Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan Pemasaran Kapulaga Menuju Pasar Ekspor Di Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis Apriyani, Dwi; Bahar, Rizki Risanto; Fitria, Anita Dwy
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v7i2.20720

Abstract

Petani kapulaga di Desa Kalijaya sudah bertahun-tahun membudidayakan kapulaga jenis lokal (Hibrida Dompo), meskipun demikian masih banyak petani yang memilih menjual kapulaga ke tengkulak dalam kondisi basah. Padahal penjualan biji kapulaga dalam kondisi basah menyebabkan harga jual rendah dan membuat tingkat keuntungan yang diterima petani minim. Selain itu, petani juga menghadapi keterbatasan keterampilan dalam penanganan pasca panen, lemahnya kemampuan analisis kelayakan usaha, dan keterbatasan dalam memperluas pasar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas petani dalam penanganan dan pemasaran produk kapulaga sehingga mampu menembus pasar ekspor. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan bentuk kegiatan berupa pendampingan dan penyuluhan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa program pendampingan pemasaran mencapai keberhasilan dengan persentase sebesar 80,53% atau naik sebesar 29,04% dari sebelumnya. Hal ini berarti terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman petani pasca dilakukan kegiatan pemberdayaan. Keberhasilan juga ditunjukkan dengan adanya kesepakatan penawaran kerjasama antara petani dengan eksportir berupa Letter of Intent (LoI). Selain itu, hasil evaluasi kepuasan kegiatan menunjukkan bahwa seluruh indikator kepuasan mencapai skor rata-rata diatas 4,21 artinya semua indikator termasuk dalam kategori sangat sesuai.
PERILAKU PASAR KOMODITAS INFLASI DAN FAKTOR PENENTUNYA DI KOTA TASIKMALAYA Ruslan, Januar Arifin; Mutolib, Abdul; Bahar, Rizki Risanto; Salam, Rudhiana
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Agrimansion April 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i1.1601

Abstract

Inflasi komoditas pertanian erat kaitannya dengan pembentukan harga pada tingkat konsumen akhir. Pembentukan harga merupakan interaksi perilaku pasar dengan strukturnya. Penelitian ini menganalisis proses interaksi antara lembaga pemasaran dan faktor-faktor penentunya. Penelitian ini menggunakan teori permainan dan analisis chi-square berdasarkan data dari pedagang beras dan bawang merah di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan harga komoditas terkait dengan strategi dominan, yaitu komunikasi antara pedagang. Strategi ini merupakan keseimbangan Nash karena memberikan hasil terbaik. Perubahan dalam pasokan dan komunikasi antar pedagang erat kaitannya dengan perilaku kenaikan harga. Di sisi lain, pengalaman perdagangan merupakan faktor penentu dalam perilaku penurunan harga. Kata Kunci: perilaku, strategi, keseimbangan Nash
Nilai Tambah Ikan Nila dan Pemanfaatan Limbah Bioflok Sebagai Sumber Alternatif Pendapatan Masyarakat Pebrianti, Suci Apsari; Fitria, Anita Dwy; Nuraini, Candra; Bahar, Rizki Risanto; Apriyani, Dwi
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Inovatif Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Inovatif
Publisher : Research and Social Study Institute (RESSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/jppmi.v3i3.40

Abstract

Desa Tanjungpura merupakan salah satu desa di Kecamatan Rajapolah yang memiliki potensi perikanan yang layak untuk dikembangkan. Tingginya antusiasme masyarakat ditunjukkan dengan terbentuknya kelompok budidaya ikan nila bernama Sawala Tanjungbuana. Kelompok tersebut mampu menggerakkan perkonomian desa sektor perikanan melalui budidaya ikan menggunakan sistem bioflok dan saat ini sudah memiliki 15 bioflok. Usaha ikan nila bioflok mengalami perkembangan cukup pesat mengingat permintaannya yang relatif stabil. Namun dalam perjalanannya, banyak aspek yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan berbagai permasalahan diantaranya, belum adanya pemanfaatan limbah bioflok dan limbah kotoran ikan dan produk yang di jual hanya ikan segar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memfasilitasi potensi hilirisasi produk ikan nila baik dari segi diversifikasi produk, sehingga diharapkan terjadi peningkatan mutu dan produksi ikan nila, nilai tambah produk guna memperluas pemasaran produk ikan nila, serta terciptanya kemandirian dan ketahanan pangan
Analysis of The Supply Chain Performance of Sugar Palm Fruit in Tasikmalaya Regency, West Java Apriyani, Dwi; Bahar, Rizki Risanto; Mutiarasari, Nurul Risti
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v9i2.6623

Abstract

During Ramadan, demand for palm fruit (kolang kaling) increases by approximately 60%. However, fulfillment of this demand is constrained by the limited availability of palm trees, weak coordination among supply chain actors, and delivery delays. This study aims to describe the overall condition of the palm fruit supply chain and evaluate its performance. A mixed-methods approach was employed, utilizing qualitative analysis through the Food Supply Chain Network (FSCN) framework to map the supply chain, and quantitative analysis using the SCOR model to assess performance. Sampling was conducted through purposive sampling, targeting farmers and processors with consistent production, complemented by snowball sampling to reach actors not easily identified through formal data. The findings indicate that the target market for palm fruit extends beyond local consumption to regional markets. The supply chain structure consists of interdependent collaboration among farmers, artisans, intermediaries, wholesalers, and retailers, and is characterized by three principal flows: product, information, and finance. Constraints are evident in the limited availability of technological and equipment resources. Business processes employ push and pull strategies, depending on demand fluctuations. Performance evaluation reveals weaknesses in several indicators, particularly order fulfillment, compliance with quality standards, asset management, and supply chain cost efficiency. These limitations highlight the urgency of establishing an association of palm fruit supply chain actors to strengthen communication and coordination, thereby supporting the development, sustainability, and competitiveness of palm fruit farming.
PREFERENSI RISIKO PRODUKSI IKAN NILA BERDASARKAN INPUT DAN WILAYAH, TASIKMALAYA Bahar, Rizki Risanto; Apriyani, Dwi; Djuliansah, Dedi
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i2.43361

Abstract

Subsektor perikanan berperan penting dalam perekonomian nasional, khususnya melalui pengembangan budidaya ikan nila. Namun, kegiatan budidaya masih dihadapkan pada risiko dan ketidakpastian produksi yang memengaruhi perilaku pembudidaya dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi risiko pembudidaya ikan nila berdasarkan penggunaan input produksi dan wilayah di Kota Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Agustus 2024 di Kecamatan Bungursari, Kawalu, Purbaratu, dan Cibeureum dengan melibatkan 52 responden yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Absolute Risk Aversion (AR) model Arrow–Pratt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembudidaya bersikap risk averse terhadap penggunaan benih, EM4, dan tenaga kerja, sedangkan terhadap pakan pelet dan dedak cenderung risk taker. Secara wilayah, risk averse mendominasi di Kecamatan Bungursari, Purbaratu, dan Cibeureum, sementara Kecamatan Kawalu menunjukkan kecenderungan risk taker.