Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

UJI AKTIVITAS DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI EKSTRAK N-HEKSANA Ocimum basilicum L. TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Wau, Bernadeth Intan Jutersfan; Furqan, Mainal; Lifiani, Realita
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i1.4584

Abstract

Daun kemangi dalam dunia kesehatan dapat berfungsi sebagai salah satu antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan mengetahui kemampuan ekstrak n-heksana daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dari konsentrasi 20%, 40%, dan 60% dengan kontrol positif amoxicillin dan kontrol negatif DMSO. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Pengujian aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi menggunakan kertas cakram. Ekstrak daun kemangi dibuat oleh metode maserasi menggunakan n-heksana sebagai pelarut. Hasil dari uji skrining fitokimia bubuk daun kemangi menunjukkan adanya senyawa flavonoid, Steroid/Triterpenoid, Tanin, dan Saponin. Hasil antibakteri uji aktivitas menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi memberikan zona hambat pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60% terhadap bakteri Streptococcus mutans yang masing-masing memiliki daya hambat zona (6,8 mm), (7,3 mm), (9,5 mm), amoxicillin 15,51 mm. Kesimpulan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans.
FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT DARI EKSTRAK UMBI WORTEL (Daucus Carota L.) SEBAGAI PELEMBAB Furqan, Mainal; Simamora, Santy; Rumela, Nuranti
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i1.4588

Abstract

Tumbuhan wortel mempunyai kandungan senyawa fenol, serta antioksidan alami yaitu provitamin A serta karotenoid. Betakaroten dalam umbi wortel (Daucus carota L.) bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit, melembutkan kulit sehingga kulit selalu tampak berseri. Oleh karena itu umbi wortel memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan aktif pada pembuatan sabun. Tujuan penelitian untuk mengetahui umbi wortel (Daucus carota L.) dapat diformulasikan kedalam sediaan sabun mandi padat yang berfungsi sebagai sabun pelembab kulit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental yaitu melakukan percobaan membuat formulasi sabun mandi padat dari umbi wortel dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Uji yang dilakukan pada penelitian ini meliputi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, uji alkali bebas, uji iritasi terhadap kulit sukarelawan, uji kelembaban terhadap kulit sukarelawan, dan uji hedonik terhadap penelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi wortel dapat diformulasikan menjadi sabun mandi padat. Yang memiliki pH pada kisaran 8-11 dan memiliki busa yang cukup tinggi serta tidak menimbulkan iritasi terhadap kulit sukarelawan dan dapat meningkatkan kelembaban terhadap kulit sukarelawan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah umbi wortel dapat diformulasikan kedalam sediaan sabun mandi padat sebagai pelembab.
HUBUNGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DENGAN KEBERHASILAN TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PANGKALAN BUDIMAN TAHUN 2023 Sembiring, Jimmy Semsion; Thaib, Cut Masyithah; Furqan, Mainal
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i2.4592

Abstract

Menurut WHO, sekitar 972 juta (26,4%) penduduk dunia menderita hipertensi dan diperkirakan akan meningkat menjadi 29,2% pada tahun 2025. Berdasarkan hasil riset dari Riskesdas 2018, Kabupaten Serdang Bedagai yang mendapat nilai prevalensi 26,25% yang termasuk kategori kecil jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Namun di salah satu puskesmas yaitu Puskesmas Pangkalan Budiman masih mengalami kasus hipertensi yang tinggi tiap bulannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan keberhasilan terapi hipertensi dan mengamati karakteristik pasien hipertensi yang berada di Puskesmas Pangkalan Budiman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Pada penelitian ini diambil sampel populasi pasien hipertensi dengan menggunakan quota sampling yaitu sebanyak 90 sampel, dan kuesioner digunakan sebagai alat untuk menentukan kepatuhan minum obat dengan kriteria rendah, sedang dan tinggi, serta rekam medis pasien digunakan untuk menentukan kesuksesan terapi dengan kriteria berhasil dan tidak berhasil. Analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Pangkalan Budiman mayoritas berumur 51-60 tahun berjenis kelamin perempuan dengan tingkat pendidikan terbanyak yaitu tidak sekolah dan telah menderita penyakit hipertensi > 1 tahun. Kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Pangkalan Budiman yaitu paling tinggi terdapat pada pasien dengan kepatuhan rendah sebanyak 43,3%, kepatuhan sedang sebanyak 15,6% dan kepatuhan tinggi sebanyak 41,1%. Keberhasilan terapi pada pasien hipertensi di Puskesmas Pangkalan Budiman yaitu pasien yang berhasil sebanyak 74,4% dan pada pasien yang tidak berhasil sebanyak 25,6%. uji Chi Square didapatkan Pvalue 0,001 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan keberhasilan terapi pasien hipertensi di Puskesmas Pangkalan Budiman.
Iodine value analysis on RBD palm olein and RBD palm stearin Lestari, Puji; Yusuf, Faisal; Furqan, Mainal
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i1.5927

Abstract

Studies and analyses were made to determine the degree of uncertainty in the iodine value estimation of refined, bleached, and deodorized (RBD) palm oil and after fractination (RBD palm olein and RBD palm stearin). At refining process and produce Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO), enter the fractionation process will produce RBD palm olein (RBDPL) and RBD palm stearin (RBDPS). A commonly used metric to assess the quality of vegetable oils is the iodine value (IV).  The main objective is to observe IV of RBDPL and RBDPS after fractination process. The approved AOCS Cd 1–25 technique was used to compute this parameter. The IV of the RBDPO samples shows that RBDPL and RBD PS met the requirement specified by PORAM with a iodine value of RBDPO is 52.33°C–53.06°C for RBDPO (standard 50-55), RBDPL is 58.13 – 58.40 (standard min 56) and RBDPS is 34.18 – 35.81 (standard 48 max).
Aktivitas Gel Ekstrak Daun Suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Sianipar, Artha Yuliana; Ginting, Ovalina Sylvia Br.; Gaho, Grace Ekariani; Fitri, Raissa; Anastasia, Grace; Furqan, Mainal; Waruwu, Syukur Berkat
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3089

Abstract

Latar belakang: Daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) dimanfaatkan sebagai pengobatan luka bakar karena memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas penyembuhan luka bakar dan konsentrasi yang efektif dalam menyembuhkan luka bakar pada tikus putih jantan dengan pemberian gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth). Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental kuantitatif, terdiri atas 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol positif (gel Bioplacenton), kontrol negatif (basis gel), serta 3 kelompok gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Parameter yang diamati yaitu pengukuran diameter luka bakar yang telah diberikan perlakuan gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) selama 15 hari. Analisis statistik penurunan diameter luka bakar dilakukan dengan menggunakan uji one way anova dengan nilai p<0.05 dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ketiga formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka bakar. Kesimpulan: Sediaan gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) konsentrasi 15% memiliki aktivitas yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar
Quality of solid and liquid oils in food applications: Insights from slip melting point and iodine value Lestari, Puji; Yusuf, Faisal; Furqan, Mainal
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v8i1.6912

Abstract

This study's main objective was to assess and compare the quality of liquid and solid oil on their iodine value (IV) and slip melting point (SMP). This study employed a comparative experimental design, in which liquid oil (palm olein) and solid oil (a blend of palm olein and palm stearin) were analyzed under controlled laboratory conditions. Standardized analytical methods were used to ensure reliable comparison between oil types. AOCS Official Method Cc 3-25 was used to calculate the SMP, and the Wijs method was used to measure the IV in accordance with AOCS Official Method Cd 1-25. IV solid oil are 51.80, 52.35 and 52.76 (? = 52.30),  SMP solid oil are 37.4, 37.8 and 37.4 (  IV liquid oil are 58.59, 58.55 and 58.11 (? = 58.42), SMP liquid oil are 19.6, 19.6 and 19.8 ( . In conclusion, liquid oil is higher iodine value that means greater content of Unsaturated fatty acids are linked to positive cardiovascular health outcomes. Solid oil, on the other hand, showed a higher slip melting point, which implies greater thermal stability and makes it more appropriate for high-temperature frying applications.
OPTIMALISASI FARMAKOTERAPI: IDENTIFIKASI DAN EDUKASI TENTANG ADRs DAN DRPs PADA PESERTA PROLANIS WILAYAH PUSKESMAS SURIAN, KABUPATEN SOLOK, SUMATERA BARAT Gumala, Azhoma; Armenia, Armenia; Prima Putra, Deddi; Syafni, Nova; Handayani, Fitri; Eka Putri, Desi; Furqan, Mainal; Sentat, Triswanto; Gusnelti, Yessi; Lucida, Henny
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Peningkatan risiko reaksi obat yang tidak diinginkan (adverse drug reactions/ADRs) dan masalah terkait obat (drug-related problems/DRPs) pada pasien penyakit kronis, khususnya peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS), sangat membutuhkan informasi dan edukasi intensif terkait optimalisasi terapi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi insiden ADRs dan DRPs pada kelompok PROLANIS di Puskesmas Surian dan memberikan edukasi yang terfokus untuk meminimalkan risiko, demi mencapai terapi optimal. Kegiatan diawali dengan wawancara dan pengumpulan data kuesioner dari 30 responden (semua perempuan). Hasil demografi menunjukkan mayoritas responden (70,00%) berusia 45–64 tahun, dan dua pertiga (66,67%) mengalami polifarmasi (menderita 3–7 penyakit kronis). Empat penyakit utama yang diderita adalah artritis, hipertensi, hiperurisemia, dan dislipidemia. Penting untuk dicatat, 60% responden melaporkan keluhan yang mengindikasikan ADRs dan DRPs. Sebagian besar subjek memperoleh obat dari tenaga kesehatan formal (86,67%). Tindak lanjut kegiatan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis (tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat) serta konseling langsung. Pasien PROLANIS menerima edukasi mendalam tentang cara penggunaan obat yang benar, terutama dalam terapi polifarmasi, untuk meminimalkan masalah terkait obat. Disimpulkan bahwa edukasi intensif dan berkelanjutan mengenai obat-obatan, pengobatan alternatif, dan suplemen kesehatan kepada komunitas PROLANIS sangat penting. Intervensi ini secara signifikan berkontribusi pada keselamatan pasien dan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan penyakit kronis.