improve people's health at an affordable cost. Puguntano (Picria fel-terrae) and Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) are natural ingredients that can be used as antioxidants. This research determined the antioxidant activity and differences in IC50 values of hydroalcoholic extracts from Puguntano (Picria fel-terrae Lour) herbs and Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium Fruits). Hydroalcoholic extracts were prepared by maceration using 90%, 80%, 70%, 60% and 50% ethanol. Antioxidant capacity was measured using the CUPRAC method, and quercetin was used as a positive control. The results were showed that the IC50 value for hydroalcoholic extracts of Puguntano herbs (27.02 ± 0.15 µg/mL, 25.94 ± 0.22 µg/mL, 25.12 ±0.15 µg/mL, 22.07 ± 0.23 µg/mL, and 23.86 ±0.18 µg/mL) and for Andaliman fruits (41.65 ± 0.30 µg/mL, 36.59 ± 0.40 µg/mL, 34.13 ± 0.44 µg/mL, 25.46 ± 0.30 µg/mL, 25.39 ± 0.30 µg/mL) respectively and quercetin 2.21 ± 0.02 µg/mL. Hydroalcoholic extracts of Puguntano herbs and Andaliman fruits have antioxidant activity, with each concentration having an IC50 of less than 50 µg/mL. The test sample's antioxidant activity is indicated by its lower IC50 value.
EVALUASI PROTAP RECALL DI PEDAGANG BESAR FARMASI PT. MILLENNIUM PHARMACON INTERATIONAL TBK CABANG MEDAN Surbakti, Christica Ilsanna; Waruwu, Syukur Berkat; Tampubolon, Manuppak Irianto
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i1.4873

Abstract

Penarikan kembali suatu produk atau lebih dikenal dengan product recall Hal ini biasa terjadi pada produk cacat yang disebabkan oleh kelalaian perusahaan pada saat produksi. Produsen melakukan tindakan product recall untuk meningkatkan citra produsen dan menjaga kepercayaan konsumen, karena produsen tentunya tidak ingin kehilangan konsumennya. Adapun tujuan recall adalah menjamin proses penarikan obat dari seluruh gudang (pusat/cabang) dan/atau pelanggan dalam batas waktu yang telah ditentukan, dengan prinsip: tepat waktu, dalam jumlah yang tepat, dan dengan proses yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sesuai petunjuk BPOM/prinsipal agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat
Green Synthesis of Silver Nanoparticles Using Extract of Kluwih Leaves (Artocarpus camansi Blanco.) by Microwave-Assisted Irradiation and Their Antibacterial Properties Siregar, Nina Ashariani; Putra, Effendy De Lux; Sinaga, Siti Morin; Satria, Denny; Waruwu, Syukur Berkat
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 5 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v5i3.540

Abstract

Nanoparticles are particles measuring 1-100 nm that were synthesized using metals, and silver was a commonly used metal because of its potential as an antibacterial agent. Physical and chemical methods were often used in synthesis but are less environmentally friendly. Alternatively, biological processes that utilize phytochemical compounds as reducing agents are preferred. One of the plants rich in phytochemical compounds was kluwih leaves (Artocarpus camansi Blanco). This study aimed to synthesize silver nanoparticles (AgNPs) mediated by kluwih leaves using microwave irradiation. Characterization of nanoparticles was carried out by visual observation and using UV-Vis spectrophotometry. Antibacterial activity was evaluated by determining MIC (Minimum Inhibitory Concentration) and MBC (Minimum Bactericidal Concentration), followed by examining DNA and protein leakage and biofilm formation using a microdilution method against S. epidermidis and P. aeruginosa. The results showed that AgNPs from kluwih leaves had been successfully formed and could be used as reducing agents in AgNPs biosynthesis. Visual color changed, and analysis of UV-Vis spectrophotometry showed peaks at 441 nm. The results of the antibacterial evaluation showed MIC 1.90 µg/ml (S. epidermidis) and 7.80 µg/ml (P. aeruginosa) also caused cell leakage and reduced biofilm formation significantly at a concentration of 1/2 MIC. These results were promising for further development in future research.
Aktivitas Gel Ekstrak Daun Suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Sianipar, Artha Yuliana; Ginting, Ovalina Sylvia Br.; Gaho, Grace Ekariani; Fitri, Raissa; Anastasia, Grace; Furqan, Mainal; Waruwu, Syukur Berkat
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3089

Abstract

Latar belakang: Daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) dimanfaatkan sebagai pengobatan luka bakar karena memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas penyembuhan luka bakar dan konsentrasi yang efektif dalam menyembuhkan luka bakar pada tikus putih jantan dengan pemberian gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth). Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental kuantitatif, terdiri atas 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol positif (gel Bioplacenton), kontrol negatif (basis gel), serta 3 kelompok gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Parameter yang diamati yaitu pengukuran diameter luka bakar yang telah diberikan perlakuan gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) selama 15 hari. Analisis statistik penurunan diameter luka bakar dilakukan dengan menggunakan uji one way anova dengan nilai p<0.05 dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ketiga formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka bakar. Kesimpulan: Sediaan gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) konsentrasi 15% memiliki aktivitas yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar
HEART HEALTH AWARENESS: MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG KESEHATAN JANTUNG DI KLINIK PRATAMA NUSANTARA KESEHATAN Prayoga, Andre; Fitri, Raissa; br Ginting, Grace Anastasia; Waruwu, Syukur Berkat; Utama, Rezza Fikrih; Maimunah, Siti
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6134

Abstract

Latar belakang: Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia dan dunia. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap faktor risiko serta pencegahan penyakit jantung menjadi latar penting untuk dilakukan edukasi kesehatan..Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2025 di Klinik Pratama Nusantara Kesehatan, Jalan Bakti Luhur No. 17 Medan. Sasaran kegiatan adalah masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Kegiatan terdiri dari edukasi kesehatan jantung, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran denyut nadi, serta sesi konsultasi oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Universitas Sari Mutiara Indonesia. Hasil: Kegiatan ini diikuti oleh ±50 orang peserta dengan antusiasme tinggi. Lebih dari 30% peserta memiliki tekanan darah tinggi namun belum pernah mendapatkan edukasi atau pemeriksaan sebelumnya. Setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap faktor risiko dan pencegahan penyakit jantung berdasarkan hasil evaluasi singkat. Kesimpulan: Kegiatan edukasi kesehatan jantung ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat, dan dapat dijadikan model untuk kegiatan promotif-preventif berkelanjutan di komunitas.