Soelistyowati, Endang
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Rw 03 Desa Berbek Waru Sidoarjo Aulia Alifiah, Ninda Putri; Soelistyowati, Endang; Padoli, Padoli; Indriatie, Indriatie
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.106

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan minum obat adalah suatu bentuk perilaku yang timbul akibat adanya interaksi anatara petugas kesehatan dan pasien sehingga pasien mengerti rencana dengan segala konsekuensinya dan menyetujui rencana tersebut serta melaksanakannya. Terapi dengan obat merupakan kunci utama untuk mengontrol tekanan darah. Pengobatan hipertensi dipengaruhi oleh kepatuhan pasien mengkonsumsi obat darah tinggi dan melakukan modifikasi gaya hidup.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pasien hipertensi di RW 03 Desa Berbek Waru Sidoarjo terdapat 45 orang. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan variabel tekanan darah. Dalam mengumpulkan data penelitian dari pasien hipertensi menggunakan kuesioner yang nantinya akan disebarkan kepada pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (63%) patuh minum obat,  dan mengalami hipertensi stage 1 (65%). Ada  hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi, Dimana pasien yang patuh minum obat cenderung mengalami tekanan darah yang terkendali atau stabil.  Diharapkan masyarakat tetap menjaga dan memertahankan kepatuhan dalam minum obat anti hipertensi, peran keluarga juga diharapkan untuk memberikan dukungan kepada pasien dalam mengikuti aturan minum obat serta Tindakan nonfarmakalogi yang lain agar terhindar terjadinya hipertensi berat. Kata Kunci : Kepatuhan Minum Obat, Tekanan Darah Pasien Hipertensi ABSTRACT Medication adherence is a form of behavior that arises as a result of interactions between health workers and patients so that patients understand the plan with all its consequences and agree to the plan and carry it out. Drug therapy is the key to controlling blood pressure. Treatment of hypertension is influenced by patient compliance with taking high blood pressure medication and making lifestyle modifications. The purpose of this study was to determine the relationship between compliance with taking medication with blood pressure in hypertensive patients. This type of research is quantitative with a Cross Sectional approach. The population of hypertension patients in RW 03 Berbek Village Waru Sidoarjo was 45 people. There are two variables in this study, namely the variable of adherence to taking medication for hypertensive patients and the variable of blood pressure. In collecting research data from hypertension patients using a questionnaire which will be distributed to hypertension patients. The results showed that most (63%) were compliant with taking medication, and experienced stage 1 hypertension (65%). There is a relationship between adherence to taking medication with blood pressure in hypertensive patients, where patients who adhere to taking medication tend to experience controlled or stable blood pressure. It is hoped that the community will maintain and maintain compliance in taking anti-hypertensive drugs, the role of the family is also expected to provide support to patients in following the rules of taking medication and other non-pharmacalogical actions to avoid severe hypertension.  Keywords: Adherence to Taking Medication, Blood Pressure of Hypertensive Patients
Pengetahuan Dan Sikap Wanita Usia Subur (Wus) Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Di RW 2 Desa Berbek Waru Sidoarjo Imanda, Ardita Novia; Soelistyowati, Endang; Padoli, Padoli; Ragayasa, Adivtian
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.107

Abstract

Deteksi dini kanker serviks adalah pemeriksaan untuk menemukan kanker di leher rahim, dar sejak perubahan awal sel (dysplasia) sampai dengan pra kanker. Setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual beresiko terkena kanker serviks sehingga diperlukannya deteksi dini sebagai langkah awal melihat kelainan pada area serviks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang deteksi dini kanker serviks di RW 2 Desa Berbek Waru Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian  deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 102 wanita usia subur (WUS) di RW 2 Desa Berbek Waru Sidoarjo yang dipilih dengan pusposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap terhadap deteksi dini kanker servik. Analisa data pada penelitian dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa hampir setengahnya (48%) memiliki pengetahuan cukup dan hampir setengahnya (35%) Wanita usia subur memiliki pengetahuan yang baik, Sebagian besar (54%) memiliki sikap negatif dan hampir setengahnya (46%) memiliki sikap positif terhadap deteksi dini kanker serviks. Diharapkan petugas kesehatan dapat melakukan promosi kesehatan khususnya tentang kanker serviks dan pencegahannya untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker serviks.
Pengetahuan Tentang HIV/AIDS Pada Siswa Kelas XII di SMA Negeri 1 Waru Adlina Dhiyavia, Yasmin; Soelistyowati, Endang; Joeliantina, Anita
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.108

Abstract

ABSTRAK   Pengetahuan tentang HIV/AIDS dan sikap terhadap kondisi ini sangat penting untuk pencegahan dan pengelolaan penyebarannya. Siswa adalah salah satu kelompok yang rentan terhadap risiko penularan HIV dan memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan tentang HIV/AIDS pada siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Waru. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan teknik quota sampling sebanyak 151 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner tentang pengetahuan HIV/AIDS yang disebarkan kepada siswa Kelas XII. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya siswa kelas XII memiliki pengetahuan yang baik, sebagian kecil siswa kelas XII memiliki pengetahuan yang cukup, sebagian kecil siswa kelas XII memiliki pengetahuan kurang tentang HIV/AIDS. Hasil penelitian ini diharapkan membantu dalam mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap individu yang hidup dengan HIV/AIDS, serta meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan di kalangan siswa   Kata Kunci : Pengetahuan, Remaja, HIV/AIDS   ABSTRACT   Knowledge of HIV/AIDS and attitudes towards this condition are essential for the prevention and management of its spread. Students are one of the groups that are vulnerable to the risk of HIV transmission and have great potential to become agents of change in prevention efforts. The purpose of this study was to determine the knowledge of HIV/AIDS among XII grade students at SMA Negeri 1 Waru. This type of research uses descriptive research methods with a cross sectional approach. Data collection using quota sampling technique as many as 151 students. The data collection tool used was a questionnaire on HIV/AIDS knowledge distributed to Class XII students. The results of the study showed that almost all students of class XII had good knowledge, a small proportion of class XII students had sufficient knowledge, a small proportion of class XII students had less knowledge about HIV/AIDS. The results of this study are expected to help in reducing stigma and discrimination against individuals living with HIV/AIDS, as well as increasing awareness and preventive behavior among students.