Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PELATIHAN KEPADA MASYARAKAT TENTANG PEMBUATAN DAN CARA PENGGUNAAN SEDIAAN SABUN CUCI TANGAN CAIR DARI BAHAN ALAM PADA MASYARAKAT DI PUSKESMAS BANDAR KHALIPAH KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Utama, Rezza Fikrih; Situmorang, Manahan; Hutauruk, Dumatina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 yang masih mengkhawatirkan serta ditambah pula kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengikuti protokol kesehatan yang masih sangat rendah, menggunggah tim pengabdian untuk turut memberikan kontribusi dalam mencegah penyebaran Covid 19. Pelatihan pembuatan dan cara penggunaan sabun cair cuci tangan yang merupakan salah satu prosedur yang sangat penting dalam mencegah penularan virus dilakukan dengan cara temu muka dengan jumlah peserta terbatas dan penggunaan protokol kesehatan yang ketat. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan berjalan dengan lancar dan diharapkan dapat menambah pengetahuan, serta meningkatkan kesadaran untuk mengikuti protokol kesehatan dalam usaha mencegah penularan virus. Kegiatan ini dilaksanakan di puskesmas bandar khalipah kecamatan percut sei tuan.
EDUKASI DAN PENGENALAN MANFAAT JUS BUAH BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI MENCEGAH PENUAAN DINI Fitri, Raissa; Utama, Rezza Fikrih; Suryani, Monica
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuaan atau aging merupakan perubahan manusia yang diakibatkan oleh faktor usia, psikologi, dan sosial. Pada umumnya aging diartikan sebagai perubahan fisik manusia. Perubahan fisik dapat dihambat dengan salah satunya menggunakan anti aging seperti obat atau kosmetik (Maria, 2007). Penuaan juga dipengaruhi oleh faktor reactitive oxygen species (ROS)yang dihasilkan dalam sel. ROS adalah produk sampingan dari respirasi aerobic yang terlibat dalam beberapa modifikasi reaksi seluler seperti paparan logam berat, radiasi pengion maupun zat anti oksidan. Secara normal ROS dapat dihilangkan oleh adanya antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD, katalase (CAT), glutathione peroksidase (GPx) dan glutathione reduktase (GR) (Nur et.al, 2017)Metode yang dilakukan pada Pengabdian ini adalah deskriptif kuantitatif, dimana data vitamin C dan aktivitas antioksidan kombinasi jus buah bit didapatkan melalui pemeriksaan laboratorium secara kuantitatif. Dalam Pengabdian Putri (2016) aktivitas antioksidan buah bit memiliki nilai IC50 79,73 µg/mL yang termasuk kategori kuat Kandungan gizi dalam makanan atau minuman, dalam hal ini zat besi dan vitamin C dalam kombinasi jus buah bit perlu dianalisis agar masyarakat dapat mengetahui jumlah yang harus dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian. Selain itu sebagai upaya mencegah penuaan dini. Edukasi dan pengenalan manfaat jus buah bit (Beta vulgaris L.) sebagai mencegah penuaan dini pada masyarakat perlu dilakukan agar pemanfaatan jus buah bit semakin baik di masyrakat. Jus buah bit dengan kandungan zat besi, vitamin C dan aktivitas antioksidan tertinggi adalah formulasi K4 yang terbuat dari 25% buah bit dan 75%. Edukasi dan pengenalan manfaat jus buah bit (Beta vulgaris L.) sebagai mencegah penuaan dini, jus buah bit dapat dijadikan alternatif minuman.
Sosialisasi Kandungan Fenol Dan Flavonoid Herba Puguntano (Picriafel Terrae) Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi Pharmaca Priltius, Natanael; Utama, Rezza Fikrih; Sembiring, Antonius Wilson
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herba puguntano (Picriafel terrae) famili Scropulariaceae, merupakan tanaman herba tahunan yang berfungsi sebagai obat tradisional untuk mngobati demam, diare, dan diabetes. Kandungan utama dalam herba puguntano yaitu senyawa metabolit fenol dan flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa fenol dan termasuk salah satu metabolit sekunder pada tumbuhan yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan informasi kepada siswa sekolah menengah kejuruan farmasi pharmaca medan mengenai kandungan fenol dan flavonoid herba puguntano sebagai pengobatan. Hasil Kegiatan pelaksanaan ini memberikan informasi tentang kandungan fenol dan flavonoid herba puguntano sebagai pengobatan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, mendapatkan sambutan baik dari Kepala sekolah, para pengajar dan siswa- siswi yang sekiranya mendapatkan informasi serta pngetahuan.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Katak Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Terhadap Bakteri Propionibacterium acne Dan Staphylococcus epidermis Sapitri, Alfi; Marbun, Eva Diansari; Maimunah, Siti; Ginting, Mandike; Arisetya, Dian; Utama, Rezza Fikrih
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9704

Abstract

Beberapa tahun belakangan ini, penggunaan obat-obatan herbal yang berasal dari tumbuhan dan rempah meningkat. Tidak hanya di negara berkembang, namun juga dinegara maju salah satunya yaitu tanaman porang. Mengatasi infeksi bakteri diperlukan pencarian senyawa alternatif yang berasal dari bahan alam yang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri tersebut, tanaman porang memiliki berbagai kandungan senyawa kimia yang berperan sebagai antijamur, antibakteri, zat sitotoksik, imunomodulator, antelmintik (anti cacing), dan hepatoprotektif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dari katak porang terhadap bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis. Serbuk simplisia katak porang dikarakterisasi dan di skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan fitokimianya. Serbuk simplisia katak porang diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol, selanjutnya ekstrak etanol dibuat dalam berbagai konsentrasi dan uji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Propionibacterium acne dan dan staphylococcus epidermidis. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan pencandang kertas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simplisia katak porang memiliki kadar air 6,0867%, kadar sari larut dalam air 29,1161%,  kadar sari larut dalam etanol 9,7002%, kadar abu total 93,5125%, dan kadar abu larut dalam asam 91,9645%. Simplisia katak porang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin. Ekstrak etanol katak porang memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%, pada bakteri Propionibacterium acne dengan daerah hambat 6,90 mm; 7,76 mm; 8,66 mm; 9,46 mm; dan 10,16 mm. Pada bakteri Staphylococcus epidermidis 6,76 mm; 7,60 mm; 8,36 mm; 9,03 mm; dan 9,60 mm. Ekstrak etanol dari katak porang memiliki aktivitas antibakteri yang lemah terhadap bakteri Propionibakterium acne dan Staphylococcus epidermidis
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Katak Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Terhadap Bakteri Propionibacterium acne Dan Staphylococcus epidermis Sapitri, Alfi; Marbun, Eva Diansari; Maimunah, Siti; Ginting, Mandike; Arisetya, Dian; Utama, Rezza Fikrih
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9704

Abstract

Beberapa tahun belakangan ini, penggunaan obat-obatan herbal yang berasal dari tumbuhan dan rempah meningkat. Tidak hanya di negara berkembang, namun juga dinegara maju salah satunya yaitu tanaman porang. Mengatasi infeksi bakteri diperlukan pencarian senyawa alternatif yang berasal dari bahan alam yang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri tersebut, tanaman porang memiliki berbagai kandungan senyawa kimia yang berperan sebagai antijamur, antibakteri, zat sitotoksik, imunomodulator, antelmintik (anti cacing), dan hepatoprotektif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dari katak porang terhadap bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis. Serbuk simplisia katak porang dikarakterisasi dan di skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan fitokimianya. Serbuk simplisia katak porang diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol, selanjutnya ekstrak etanol dibuat dalam berbagai konsentrasi dan uji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Propionibacterium acne dan dan staphylococcus epidermidis. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan pencandang kertas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simplisia katak porang memiliki kadar air 6,0867%, kadar sari larut dalam air 29,1161%,  kadar sari larut dalam etanol 9,7002%, kadar abu total 93,5125%, dan kadar abu larut dalam asam 91,9645%. Simplisia katak porang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin. Ekstrak etanol katak porang memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%, pada bakteri Propionibacterium acne dengan daerah hambat 6,90 mm; 7,76 mm; 8,66 mm; 9,46 mm; dan 10,16 mm. Pada bakteri Staphylococcus epidermidis 6,76 mm; 7,60 mm; 8,36 mm; 9,03 mm; dan 9,60 mm. Ekstrak etanol dari katak porang memiliki aktivitas antibakteri yang lemah terhadap bakteri Propionibakterium acne dan Staphylococcus epidermidis
HEART HEALTH AWARENESS: MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG KESEHATAN JANTUNG DI KLINIK PRATAMA NUSANTARA KESEHATAN Prayoga, Andre; Fitri, Raissa; br Ginting, Grace Anastasia; Waruwu, Syukur Berkat; Utama, Rezza Fikrih; Maimunah, Siti
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6134

Abstract

Latar belakang: Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia dan dunia. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap faktor risiko serta pencegahan penyakit jantung menjadi latar penting untuk dilakukan edukasi kesehatan..Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2025 di Klinik Pratama Nusantara Kesehatan, Jalan Bakti Luhur No. 17 Medan. Sasaran kegiatan adalah masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Kegiatan terdiri dari edukasi kesehatan jantung, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran denyut nadi, serta sesi konsultasi oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Universitas Sari Mutiara Indonesia. Hasil: Kegiatan ini diikuti oleh ±50 orang peserta dengan antusiasme tinggi. Lebih dari 30% peserta memiliki tekanan darah tinggi namun belum pernah mendapatkan edukasi atau pemeriksaan sebelumnya. Setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap faktor risiko dan pencegahan penyakit jantung berdasarkan hasil evaluasi singkat. Kesimpulan: Kegiatan edukasi kesehatan jantung ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat, dan dapat dijadikan model untuk kegiatan promotif-preventif berkelanjutan di komunitas.
Test The Activity of Microgel Preparations from Skin Extract Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth) on The Healing of Cut Wounds in White Rats (Rattus novergicus) Utama, Rezza Fikrih; Situmorang, Renni Paska; Husaini, Fahri; Andry, Muhammad; Wijayanti, Fitria Eka Resti
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 3 (2024): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i3.7609

Abstract

The skin is the largest and heaviest organ in the body, covering its outer surface. Wounds are often experienced by everyone due to the loss of epithelial integrity of the skin. Jengkol fruit skin is useful as a burn medicine and antiseptic to test the activity of microgel preparations from jengkol skin extract (Pithecellobium lobatum Benth) on healing cuts in white rats (Rattus novergicus). This study was a true experimental, post test control only design using the Completely Randomized Design (CRD) statistical method. The data were analyzed statistically using SPSS and continued with ANOVA test to see significant differences between the 5 treatment groups. The results of the study obtained microgel preparations that had activity for healing cuts on the backs of white rats, namely the F3 preparation with a concentration of 15% jengkol skin extract with wound observation for 12 days. In conclusion, cuts on the backs of white rats can be healed with jengkol skin extract.
FORMULASI SEDIAAN LIP BALM YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) SEBAGAI PELEMBAB BIBIR Julia Susanti; Utama, Rezza Fikrih; Wilson Sembiring, Antonius
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lip balm is a preparation that is applied to the lips and functions as a moisturizer by forming an immiscible oil layer on the surface of the lips. Arabica coffee plants contain phenolic and flavonoid compounds that act as antioxidants and flavonoids are also considered to protect the body from the effects of free radicals and environmental pollution which are good for the lips. The purpose of this study was to formulate lip balm using Arabica coffee leaf extract and to evaluate its effectiveness as a lip balm. Arabica coffee leaves were extracted by maceration using 96% ethanol solvent and concentrated with a rotary evaporator. Arabica coffee leaf extract was formulated with concentrations, 5%, 7.5%, and 10%, as a blank used lip balm base. Tests on lip balm preparations include organoleptic tests, homogeneity tests, pH measurements, strength tests, melting point tests, irritation tests and stability tests for preparations with parameters such as odor, color and pH during 28 days of storage. Testing the ability of the preparation to moisturize using a skin analyzer once a week for 28 days. The results showed that all lip balm preparations were homogeneous, had a pH of 5.6-6.2 and were stable for 12 weeks of storage. The preparation of pomegranate peel extract lip balm with a concentration of 10% can provide the best lip moisturizing effect to restore lip skin after 4 weeks. All lip balm preparations of Arabica coffee leaf extract do not irritate the skin. Lip balm preparation with 10% arabica coffee leaf extract concentration showed effectiveness as the best lip balm.