Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE TERHADAP EFEKTIVITAS PERENCANAAN PEMBANGUNAN (Studi Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kendari) Haeruddin, Karnila
REZ PUBLICA Vol 3, No 1 (2017): March - May
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.488 KB) | DOI: 10.33772/rzp.v3i1.1905

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mendiskripsikan penerapan prinsip good governance terhadap efektivitas perencanaan pembangunan daerah Kota Kendari. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari yang berjumlah 143 orang. Selain itu dalam penentuan sampel, maka mengambil 25% dari jumlah populasi 143 orang sehingga menghasilkan nilai 35,75 dan digenapkan menjadi 36 orang. Jadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik (Good Governance) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari di tinjau dari 3 prinsip pokok Good Governance yakni akuntabilitas, transparansi dan partisipasi sudah cukup baik. Artinya bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari Sudah menerapkan Good Governance atau pemerintahan yang baik. Disisi lain, efektivitas perencananaan pembangunan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari sudah memenuhi tiga dimensi. Yaitu implementatif, aplikatif, dalam perencananaan stratejik. Dalam hal ini ketiga dimensi menunjukan kategori baik dan memadai. Kata Kunci : Good Governance, Perencanaan Pembangunan, Penerapan Prinsip
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Pecah Beling Strobilanthes Crispus Arniah Dali; Haeruddin Haeruddin; Wa Ode Yusmita Miranda; Nasriadi Dali
Al-Kimia Vol 5 No 2 (2017): December
Publisher : Study Program of Chemistry - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-kimia.v5i2.3642

Abstract

The antioxidant activity test of methanol extracts of the leaves nasty shard Strobilanthes crispus has been done. This study aims to test the phytochemical and antioxidant activity of methanol extracts of the leaves nasty shard Strobilanthes crispus. The leaves nasty shard are macerated with methanol for 3x24 hours. Further methanol extract was tested phytochemically and antioxidant activity by DPPH method (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazil). The result of phytochemical test showed that the methanol extract of the leaves nasty shard Strobilanthes crispus contain secondary metabolites of alkaloids, flavonoids, and saponins. The result of antioxidant activity test showed that the methanol extract of the leaves nasty shard Strobilanthes crispus have antioxidant activity with IC50 of 100,363 ppm.
Ketahanan Pangan Masyarakat Kota Baubau Haeruddin; La Harimu; Asriani Mulya Basri; Saprin
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.31-44

Abstract

Data penggunaan lahan dan sebaran produksi pangan di Kota Baubau tidak merata sesuai karakteristik wilayah sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan pangan, akses pangan masyarakat, pola konsumsi pangan, distribusi bahan pangan, ketercapaian konsumsi pangan masyarakat, dan kondisi kerawanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi, ketersediaan cadangan pangan, distribusi, akses, penganekaragaman serta faktor yang berpengaruh terhadap ketahanan pangan masyarakat. Manfaat penelitian ini adalah tersedianya data tentang kondisi ketahanan pangan masyarakat Kota Baubau untuk menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam pengambilan kebijakan tentang pengembangan ketahanan pangan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi keadaan pangan masyarakat, dan secara kuantitatif untuk menentukan parameter ketahanan pangan masyarakat. Pengambilan sampel menggunakan metode cluster dan pemilihan responden dilakukan secara purposive random sampling. Instrumen pengumpulan data primer menggunakan angket dan wawancara langsung dengan responden dan data sekunder melakukan kunjungan ke instansi dan organisasi yang terkait dengan ketahanan pangan di Kota Baubau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penganekaragaman pangan masyarakat Kota Baubau tergolong rendah, pola konsumsi energi didominasi beras, protein didominasi dari protein ikan, tergolong normal, meskipun masih ada yang tergolong defisit ringan. Porsi pengeluaran didominasi oleh jenis pangan yaitu makanan, faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan adalah tingkat pendapatan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan aset yang dimiliki. Stok bahan pangan termasuk kategori cukup, distribusi dan akses pangan kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa status ketahanan pangan masyarakat Kota Baubau berada pada kategori baik.
Kualitas Air dari Sumber Mata Air Karaa dan Upaya Pelestariannya La Harimu; Haeruddin; Sulha; Saprin
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.59-72

Abstract

Air merupakan unsur yang vital dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Ketersediaan sumber daya air di Indonesia ini begitu melimpah, namun yang dapat dikonsumsi untuk keperluan air minum sangat sedikit. Air yang bersumber dari Mata Air Karaa dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat terutama air minum harus memenuhi kualitas air dari parameter kimia, fisika, dan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan tingkat kualitas sumber Mata Air Karaa dari parameter kimia, fisika, dan biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei langsung ke sumber Mata Air Karaa untuk mengetahui kondisi lingkungannya dan metode eksperimen untuk mengetahui kualitas air. Pengukuran parameter keasaman sampel air dilakukan di lapangan (in situ), dengan mempergunakan seperangkat alat Teskit meliputi parameter temperatur, DO, dan pH sedangkan parameter kualitas air kekeruhan, warna, BOD, COD, mikroorganisme, dan logam berat dilakukan di Laboratorium secara ex situ. Untuk status mutu kualitas air, digunakan metode storet yaitu membandingkan kualitas air Mata Air Karaa dengan baku mutu air yang disesuaikan dengan Permen No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lokasi sekitar Mata Air Karaa berada dalam kondisi yang kurang baik dan perlu upaya penanganan berbagai pihak agar dapat lestari dan berkelanjutan. Kualitas sumber Mata Air Karaa baik secara fisika, kimia, dan biologi masih memenuhi syarat mutu air baku yang sehat.
Pembuatan Alkohol dari Limbah Sayuran Pasar Haeruddin; La Harimu; Ratna; Fatahu; Dian Anggreni
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.2.2020.51-64

Abstract

Limbah organik pasar seperti sayur-sayuran merupakan salah satu masalah lingkungan di perkotaan. Untuk mengurangi limbah sayuran maka dilakukan pengolahan melalui hidrolisis dan selanjutnya di fermentasi menjadi alkohol. Tujuan penelitian adalah memanfaatkan limbah sayur melalui proses hidrolisis dan difermentasi menjadi alkohol. Kadar alkohol yang dihasilkan dipengaruhi pH, kadar ragi dan waktu fermentasi. Serbuk limbah sayur yang digunakan adalah limbah kangkung, sawi, dan wortel dengan perbandingan 5:3:2. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Parameter yang diteliti adalah variasi pH (3, 4, 5, dan 6), variasi kadar ragi, (1, 1,5, 2, 2,5, dan 3), dan variasi lama fermentasi (3, 4, 5, 6, dan 7 hari). Serbuk limbah sayur sebanyak 50 gram dihidrolisis menggunakan pelarut air sebanyak 900 mL pada suhu 100ºC dan setelah selesai dilakukan penyaringan sehingga diperoleh residu dan filtrat. Filtrat hasil hidrolisis kemudian diukur kadar glukosanya menggunakan metode Nelson Somogy dengan UV-Vis Spektrofotometer. Filtrat sampel yang difermentasi sebanyak 500 ml ditambahkan starter 50 ml, 7,5 gram serbuk kulit bakau, dan ditambahkan ragi sesuai variasi yang diteliti dan disimpan sesuai dengan variasi waktu fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa yang dihasilkan dari proses hidrolisis sebesar 11,87%. Kondisi fermentasi optimum untuk menghasilkan kadar alkohol maksimal adalah pada pH 4,5, kadar ragi 2,5 gram, dan lama fermentasi 6 hari dengan kadar etanol yang dihasilkan 9,57%.
Pengurangan Kadar Sianida Umbi Gadung Menggunakan Kombinasi Cara Fisika dan Kimia serta Pemanfaatannya dalam Pembuatan Produk Pangan La Harimu; Haeruddin; Fatahu; Rizal
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.2.2020.65-79

Abstract

Salah satu penyebab tidak dimanfaatkannya umbi gadung yang tumbuh liar di Kelurahan Kalialia adalah karena mengandung racun sianida dan kurangnya pengetahuan masyarakat untuk mengolahnya agar aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu melalui penelitian ini memberikan solusi iptek sederhana bagi masyarakat agar umbi gadung yang melimpah dan beracun dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti beras dan jagung. Teknologi sederhana yang diaplikasikan pada masyarakat adalah perendaman air laut selama 24 jam yang dilanjutkan dengan pencucian dengan air tawar untuk menghilangkan kadar garam sekaligus kadar sianida yang masih tersisa, pencelupan irisan umbi gadung dalam air hangat selama 1 menit, dan dilanjutkan dengan penjemuran sampai kering. Semua perlakuan ini bertujuan mengurangi kadar sianida agar umbi gadung yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi. Produk yang dihasilkan ada tiga yaitu tepung kasoami instan, kasoami siap saji, dan keripik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan sianida tanpa perlakuan dan setelah perlakuan perendaman dengan air laut, pencelupan dengan air panas, dan pengeringan adalah berturut-turut 79,807 ppm, 13,656 ppm, 11,474 ppm, dan 1,445 ppm. Tepung umbi gadung yang dihasilkan dari kombinasi cara fisika dan kimia adalah 1,445 ppm, atau efektif menurunkan kadar sianida sebesar 98,19%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa setiap produk dari umbi gadung rata-rata disukai oleh konsumen.
Uji Aktivitas Antioksidan dari Daun Kelor (Moringa oleifera) yang Diekstraksi Menggunakan Teknik Soxhletasi Siti Nurjanah; Haeruddin; Nurlansi
Sains: Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia Vol. 11 No. 2 (2022): EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo, Jl. HEA. Mokodompit Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Gedung MIPA FKIP UHO Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioxidant Activity Tests of Moringa (Moringa oleifera) leaves which Extracted Using Soxhletation Technique has been carried out. This research aims to determine what types of secondary metabolites are contained in Moringa leaves using soxhletation technique and the antioxidant activity of Moringa leaves extracted using soxhletation technique. The secondary metabolites contained in the methanol extract of Moringa leaves were determined by the phytochemical method, while the antioxidant activity was tested by the DPPH method. Moringa leaves used are dried Moringa leaves which have been mashed. Total of 150 g of Moringa leaves were soxhelated for 7 hours with methanol as solvent. Then the extracts were collected and concentrated to obtain a thick extract of 30.624 g. The extracts were tested for phytochemicals and antioxidants. Phytochemical test results showed that the methanol extract of Moringa leaves extracted using the soxhletation technique contained alkaloids, flavonoids, steroids, Polifenols and saponins. Moringa leaves methanol extract extracted using the soxhletation technique has very weak antioxidant activity with an IC50 value of 857.6894 ppm.
Pemisahan Senyawa Glukomanan dari Umbi Kano (Dioscorea alata L.) Asal Wakatobi Menggunakan Pelarut Etanol Sari Harliana; La Harimu; Haeruddin
Sains: Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia Vol. 11 No. 2 (2022): EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo, Jl. HEA. Mokodompit Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Gedung MIPA FKIP UHO Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia kaya akan keragaman tanaman sumber karbohidrat, sumber protein baik nabati dan hewani, serta sumber vitamin yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat diantaranya umbi kano (Dioscorea alata L.). Umbi kano adalah salah satu varietas umbi-umbian yang memiliki potensi sebagai sumber bahan pangan karbohidrat non beras dan termasuk spesies tanaman uwi. Daerah yang termasuk penghasil umbi kano di Sulawesi Tenggara adalah Wakatobi. Tanaman Uwi (Dioscorea sp.) merupakan tanaman yang mengandung pati tinggi yaitu sebesar 60,3-74,4% dan mengandung glukomanan. Glukomanan merupakan polisakarida yang tersusun oleh satuan-satuan D-glukosa dan D-mannosa dan serat larut yang berfungsi sebagai pengemulsi (emulgator) pada industri makanan dan lainnya. Dalam penelitian ini, pemurnian tepung glukomanan dari umbi kano menggunakan kosentrasi bertingkat pelarut etanol. Untuk hasil pemisahan glukomanan dari tepung umbi kano dengan etanol diperoleh kadar glukomanan sebesar 73,4%. Analisis karakteristik glukomanan diperoleh kadar air 4,5%, kadar abu 1,48%, serat kasar 11,66%, protein 0,36%, pH 6.
Uji Fitokimia Ekstrak n-Heksana Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Reni Tri Febriyanti; Haeruddin; La Rudi
Sains: Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia Vol. 11 No. 2 (2022): EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo, Jl. HEA. Mokodompit Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Gedung MIPA FKIP UHO Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research has been carried out "Phytochemical Test and Antioxidant Activity of n-Hexane Extract of Belimbing Wuluh Leaves (Averrhoa bilimbi L.)". This study aims to determine the class of secondary metabolites contained in starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) which were extracted using n-hexane as solvent and to determine the antioxidant activity of starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) which were extracted using n-hexane as solvent. The secondary metabolite compounds contained in starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) were determined by the phytochemical method, while the antioxidant activity was determined by the 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazine (DPPH) method. This study began with sample extraction using the soxhletation method, respectively 15 and 20 g of dried and mashed star fruit leaves, then soxhelated for 3-4 hours with n-hexane as solvent. The extraction was carried out for 7 repetitions so that the total sample of starfruit leaves extracted was 110 g. The extract resulting from soxhletation was then collected and concentrated to obtain a thick extract. The viscous extract obtained was then subjected to phytochemical tests and DPPH tests. Phytochemical test results showed that starfruit leaves extracted using n-hexane as solvent by soxhletation method only contained steroids. Starfruit leaf extract which was extracted using n-hexane solvent by soxhletation method had very weak antioxidant activity with an IC50 value of 3,229,213 ppm.
Karakterisasi Ekstrak Sambiloto (Andrographis panicullata Burn (f) Ness) dan Pegagan (Centella asiatica (l) Urban): Characterization Extract Sambiloto (Andrographis panicullata Burn (f) Ness) and Pegagan (Centella asiatica (l) Urban) Arman Rusman; Agung Endro Nugroho; Suwijiyo Pramono; Herman Herman; Muhammad Faisal; Junaidin Junaidin; Haeruddin Haeruddin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i2.1749

Abstract

Sambiloto (Andrographis panicullata Burn (f) Ness) and Pegagan (Centella asiatica (l) Urban) are plants that have many benefits. Traditionally this plant is used as a medicine including insect bites and venomous snakes, dysentery, diabetes, venereal diseases, appendicitis, dirty blood, eczema, tonsil inflammation, ulcers and food poisoning. This study aims to determine the characterization of bitter and gotu kola extracts obtained from Girimulyo Village, Nanggulan District, Kulon Progo Regency which includes yield, drying loss, TLC profile, active compound content, and total flavonoid content. The extract characterization method follows the guidelines written in the Indonesian herbal famacopoeia (FHI). The results showed that the extracts of Sambiloto and Centella asiatica obtained the following data: the yield value of Sambiloto extract was 18.9% and Centella asiatica 21.7%, the organoleptic examination of the data obtained was in accordance with FHI standards, the drying shrinkage value of Sambiloto was 7.85 ± 0.60 and Centella asiatica 15.15 ± 0.42, qualitative analysis of Sambiloto and Centella asiatica extracts had the same rf values as the marker compounds, namely andrographolide for Sambiloto and asiaticoside for Centella asiatica. Measurement of andrographolid levels in Sambiloto extract showed a value of 32.56 ± 4.56 and Asiaticoside levels gotu kola extract showed a value of 15.01 ± 1.69. These results show that the bitter extracts and gotu kola taken from Girimulyo Village, Nanggulan District, Kulon Progo Regency comply with the standards written in the Indonesian herbal pharmacopoeia (FHI). Keywords: Sambiloto, Pegagan, Extract, Characterization Abstrak Sambiloto (Andrographis panicullata Burn (f) Ness) dan Pegagan (Centella asiatica (l) Urban) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat. Secara tradisional tanaman ini digunakan sebagai obat diantaranya gigitan serangga dan ular berbisa, disentri, kencing manis, penyakit kelamin, radang usus buntu, darah kotor, eksema, radang tonsil, borok dan keracunan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi dari ekstrak sambiloto dan pegagan yang diperoleh dari Desa Girimulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo yang meliputi rendemen, susut penegringan, profil KLT, kadar senyawa aktif, dan kadar flavonoid total. Metode karakterisasi ekstrak mengikuti panduan yang tertulis dalam famakope herbal Indonesia (FHI). Hasil penelitian menunjukan ekstrak sambiloto dan pegagan diperoleh data sebagai berikut: nilai rendemen ekstrak sambiloto 18,9 % dan pegagan 21,7%, pemeriksaan organoleptik data yang diperoleh sesuai dengan standar FHI, nilai susut pengeringan sambiloto 7,85±0,60% dan pegagan 15,15±0,42%, analisis kualitatif ekstrak sambiloto dan pegagan memiliki nilai rf yang sama dengan senyawa penanda yakni andrografolid untuk sambiloto dan asiaticosida untuk pegagan, pengukuran kadar andrografolid pada ekstrak sambiloto menunjukan nilai 32,56±4,56% dan kadar asiaticosida pada ekstrak pegagan menunjukan nilai 15,01±1,69%. Hasil tersebut menunjukan bahwa ekstrak sambiloto dan pegagan yang diambil dari Desa Girimulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo sesuai dengan standar yang tertulis dalam farmakope herbal Indonesia (FHI). Kata Kunci: Sambiloto, Pegagan, Ekstrak, Karakterisasi