Abstrak. Gaya hidup sedentari semakin meningkat di kalangan mahasiswa, termasuk mereka yang berasal dari fakultas yang berorientasi pada olahraga. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pemahaman mahasiswa tentang pentingnya olahraga berbanding lurus dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan penerapan olahraga mahasiswa FIKK UNM serta mengidentifikasi kesenjangan antara keduanya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik wawancara singkat terhadap 110 mahasiswa FIKK UNM. Data yang dikumpulkan meliputi pemahaman tentang manfaat olahraga dan frekuensi penerapannya.Hasil menunjukkan bahwa 73 mahasiswa (66,4 %) memiliki pemahaman yang baik tentang olahraga, sementara 37 mahasiswa (33,6 %) tidak memahami dengan baik. Dari aspek penerapan, 68 mahasiswa (61,8 %) berolahraga lebih dari tiga kali per minggu, 14 mahasiswa (12,7 %) berolahraga kurang dari tiga kali per minggu, dan 28 mahasiswa (25,4 %) tidak melakukan olahraga sama sekali. Meskipun mayoritas mahasiswa memahami pentingnya olahraga, tingkat penerapannya belum sepenuhnya sesuai dengan standar rekomendasi kesehatan. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi intervensi berbasis perilaku dan lingkungan kampus untuk menjembatani gap antara pemahaman dan praktik olahraga mahasiswa.Kata Kunci: pemahaman dan penerapan olahraga, mahasiswa, sedentary lifestyle